beberapa tips agar asam lambung tidak naik saat puasa

Asam lambung naik saat puasa seringkali dialami orang-orang yang memang memiliki gangguan lambung. 

Jika terjadi di luar bulan puasa, tentu bisa langsung diatasi saat itu dengan mengonsumsi obat penurun asam lambung.

Tapi jika gangguan ini muncul saat berpuasa, tentu sangat merepotkan. 

Terpaksa kamu harus bersabar menahan sakit atau rasa tidak nyaman akibat gangguan tersebut.

Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui apa saja tips yang perlu dilakukan untuk mencegah asam lambung yang naik saat puasa. 

Perhatikan beberapa tips di bawah ini untuk membantu kamu menjaga agar asam lambung tidak naik selama berpuasa.

Table of Contents

Mengapa Asam Lambung Sering Naik Saat Puasa?

penyebab asam lambung sering naik saat berpuasa

Bagi kamu yang memang memiliki gangguan lambung selama ini, mengetahui ciri – ciri asam lambung naik saat puasa tentu sangat mudah. 

Ciri-ciri tersebut adalah dada terasa panas dan nyeri, sakit perut, mulut terasa asam, mual bahkan muntah.

Setiap orang memiliki kondisi yang berbeda saat terserang asam lambung yang naik. 

Sebagian orang ada yang merasakan semua ciri-ciri dan gejala di atas, sebagian lainnya hanya merasakan beberapa ciri-ciri saja.

Asam lambung mulai naik saat perut mulai kosong dan minta diisi dengan makanan. 

Jika di luar bulan puasa, kamu seringkali mengalaminya ketika terlambat makan. 

Sedangkan ketika sedang berpuasa, kondisi tersebut biasanya dialami ketika sudah memasuki siang hari.

Seorang ahli gastroenterologi di California AS bernama Peyton Berookim, MD sebagaimana dilansir oleh Live Strong menjelaskan bahwa saat makanan dicerna, perut dapat menyerap asam. 

Namun saat tidak ada yang bisa dicerna, asam lampung bertumpuk sehingga dapat memicu sakit perut atau mengakibatkan asam lambung naik ke tenggorokan.

Secara makna ucapannya bahwa asam lambung naik saat puasa diakibatkan lambung yang kosong terlalu lama. 

Ketika berpuasa, perut menjadi kosong kurang lebih 13 jam.

Kosongnya perut dalam waktu yang lama menyebabkan lambung yang kosong tersebut mengalami asam lambung yang bergejolak menuju area lain. 

Kondisi inilah yang akhirnya menimbulkan gejala yang kurang yaman

Bagaimana Cara Mencegah Asam Lambung Naik Saat Puasa?

Setelah mengetahui mengapa asam lambung sering naik saat kamu sedang berpuasa, kamu sekarang bisa menjaga diri untuk menghindari hal tersebut.

Beberapa tips di bawah ini dapat membantu kamu mencegah naiknya asam lambung di bulan puasa.

1. Upayakan Bangun Sahur

Ketika hendak berpuasa, dianjurkan untuk bangun sahur. Sayangnya, tidak sedikit orang yang mengabaikan sahur hanya karena tidak ingin terganggu keasikan tidurnya.

Padahal, hikmah sahur agar tubuh mendapatkan asupan makanan yang nantinya menjadi sumber energi ketika berpuasa. 

Terlebih lagi bagi orang yang memang mengalami gangguan lambung, sahur ‘wajib’ dilakukan agar asam lambung tidak naik akibat perut terlalu kosong.

2. Makan dalam Porsi yang Wajar

Meskipun makanan yang disantap saat sahur bermanfaat sebagai sumber energi ketika berpuasa, tetapi upayakan jangan makan dalam porsi yang berlebihan. 

Terutama bagi orang yang mengalami gangguan lambung, hal ini harus lebih diperhatikan lagi.

Jangan juga memasukkan makan berjumlah besar dalam satu suapan. 

Upayakan untuk makan sedikit-sedikit dan dikunyah secara perlahan. 

Jika dirasa sudah kenyang dan cukup bagi lambung, segera berhenti dan jangan memaksakan lagi.

Baca juga: 8 Cara Menahan Lapar Saat Puasa yang Sangat Ampuh

3. Hindari Mengonsumsi Makanan yang Berat Saat Berbuka

Begitu pula saat berbuka puasa, jangan langsung mengonsumsi makanan yang berat seperti nasi. 

Sebaiknya makan beberapa butir kurma atau beberapa biji kue yang terbuat dari bahan-bahan yang aman bagi lambung.

Jika kamu langsung mengonsumsi makan yang berat saat berbuka, hal tersebut akan mengejutkan lambung. 

Pasalnya, lambung terlanjur kosong dalam waktu lama, sehingga butuh diisi sedikit demi sedikit agar tidak mengejutkannya.

Makan nasi saat berbuka juga akan menyebabkan kamu mudah mengantuk. Akibatnya, badan akan terasa berat saat mengerjakan sholat tarawih. 

Bisa saja kamu malah memilih tidur selepas isya dibandingkan mengerjakan sholat tarawih. Olehnya itu, sebaiknya kamu makan setelah tarawih saja.

Baca juga: Jangan Asal Makan, Ini 10 Menu Buka Puasa Sehat untuk Tubuh

4. Hindari Minuman yang Mengandung Kafein

Saat sahur atau berbuka puasa, biasanya orang-orang meminum segelas kopi atau teh hangat. 

Sebenarnya hal tersebut bukan masalah jika tidak mengalami gangguan lambung. 

Tapi jika mengalami gangguan lambung selama ini, hindari semua minuman yang berkafein.

Kopi, teh, dan coklat merupakan minuman berkafein yang sebaiknya dihindari oleh orang yang mengalami gangguan lambung. 

Minum air putih saja karena lebih aman. Lebih bagus lagi jika air putih yang hangat.

Jika memang tetap ingin minum kopi atau teh, sebaiknya minum kopi herbal atau teh herbal saja. 

Tapi sebelum meminumnya, pastikan betul kalau kopi dan teh herbal tersebut memang aman bagi lambung.

5. Atur Waktu Makan

Mengatur jarak antara santap sahur dengan tidur juga sangat penting. 

Sebab, waktu tidur yang terlalu berdekatan dengan asam lambung berpotensi memicu asam lambung. 

Oleh karena itu, aturlah waktu sahur agar tidak terlalu berdekatan dengan waktu tidur. 

Setelah selesai sahur, jangan langsung berbaring agar proses pencernaan makanan bisa berlangsung selaras dengan gravitasi. 

Sebab, gravitasi akan membantu menjaga asam lambung tetap di dalam perut. 

Begitu pula sehabis berbuka, upayakan kamu baru tidur minimal 2 jam setelah makan.

6. Aturlah Agar Posisi Tubuh Bagian Atas Lebih Tinggi Saat Tidur

Saat tidur, upayakan agar tubuh bagian atas termasuk kepala berada pada posisi yang lebih tinggi. 

Untuk itu, kamu bisa menggunakan bantal setinggi enam atau delapan inci sebagai penyangga tubuh bagian atas.

Menggunakan bantal setinggi enam atau delapan inci sebagai penyangga sudah sangat ideal. 

Tapi ingat, yang disangga bukan hanya kepala, tetapi juga keseluruhan tubuh bagian atas.

7. Jaga Berat Badan Ideal

Salah satu penyebab gangguan asam lambung adalah berat badan yang berlebih. 

Pasalnya, struktur otot penyangga  esofagus bisa menyebar atau mengembang ketika berat badan berlebih. 

Akibatnya, kinerja otot klep esofagus yang merupakan penjaga agar asam lambung tetap di perut jadi terganggu.  

Ketika itu terjadi, asam lambung bisa naik ke kerongkongan.

Agar berat badan kamu bisa tetap ideal, cobalah menerapkan pola hidup sehat. 

Terapkan pola makan yang sehat dan rajinlah berolahraga. 

Dengan begitu, berat badan kamu bisa lebih ideal dan terasa lebih sehat.

Baca juga: 7 Manfaat Olahraga Saat Puasa yang Harus Kamu Tahu!

8. Minum Obat Asam Lambung

Ketika kamu merasa asam lambung naik saat puasa, cobalah minum obat untuk mengatasinya. 

Kamu bisa meminumnya saat sahur atau setelah berbuka puasa. 

Tapi sebelum itu, sebaiknya konsultasikan ke dokter terlebih dahulu.

Dengan berkonsultasi ke dokter, kamu bisa mendapatkan informasi yang lebih akurat terkait kondisi lambung dan bisa mendapatkan obat yang tepat. 

Dengan begitu, proses pengobatan bisa lebih efektif dan efisien.

Baca artikel di Rey tentang Bagaimana Cara Minum Obat saat Puasa yang Benar?

Apa Yang Harus Dilakukan Jika Asam Lambung Naik Saat Puasa?

Jadi, ketika asam lambung naik saat puasa, apa yang harus dilakukan? 

Hal ini penting untuk diketahui khususnya bagi kamu yang memang mengalami gangguan lambung selama ini.

Sebenarnya ketika asam lambung naik saat kamu sedang berpuasa, tidak ada yang bisa dilakukan kecuali banyak-banyak beristirahat. 

Sebab, kondisi puasa menyebabkan kamu tidak bisa makan dan minum, termasuk minum obat penurun asam lambung saat ini.

Solusi terbaik yang bisa kamu lakukan hanyalah mencegah agar asam lambung tidak naik ketika kamu sedang berpuasa. 

Ketika Asam Lambung Naik apa Yang Dirasakan?

Sebelum membahas kondisi yang dirasakan ketika asam lambung naik, perlu diketahui bahwa asam lambung merupakan cairan yang dihasilkan oleh lambung. 

Bentuknya encer dan tidak berwarna. 

Adapun fungsinya sebagai pencerna protein dan pencegah infeksi maupun keracunan makanan.

Ketika kadar asam lambung naik, tingkat keasaman turut mengalami peningkatan. 

Kondisi ini akan mengakibatkan gangguan pencernaan, kerongkongan, serta mulut. 

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui apa gejala jika asam lambung naik.

1. Sulit Menelan

Saat asam lambung naik ke tenggorokan, besar kemungkinan akan mengakibatkan luka atau iritasi di bagian dalam tenggorokan. 

Ketika itu betul-betul terjadi, bekas luka atau iritasi tersebut menyebabkan terjadinya penyempitan pada saluran pencernaan. 

Dalam kondisi seperti inilah kamu akan merasa sangat kesulitan ketika ingin menelan. Jika dipaksakan, tenggorokan akan terasa sakit.

2. Nyeri Dada

Ketika asam lambung naik saat puasa, efek yang akan kamu rasakan bukan hanya sulit menelan. 

Rasa nyeri yang terasa di dada juga merupakan salah satu efeknya. 

Biasanya rasa nyeri tersebut diawali dengan sensasi seperti terbakar di perut bagian atas yang perlahan-lahan naik ke dada. 

Rasa nyeri tersebut semakin terasa ketika berbaring atau membungkuk.

3. Mulut Terasa Asam

Saat asam lambung mulai naik, biasanya muncul bau mulut dibarengi dengan mulut yang terasa asam. 

Kondisi tersebut seringkali disebabkan oleh otot bukaan yang posisinya berada di antara kerongkongan dan perut tidak tertutup sempurna setelah makan.

Kondisi di atas umumnya terjadi akibat pola makan yang buruk. 

Akibat otot bukaan yang tidak tertutup sempurna, makanan dan asam lambung naik kembali ke kerongkongan. Efeknya, muncullah rasa asam di mulut.

Selain ketiga efek yang disebutkan di atas, masih ada beberapa efek lainnya yang sering dirasakan ketika asam lambung naik. 

Hanya saja, efek-efek tersebut tidak memungkinkan untuk disebutkan semua kali ini. 

Selain itu, efek yang dirasakan juga berbeda-beda pada setiap orang. 

Masing-masing individu tentu lebih mengetahui kondisi dirinya ketika mengalami gangguan asam lambung

Apakah Saat Asam Lambung Naik Boleh Puasa?

Mengenai boleh tidaknya berpuasa ketika asam lambung naik, maka hal tersebut dikembalikan kepada individu masing-masing. 

Jika berpuasa semakin memperparah kondisi asam lambung bahkan mengakibatkan muntah-muntah, maka sebaiknya puasa dihentikan.

Tapi bukan berarti orang yang terkena penyakit maag atau gangguan lambung tidak bisa berpuasa. 

Selama tidak akut, bisa saja berpuasa meskipun tetap harus berjuang dan bersabar ketika merasakan kondisi kurang nyaman ketika lambung mulai kosong dan minta diisi.

Selama belum muntah, bersabar saja menghadapi rasa tidak nyaman tersebut. 

Sebab, nantinya asam lambung akan melakukan penyesuaian ketika berpuasa.

Penutup

Demikianlah tips mengatasi asam lambung naik saat puasa dan hal-hal lain yang berkaitan dengannya.

Bagi kamu yang tetap ingin menjalankan ibadah puasa meskipun saat maag atau gangguan lambung, pastikan untuk menerapkan tips-tips yang disebutkan di atas agar asam lambung tidak naik dan kamu bisa menjalankan ibadah puasa sampai selesai.

Jangan lupa untuk mebagikan artikel ini kepada orang – orang di sekitarmu supaya informasi ini dapat lebih berguna.

Artikel Terkait Lainnya