beberapa hal yang perlu diperhatikan saat hendak minum obat di bulan puasa

Saat berpuasa, kita tidak diperbolehkan makan dan minum pada waktu tertentu. 

Namun bagaimana jadinya jika kamu dalam kondisi kesehatan yang mengharuskan meminum obat secara rutin 3 kali dalam sehari? 

Sedangkan pada siang hari kamu harus berpuasa?

Pada artikel kali ini, Rey akan membahas mengenai cara minum obat saat puasa yang benar.

Dokter biasanya memberikan obat yang harus diminum dalam tiga waktu, yaitu pagi, siang, dan sore, atau setiap 8 jam sekali. 

Adapun di kondisi tertentu bisa saja berbeda. Pola minum obat ini harus dilakukan untuk mengoptimalkan khasiatnya.

Nah, selama puasa, tentu pola hidup akan berubah, hal itu juga terjadi pada pola minum obat. 

Kemudian banyak orang yang mempertanyakan, apakah jika pola minum obat berubah, khasiatnya tidak akan optimal? 

Namun ternyata ada cara untuk mengatasinya.

Table of Contents

Bagaimana Cara Minum Obat Saat Puasa?

Bagi kamu yang sedang berpuasa namun harus meminum obat secara rutin, tidak perlu khawatir. 

Karena ada beberapa cara atau alternatif yang bisa kamu lakukan untuk menyiasati pola minum obat agar bisa menyesuaikan dengan waktu puasa. 

Yuk simak informasinya disini.

1. Membagi Jadwal Minum Obat antara Berbuka Hingga Sahur

Tentu pembagian jadwal ini harus disesuaikan dengan dosis obat yang harus diminum. 

Untuk dosis obat sekali dalam sehari, kamu bisa memilih meminum saat berbuka atau sahur saja. 

Sedangkan untuk dosis obat dua kali sehari, minumlah saat dua waktu tersebut.

Jika dokter memberikan dosis obat untuk tiga hingga empat kali dalam sehari, kamu bisa membaginya untuk rentang waktu dari berbuka hingga sahur, dengan pembagian waktu yang sama rata.

Misalkan untuk dosis 3 kali sehari, bisa diminum saat buka pada pukul 18.00, kemudian pukul 23.00, dan yang ketiga waktu sahur pukul 04.00. 

Untuk dosis 4 kali sehari bisa diminum jam 18.00, lalu 22.00, kemudian 01.00, dan terakhir saat sahur 04.00.

Baca juga: 5 Penyebab Pusing Saat Puasa dan Cara Mengatasinya

2. Maksimalkan Waktu Minum Obat

Kamu juga harus memaksimalkan waktu minum obat saat kamu sedang diperbolehkan makan dan minum. 

Misalkan untuk dosis 3 kali sehari, atau jarak 8 jam. 

Kamu bisa meminum obat sesegera mungkin agar tidak terlalu jauh jaraknya dari yang seharusnya 8 jam.

Kamu harus segera minum obat saat memasuki waktu buka, sebelum tidur, dan pada saat – saat terakhir sahur atau imsak. 

Hal itu untuk memaksimalkan jarak waktu minum sehingga khasiatnya akan tetap optimal.

3. Konsultasikan Dosis Obat dengan Dokter

Cara lainnya adalah dengan mengkonsultasikan dosis dan jenis obat dengan dokter. 

Karena mungkin saja dokter bisa mengganti beberapa jenis obat yang memiliki fungsi sama namun dengan dosis minum untuk 2 kali sehari saja.

Kamu juga bisa mengkonsultasikan kepada dokter mengenai obat yang aman saat bulan puasa dan menyesuaikan dengan waktu puasa. 

Mintalah rekomendasi waktu yang tepat untuk meminum obat dari waktu buka hingga sahur.

Baca juga: 14 Manfaat Puasa untuk Kesehatan Kamu Selama Bulan Ramadan

4. Cari Alternatif Obat yang Bisa Dikonsumsi Saat Puasa

Jika kondisi kesehatan memungkinkan untuk menggunakan obat yang tidak perlu dikonsumsi, kamu bisa mengganti jenis obat selama puasa. 

Ada beberapa obat yang bisa digunakan dan tidak mengakibatkan puasa kamu batal.

Misalkan untuk obat luka, kamu bisa mengganti obat yang digunakan dengan cara diminum dengan obat oles, seperti salep atau krim. 

Kamu juga bisa menggunakan metode suntik untuk menggunakan obat, karena suntikkan tidak menyebabkan batal puasa.

5. Lakukan Pengecekan Kesehatan dan Konsultasi dengan Dokter

Jika kamu sedang mengalami masalah kesehatan, ada baiknya melakukan pengecekan kondisi kesehatan dan konsultasi kepada dokter. 

Tujuannya adalah untuk mengetahui kondisi tubuh kamu, dan apakah diperbolehkan berpuasa pada kondisi tersebut.

Kamu juga bisa menanyakan makanan apa saja yang direkomendasikan untuk membantu menjaga kondisi kesehatan, konsultasi jadwal minum obat, dan tanyakan juga terkait risiko yang mungkin ada jika kamu melakukan puasa.

6. Kenali Jenis Obat

Pada beberapa kondisi, seperti sakit kronis, pasien perlu meminum obat setiap hari secara rutin, termasuk saat puasa. 

Oleh karena itu, perlu ada penyesuaian agar obat tersebut tetap bisa dikonsumsi meskipun saat puasa.

Obat diabetes, biasanya akan diresepkan obat yang bisa diminum saat sahur dan berbuka puasa, seperti glibenklamid. 

Obat hipertensi biasanya diresepkan hanya untuk diminum saat sahur. Obat maag diminum sebelum tidur dan saat sahur, dan beberapa jenis obat lainnya.

Baca juga: 9 Cara Efektif Mengatasi Maag Saat Puasa

Jenis Obat yang Tidak Membatalkan Puasa

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bahwa terdapat beberapa jenis obat yang obat yang boleh diberikan saat berpuasa. 

Obat – obat ini bisa menjadi alternatif untuk mengganti obat yang harus dikonsumsi dengan cara diminum.

Obat yang Diserap Oleh Kulit

Jenis obat oles yang diserap oleh kulit tidak membatalkan puasa. Misalkan salep, krim, plester luka, minyak oles dan lainnya. 

Yang biasanya digunakan untuk obat gatal, luka luar, nyeri otot, dan sebagainya.

Obat yang Disuntikkan

Obat yang digunakan melalui suntikkan melalui pembuluh darah, otot, atau kulit tidak membatalkan puasa. 

Dengan kata lain, kamu aman untuk mengambil vaksin COVID-19 karena tidak akan membatalkan puasamu.

Namun tidak untuk nutrisi makanan yang dimasukkan ke dalam infus intravena, tetap membatalkan puasa.

Baca juga: Wajib Tahu! 7 Tips Agar Puasa Tidak Lemas dan Ngantuk

Obat Kumur

Obat kumur untuk mengobati sariawan, atau untuk menghilangkan bau mulut saat berpuasa juga tidak membatalkan puasa, asalkan tidak tertelan. 

Oleh karena itu, harus berhati – hati saat menggunakan obat kumur.

Obat Inhaler

Obat inhaler biasanya digunakan oleh penderita asma, hidung tersumbat karena flu, dan lain sebagainya, jenis obat ini tidak membatalkan puasa meskipun dihirup atau dimasukkan ke hidung.

Obat Tetes Mata

Obat tetes mata biasanya digunakan untuk mengobati iritasi, mata gatal, dan sebagainya. 

Obat tetes mata tidak membatalkan puasa. 

Obat tetes lain untuk hidung dan telinga juga tidak membatalkan puasa (namun masih menjadi perdebatan).

Obat yang Ditempatkan di Bawah Lidah

Jenis obat ini misalnya nitrogliserin untuk mengobati angin duduk, nah cara pemakaiannya memang harus ditempatkan pada bawah lidah. 

Meskipun dimasukkan ke dalam mulut, obat ini tidak membatalkan puasa.

Oksigen dan Obat Untuk Anestesi

Oksigen juga termasuk obat yang tidak membatalkan puasa meskipun digunakan dipasang di dekat hidung. 

Begitupun obat untuk anestesi atau untuk menghilangkan rasa sakit, masih boleh digunakan saat puasa.

Suppositoria

Suppositoria adalah jenis obat yang digunakan dengan cara dimasukkan ke dalam anus atau rektum. 

Biasanya digunakan untuk orang – orang yang mengalami gangguan pencernaan, seperti sembelit atau susah buang air.

Baca juga: 8 Tips Ampuh Mencegah Asam Lambung Naik saat Puasa

Kesimpulan

Nah, sekarang kamu sudah memahami aturan minum obat saat puasa sehingga bisa tetap optimal khasiat atau manfaatnya.

Namun sebelum memutuskan untuk mengganti jadwal minum obat, kamu harus konsultasikan dulu dengan dokter.

Kamu juga sudah mengetahui apa saja jenis obat yang tidak membatalkan puasa. 

Untuk mengganti jenis obat dengan obat lain, tentu diperlukan konsultasi dulu kepada dokter. 

Karena yang terpenting adalah menjaga kesehatan, tak terkecuali saat sedang berpuasa.

Jangan lupa untuk membagikan pembahasan berikut ini ke orang – orang terdekatmu yang sedang berpuasa, ya!

Artikel Terkait Lainnya