pengertian dari visceral fat

Setiap orang pasti memiliki lemak di bagian tubuh, apalagi di perut. Entah itu orang gemuk, kurus, atau bahkan orang dengan perut rata. 

Memiliki lemak sudah menjadi kondisi normal.

Tapi, pernahkah kamu mendengar visceral fat

Banyak yang beranggapan bahwa lemak visceral ini berbahaya. 

Tapi, benarkah demikian? 

Sebenarnya apa sih lemak visceral itu? Apa penyebabnya? Berapakah jumlah idealnya? Dan bagaimana cara menghilangkannya? 

Yuk, simak di penjelasan berikut ini!

Table of Contents

Apa yang dimaksud dengan visceral fat?

Lemak di dalam perut ini ada 2 macam yaitu lemak visceral dan lemak subkutan.

Visceral fat adalah lemak yang tersembunyi di dalam perut. Lemak visceral ini berada di sekitar rongga perut dalam tubuh. Lemak ini bisa membuat perut terlihat menonjol. 

Letaknya yang ada di rongga perut, membuat lemak visceral dekat dengan organ vital. 

Beberapa di antaranya ialah hati, pankreas, dan usus. 

Visceral fat juga dikenal sebagai lemak aktif yang bisa mempengaruhi fungsi hormon dalam tubuh. 

Nah, jumlah lemak visceral yang berlebihan bisa menimbulkan masalah. 

Tapi, tidak semua lemak di dalam perut itu lemak visceral ya. Lemak perut ini juga bisa berupa lemak subkutan. 

Berbeda dengan lemak visceral yang letaknya tersembunyi, lemak subkutan ini tersimpan tepat di bawah kulit. 

Nah, saat kamu mencoba mencubit kulit, itu bukanlah visceral fat. Biasanya lemak subkutan bisa dilihat dan dirasakan saat mencubit kulit. 

Visceral fat idealnya berapa?

Jumlah lemak visceral yang terlalu banyak bisa berbahaya bagi tubuh. 

Tapi, berapa sih jumlah visceral fat normal?

Cara mengukur lemak visceral adalah dengan cara CT-scan atau MRI. Namun, dua metode ini mahal untuk dilakukan. 

Alternatifnya, kamu bisa mengukur total lemak tubuh dan dikali 10 persen.

Mengapa 10 persen? Sebab, diperkirakan 10% total lemak tubuh adalah lemak visceral. 

Visceral diukur dengan skala 1-59 menggunakan MRI. 

Batas normal visceral fat ada dalam skala 1-12. 

Jika sudah melewati angka 13, maka sudah lebih dari normal. 

Ada sebaiknya kamu segera mengubah gaya hidup dan pola makan untuk menghindari penyakit serius. 

Tips lain untuk mengetahui jumlah lemak antara lain:

  • Ambil pengukur meteran
  • Lilitkan pengukur di bagian pusar sekitar pinggang
  • Periksa berapa ukuran lingkar perut
  • Lakukan dalam keadaan berdiri

Biasanya, ukuran lemak perut normal jika ukuran perut kurang dari 89 cm pada wanita, dan 101 cm pada pria. 

Jika lebih dari itu, maka ada risiko memiliki lemak visceral berlebih. 

Tanda lainnya juga bisa dilihat dari bentuk tubuh. 

Orang dengan bentuk tubuh pir diperkirakan lebih sehat daripada bentuk apel. 

Bentuk tubuh apel ialah lebar pinggang dan pinggul sama besar, hampir tanpa lekukan. 

Sedangkan bentuk tubuh pir, ukuran paha dan pinggul lebih besar, tapi bagian perut lebih kecil.

Kenapa visceral fat berbahaya?

Mungkin kita mengenal fungsi lemak sebagai tempat menyimpan cadangan energi. 

Namun, lemak visceral dalam jumlah berlebihan bisa berbahaya untuk tubuh. 

Visceral fat yang aktif ini akan menghasilkan zat peradangan dalam tubuh. Misalnya IL-6, IL-1β, PAI-1 and TNF-α. 

Hormon yang dihasilkan bisa memicu inflamasi dan menyebabkan risiko penyakit kronis menjadi meningkat.

Selain itu, lemak visceral juga berdekatan dengan vena portal. 

Vena portal adalah pembuluh darah yang membawa darah dari daerah usus menuju hati. 

Hal ini  membuatnya lebih berbahaya. 

Zat yang dilepaskan oleh lemak visceral termasuk penanda peradangan. 

Asam lemak bebas yang berbahaya bisa memasuki vena portal lalu mengalir ke hati.

Risikonya, bisa mempengaruhi produksi lipid darah yang meningkatkan kadar kolesterol jahat untuk tubuh.

Kondisi kesehatan yang terganggu akibat visceral fat ini ialah:

  • Demensia
  • Asma
  • Penyakit jantung
  • Diabetes tipe 2
  • Kanker payudara dan usus besar
  • Asam urat dan penyakit kandung empedu
  • Tekanan darah tinggi
  • Nyeri punggung bagian bawah
  • Osteoartritis (nyeri sendi)
  • Gangguan fungsi hari
  • Masalah kesuburan
  • Nyeri punggung bagian bawah

Penyebab visceral fat tinggi

Orang gendut dan kurus bisa saja memiliki visceral fat yang berlebih dalam perut. 

Tapi, apa sih penyebabnya? 

Yuk, simak selengkapnya di bawah ini:

Berat badan berlebih

Salah satu penyebab visceral fat yang berlebihan ialah berat badan yang juga berlebihan. 

Mengapa demikian? 

Sebab penimbunan lemak di perut juga berkaitan dengan berat badan. 

Jika berat badan berlebihan, maka banyak lemak yang tertimbun. 

Biasanya, kelebihan berat badan ini diakibatkan lebih banyak kalori yang masuk ke dalam tubuh, dibandingkan jumlah kalori keluar. 

Makanan yang terlalu banyak dengan aktivitas terlalu sedikit akan membuat berat badan tidak seimbang dan berlebihan. 

Tapi yang perlu ditekankan di sini, orang gemuk bukan berarti berat badannya berlebihan. 

Bisa saja massa otot lebih banyak dibandingkan massa lemaknya. 

Jadi, pastikan asupan kalori yang masuk seimbang dengan energi yang dikeluarkan oleh tubuh ya!

Penuaan (Menopause)

Penelitian menunjukkan bahwa bertambahnya usia berkaitan dengan lemak visceral. 

Semakin bertambah usia, maka massa otot semakin berkurang dan massa lemak semakin banyak. Termasuk lemak visceral.

Nah, massa otot yang semakin sedikit akan membuat tubuh juga semakin sedikit dalam membakar kalori. 

Hal ini mengakibatkan tubuh sulit untuk mempertahankan berat badan ideal. 

Selain itu, memasuki usia menopause terjadi penurunan hormon estrogen yang akan memengaruhi distribusi lemak dalam tubuh. 

Kadar hormon estrogen yang turun ini akan menyebabkan lemak tersimpan di dalam perut. 

Bukan di bagian tubuh lain, seperti paha atau pinggul. 

Genetika atau faktor keturunan

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa genetika juga turut berperan pada pembentukan lemak visceral. 

Mengapa demikian?

Sebab bagaimana cara tubuh dalam menyimpan lemak ini bisa dipengaruhi oleh genetik. 

Gen yang mengatur leptin dan kortisol akan mengatur asupan kalori. 

Gen tersebut juga bertanggung jawab atas penyimpanan lemak. 

Ada beberapa orang yang memang secara keturunan cenderung menyimpang lemak di perut dibandingkan di pinggul.

Kebiasaan makan yang buruk

kebiasaan makan yang buruk dapat mengakibatkan visceral fat tinggi

Ada beberapa makanan penyebab visceral fat yang harus dihindari. 

Terutama makanan tinggi gula dan tinggi lemak. 

Lemak di sini yang dimaksud ialah lemak trans (lemak jahat).

Penumpukan gula dan lemak akan membuat visceral fat dalam perut menjadi berlebihan. 

Selain itu, asupan serat harian dan protein yang rendah juga bisa menyebabkan kenaikan berat badan. 

Mengapa?
Sebab asupan protein dan serat yang cukup akan membantu tubuh untuk melancarkan proses pencernaan dan mengontrol nafsu makan.

Stres

Dalam keadaan stres, tubuh akan melepaskan hormon stres. 

Contohnya adalah hormon kortisol yang bisa membantu tubuh mengatasi stres. 

Tapi ternyata kortisol berlebihan dapat menaikkan berat badan. 

Jadi sebenarnya, saat kamu mencoba mengatasi stres dengan makan berlebihan, kamu juga sedang menabung lemak. 

Kalori saat makan ini banyak disimpan di sekitar perut.

Baca juga: 5 Cara Menghilangkan Stress Paling Ampuh Serta Kenali Gejalanya

Kurang gerak

Untuk memiliki berat badan dan jumlah lemak normal, maka kalori yang dikeluarkan harus sama dengan kalori yang masuk. 

Artinya, apa yang kamu makan sama dengan energi yang kamu keluarkan. 

Jika kalori yang masuk jauh lebih banyak dibandingkan energi yang keluar, maka berat badan juga akan meningkat. 

Hal ini biasa terjadi saat tubuh kurang aktif bergerak. 

Penelitian menunjukkan bahwa wanita yang diam dengan menonton tv di atas 3 jam per hari memiliki risiko obesitas (perut besar) hampir 2 kali lipat dibandingkan wanita yang diam menonton tv kurang dari 1 jam per hari.

Bagaimana cara menghilangkan visceral fat?

Sebenarnya, cara menghilangkan lemak visceral ini hampir sama dengan mengatasi obesitas. 

Berikut sejumlah cara yang bisa kamu coba:

Rutin berolahraga

Rutin olahraga adalah cara utama untuk menghilangkan lemak visceral. 

Dengan berolahraga rutin, semua lemak akan otomatis berkurang, termasuk visceral fat.

Olahraga bisa dimulai dengan olahraga ringan dengan interval waktu 30 menit. Lakukan paling tidak 5 hari dalam seminggu. 

Beberapa jenis olahraga yang bisa dicoba, antara lain:

  • Jalan santai
  • Jalan cepat
  • Jogging
  • Bersepeda
  • Olahraga aerobik lain

Diet rendah karbohidrat

Olahraga perlu kamu imbangi dengan diet atau pola makan yang baik.

Tidak ada diet yang bisa mengurangi lemak perut secara instan. 

Tapi jika dilakukan terus-menerus, akan mengurangi jumlah lemak visceral. 

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa diet rendah karbo lebih efektif dalam menurunkan kadar visceral dibandingkan diet rendah lemak. 

Akan lebih baik jika kamu juga tahu kadar kalori yang dibutuhkan oleh tubuh sebelum diet sehat. 

Dengan begitu, kamu bisa merencanakan pola makan dengan gizi seimbang. 

Kamu juga bisa mencoba konsultasi dengan ahli gizi ya!

Baca juga: Ingin Diet Karbo, Sudah Tahu Cara yang Benar?

Konsumsi protein lebih sering

Protein adalah nutrisi makro yang penting dalam mengendalikan berat. Nutrisi ini bisa menahan rasa lapar kamu. 

Selain itu, protein juga bagus untuk meningkatkan metabolisme tubuh. 

Dengan begitu, visceral fat yang ada di dalam tubuh bisa berkurang. 

Sejumlah studi juga menyebutkan bahwa orang yang mengkonsumsi protein lebih banyak cenderung menyimpan lemak visceral lebih sedikit.

Hindari lemak trans

Lemak trans merupakan jenis lemak jahat yang berbahaya bagi tubuh. 

Lemak ini terbentuk saat minyak menjadi lemak padat. 

Lemak trans terdiri dari dua macam, yaitu lemak trans alami dan buatan.

Nah, ada juga lemak trans buatan yang dihasilkan dari proses industri. 

Lemak buatan ini membuat minyak tidak rusak dan membuat makanan tahan lama. 

Beberapa restoran juga memakai minyak jenis ini agar tidak perlu sering mengganti minyak goreng. 

Karena itu, ada baiknya kamu mengurangi produk makanan cepat saji atau makanan dengan proses industri yang digoreng ya!

Tidur cukup

Tidur yang cukup ternyata juga bisa membantu meminimalisir jumlah lemak dalam perut lho. 

Bagaimana bisa?

Jadi, kebiasaan tidur ini akan mempengaruhi pelepasan hormon leptin dan ghrelin dalam tubuh. 

Kedua hormon ini berperan untuk memberikan sinyal kepada otak kapan harus mendapatkan asupan kalori. 

Nah, orang yang kurang tidur akan tertarik pada makanan dengan kalori tinggi dan makan secara berlebihan.

Kesimpulan

Nah, itulah seputar visceral fat, bahayanya bagi tubuh, dan cara menghilangkannya. 

Saat kamu merasa punya lemak visceral, segera konsultasikan dengan dokter dan ahli gizi untuk penanganan yang tepat.

Sebagai member Rey, kamu bisa mendapatkan konsultasi chat dokter gratis sampai puas. Penasaran?

Jangan lupa, terapkan pola hidup dan pola makan yang sehat ya! 

Atau kamu sudah punya pengalaman terkait visceral fat? 

Yuk, share di komentar!

Artikel Terkait Lainnya