5 penyebab pusing saat puasa dan cara mengatasinya

Apakah kamu sering merasa pusing saat puasa? Suatu kondisi di mana rasa sakit kepala yang tak kunjung mereda hingga menjelang berbuka. 

Tidak sedikit orang saat hari pertama menjalankan ibadah puasa mengalami pusing kepala. 

Tentunya masalah ini tidak muncul secara tiba-tiba, dan ada faktor pemicunya.

Apakah perubahan kebiasaan makan saat berpuasa menjadi penyebabnya? 

Mungkin saja, kurangnya asupan gula membuat kamu rentan mengalami sakit kepala.

Lalu, bagaimana cara mengatasinya?

Jika kamu sering mengalami pusing saat berpuasa, cari tahu penyebabnya di bawah ini supaya kamu bisa mencegah dan segera mengatasinya.

Table of Contents

Kenapa Pusing Saat Berpuasa?

apa penyebab sering pusing saat bulan puasa?

Puasa merupakan suatu kegiatan menahan diri dari makan dan minum, serta dari perbuatan yang bisa membatalkan puasa. 

Adapun waktu puasa mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari, dilaksanakan selama 30 hari pada bulan Ramadan.

Ketika seharian tidak ada asupan makan dan minum, maka badan akan terasa lemas. 

Meskipun kelaparan bukanlah pemicu utama pusing saat puasa

Lalu, apa penyebab sebenarnya?

1. Mengalami Dehidrasi

Saat berpuasa, tidak ada asupan air ke dalam tubuh. 

Ketika rasa haus melanda, namun tubuh tidak memiliki banyak cadangan air, maka kamu berisiko mengalami dehidrasi.

Berdasarkan informasi dari Healthline, hasil studi menunjukan bahwa dehidrasi dapat mengurangi asupan oksigen ke otak. 

Akibat dari kurang minum air putih inilah yang dapat memicu pusing kepala.

Maka dari itu, pastikan selama menjalankan ibadah puasa, kebutuhan air minum harus selalu terpenuhi.

Kamu bisa melakukannya dengan cara minum setidaknya 8 gelas dalam rentang waktu berbuka dan sahur.

Supaya tidak lupa memenuhi kebutuhan 8 gelas air kamu, coba dulu pengingat air minum di Rey! Jika kamu berhasil memenuhi target harian 8 gelas, maka kamu pun akan mendapatkan hadiah ReyCoin yang bisa ditukar voucher menarik. 

2. Kadar Gula Darah Rendah

Untuk kamu yang sering merasa pusing saat puasa, penting memilih makanan yang tepat saat berbuka dan sahur. 

Pastikan makanan yang kamu pilih mengandung cukup glukosa. 

Mengapa demikian?

Kekurangan kadar gula (glukosa) atau hipoglikemia dapat membuat tubuh kekurangan energi.

Hal ini dapat mengakibatkan fungsi otak menurun, sehingga kamu cepat merasa lemas dan bahkan sakit kepala.

Melansir health24, makanan dengan kandungan gula yang rendah dapat mencegah timbulnya sakit kepala pada siang hari. 

Tapi ingat kalau penting untuk menghindari makanan dengan kadar gula yang terlalu tinggi.

3. Perubahan Pola Tidur

Tahukah kamu? Kurang tidur dapat meningkatkan kadar stres, yang menjadi penyebab potensial sakit kepala.

Sakit kepala juga bisa dipicu perubahan pola tidur yang tidak teratur pada bulan Ramadan.

Ketika kamu kekurangan jam tidur, maka tubuh kamu akan memproduksi protein tertentu pada otak, kemudian akan memicu reaksi saraf yang akhirnya menyebabkan pusing kepala.

Maka dari itu, penting untuk mengatur jam tidur dan menghindari pekerjaan lembur atau begadang saat puasa.

Hal ini supaya kamu terhindar dari sakit kepala dan efek buruk lainnya bagi kesehatan.

Baca juga: 8 Tips Ampuh Mencegah Asam Lambung Naik saat Puasa

4. Tekanan Darah Rendah

Tubuh kehilangan cairan bisa menyebabkan tekanan darah menurun.

Ketika tekanan darah rendah, maka jantung tidak cukup memompa darah ke otak sehingga kamu dapat merasa pusing.

Dilansir dari Medicinenet, tekanan darah rendah atau hipotensi dapat menghambat aliran darah melalui arteri atau vena. 

Hal ini bisa membuat organ tubuh, seperti jantung dan otak, tidak berfungsi normal.

Tekanan darah rendah bisa disebabkan oleh berbagai faktor salah satunya makanan. 

Oleh karena itu, saat buka puasa dan sahur konsumsi makanan sehat dan kaya nutrisi.

5. Ketergantungan Kafein

Jika kamu sering mengkonsumsi kopi atau teh yang mengandung kafein, kemudian tiba-tiba pada saat puasa melewatkan mengkonsumsinya, hal ini dapat memicu pusing dan sakit kepala.

Melansir Verywellhealth, ketika seseorang tidak konsumsi kafein selama 18 jam terakhir, maka mereka akan mengalami sakit kepala. Hal ini berlaku bagi kamu yang rutin minum kafein.

Berbeda kasusnya jika kamu bukanlah pecandu kafein, namun masih sering merasakan sakit kepala saat puasa. Maka pusingnya bisa saja disebabkan oleh faktor pemicu lainnya.

Itulah beberapa faktor penyebab pusing saat puasa yang perlu kamu ketahui. 

Sekarang, bagaimana cara mengatasi sakit kepala saat berpuasa? 

Yuk, simak informasi lengkapnya di bawah ini!

Cara Menghilangkan Pusing Saat Puasa

Ada beberapa cara menghilangkan dan mengatasi sakit kepala saat berpuasa, tentunya tanpa harus membatalkan puasa.
Berikut beberapa cara yang bisa kamu lakukan, di antaranya:

1. Istirahat yang Cukup

Kurangnya waktu tidur menjadi faktor pemicu sakit kepala, lho!

Maka dengan tidur lebih awal, tidak melakukan aktivitas pekerjaan di malam hari menjadi solusi mengatasi pusing saat berpuasa.

Namun saat sakit kepala dan pusing melanda di siang hari, maka sebaiknya kamu menambah jam istirahat dan tidak melakukan aktivitas yang terlalu berat dan bisa bikin stres bahkan pusing kepala.

Sambil beristirahat, kamu bisa melakukan relaksasi dengan melakukan peregangan dan mengatur nafas.

Hal ini agar asupan oksigen ke otak menjadi lebih baik dan lancar.

2. Menu Sahur yang Tepat

Untuk mencegah pusing saat berpuasa, pastikan kamu mempunyai menu sahur dan menu buka puasa sehat dan bernutrisi.

Kemudian sebaiknya kamu tidak mengkonsumsi makanan tinggi gula yang akan merosot saat tengah hari.

Solusinya kamu bisa konsumsi makanan rendah gula dan yang mengandung serat tinggi, seperti kentang, roti gandum, sayuran atau buah-buahan.

Hindari konsumsi makanan dengan karbohidrat sederhana yang bisa membuat gula darah naik cepat, seperti minuman manis, biskuit, kue manis dan sebagainya.

Baca juga: Jangan Asal Makan, Ini 10 Menu Buka Puasa Sehat untuk Tubuh

3. Hindari Cahaya Silau

Adapun untuk menghilangkan pusing saat berpuasa adalah dengan menghindari cahaya yang terlalu silau, misalnya seperti cahaya dari layar komputer atau jendela.

Cahaya yang terlalu silau bisa membuat mata cepat lelah dan bikin kepala makin pusing saat berpuasa.

Oleh karena itu, kamu bisa tutup jendela dengan tirai atau menurunkan intensitas cahaya komputer.

Kemudian istirahatkan mata setiap 2 jam sekali jika memang pekerjaan kamu berada di depan layar komputer, serta melakukan relaksasi di sela-sela kegiatan tersebut.

4. Melakukan Pijat Ringan

Cara selanjutnya untuk menghilangkan pusing saat puasa adalah dengan memberikan pijatan ringan ke bagian kepala.

Cara menghilangkan pusing saat berpuasa dengan pijatan ini dinilai cukup efektif.

Apalagi jika dilakukan dengan tepat, gerakan ini bisa membantu tubuh kamu lebih rileks.

Ketika tubuh merasa rileks, maka akan melepas stres dan pusing di kepala akan berlangsung hilang dengan sendirinya, maka puasa pun bisa dijalankan dengan lancar.

Baca juga: 7 Cara Menghentikan Cegukan Saat Puasa Tanpa Batal

5. Cukupi Kebutuhan Cairan

Kekurangan cairan atau dehidrasi bisa menyebabkan sakit kepala saat puasa.

Maka dari itu, minumlah air putih yang cukup saat sahur dan berbuka puasa agar tubuh terhidrasi dengan baik.

Adapun asupan cairan dalam tubuh yang bagus kurang lebih 8 gelas air sehari, kamu bagi jumlah asupan air ini pada saat sahur dan berbuka puasa.

Ketika cairan tubuh terpenuhi, maka tidak akan mengalami dehidrasi yang memicu munculnya sakit kepala. Biarpun sedang puasa, tetap bisa beraktivitas dengan semangat.

Dengan mengetahui cara menghilangkan dan mengatasi pusing saat puasa, maka kamu bisa menjalankan ibadah puasa dengan lancar tanpa harus terkendala masalah kesehatan.

Namun, jika sakit kepala tak kunjung hilang dan terjadi dalam waktu lama, maka sebaiknya periksakan ke dokter agar bisa ditangani dengan tepat, dan diketahui penyebab pastinya.

Demikian informasi seputar penyebab dan cara mengatasi pusing saat berpuasa, semoga bermanfaat dan nantikan update info menarik lainnya hanya di halaman website ini!

Artikel Terkait Lainnya