manfaat pilates

Senam pilates adalah serangkaian latihan gerakan yang repetitif pada matras yang berfungsi meningkatkan kekuatan, keseimbangan, dan fleksibilitas tubuh. Sebagai latihan yang berfokus pada otot dan inti tubuh, tentunya ada berbagai macam manfaat pilates. 

Awalnya populer oleh Joseph Pilates di tahun 1920, olahraga yang satu ini terkenal di antara penari. Namun, seiring berjalannya waktu, banyak orang yang mulai mempraktikkan pilates karena manfaatnya yang begitu banyak untuk kesehatan.

Termasuk olahraga yang mudah dan ringan, yuk ketahui manfaat pilates berikut!

9 Manfaat Pilates untuk Kesehatan Fisik Kamu

Karena tujuan dasar dari pilates memang untuk kesehatan fisik, maka ada banyak manfaat fisik yang bisa kamu dapatkan. Antara lain yang berhubungan dengan kekuatan tubuh, keseimbangan, hingga fleksibilitas. 

Yuk, simak manfaat pilates berikut!

1. Membuat Tulang Lebih Padat

Kepadatan tulang kita lambat laun semakin rendah. Hal ini merupakan proses alami penuaan dimana hormon estrogen yang membuat jaringan tulang baru semakin sedikit. Alhasil, tulang kita pun menjadi rapuh dan membuat risiko cedera lebih fatal.

Namun, olahraga seperti pilates dapat melatih kekuatan otot. Dengan latihan tersebut, pembuatan jaringan baru di tulang pun meningkat.

Sebuah penelitian dari Journal for Back and Musculoskeletal Rehabilitation menyatakan bahwa Pilates secara rutin pada wanita pasca menstruasi meningkatkan kepadatan tulang, serta mengurangi rasa sakit.

2. Melatih Kekuatan Inti

Kekuatan inti atau core penting karena core merupakan pusat penggerak tubuh. Jika tubuh adalah sebuah bunga, core menjadi “tangkai utama” yang menyambungkan dan menggerakan tangan dan kaki kita.

Karena itu, core yang bagus harus terlatih. Terutama untuk kekuatan, sehingga bisa mendukung dan menyeimbangkan tubuh dengan baik. Nah, pilates sendiri banyak menggunakan gerakan inti. Yaitu berfokus pada otot perut dan pinggul.

3. Melatih Keseimbangan

Pada usia berapa pun, keseimbangan penting untuk aktivitas sehari-hari. Mulai dari berjalan, berlari, hingga ketika berjinjit menggapai sesuatu yang tinggi. Jika tidak terlatih, risiko cedera kamu pun akan lebih tinggi. 

Pilates sendiri membantu melatih keseimbangan. Walau memang dianggap sebagai latihan kekuatan untuk core, tapi fokus pilates masih relevan untuk latihan seluruh tubuh.

4. Otot Menjadi Lebih Fleksibel dan Kuat

Kedua faktor ini penting untuk tubuh. Fleksibilitas membuat otot kamu bisa meregang lebih jauh tanpa terasa sakit. Sementara itu, kekuatan otot memperbolehkan kamu untuk menopang lebih banyak beban. 

Pilates bisa memberikan kamu kedua hal ini, yaitu otot yang lebih fleksibel dan kuat. Hal ini disebabkan karena latihan pilates menggunakan transisi yang mulus untuk otot belajar meregang dan menerima beban melalui gerakan terkontrol.

5. Bisa Mengurangi Risiko Cedera

Manfaat pilates bisa memberikan fleksibilitas, melatih keseimbangan, bahkan hingga meningkatkan kepadatan tulang. Jadi tidak heran jika seseorang yang melakukan pilates secara rutin juga akan lebih rendah untuk cedera.

Jikalau pun cedera, seperti misalnya terjatuh, seseorang yang rutin pilates akan mempunyai efek samping yang tidak separah itu. Karena otot dan tulangnya sendiri sudah lebih kuat untuk menerima beban berat dibandingkan orang yang tidak berolahraga.

6. Memperbaiki Postur

Mungkin kamu adalah tipe pekerja kantoran yang duduk di depan komputer setiap harinya. Hal ini dapat berakibat buruk pada postur tubuh lho. Kamu bisa makin lama makin membungkuk dan otot tulang belakang pun akan mempunyai beban berat. 

Pilates bisa melatih kekuatan otot pundak, tulang belakang, dan punggung kamu. Dengan begitu, dampak bungkuk pun berkurang karena otot yang lebih kuat. 

Sakit punggung yang biasa menyertai postur buruk pun menghilang!

7. Melatih Kekuatan Jantung

Walau bukan termasuk jenis olahraga kardio, pilates tetap baik untuk kesehatan jantung. Beberapa gerakan pilates yang memang sudah lanjutan bisa meningkatkan detak jantung kamu hingga 70-80% detak jantung maksimal. 

Hal ini juga bisa mengurangi risiko penyakit jantung dan pembuluh darah lho. Mulai dari penyumbatan, tekanan darah tinggi, serangan jantung, bahkan hingga stroke. 

Namun, kamu juga perlu ingat bahwa intensitas pilatesnya perlu tinggi ya. Jika masih awal, mungkin kamu belum akan merasakan dampak ini.

8. Meningkatkan Imunitas

Beberapa penelitian mendapati bahwa manfaat pilates antara lain juga meningkatkan sistem imun pada orang dewasa yang sudah tua. Walau memang berfokus pada orang tua, justru hasilnya mengungkap bahwa setiap usia seharusnya bisa mendapatkan imunitas yang lebih kuat. 

Karena peredaran darah kamu lebih lancar juga.

Sistem imun sendiri berfungsi melalui peredaran darah dan limfa. Dengan peredaran darah yang lebih lancar, imun tubuh pun bisa bekerja lebih baik dengan rutin pilates. 

pilatesnya perlu tinggi ya. Jika masih awal, mungkin kamu belum akan merasakan dampak ini.

9. Menjaga Berat Badan Ideal

Mungkin pilates tidak membakar kalori sebanyak HIIT (High Intensity Interval Training). Namun, sebuah studi menemukan bahwa pilates bisa membakar 4-7 kcal per menit. 

Artinya 30 menit pilates saja bisa membakar hingga 210 kcal lho! Tentunya hal ini harus kamu seimbangi dengan makanan yang sehat dan olahraga yang sedikit lebih intensif. Misalnya olahraga kardio.

7 Manfaat Pilates untuk Kesehatan Mental

Tidak hanya kesehatan fisik saja. Pilates juga mempunyai sisi lain, yaitu meningkatkan kesehatan mental kamu. Baik dari sisi kognitif maupun emosi. Berikut manfaatnya!

10. Mengurangi Kadar Stres

Pilates, seperti olahraga pada umumnya, bisa membantu melepas rasa tegang yang kamu rasakan pada tubuh. Selain itu, senam pilates juga memanfaatkan “prinsip napas”, dimana napas kamu akan disesuaikan dengan gerakan senam. 

Efeknya, pernapasan tersebut bisa menenangkan otot, hingga mengurangi tekanan darah. Hal ini membantu kamu melepas stres dan rasa cemas yang berlebihan.

11. Lebih Cepat Tidur

Karena pilates dapat mengurangi tekanan secara psikologis, kamu pun lebih bisa rileks. Maka dari itu, pilates adalah cara agar cepat tidur yang lumayan oke. 

Seperti yang sudah disebutkan, pilates juga mengurangi rasa sakit di leher dan punggung. Tentunya tidur pun akan lebih nyaman dan kamu pun memiliki lebih sedikit gangguan. 

Biasanya suhu tubuh pun mengalami kenaikan, kemudian drop setelah latihan pilates selesai. Hal ini membantu tubuh untuk bisa masuk ke “fase tidur” lebih cepat.

12. Memberikan Energi

Karena pilates meningkatkan kesehatan jantung, pernapasan pun menjadi terlatih. Ketika pernapasan sudah optimal, peredaran darah dan pertukaran oksigen pun menjadi lebih lancar. Hal ini mendukung kelancaran produksi energi melalui pemecahan glukosa yang ada di dalam tubuh. 

Di satu sisi lain, intensitas pilates tidak terlalu tinggi. Dengan demikian, energi kamu tidak terkuras terlalu banyak. Alhasil, energi yang terpicu untuk dihasilkan lebih banyak dibanding energi yang digunakan ketika melakukan pilates.

13. Lebih Sadar Penuh Akan Tubuh

Pilates bukan hanya masalah fisik karena ada unsur mindfulness di dalamnya. Kamu pun menjadi lebih sadar akan tubuh fisikmu. Selagi pilates, kamu pun bisa berfokus pada rasa sakit yang mungkin ada pada tubuh, perasaan kamu, hingga dunia sekeliling kamu. 

Hal ini membantu kamu untuk tetap sadar penuh akan sekitar kamu, serta apa yang kamu lakukan. Alhasil, tubuh kamu bisa merespon melalui refleks yang lebih baik, serta mengurangi risiko gangguan makan.

14. Mempertajam Kinerja Otak

Beberapa studi menunjukkan bahwa latihan pilates berdampak baik untuk fungsi kerja kognitif. Pasalnya pilates dapat mempunyai beberapa dampak baik, seperti pemicu pembuatan neuron baru, meningkatkan aliran darah ke otak, peningkatan neurotransmitter, hingga memperpanjang usia neuron. 

Dampaknya terutama terlihat untuk beberapa aspek berpikir. Misalnya untuk pembelajaran, ingatan, hingga pembuatan keputusan.

15. Memotivasi Kamu

Selain kinerja otak yang lebih tajam, sebuah penelitian pada pelajar juga menemukan bahwa pilates bisa meningkatkan motivasi belajar. Hal ini juga didukung oleh penelitian lain yang menemukan bahwa orang-orang yang berolahraga pilates lebih didorong oleh motivasi internal dibanding eksternal. 

Artinya selain kamu menjadi lebih termotivasi, kemungkinan motivasi tersebut juga akan lebih tahan lama karena berasal dari internal. Jika kamu sedang kurang semangat, maka mencoba pilates bisa jadi langkah pertama kamu untuk menjadi semangat lagi.

16. Suasana Hati Menjadi Lebih Positif

Olahraga macam apa pun, termasuk pilates, dapat memicu produksi endorfin. Endorfin sendiri adalah sebuah hormon yang bertanggung jawab atas perasaan bahagia. Dengan begitu, seseorang yang rutin berolahraga juga mengurangi rasa cemas dan depresi.

Siapa yang boleh melakukan pilates?

Karena pilates termasuk olahraga yang ringan, umumnya siapa saja boleh melakukan olahraga ini. Namun, beberapa penderita penyakit kritis, seperti penyakit jantung atau hipertensi.

Ada baiknya kamu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum berolahraga. Jika kamu mau, kamu bisa melakukan konsultasi dokter sepuasnya secara gratis sebagai Member Rey. 

Kamu pun juga masih bisa mendapatkan kelas olahraga gratis selama 3 bulan dan Mi Band 5 gratis untuk membantu kamu mulai rutinitas olahraga. Yuk, mulai dengan Membership Tahunan Rey. 

Artikel Terkait Lainnya