beberapa manfaat kurma untuk kesehatan ini telah terbukti lho!

Kurma merupakan salah satu buah-buahan yang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia. 

Terlebih lagi saat bulan Ramadhan tiba, buah kurma merupakan salah satu menu yang dihidangkan oleh banyak umat muslim di Indonesia untuk berbuka puasa.

Buah yang aslinya berasal dari Timur Tengah ini juga terkenal akan khasiat dari kandungan-kandungannya, lho. Ya, kurma memang merupakan buah yang banyak mengandung nutrisi penting serta manfaat kesehatan.

Lantas, apa saja sih manfaat kurma? Yuk, simak artikel berikut.

Kandungan Buah Kurma

berikut adalah kandungan yang terdapat dalam buah kurma

Ketika memakan buah kurma, rasa manis dan kenyal akan terasa dalam mulut kita. Rasa manis ini berasal dari komposisi buah kurma yang hingga 70%-nya tersusun dari karbohidrat (gula, sukrosa, glukosa, fruktosa). 

Namun, kandungan gula yang terdapat dalam buah kurma termasuk mudah dicerna oleh tubuh.

Buah kurma juga merupakan sumber serat yang baik dan juga mengandung banyak mineral dan vitamin yang penting bagi tubuh, seperti kalsium, iron (zat besi), fluorin, dan selenium.

Menurut U.S Department of Agriculture, 100 g buah kurma terdiri atas:

  • Kalori: 314 kcal
  • Protein: 30 gram
  • Lemak: 6.25 gram
  • Karbohidrat: 67.5 gram
  • Serat: 10 gram
  • Gula: 15 gram

Apa Manfaat Dari Kurma?

Manfaat kurma untuk kesehatan

Khasiat kurma dikenal sangat berguna bagi kesehatan tubuh. Berikut beberapa manfaat dari buah kurma:

1. Sumber Energi

Kandungan gula alami yang banyak terkandung dalam buah kurma rupanya merupakan sumber energi yang baik bagi tubuh.

Ketika kamu merasa lesu di siang hari, atau kelelahan setelah berolahraga, nutrisi dalam kurma dapat membantu memulihkan energimu dengan cepat.

Bagi umat muslim yang berbuka puasa, berbuka dengan kurma dan diikuti dengan meminum air putih juga mampu mencegah makan berlebihan.

2. Sumber Antioksidan

Kurma merupakan sumber antioksidan alami yang baik dan berguna bagi pengelolaan penyakit  yang berhubungan dengan stres oksidatif.

Stres oksidatif terjadi ketika ada ketidakseimbangan antara produksi radikal bebas yang merusak sel dan kemampuan tubuh untuk melawan efek berbahayanya. 

Ini merupakan sebab penuaan dan kerusakan sel yang dapat menimbulkan penyakit, seperti alzheimer, kanker, diabetes dan penyakit jantung.

Baca juga: 10+ Manfaat Bawang Putih untuk Kesehatan yang Telah Terbukti Secara Ilmiah

3. Mencegah Penyakit Jantung

Kurma efektif dalam menurunkan kadar trigliserida dan mengurangi stres oksidatif. Keduanya merupakan faktor risiko penyakit jantung dan aterogenesis, yaitu penumpukan plak lemak di arteri.

Kandungan magnesium dalam kurma membantu melebarkan pembuluh darah, yang kemudian akan membantu menjaga tekanan darah pada tingkat normal. 

Tekanan darah normal adalah salah satu faktor kunci dalam pencegahan penyumbatan arteri.

Magnesium, karena efeknya yang bisa melebarkan, mampu mencegah aterosklerosis yang disebabkan penyumbatan pembuluh darah karena kolesterol atau substansi lainnya. 

Maka dapat disimpulkan, memakan kurma juga membantu mengatasi masalah kolesterol.

4. Kesehatan Pencernaan

Tiga butir buah kurma memenuhi sekitar 18% kebutuhan serat harian, yang mendukung kesehatan pencernaan. 

Para peneliti dalam British Journal of Nutrition menemukan bahwa saat makan kurma, subjek penelitian mengalami peningkatan frekuensi buang air besar dan penurunan tingkat bahan kimia tinja yang diketahui merusak sel.

Jika kamu sering mengalami konstipasi, kurma dapat menjadi solusi yang tepat untuk melancarkan pencernaanmu.

Baca juga: 10 Manfaat Kunyit Putih untuk Kesehatan yang Terbukti Secara Ilmiah

5. Alternatif Gula

Kurma juga bisa menjadi pengganti gula supaya lebih sehat, lho.

Caranya mudah, kamu bisa membuat pasta kurma dengan menumbuk kurma dan dicampur oleh air.

Bahan ini dijamin memiliki indeks glikemik dan fruktosa yang lebih rendah dibanding pemanis lainnya, sehingga bisa menjadi pilihan yang tepat buatmu yang ingin hidup lebih sehat.

6. Meredakan Anemia

Salah satu nutrisi yang terkandung dalam buah kurma adalah zat besi. 

Zat besi berfungsi membentuk hemoglobin dalam darah. Hemoglobin adalah protein pada sel darah yang mengikat oksigen dari paru-paru. 

Karena itu, jika zat besi rendah, maka hemoglobin rendah. Artinya oksigen yang dibawa ke seluruh tubuh pun berkurang.

Nah, fenomena kekurangan zat besi ini disebut anemia. Kondisi anemia ditandai dengan kelelahan, pusing, kuku rapuh, dan sesak napas.

Meningkatkan asupan makanan yang kaya akan zat besi, seperti kurma, dapat membantu meredakan gejala anemia.

7. Kesehatan Tulang

Penelitian menunjukkan kurma mengandung boron, salah satu nutrisi yang dapat meningkatkan kesehatan tulang. 

Sebuah studi dalam Journal of Critical Review in Food Science and Nutrition juga menunjukkan bahwa buah-buahan kering seperti kurma mengandung sejumlah besar mineral, seperti fosfor, kalium, kalsium, magnesium.

Nutrisi-nutrisi tersebut menjadikan kurma sebagai Superfood yang dapat memperkuat tulang dan melawan penyakit osteoporosis.

8. Melancarkan Persalinan

Beberapa peneliti mengatakan buah kurma mengandung zat-zat aktif tertentu yang bisa memicu produksi hormon oksitosin lebih banyak. 

Hormon oksitosin dapat meningkatkan sensitivitas rahim dan memulai kontraksi.

Selain itu, ada sebuah penelitian pada Journal of Obstetrics and Gynecology yang berfokus pada manfaat kurma bagi wanita hamil.

Dalam studi ini, wanita hamil memakan 6 buah kurma sehari selama 4 minggu berturut-turut sebelum HPL-nya (Hari Perkiraan Lahir). Peserta pun mengalami pembukaan vagina yang lebih lebar.

Lama waktu bersalin wanita hamil yang rajin memakan kurma pun dilaporkan terjadi 7 jam lebih cepat daripada yang tidak memakannya. 

Wanita yang tidak memakan kurma dilaporkan mengalami kontraksi lebih lama dan terasa lebih sakit.

Berapa Butir Kurma Sehari?

Menurut Medicine Net, 100 g buah kurma atau sebanyak kepalan tangan merupakan jumlah ideal untuk mengkonsumsi buah kurma tiap harinya.

Sementara menurut Meghan Sedivy RD, LDN, seorang pakar nutrisi dari Amerika Serikat, porsi yang direkomendasikan adalah ¼ gelas.

Meski begitu, perlu diingat juga kuantitas yang sebaiknya dikonsumsi berbeda atau tergantung pada masing-masing kebutuhan kalori dan kondisi kesehatan seseorang. 

Jika khawatir akan kandungan gula dan kalori kurma, 2-3 kurma ukuran besar cukup untuk mendapatkan nutrisi yang terkandung dalam kurma.

Baca juga: Ada 7 Manfaat Buah Sirsak, Efek Sampingnya Bagaimana?

Kapan Waktu Terbaik Makan Kurma?

waktu terbaik untuk makan kurma adalah saat sarapan atau buka puasa, sebelum berolahraga dan sebagai kudapan malam

Ada beberapa waktu yang disarankan untuk memakan kurma:

  • Saat sarapan atau berbuka puasa. Kandungan kurma yang kaya serat mampu mengenyangkan perut selama kamu menjalani harimu.
  • Sebelum berolahraga. Tingginya kandungan gula alami dalam kurma tidak meningkatkan gula darah dengan cepat. Alhasil, kandungan ini mampu menjadi sumber energi yang stabil dalam membekali olahragamu. Kamu cukup memakan 2-4 buah kurma 30-60 menit sebelum berolahraga.
  • Kudapan malam. Kurma dapat menjadi pilihan yang baik dikonsumsi ketika menginginkan camilan di malam hari.  Karena kaya akan serat, kurma mampu mengenyangkan dengan lama dan menjagamu dari rasa lapar di tengah malam.

Pertanyaan Seputar Manfaat Kurma untuk Kesehatan

Sekarang, kamu sudah tahu kandungan serta khasiat kurma untuk kesehatan. Tapi mungkin, kamu masih memiliki beberapa pertanyaan terkait buah kurma yang belum terjawab. 

Jangan khawatir, kami sudah merangkum beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan tentang buah kurma.

Apakah kurma bagus untuk lambung

Ya! Kandungan kurma tinggi serat dan baik untuk lambung

Berdasarkan Journal of Nutrition Reviews, tingginya serat dapat membantu kondisi lambung, seperti: 

  • Gastroesophageal reflux disease (GERD), 
  • Divertikulitis, 
  • Wasir (Hemoroid).

Apa efek terlalu banyak makan kurma?

berikut adalah efek terlalu banyak makan kurma

Terlalu banyak memakan kurma juga dapat menimbulkan beberapa efek samping berikut:

  • Kenaikan berat badan. Kalori kurma cukup tinggi. Karena itu konsumsi berlebihan dapat meningkatkan berat badan. 
  • Gangguan pencernaan. Umumnya, kurma tidak akan menyebabkan masalah pencernaan, kecuali bila terdapat zat sulfit pada buah ini. Sulfit adalah zat kimia yang sering ditambahkan pada buah-buahan kering untuk mengawetkan dan membasmi bakteri berbahaya. Jika kamu sensitif terhadap kandungan ini, reaksinya dapat berupa ruam kulit, sakit perut, gas, kembung, hingga diare.
  • Asma. Belum banyak penelitian yang menyimpulkan kurma dapat menyebabkan asma secara langsung. Namun, kurma dapat menyebabkan alergi yang akhirnya menimbulkan asma. Jika kamu menderita asma, lebih perhatikanlah jumlah kurma yang kamu konsumsi atau konsultasi dengan ahli.
  • Hyperkalemia, yaitu kondisi di mana jumlah potasium dalam darah menjadi sangat tinggi. Karena buah kurma tinggi akan potasium, memakannya secara berlebih dapat menimbulkan kondisi ini. Jika tingkat potasium kamu tinggi, sebaiknya hindarilah kurma atau makanlah secukupnya.

Mengingat efek samping ini, pastikan kamu sudah berkonsultasi kepada dokter yang mengerti riwayat kamu. 

Sebagai member Rey, kamu pun bisa berkonsultasi sepuasnya dengan dokter via chat secara gratis. Apakah kamu tertarik? 

rey

Apa Manfaat Makan Kurma di Pagi Hari?

Saat bangun di pagi hari, kadang tubuh masih terasa lelah. 

Memakan kurma di pagi hari bisa membuatmu lebih segar dan berenergi karena kurma mengandung nutrisi, seperti zat besi dan potasium.

Karena kandungan seratnya tinggi, kurma juga dapat mengenyangkan perut lebih lama selama beraktivitas di pagi hari.  

Selain itu, buah kurma juga mampu meningkatkan sistem pencernaan dan mencegah konstipasi.

Baca juga: Terbukti Secara Ilmiah, Ini 10+ Manfaat Jahe untuk Kesehatan

Apakah kurma mengandung gula tinggi?

Kurma memiliki kandungan gula yang terbilang tinggi. 

Menurut US Department of Agriculture, 100 g buah kurma mengandung gula sebanyak 66.5 g.

Karena itu, bagi kamu yang sedang mengontrol gula darah, berhati-hati dalam memakan kurma ya. 

Walau begitu, jika dimakan dalam batas normal, kecil kemungkinan kurma dapat menaikkan gula darah dengan drastis meskipun menderita diabetes.

Menurut penelitian, kurma termasuk makanan dengan indeks glikemik rendah yang tidak menyebabkan kenaikan gula darah pada orang dengan atau tanpa diabetes.

Kesimpulan

Itu dia informasi mengenai manfaat kurma serta khasiatnya bagi kesehatan yang sudah diteliti secara ilmiah.

Kurma mampu menjadi sumber energi dan antioksidan yang baik, menjaga kesehatan jantung, menyehatkan tulang, meredakan anemia, melancarkan pencernaan hingga melancarkan persalinan.

Walau begitu, ingatlah untuk tetap memakan kurma sesuai porsi yang dibutuhkan oleh tubuhmu untuk tetap mendapat manfaat kesehatannya.

Bagaimana denganmu? Apakah kamu sudah pernah merasakan khasiat kurma secara langsung? Atau masih ragu dan ingin bertanya?

Yuk, saling berdiskusi atau ceritakan pengalamanmu di kolom komentar!

Artikel Terkait Lainnya