9 cara efektif mengatasi maag saat berpuasa

Munculnya maag saat puasa bagi penderita gangguan lambung merupakan hal yang biasa. 

Perubahan pola makan merupakan faktor terbesar munculnya maag tersebut. 

Hanya saja, jika gangguan yang dirasakan semakin parah, bisa-bisa aktivitas ibadah saat puasa jadi terganggu.

Alih-alih melakukan banyak ibadah, yang ada justru terbaring di tempat tidur sambil menahan sakit atau rasa tidak nyaman. 

Kondisi ini tentu tidak bisa dibiarkan dan butuh untuk segera diatasi. 

Oleh karena itu, tips agar maag tidak kambuh saat puasa di bawah ini bisa membantu kamu.

Table of Contents

Bagaimana Cara Mengatasi Maag Saat Puasa?

Ketika kamu terserang maag saat puasa, banyak-banyak istirahat dan jangan melakukan aktivitas yang berat. 

Hanya ini yang bisa dilakukan, karena untuk minum obat maag tidak mungkin ketika sedang puasa.

Satu-satunya solusi terbaik yang bisa dilakukan adalah mencegah agar maag tidak muncul ketika sedang puasa. 

Untuk itu, lakukanlah hal-hal di bawah ini:

1. Biasakan Makan Sahur

Gangguan maag saat puasa sering muncul pada penderita gangguan lambung yang tidak makan sahur. 

Sangat disayangkan, sebagian orang lebih suka melanjutkan tidur daripada harus bangun di subuh hari untuk bersantap sahur.

Hal ini tentu saja keliru. Sebab dari segi syariat, sahur sangat dianjurkan karena terdapat keberkahan di dalamnya. 

Di sisi lain, makanan yang dikonsumsi kala sahur akan menjadi sumber tenaga bagi tubuh, di samping menjaga lambung tetap sehat.

2. Jangan Berlebihan Saat Bersantap Sahur

Lambung yang kosong dari makanan sangat berbahaya bagi lambung karena akan memicu naiknya asam lambung. 

Di sisi lain, terlalu kenyang sehingga lambung padat terisi juga tidak bagus. 

Oleh karena itu, pastikan kamu mengonsumsi makanan dalam jumlah wajar ketika sahur.

Makanlah secara perlahan dan tidak tergesa-gesa agar tidak mengejutkan lambung. 

Kunyah makanan selama mungkin agar betul-betul hancur sehingga tidak memberatkan saat diolah oleh lambung. 

Jika sudah terasa kenyang, segera hentikan dan jangan menambah lagi.

Baca juga: 8 Cara Menahan Lapar Saat Puasa yang Sangat Ampuh

3. Hindari Makanan Pemicu Maag

Saat berbuka puasa dan sahur, hindari mengonsumsi makanan yang bisa memicu naiknya asam lambung. 

Makanan berlemak dan pedas termasuk yang wajib dihindari karena bisa memicu peradangan pada selaput lambung.

Konsumsi banyak daging dalam waktu singkat juga sebaiknya dihindari. 

Hal ini sebagaimana yang dijelaskan oleh dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH, spesialis pencernaan dari Fakultas Kedokteran UI. 

Dia menyebutkan bahwa salah satu pemicu penyakit maag adalah daging-dagingan yang dikonsumsi dalam waktu singkat.

Buah yang asam dan minuman bersoda juga wajib dihindari, karena kandungan asam dan soba bisa memperparah asam lambung dan menyebabkan rasa tidak nyaman pada lambung.

Baca juga: Jangan Asal Makan, Ini 10 Menu Buka Puasa Sehat untuk Tubuh

4. Konsumsi Makanan Kaya Serat Saat Bersantap Sahur

Saat bersahur, upayakan untuk mengonsumsi makanan yang kaya serat. 

Sayur-sayuran, kacang-kacangan, agar-agar, dan gandum bisa menjadi pilihan yang tepat karena kaya serat.

Umumnya makanan yang berserat mengandung karbohidrat kompleks. 

Proses penyerapannya ke dalam tubuh tergolong lambat. Dengan begitu, lambung tidak akan kosong dalam waktu cepat.

Kondisi lambung yang kosong merupakan pemicu naiknya asam lambung. 

Ketika berpuasa, lambung mulai terasa kosong dan minta diisi saat tengah hari. 

Tapi dengan mengonsumsi makanan berserat, masa kosongnya lambung bisa lebih lambat.

5. Buka Puasa Tepat Waktu

Saat waktu buka puasa telah tiba, segeralah berbuka dan jangan menundanya. 

Jika tempat kerjamu jauh dari rumah dan dikhawatirkan waktu berbuka tiba saat dalam perjalanan pulang, sebaiknya beli persiapan berbuka puasa sebelum pulang ke rumah.

Seharian lambung kosong karena berpuasa. Sebaiknya segera diisi begitu waktu berbuka puasa tiba agar tidak memicu asam lambung. 

Tapi jangan langsung mengisinya dengan makanan yang berat seperti nasi. 

Berbukalah dengan makanan yang ringan bagi lambung seperti kurma dan kue.

Berbuka puasa dengan makan nasi tidak hanya memberatkan lambung, tetapi juga dapat menyebabkan rasa kantuk. 

Akibatnya, kamu lebih memilih tidur selepas isya dibandingkan melaksanakan sholat tarawih.

6. Jangan langsung Tidur Setelah Sahur

Salah satu efek terlalu cepat bangun sahur adalah rasa kantuk yang menyerang. 

Akibatnya, kamu lebih memilih tidur selepas makan sahur dibandingkan beraktivitas. 

Padahal, kebiasaan tidur setelah sahur kurang bagus bagi penderita maag.

Perlu diketahui bahwa salah satu cara agar maag tidak kambuh adalah menghindari kebiasaan tidur setelah sahur

Pasalnya, asam lambung rentan naik ketika langsung tidur selepas bersantap sahur. 

Cobalah melakukan aktivitas lain seperti mengaji dan semisalnya, sembari menunggu waktu sholat subuh. Setelah itu, barulah kamu bisa tidur.

7. Minum Obat Maag Jika Diperlukan

Jika maag yang kamu rasakan lumayan parah, sebaiknya minum obat maag ketika sahur. 

Sebelum itu, kamu harus mengetahui aturan minum obat yang benar saat puasa

Oleh karena itu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu ke dokter.

8. Hindari Minuman yang Berkafein

Hindari mengonsumsi minuman yang berkafein saat bersantap sahur atau berbuka puasa. 

Selain memicu asam lambung, minum yang berkafein saat sahur dapat menyebabkan tenggorokan kering di pagi hari.

Lebih baik minum air putih hangat saat sahur. Selain lebih aman bagi lambung, saat di pagi hari kamu tidak akan cepat merasa haus. 

Jika kamu tetap ingin menikmati secangkir teh atau kopi, sebaiknya yang sifatnya herbal.

9. Jaga Berat Badan Ideal

Berat badan berlebih termasuk salah satu penyebab penyakit maag. 

Pasalnya, berat badan berlebih mengakibatkan struktur penyangga  otot esofagus mengembang dan mengakibatkan kinerja otot klep tersebut terganggu.

Otot klep esofagus berfungsi menjaga asam lambung tetap di dalam perut. Selama kinerjanya tidak terganggu, asam lambung tetap tertahan di tempat tersebut. 

Tapi jika sudah terganggu, akan menyebabkan asam lambung menyebar dan naik ke kerongkongan.

Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga berat badan ideal dengan cara menerapkan pola hidup sehat. 

Salah satunya adalah dengan melakukan olahraga secara teratur. 

Meskipun puasa, olahraga ringan tetap bisa dilakukan saat sore hari menjelang buka puasa.

Baca juga: 7 Manfaat Olahraga Saat Puasa yang Harus Kamu Tahu!

Bagaimana Cara Minum Obat Maag Saat Puasa?

Ketika memang harus minum obat maag saat puasa, sebaiknya kamu mengetahui aturan minum yang dianjurkan. 

Karena obat maag sifatnya kimia, tentu tidak boleh diminum asal-asalan tanpa aturan.

Jika obat maag diresepkan 3×1 artinya tiap 8 jam. Oleh karena itu, sebaiknya dikonsumsi pada waktu sahur, berbuka puasa, maupun sebelum tidur.

Untuk Mylanta, bisa diminum 1 jam sebelum makan atau 2 jam sesudah makan atau sebelum tidur. Jangan lupa untuk minum 1 gelas air putih setelahnya. 

Jika mylanta yang diminum berupa tablet, mesti dikunyah terlebih dahulu sebelum ditelan.

Jika obat maag tersebut harus diminum 2 kali sehari semisal ranitidin atau famotidin, sebaiknya diminum saat makan sahur dan malam hari sebelum tidur. 

Sebab, kadar paling tinggi pada asam lambung biasanya muncul saat dini hari, sekitar jam 2-4 pagi. 

Jika obat maag diminum saat malam hari, kenaikan asam lambung yang berlebihan saat dini hari dapat dicegah.

Ingin tahu lebih lanjut tentang minum obat saat puasa? Rey telah membahas bagaimana caranya di tautan berikut.

Apa Ciri Ciri Maag Kambuh Saat Puasa?

Saat maag kambuh ketika puasa, ada beberapa ciri-ciri yang sering dirasakan. Ciri-ciri tersebut sebagai berikut:

  • Sulit menelan.
  • Mual dan muntah.
  • Perut terasa kembung.
  • Sering bersendawa.
  • Rasa nyeri di dada.
  • Mulut terasa asam.

Setiap orang merasakan ciri-ciri dan gejala-gejala yang berbeda ketika mengalami maag saat puasa. 

Sebagian ada yang merasakan semua gejala di atas, sebagian lainnya ada yang hanya merasakan sebagian saja. 

Gejala tersebut terjadi akibat asam lambung yang berlebihan dan naik kembali ke tenggorokan.

Bolehkah Puasa Saat Maag?

Penyakit maag yang dialami setiap orang berbeda-beda kondisinya. 

Ketika puasa, maag sering muncul akibat lambung yang mulai kosong dan tidak mungkin diisi karena sedang berpuasa. 

Hal ini masih dalam tahap yang wajar, karena asam lambung sendiri akan melakukan penyesuaian.

Tapi jika gangguan maag saat puasa semakin berat dan menyebabkan muntah, sebaiknya puasa dibatalkan. 

Hal tersebut tidak mengapa, karena maag juga termasuk jenis sakit yang diberikan keringanan untuk tidak berpuasa dalam kitab suci.

Islam merupakan agama yang mudah, sehingga tidak perlu memaksakan diri untuk melakukan sesuatu yang berat dilakukan, jika syariat sendiri memberikan keringanan. 

Salah satu contohnya adalah gangguan maag akut saat puasa.

Terkait boleh tidaknya puasa saat maag berdasarkan tinjauan medis, Dokter Ari Fahrial Syam yang merupakan spesialis penyakit dalam menyebutkan kalau penderita penyakit maag boleh-boleh saja berpuasa. 

Pada minggu pertama memang terkadang timbul rasa tidak nyaman pada lambung karena memang dalam masa penyesuaian.

Secara makna, dr. Ari juga menyebutkan bahwa setelah memasuki minggu kedua puasa, biasanya lambung sudah terbiasa. 

Tapi dalam rangka antisipasi rasa sakit yang bisa saja muncul selama minggu pertama berpuasa, sebaiknya penderita maag mengonsumsi obat antasida ketika sahur.

Sekalipun penderita maag boleh-boleh saja berpuasa selama bulan Ramadhan, tapi tetap harus memperhatikan kondisi tubuh. 

Jika muncul rasa sakit yang berlebih dari lambung ketika berpuasa bahkan sampai muntah-muntah, maka sebaiknya berhenti puasa dan jangan memaksakan diri.

Penutup

Demikianlah ulasan mengenai cara mengatasi dan mencegah maag saat puasa dan hal-hal lain yang berkaitan dengannya. 

Semoga ulasan kali ini bisa bermanfaat dan menambah pengetahuan, khususnya bagi kamu yang mengalami gangguan maag namun tetap ingin melaksanakan ibadah puasa.

Artikel Terkait Lainnya