beberapa manfaat untuk kesehatan yang kamu harus tahu!

Kemungkinan kamu sudah tidak asing dengan puasa Ramadan. Namun, apakah kamu sudah tahu bahwa manfaat puasa baik untuk kesehatan?

Puasa ini dijalani umat muslim di seluruh dunia selama kurang lebih 1 bulan. 

Di Indonesia sendiri, puasa Ramadhan dilakukan selama 12 hingga 13 jam dalam sehari semalam.

Mulai dari terbit fajar hingga matahari terbenam.

Selama puasa, kamu tidak boleh makan dan minum. Hanya saat sebelum fajar dan setelah matahari terbenam. 

Nah, ternyata ada banyak manfaat puasa untuk kesehatan.

Perubahan pola makan pada saat berpuasa memiliki manfaatnya sendiri.

Tentunya perubahan pola ini tetap harus berbarengan dengan asupan nutrisi yang cukup. 

Yuk, cari tahu apa saja manfaat berpuasa di bulan Ramadhan berikut ini!

Apa Manfaat Puasa Bagi Kesehatan?

ternyata ada banyak sekali manfaat puasa untuk kesehatan. simak pembahasan berikut ini.

Ada banyak manfaat puasa bagi kesehatan menurut para ahli melalui berbagai penelitian. 

Mulai dari menurunkan risiko pada beberapa penyakit hingga membantu menjaga fungsi organ tubuh. 

Nah, berikut informasi lengkapnya untuk kamu.

1.  Detoksifikasi Racun dari Tubuh

Menurut ahli gizi Claire Mahy, tidak makan pada siang hari dapat membuat tubuh kita berkonsentrasi mengeluarkan racun dari tubuh. 

Organ pencernaan juga bisa istirahat dan mampu melakukan recovery.

Racun dalam tubuh paling banyak tersimpan di dalam lemak. 

Pembakaran lemak pun akan lebih maksimal saat berpuasa, karena tidak ada asupan makanan di siang hari. 

Pada saat lemak terbakar, racun juga akan ikut hilang.

Selain itu, detoksifikasi racun yang rutin juga dapat menurunkan risiko penyakit jantung karena larutnya kolesterol jahat dalam darah. 

Agar optimal, coba minum mineral yang cukup saat sahur dan berbuka.

2.  Membantu Menjaga Imunitas Tubuh

Berpuasa juga diklaim mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. 

Hal ini diungkapkan oleh dr. Razeen Mahroof, seorang ahli anestesi dari Oxford yang berperan dalam National Health Service (NHS).

Berpuasa mengurangi kerusakan sel akibat radikal bebas, serta membantu regenerasi sel lebih maksimal. 

Hal ini tentu harus dibarengi dengan makanan yang mengandung cukup nutrisi, seperti mineral dan vitamin, saat sahur dan berbuka.

3.  Meningkatkan Kualitas Sperma

Salah satu manfaat puasa untuk pria adalah membantu spermatogenesis, yaitu proses pembentukan sperma. 

Puasa membuat kadar asam basa lebih seimbang. 

Hal ini membantu fungsi organ tubuh bekerja lebih maksimal, termasuk pada proses pembentukan sperma.

Selain itu, hormon testosterone pada pria juga lebih seimbang saat puasa. 

Hormon yang seimbang tentu mempengaruhi kualitas sperma dan kemampuan organ vital pada pria.

4.  Mengontrol Kadar Gula Darah

Beberapa penelitian dilakukan kepada penderita diabetes tipe 2. 

Hasilnya menunjukkan bahwa puasa, bahkan dalam jangka pendek, bisa menurunkan gula darah dalam tubuh dan mengurangi resistensi insulin.

Hal itu disebabkan karena terkontrolnya kalori yang masuk dalam tubuh. 

Tak hanya berdampak baik pada penderita diabetes. Gula darah yang terkontrol juga mengurangi risiko seseorang terkena penyakit diabetes.

5.  Mengontrol Berat Badan

Ketika berpuasa, tubuh tidak punya asupan kalori. Karena itu, tubuh pun menggunakan cadangan lemak sebagai sumber energi.

Menurut dr. Mahroof, penggunaan lemak untuk energi ini akan membantu menurunkan berat badan.

Konsep ini juga banyak digunakan sebagai salah satu metode diet.

Berdasarkan beberapa studi, berpuasa dapat menurunkan lemak tubuh hingga 16%. 

Jika pembatasan kalori dilakukan dengan benar, puasa selama 3-12 minggu diklaim cukup efektif dalam memicu penurunan berat badan.

6.  Membantu Menjaga Kesehatan Jantung

Salah satu penyebab penyakit jantung adalah pola hidup yang tidak sehat, tingginya kadar kolesterol jahat, dan faktor penyebab lainnya. 

Nah, berpuasa diklaim mampu mengurangi kolesterol jahat hingga 25%.

Puasa selama 3 minggu akan menurunkan tekanan darah, trigliserida, dan kolesterol jahat dalam tubuh secara signifikan. 

Namun, tentunya hal ini memerlukan pengawasan medis, karena ada ketentuan yang harus dilakukan.

7.  Meningkatkan Kinerja Otak

Manfaat puasa di bulan Ramadan juga diklaim dapat meningkatkan kinerja, serta perbaikan fungsi dan struktur otak. 

Pembentukan sel–sel saraf akan lebih maksimal selama berpuasa, sehingga dapat mengoptimalkan fungsi kognitif otak.

Dalam jangka panjang, risiko terkena penyakit Alzheimer dan Parkinson pun lebih berkurang. 

Hal ini berkaitan dengan pengoptimalan kinerja saraf selama puasa.

8.  Membantu Menjaga Kesehatan Kulit

Kadar gula dalam darah juga berdampak pada kulit. Kadar gula darah tinggi dapat memicu masalah kulit, seperti jerawat. 

Nah, berpuasa membantu menurunkan kadar gula dalam darah.

Selain itu, puasa juga akan membantu kulit menjadi lebih cerah, karena terjadi proses regenerasi sel dan kulit yang lebih optimal. 

Apalagi jika dibarengi dengan makanan yang memang sehat untuk kulit. Hasilnya pun akan lebih maksimal.

9.  Membantu Mencegah Risiko Kanker

Puasa juga diklaim mampu mencegah risiko penyakit kanker dan kemanjuran kemoterapi. 

Penelitian yang dilakukan pada hewan menunjukkan bahwa dengan rutin berpuasa akan menghalangi pembentukan tumor.

Meningkatnya imun tubuh dan proses regenerasi sel akan membantu menghambat perkembangan tumor. 

Hal ini sangat membantu dalam proses kemoterapi, yang mana membantu proses pembunuhan sel tumor.

10.  Mengurangi Sakit Tulang dan Persendian

Puasa ternyata memberikan manfaat pada tulang persendian. 

Terutama pada penderita arthritis atau radang sendi, puasa akan membantu perbaikan radang sendi yang mengalami masalah.

Puasa akan membantu meningkatkan kemampuan sel neutrofil dalam membasmi bakteri yang menyebabkan peradangan. 

Jika dibarengi dengan konsumsi protein, buah, dan sayur, maka proses pemulihan peradangan sendi akan lebih efektif.

11.  Membantu Menjaga Kesehatan Ginjal

Ginjal berfungsi untuk menyaring limbah, menyeimbangkan air, mengatur sel darah merah, dan mengatur tekanan darah pada tubuh. 

Dengan sekian banyak fungsi ginjal, menjaga kesehatan ginjal menjadi sangat penting.

Nah, saat berpuasa, sistem pencernaan dan metabolisme akan berhenti secara sementara. 

Hal ini akan memberikan waktu istirahat pada ginjal dan melakukan pemulihan sehingga ginjal menjadi lebih terawat.

Asupan makanan yang berkurang saat puasa juga meringankan beban kerja ginjal dalam menyaring makanan. 

12.  Membantu Memicu Hormon Pertumbuhan

Puasa akan membantu meningkatkan kadar protein penting pada hormon yang berperan dalam pertumbuhan, metabolisme, pembentukan otot, penurunan berat badan, dan proses penting lainnya.

Sebuah studi dilakukan pada 9 pria. Hasilnya mendapati bahwa puasa selama 2 hari dapat meningkatkan terbentuknya hormon pertumbuhan hingga 5 kali lipat. 

Hal ini juga akan semakin optimal jika kadar gula darah dan insulin terkontrol dengan baik.

13.  Mencegah Risiko Diabetes

Pada dasarnya hal ini berkaitan juga dengan menurunnya kadar gula darah dalam tubuh. Saat berpuasa, akan terjadi proses perbaikan organ pada sistem metabolisme dan meningkatnya kinerja insulin.

Nah, insulin ini adalah hormon yang berperan untuk mengatur kadar gula darah yang ada pada tubuh. 

Puasa bisa mencegah adanya resistensi insulin pada tubuh dan menjaga kadar gula darah tetap stabil.

14.  Menjaga Kesehatan Mental

Jika dari tadi kita membahas manfaat puasa untuk kesehatan fisik, maka manfaat terakhir ini membahas kesehatan mental. 

Pasalnya, puasa dapat membantu penurunan kadar hormon stres atau kortisol pada tubuh.

Selain itu, puasa juga merangsang terbentuknya hormon endorfin yang bisa meredakan rasa cemas berlebih. 

Kesehatan mental juga berpengaruh pada sistem metabolisme tubuh.

Terlebih puasa Ramadan memiliki esensi atau nilai pada kepercayaan. 

Hal ini tentu memberikan suasana batin yang lebih tentram dan tenang, sehingga kesehatan mental akan terjaga dengan baik.

Apa yang Terjadi Ketika Tubuh Puasa?

Ketika puasa dimulai, akan terjadi perubahan pola makan yang membuat tubuh beradaptasi. 

Perubahan paling signifikan terjadi pada sistem pencernaan dan proses metabolisme tubuh. 

Jika biasanya bekerja aktif, maka akan beristirahat saat sedang puasa.

Tubuh pun akan menggunakan lemak sebagai sumber energi alternatif, karena tubuh tidak mendapatkan asupan makanan selama berjam–jam. 

Glukosa dan glikogen pada tubuh juga akan terpakai sebagai cadangan energi ketika berpuasa.

Proses pembakaran lemak pun akan lebih maksimal, sehingga bisa menurunkan berat badan dan kadar kolesterol yang ada pada tubuh. 

Hal ini tentu memberikan banyak sekali manfaat untuk kesehatan tubuh, seperti mencegah risiko penyakit jantung.

Saat berpuasa, juga terjadi perubahan fungsi–fungsi organ lainnya, seperti:

  • Fungsi hati yang turut menyediakan cadangan energi dengan melepaskan glukosa pada penyimpanan di hati. 
  • Produksi asam lambung yang menurun.
  • Pankreas menahan produksi hormon insulin, serta memproduksi hormon yang memicu hati untuk melepaskan cadangan gulanya.
  • Usus halus dan ginjal juga akan beristirahat dan memulihkan diri.

Perubahan pada organ-organ tubuh di tengah puasa pun sangat baik untuk kesehatan tubuh kamu.

Apa Hubungan Puasa dengan Kesehatan Kita?

Seperti penjelasan–penjelasan sebelumnya, manfaat puasa Ramadan bagi individu yang melaksanakannya sangat bisa dirasakan pada kesehatan. 

Puasa akan mengubah pola hidup, dan berkaitan langsung dengan fungsi kerja organ tubuh.

Perubahan yang terjadi pada fungsi kerja organ tubuh, dan sistem yang terjadi di dalamnya, tentu akan memberikan dampak bagi kesehatan. 

Puasa memberikan dampak positif untuk kesehatan kita, yaitu: 

  • Terjadi pemeliharaan kesehatan, pencegahan penyakit, dan pemulihan fungsi kerja organ.
  • Proses kerja tubuh lebih optimal.

Mungkin kamu akan merasa lapar dan lemas karena berkurangnya asupan kalori. Namun, hal ini tidak akan memberikan dampak serius selama nutrisi tubuh terpenuhi.

Dengan cadangan lemak, glukosa, dan glikogen yang ada dalam tubuh, tubuh akan mendapatkan energi alternatif untuk beraktivitas. 

Jika puasa dilakukan secara rutin, maka tubuh akan lebih bisa beradaptasi dengan baik dan proses pemulihan tubuh akan berjalan lebih lancar.

Pada dasarnya, puasa juga tidak khusus bulan Ramadan saja. 

Beberapa metode diet juga menggunakan konsep puasa dalam prosesnya. 

Hal ini karena dari informasi di atas, puasa memberikan banyak manfaat dan dampak positif bagi kesehatan.

Namun, yang perlu diingat adalah harus adanya keseimbangan asupan makanan dan nutrisi untuk tubuh. Keliru jika kamu hanya mengonsumsi makanan tinggi kalori, karena tubuh justru membutuhkan asupan gizi dan nutrisi lainnya.

Pastikan kamu sudah berkonsultasi dengan ahli gizi atau dokter agar tahu cara melakukan puasa dengan sehat.

Sebagai member Rey, kamu juga bisa melakukannya melalui chat dokter sepuasnya dan gratis di aplikasi Rey. Penasaran? Coba dulu aja!

asuransi rey

Nah, itulah beberapa manfaat puasa di bulan Ramadan. Apakah kamu ada hal lain yang ingin ditanyakan sebelum menjalani ibadah puasa?

Yuk, tulis dan berbagi dalam kolom komentar!

Jangan lupa juga untuk menyimak dan membagikan artikel lain di blog Rey tentang tips-tips sehat selama puasa berlangsung.

Artikel Terkait Lainnya