Penyakit Jantung – Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

Penyakit Jantung – Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya
Dwi Julianti
Dwi Julianti
June 21, 2023
8 menit membaca

Penyakit jantung merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan kematian, dengan satu dari tiga kematian disebabkan oleh penyakit jantung.

Penyakit jantung adalah kondisi ketika aliran darah ke jantung mengalami gangguan atau penyumbatan pada pembuluh darah jantung.

Penyumbatan ini menyebabkan gangguan fungsi jantung, yang dapat mengakibatkan serangan jantung dan gagal jantung.

Jenis-jenis penyakit jantung meliputi arteri koroner (jantung koroner), gangguan irama jantung (aritmia), kelainan katup jantung, dan penyakit jantung bawaan.

Ingin tahu lebih banyak mengenai cara hidup sehat? Temukan rahasianya di sini

Yuk, kita cari tahu penyebab penyakit jantung dan cara mengobatinya!

Penyebab Penyakit Jantung 

Penyebab Penyakit Jantung  Penyakit jantung memiliki berbagai penyebab yang berbeda-beda, tergantung pada jenisnya.

Penyakit jantung memiliki berbagai penyebab yang berbeda-beda, tergantung pada jenisnya.

Meskipun faktor risiko penyakit jantung tergantung pada jenis penyakitnya, tetapi ada penyebab umum yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Nah, berikut ini beberapa penyebab penyakit jantung:

1. Penumpukan Plak

Penyempitan pembuluh darah yang disebabkan oleh plak kolesterol disebut aterosklerosis.

Plak yang menumpuk pada arteri dapat menyebabkan penyempitan, yang mengganggu fungsi jantung.

Dalam keadaan normal, arteri koroner memasok darah yang kaya oksigen ke otot jantung.

Namun, jika terjadi penumpukan plak pada arteri koroner, jantung tidak akan menerima cukup oksigen karena arteri tersebut tidak dapat menyuplai oksigen ke otot jantung.

Selain itu, kekurangan oksigen pada otot jantung akan menghambat kemampuannya memompa darah ke seluruh tubuh.

Penumpukan plak umumnya terjadi pada individu yang mengalami obesitas atau peningkatan berlebihan dan tidak terkontrol dalam massa tubuh.

Orang yang mengalami obesitas cenderung memiliki cadangan lemak yang berlebihan dalam tubuh mereka.

Apabila cadangan lemak tersebut menumpuk di pembuluh darah, terutama pembuluh darah koroner, dapat menyebabkan komplikasi penyakit jantung.

2. Diabetes

Penyakit jantung dapat diakibatkan oleh diabetes juga. lho.

Terdapat hubungan yang erat antara diabetes dan penyakit jantung, karena penderita diabetes memiliki kadar gula (glukosa) darah yang tinggi.

Selain penumpukan plak, penyakit jantung dapat disebabkan oleh diabetes.

Terdapat hubungan yang erat antara diabetes dan penyakit jantung, karena penderita diabetes memiliki kadar gula (glukosa) darah yang tinggi.

Kadar gula yang tinggi dan tidak terkendali dapat menyebabkan penyumbatan pada arteri, yang dapat mengakibatkan gangguan jantung atau gagal jantung.

3. Tekanan darah tinggi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah peningkatan aliran darah dari jantung ke seluruh tubuh yang mendorong dinding arteri (pembuluh darah).

Normalnya, tingkat tekanan darah adalah 120/80 mmHg.

Apabila tekanan darah melebihi angka 120/80 mmHg, risiko terkena hipertensi akan meningkat.

Semakin tinggi tekanan darah, semakin besar risiko terkena berbagai penyakit, termasuk penyakit jantung seperti serangan jantung, risiko gagal jantung, dan juga stroke.

4. Infeksi

Endokarditis adalah peradangan atau infeksi yang terjadi pada ruang jantung, sekat jantung, dan dinding jantung.

Endokarditis adalah kondisi di mana terjadi infeksi pada lapisan bilik dan katup jantung atau sering disebut penyakit katup jantung.

Infeksi terjadi disebabkan oleh jamur atau bakteri yang masuk dari mulut ke aliran darah dan menempel pada dinding jantung.

Jika tidak segera diobati, infeksi tersebut dapat menyebabkan katup jantung tidak berfungsi.

Katup jantung yang tidak berfungsi ini ditandai dengan adanya bolong pada katup jantung.

Adanya bolong pada katup jantung ini dapat menyebabkan bocor dikarenakan katup jantung yang tidak sempurna.

5. Merokok

Zat-zat yang terdapat pada rokok dapat menjadi faktor risiko utama dalam penyakit jantung.

Karbon monoksida yang terjadi saat pembakaran rokok dapat masuk ke dalam aliran darah dan akan ikut bersama oksigen menuju jantung.

Jika keduanya masuk secara bersamaan, artinya pasokan oksigen di dalam jantung akan berkurang.

Selain itu, nikotin yang terdapat pada rokok dapat menyebabkan jantung berdetak lebih kencang.

Apabila jantung berdetak lebih kencang maka jantung membutuhkan banyak oksigen untuk dapat bekerja memompa darah yang mengandung oksigen ke seluruh tubuh.

Penyebab Ciri dan Gejala Penyakit Jantung

Setelah mengetahui penyebab dari sakit jantung, kamu juga perlu mengetahui apa saja gejala sakit jantung.

Setelah mengetahui penyebab dari sakit jantung, kamu juga perlu mengetahui apa saja gejala sakit jantung.

Berikut adalah beberapa ciri dan gejala umum yang dapat muncul pada penyakit jantung:

  1. Nyeri dada: Rasa nyeri, tekanan, atau ketidaknyamanan di dada, yang dapat menjalar ke lengan, leher, rahang, punggung, atau perut. Biasanya dianggap sebagai gejala utama serangan jantung.

  2. Sesak napas: Kesulitan bernapas, terutama saat beraktivitas atau berbaring datar, dapat menjadi tanda adanya masalah pada jantung.

  3. Kelelahan yang tidak wajar: Merasa lelah secara berlebihan atau cepat lelah bahkan dengan aktivitas ringan.

  4. Denyut jantung tidak teratur: Detak jantung yang tidak teratur, seperti detak yang cepat, lambat, tidak beraturan, atau terasa berdebar-debar.

  5. Pusing dan pingsan: Merasakan pusing yang berkepanjangan atau pingsan dapat menjadi indikasi masalah pada sirkulasi darah yang terkait dengan jantung.

  6. Pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, atau kaki: Terjadi akumulasi cairan yang menyebabkan pembengkakan pada bagian tubuh tersebut.

  7. Nyeri atau kesemutan pada lengan, tangan, kaki, atau tungkai: Merasakan nyeri, kesemutan, atau mati rasa pada bagian tubuh tersebut dapat menunjukkan masalah sirkulasi darah yang berkaitan dengan jantung.

  8. Sering batuk atau sesak napas saat tidur: Mengalami batuk yang berkepanjangan atau sesak napas saat tidur dapat menjadi tanda adanya gagal jantung.

Ciri-ciri yang di sebutkan di atas bisa menjadi tanda bahwa kamu memiliki penyakit jantung dan pembuluh darah ataupun gejala serangan jantung.

Penting untuk diingat bahwa gejala-gejala di atas dapat bervariasi antara tiap orang, dan tidak semua orang dengan penyakit jantung akan mengalami semua gejala tersebut.

Jika mengalami gejala yang mencurigakan atau khawatir tentang kesehatan jantung, segera konsultasikan dengan dokter untuk evaluasi lebih lanjut.

Konsultasi dengan dokter sekarang juga sudah semakin mudah lho, karena kamu bisa chat dokter secara online melalui aplikasi Rey ataupun secara offline di rumah sakit.

Dengan asuransi kesehatan online dari Rey, kamu bisa chat dokter sepuasnya, tebus obat, rawat inap, hingga rawat jalan gratis.

Yuk, klik banner ini untuk info lebih lanjut!

Membership kesehatan yang memberikan akses ke asuransi kesehatan

Pengobatan dan Pencegahan Penyakit Jantung

Setelah mengetahui ciri-ciri penyakit jantung, kini saatnya kamu mengetahui pencegahan berbagai jenis penyakit jantung.

  1. Lakukan pemeriksaan kesehatan jantung oleh dokter spesialis jantung untuk mengetahui adanya risiko penyakit jantung bawaan.

  2. Jika tidak memiliki riwayat penyakit jantung bawaan, kamu dapat melakukan upaya pencegahan penyakit jantung, yaitu: 

    • Rutin berolahraga.
    • Hindari kegiatan merokok.
    • Konsumsi makanan sehat dan gizi seimbang.
    • Cek kesehatan secara rutin.
  3. Pengobatan penyakit jantung yang dapat dilakukan jika memiliki penyakit jantung koroner adalah operasi jantung seperti pemasangan ring jantung yang berfungsi memperlancar pembuluh darah yang tersumbat. 

  4. Jika membutuhkan informasi lebih lanjut atau perlu tindakan medis, hubungi pusat layanan jantung dan pembuluh darah untuk konsultasi, pengobatan, atau diagnosis yang tepat.

Baca Juga: 10 Aplikasi Penghitung Langkah Terbaik, Catat Kalori & Detak Jantung!

Pertanyaan Seputar Penyakit Jantung

Langkah terbaik adalah mencegah penyakit jantung daripada mengobatinya ketika kondisinya sudah parah.

Berikut ini adalah pembahasan lebih lanjut mengenai topik tersebut:

Sayuran yang tidak boleh untuk penyakit jantung?

Tidak ada sayuran tertentu yang secara khusus harus dihindari oleh penderita penyakit jantung.

Namun, jika seseorang sedang menggunakan obat pengencer darah, disarankan untuk membatasi asupan sayuran hijau yang tinggi kandungan vitamin K.

Vitamin K berperan dalam pembekuan darah, dan obat pengencer darah bekerja dengan cara menghambat pembekuan darah.

Konsumsi sayuran hijau yang sangat tinggi vitamin K dapat mengurangi efektivitas obat pengencer darah.

 Oleh karena itu, dalam hal ini, disarankan untuk mengurangi konsumsi sayuran hijau yang tinggi vitamin K, seperti bayam, kale, brokoli, atau lobak hijau.

Apakah penyakit jantung bisa sembuh?

Penyakit jantung tidak dapat disembuhkan secara total, terutama jika otot jantung rusak.

Namun, risiko yang ditimbulkan oleh penyakit jantung dapat dikurangi melalui tindakan medis.

Sebagai contoh, ketika seseorang mengalami penyakit jantung aritmia yang ditandai dengan detak jantung yang terlalu cepat, mereka dapat segera mendapatkan tindakan ablasi jantung untuk mengurangi detak jantung yang tidak terkendali.

Oleh karena itu, meskipun penyakit jantung tidak dapat sembuh sepenuhnya, seseorang dapat menjalani gaya hidup sehat untuk mengendalikan gejala dan mengurangi tingkat keparahan penyakit.

Buah yang dilarang untuk penyakit jantung?

Buah-buahan dengan kandungan gula tinggi dan kalori yang tinggi, seperti mangga dan pisang, sebaiknya dihindari oleh pasien penyakit jantung.

Sebagai gantinya, jika kamu ingin mengonsumsi buah-buahan tetapi memiliki penyakit jantung, kamu dapat mengonsumsi buah yang tinggi serat seperti apel atau pir.

Apa pantangan makanan penyakit jantung?

Jika kamu mengalami penyakit jantung, hindarilah memakan gorengan, makan yang tinggi natrium, daging olahan, dan alkohol.

Sebab, terlalu banyak memakan gorengan akan membuatmu menyimpan lemak di dalam tubuh.

Jika lemak tersebut menumpuk di pembuluh darah yang mengelilingi jantung, dapat menyebabkan beban kerja jantung yang lebih berat.

Selain itu, makanan yang kaya natrium dapat menyebabkan retensi cairan, bahkan pada individu yang sehat.

Pada pasien gagal jantung, mengonsumsi natrium secara berlebihan dapat menyebabkan komplikasi serius dan meningkatkan tekanan darah, yang memperburuk kondisi mereka.

Baca Juga: 10 Manfaat Senam Irama bagi Kesehatan, Baik untuk Jantung dan Mental!

Penutup

Demikianlah penjelasan seputar tentang penyebab sakit jantung.

Semoga kamu bisa mulai menjalani gaya hidup sehat untuk menjaga kesehatan jantung.

Jika kamu ingin mendapatkan infromasi lebih lanjut mengenai kesehatan jantung atau memiliki pertanyaan seputar penyakit jantung, yuk konsultasi dengan dokter melalui aplikasi kesehatan Rey. 

Cobain Rey gratis khusus 2 bulan pertama, dengan fitur ini kamu bisa chat dokter sepuasnya hingga tebus obat gratis, lho!

Coba Gratis Rey untuk 2 bulan! Chat dokter dan klaim obat gratis bisa kamu cobain dulu!

Kembali
Rekomendasi Artikel
March 15, 2023
Ampuh! 10 Cara Menghilangkan Bau Mulut saat Puasa

Saat berpuasa, mungkin kamu merasa tidak nyaman karena bau mulut yang tidak sedap. Hal ini...

Yosephine Yosephine
8 menit membaca
December 8, 2022
4 Makanan untuk Tipes yang Aman, Apa yang Tidak Diperbolehkan?

Demam tifoid atau tipes adalah penyakit yang menular melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi. Saat...

Yosephine Yosephine
5 menit membaca
March 27, 2023
9 Cara Efektif Mengatasi Maag saat Puasa

Bagi penderita gangguan lambung, kambuhnya maag saat berpuasa sudah menjadi hal yang umum terjadi. Penyebab...

Yosephine Yosephine
7 menit membaca