Bayi rewel bisa diakibatkan berbagai macam penyebab.

Di antaranya, bayi bisa merasa tidak nyaman karena popoknya penuh, kepanasan, atau kolik. Kemungkinan lainnya adalah bayi mengalami perut kembung.

Kembung adalah kondisi di mana gas dari perut bayi tidak dapat dikeluarkan, baik melalui sendawa maupun buang angin atau kentut.

Kapan sih, perut kembung bayi dianggap normal?

Apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasi perut kembung pada bayi?

Table of Contents

Bayi Kembung Normal Nggak Sih?

Perut kembung umumnya adalah kondisi yang normal dialami bayi.

Ayah Bunda tidak perlu khawatir!

Lalu, wajar jika bayi kemudian rewel saat perut bayi kembung karena perut bayi tidak nyaman.

Tapi, kembung juga dapat menjadi salah satu gejala adanya kondisi penyakit yang lebih serius.

Oleh karena itu, orang tua perlu perhatikan apakah ada tanda bahaya ketika anak kembung.

Apa Penyebab Bayi Kembung?

Bayi yang mengalami perut kembung bisa disebabkan oleh kondisi yang umum terjadi ataupun kondisi penyakit yang serius.

Penyebab perut kembung pada bayi di antaranya adalah:

  • Bayi menelan udara terlalu banyak, seperti pada bayi yang sering menangis, pelekatan saat menyusui yang tidak tepat, atau bayi yang minum susu lewat botol.
  • Bayi minum susu atau makan terlalu banyak, sistem pencernaan bayi belum sempurna, sehingga overfeeding bisa menyebabkan sebagian makanan atau susu belum tercerna dengan baik. Alhasil, semakin banyak yang akan terfermentasi oleh bakteri di usus bayi lalu menghasilkan gas.

Selain itu, ada beberapa kondisi yang juga bisa membuat bayi lebih rentan mengalami perut kembung.

  • Intoleransi laktosa. Kondisi kekurangan enzim laktase ini menyebabkan laktosa pada susu juga tidak tercerna sempurna, sehingga menghasilkan gas sesudah difermentasi bakteri usus.
  • Pertumbuhan bakteri dalam usus bayi berlebih. Bisa terjadi pada kondisi gizi kurang. Pada kondisi ini, kekebalan tubuh bayi menurun, mengakibatkan pertumbuhan bakteri dalam usus lebih mudah. Pertumbuhan bakteri berlebih juga dapat disebabkan oleh pemakaian antibiotik jangka panjang.

Sedangkan kondisi serius yang bisa memicu perut kembung adalah:

  • Usus terpuntir.
  • Usus terselip masuk ke bagian usus lain.
  • Tidak terlahir dengan satu bagian usus.

Untuk membedakan kondisi yang serius atau tidak, Ayah Bunda perlu perhatikan adanya tanda bahaya pada bayi kembung.

Apa Ciri-Ciri Bayi Kembung?

Setelah makan atau minum susu, perut bayi sering terlihat membesar, terutama setelah makan dalam jumlah banyak.

Perut yang terlihat membesar itulah merupakan salah satu gejala bayi yang mengalami perut kembung.

Ciri lainnya bayi sedang kembung adalah:

  1. Bayi mulai rewel atau bayi menangis.
  2. Tampak menggeliat dan menarik kakinya ke dada karena tidak nyaman.
  3. Lebih sering buang angin dan sendawa.
  4. Tidak dapat tidur nyenyak.

Jika Ayah Bunda mendapati gejala perut kembung yang disertai tanda bahaya berikut:

  • Muntah berwarna hijau.
  • BAB berdarah dan berlendir.
  • Bayi tampak kesakitan.
  • Demam tinggi.
  • Bayi tidak bisa BAB atau kentut.
  • Bayi tidak bisa makan atau minum sebanyak biasanya.

Sebaiknya segera bawa bayi ke dokter, ya!

Sebelum itu, daftarkan dirimu di Rey dahulu, ya.

Dengan menjadi member Rey, kamu bisa konsultasi dengan dokter hingga tebus obat sesuai resep gratis.

Mau rawat jalan atau rawat inap, semua biaya juga akan di cover oleh Rey, lho.

Kamu bisa cari tahu lebih lanjut dengan klik banner di bawah ini, ya!

Bagaimana Cara Mengatasi Perut Kembung Bayi?

Ketika bayi tampak kembung, Ayah Bunda tidak perlu panik.

Terdapat berbagai cara untuk mengatasi perut kembung pada bayi secara alami dan sederhana.

Berikut 6 cara mengatasi perut bayi yang kembung:

Posisi Menyusui yang Benar

Menyusui dengan posisi yang datar dapat menyebabkan bayi lebih banyak udara masuk ke dalam perut.

Susui bayi dengan posisi yang tepat, yaitu:

  • Posisi kepala dan badan bayi membentuk garis lurus.
  • Posisikan salah satu tangan Bunda saat menyusui untuk menyangga kepala bayi lebih tinggi dari perutnya.
  • Wajah bayi menghadap ke payudara dan hidung menghadap puting.
  • Ibu menggendong seluruh badan bayi secara utuh.

Pelekatan yang Baik Saat Menyusui

Pelekatan yang baik saat menyusui bayi dapat mengurangi kembung.

Pelekatan yang tidak tepat menyebabkan bayi menelan udara lebih banyak.

Berdasarkan buku KIA, pelekatan menyusui yang benar adalah:

  • Bayi dekat dengan payudara.
  • Mulut bayi terbuka lebar.
  • Dagu bayi menyentuh payudara ibu.
  • Bibir bawah bayi dower atau memutar keluar dan menyisakan hanya sedikit areola di bagian bawah.

Tanda bayi melekat dengan baik adalah:

  • Menyusui tidak terasa nyeri.
  • Bayi menghisap kencang dan terdengar suara ia menelan.
  • Bayi menghisap tidak hanya puting Bunda, tetapi areola juga masuk dalam mulut bayi.
  • Payudara terasa kosong setelah menyusui.

Hindari Overfeeding

Bayi belum dapat berbicara sehingga ia akan menggunakan bahasa tubuh untuk menyampaikan kalau bayi merasa lapar atau sudah kenyang.

Tanda bayi sudah kenyang adalah:

  • Menolak melanjutkan makan atau minum.
  • Memalingkan wajah dari payudara atau botol atau makanannya.
  • Menjauhkan makanannya.

Apabila terdapat tanda bayi kenyang, akhiri sesi makan atau menyusuinya, ya.

Sendawakan Bayi

Setelah menyusui, Ayah Bunda bisa membantu bayi bersendawa untuk membantu mengeluarkan gas dari perut bayi.

Lakukan gerakan ini untuk meredakan perut kembung karena terkadang bayi tidak langsung bersendawa seusai menyusu.

Terdapat berbagai posisi menyendawakan bayi yang Ayah Bunda bisa terapkan.

  • Posisi 1:
    • Letakkan kain pada salah satu pundak anda.
    • Hadapkan bayi ke pundak tersebut.
    • Gendonglah bayi dengan posisi tegak.
    • Gosok punggungnya dengan gerakan searah jarum jam.
  • Posisi 2:
    • Dudukkan bayi di paha Ayah Bunda.
    • Posisikan ia membelakangi anda.
    • Letakkan salah satu telapak tangan anda di dada bayi untuk menyangga kepala bayi dengan cari menopang dagunya.
    • Condongkan bayi ke depan.
    • Gosok punggung bayi dengan gerakan searah jarum jam.
  • Posisi 3:
    • Tengkurapkan bayi di atas kedua paha Ayah Bunda.
    • Topang dagu bayi dengan salah satu tangan.
    • Gosok punggungnya dengan tangan lainnya searah jarum jam.

Ayah Bunda bisa coba sendawakan bayi selama 10-15 menit agar si kecil tidak kembung sehabis minum susu.

Jika sudah >15 menit masih tidak terdengar sendawa tetapi bayi tampak nyaman, kemungkinan ia sudah sendawa namun tidak terdengar oleh Ayah Bunda.

Saat disendawakan, bayi bisa gumoh mengeluarkan sedikit susu yang ia minum.

Ini normal ya, Ayah Bunda!

Pastikan jika bayi gumoh Ayah Bunda tidak langsung menegakkannya karena berisiko bayi tersedak.

Pijat Bayi dengan Gerakkan Mengayuh

Membantu bayi mengeluarkan gas dari perut juga bisa dilakukan dengan memijatnya.

Bantu keluarkan gas dari perut bayi dengan gerakan mengayuh sepeda.

Letakkan bayi di kasur dengan posisi terlentang.

Lalu, secara perlahan gerakkan kaki bayi seperti sedang bersepeda.

Gerakkan ini akan membantu kurangi bayi mengalami kembung.

Pijat Bayi dengan Tekuk Lutut ke Dada

Selain gerakan mengayuh, Ayah Bunda juga bisa mencoba gerakan lain.

Ayah Bunda bisa meletakkan bayi di kasur lalu bantu keluarkan gas dengan menekuk lutut bayi ke arah perutnya.

Pertahankan posisi tersebut selama 10 detik, kemudian luruskan kaki bayi.

Tummy Time

Tummy time atau memposisikan bayi tengkurap dapat membantu mengurangi kembung.

Tummy time memberikan tekanan pada sistem pencernaan bayi sehingga gas yang terperangkap dapat keluar.

Tidak hanya bermanfaat untuk mengurangi kembung yang dialami bayi, tummy time sangat bermanfaat untuk stimulasi perkembangan bayi dan mengurangi kepala peyang.

Beri Probiotik

Adanya pertumbuhan bakteri jahat yang berlebihan dalam usus dapat meningkatkan produksi gas.

Pertumbuhan bakteri yang berlebihan ini biasanya disertai juga dengan diare atau mulut bayi bau.

Konsumsi probiotik dapat membantu menyeimbangkan bakteri “baik” dalam usus sehingga mengurangi kembung pada anak.

Baca Juga: 18 Rekomendasi Obat Batuk Pilek Bayi, Terjamin Aman

Berapa Lama Bayi Mengalami Perut Kembung?

Bayi terlahir dengan kemampuan mencerna yang belum sempurna.

Akibatnya, lebih banyak yang terfermentasi oleh bakteri kemudian menghasilkan gas menyebabkan bayi akan merasakan kembung.

Menurut buku Fundamentals of Children’s Anatomy and Physiology, pencernaan bayi belum sempurna hingga bayi berusia 4 bulan.

Tidak menutup kemungkinan bahwa meski bayi usia >6 bulan, ia terkadang alami kembung sebab pada usia tersebut bayi masih sering menyusui.

Namun jika kembung disebabkan oleh suatu penyakit, maka penyakit tersebut harus ditangani terlebih dulu agar kembung dapat membaik.

Pertanyaan Seputar Kembung pada Bayi

Terutama bagi orang tua baru, menghadapi bayi dengan perut yang kembung mungkin membingungkan.

Berikut pertanyaan yang sering ditanyakan tentang kondisi kembung pada bayi!

Apakah Kipas Angin bisa Menyebabkan Perut Kembung pada Bayi?

Saat ini, belum terdapat penelitian yang menghubungkan penggunaan kipas angin dengan terjadinya perut kembung pada bayi.

Kipas angin dan air conditioner (AC) boleh digunakan saat bayi tidur untuk menciptakan lingkungan yang sejuk agar bayi dapat istirahat dengan nyaman.

Keduanya boleh digunakan selama tidak menyemburkan angin langsung ke arah bayi.

Apakah Kembung pada Bayi Bisa Hilang dengan Sendirinya?

Perut kembung pada bayi akibat overfeeding dan udara yang tertelan oleh bayi saat menyusui dapat hilang dengan sendirinya.

Tentu akan lebih cepat dan nyaman untuk bayi jika Ayah Bunda dapat membantunya untuk mengeluarkan udara yang terdapat pada saluran pencernaannya.

Selama udara dapat keluar dari tubuh, maka kembung pada bayi akan membaik dengan sendirinya.

Apakah Bawang Merah Bisa Mengatasi Kembung pada Bayi?

Penggunaan bawang merah adalah salah satu metode tradisional yang digunakan sejak lama.

Namun, sejauh ini belum terdapat studi yang membuktikan bahwa bawang merah bisa mengatasi kembung pada bayi.

Dikhawatirkan juga, pada beberapa bayi, menggosok bawang merah bisa mengakibatkan kulit iritasi.

Ayah Bunda bisa bantu bayi mengatasi kembungnya dengan cara menyendawakan atau memijatnya.

Baca Juga: Cara Mengatasi Demam pada Anak, Kapan Harus ke Dokter?

Penutup

Sekarang Ayah Bunda tidak perlu lagi panik jika melihat bayi perutnya kembung.

Jika tidak ada tanda bahaya, maka Ayah Bunda bisa tangani kondisinya di rumah dengan cara menyendawakan setelah menyusu atau memijat bayi.

Evaluasi lagi pelekatan dan posisi bayi saat menyusui, serta hindari overfeeding, agar bayi terhindar dari perut kembung.

Jika masih ada yang ingin ditanyakan seputar penyebab dan cara mengatasi perut kembung pada bayi, bisa tulis di kolom komentar, ya!

Artikel Terkait Lainnya