efek begadang ada banyak sekali, salah satunya dapat menyebabkan penuaan dini.

Setiap orang memiliki waktu tidur ideal yang berbeda-beda, tergantung aktivitas sehari-hari dan juga usia. 

Waktu tidur yang cukup untuk orang dewasa umumnya sekitar 7 sampai 9 jam per hari. 

Sementara itu, pada anak-anak sekitar 10 sampai 13 jam per hari. 

Ketika tidur tubuh akan beristirahat, menghasilkan energi, serta memperbaiki jaringan tubuh yang rusak. 

Tidur juga berperan penting untuk menjaga kesehatan fisik dan mental. 

Sementara pada anak dan remaja, tidur berperan untuk menghasilkan hormon pertumbuhan.

Lalu, bagaimana jika sering begadang? Apa efeknya bagi tubuh? 

Yuk, simak efek begadang bagi tubuh di bawah ini!

Table of Contents

Apa Dampak dari Sering Begadang?

Kebiasaan begadang akan berdampak buruk pada kondisi emosi dan mental. 

Selain itu, sering begadang juga bisa lho, meningkatkan risiko berbagai penyakit fisik yang membahayakan tubuh. 

Berikut beberapa dampak buruk dari sering begadang:

1. Menyebabkan kantuk di siang hari dan microsleep

Dampak begadang yang paling umum terjadi adalah mengantuk di siang hari sampai menyebabkan microsleep

Dampak begadang yang paling umum terjadi adalah mengantuk di siang hari sampai menyebabkan microsleep atau tidur sebentar tanpa sadar selama beberapa detik. 

Otak dan tubuh manusia memang dirancang untuk beristirahat apabila melewatkan waktu tidur. 

Maka dari itu, wajar jika kamu mengantuk setelah begadang. 

Terjadinya microsleep, meskipun hanya selama beberapa detik ternyata bisa berbahaya, lho.

Terutama bagi orang yang tengah mengemudikan kendaraan. 

2. Meningkatkan berat badan

Sering begadang atau kurang tidur bisa menyebabkan kenaikan berat badan lebih banyak jika dibandingkan orang yang tidur dengan cukup. 

Itulah mengapa orang yang kurang tidur akan berisiko mengalami obesitas atau berat badan berlebih. 

Kamu juga bisa 

Bagaimana bisa? 

Sebab, begadang akan mengganggu metabolisme tubuh. 

Tak hanya itu, begadang juga akan membuat tubuh lebih cepat lapar, pola makan pun semakin sulit untuk dijaga. 

Apalagi jika kamu memiliki kebiasaan banyak makan saat stres, berat badan tentu dengan mudah akan bertambah. 

Karena itu, jika kamu ingin menurunkan berat badan, selain menjaga pola makan, kebiasaan begadang juga perlu dikurangi atau dihentikan. 

Untuk membantu menurunkan berat badan, kamu juga bisa baca “12 Cara Menurunkan Berat Badan Secara Alami” ini, ya. 

3. Penuaan dini

Salah satu akibat sering begadang bagi wanita yakni terjadinya penuaan dini.

Salah satu akibat sering begadang bagi wanita yakni terjadinya penuaan dini.

Mengapa hal ini bisa terjadi? 

Saat begadang dan kurang tidur, tubuh akan memproduksi lebih banyak hormon stres yaitu kortisol. 

Hormon ini bisa memecah dan merusak struktur kolagen pada kulit. 

Padahal, kolagen merupakan protein yang berfungsi untuk membuat kulit lebih elastis dan kencang. 

Karena itulah, sering begadang akan membuat kulit dan wajah lebih kering dan kusam. 

Rusaknya kolagen di wajah juga akan menyebabkan munculnya kerutan atau garis-garis di wajah, bintik kehitaman atau flek, serta mata bengkak dan mata panda. 

Maka dari itu, sebaiknya kamu hindari kebiasaan begadang, ya.

4. Mudah lupa

Saat sedang tidur, sel saraf dan jaringan di otak akan mengalami proses regenerasi atau perbaikan sel. 

Nah, regenerasi jaringan otak ini penting untuk memperkuat daya ingat, konsentrasi, dan kemampuan berpikir. 

Sebaliknya, sering begadang akan membuat sel dan jaringan otak lebih cepat rusak dan sulit diperbaiki. 

Hal ini tentu saja menyebabkan fungsi otak menjadi terganggu. 

Alhasil, kamu akan lebih sering mengantuk, sulit berkonsentrasi, dan mudah lupa. 

5. Mengganggu proses kognitif

Efek buruk begadang yang lain ialah bisa menyebabkan gangguan proses kognitif. 

Pasalnya, tidur berperan penting dalam proses kognitif seperti belajar dan berpikir. 

Nah, kurang tidur akan membuat proses ini menjadi terganggu, 

Tak hanya itu, begadang juga berpotensi mengganggu kewaspadaan, perhatian, penalaran, konsentrasi, hingga kemampuan untuk memecahkan masalah. 

Tentunya hal ini akan membuatmu kesulitan untuk belajar dengan efisien. 

6. Meningkatkan risiko kecelakaan atau cedera 

Kurang tidur karena begadang bisa meningkatkan risiko berbagai bentuk musibah.

Kurang tidur karena begadang bisa meningkatkan risiko berbagai bentuk musibah.

Bahkan, beberapa bencana besar dalam sejarah disebabkan karena kurang tidur lho, misalnya bencana Chernobyl hingga tumpahan minyak Exxon Valdez. 

Selain itu, perasaan mengantuk juga bisa meningkatkan risiko kecelakaan saat berkendara. 

Tak berhenti disitu, rendahnya kualitas tidur juga bisa menyebabkan cedera di tempat kerja. 

7. Meningkatkan risiko penyakit tertentu

Kekurangan tidur atau gangguan tidur kronis bisa meningkatkan risiko terkena penyakit tertentu seperti:

  • Penyakit jantung.
  • Serangan jantung.
  • Detak jantung tak beraturan.
  • Gagal jantung.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Stroke.
  • Diabetes.

Beberapa penyakit akibat begadang di atas tidak bisa diremehkan ya, karena sangat merugikan kesehatan bahkan mengancam nyawa.

Oleh karena itu, sebaiknya kamu rutin melakukan pemeriksaan kesehatan.

Terutama bagi kamu yang sering begadang setiap harinya, karena mengejar deadline pekerjaan.

Enggak perlu ribet, kok.

Kamu bisa konsultasi dengan dokter hanya melalui smartphone saja.

Mau tebus obat gratis, rawat inap, atau rawat jalan juga bisa kok. 

Cukup daftarkan dirimu menjadi member Rey

Setelah itu, kamu bisa mendapat perlindungan kesehatan gratis setiap saat. 

Info lebih lanjut, klik banner di bawah ini, ya!

8. Penurunan gairah seksual (libido)

Bahaya begadang selanjutnya adalah penurunan gairah seksual. 

Kurang tidur akan menurunkan libido dan keinginan melakukan hubungan seksual. 

Mengapa? 

Sebab saat begadang, banyak energi yang terkuras dan muncul rasa kantuk yang berlebihan. 

Tidak hanya terjadi pada pria, penurunan gairah seksual juga bisa terjadi pada wanita, lho.

9. Sistem imun yang melemah

Selama tidur, sistem imun akan memproduksi senyawa antibodi dan sitokin yang berfungsi melawan virus dan bakteri. 

Bahkan, diketahui beberapa sitokin tertentu berperan untuk membantu tubuh tertidur dan meningkatkan efisiensi sistem imun dalam menjaga tubuh dari berbagai penyakit. 

Itulah mengapa begadang akan membuat sistem imun melemah. 

Selain itu, tubuh juga akan lebih rentan terserang bakteri atau virus penyebab penyakit.

10. Menyebabkan masalah hormon

Tidur yang cukup akan membantu tubuh memproduksi dan mengontrol kadar hormon di dalam tubuh dengan baik. 

Itulah mengapa terlalu sering begadang akan menyebabkan seseorang rentan terganggu masalah hormon. 

Salah satunya yakni bisa menyebabkan ketidakseimbangan hormon. 

Hormon yang tidak seimbang akan mengganggu metabolisme dalam tubuh dan berpengaruh pada kesehatan fisik maupun mental.

Tak hanya itu, masalah ini juga bisa memperparah kondisi kurang tidur yang kamu alami. 

11. Menimbulkan gangguan kesehatan mental

Bukan hanya kesehatan fisik yang terganggu karena kurang tidur, kesehatan mental juga akan memburuk. 

Tidur dan kesehatan mental memiliki kaitan yang erat. 

Sering begadang akan membuat fungsi otak menjadi rentan terganggu dan muncul gangguan tidur seperti insomnia. 

Dalam jangka panjang, efek begadang akan meningkatkan risiko terganggunya kesehatan mental seperti gangguan cemas dan depresi. 

Risiko ini akan semakin meningkat jika kamu memiliki kebiasaan kurang sehat seperti sering merokok, sering stres, jarang olahraga, hingga tidak menjaga pola makan.

12. Menghambat proses penyembuhan saat sakit

Tidur yang berkualitas merupakan salah satu faktor penyembuhan alami bagi tubuh. 

Jadi, kalau kamu sedang sakit dan tidak bisa tidur sepanjang malam justru akan menghambat proses penyembuhan sakit. 

Sebaliknya, tidur yang nyenyak dan istirahat yang cukup akan membantu sistem daya tahan tubuh dalam menghadapi serangan penyakit atau infeksi. 

13. Berisiko melukai diri sendiri hingga risiko bunuh diri

Risiko melukai diri hingga bunuh diri merupakan salah satu efek begadang bagi remaja yang perlu diwaspadai. 

Hal ini terjadi karena suasana hati dan rasa ingin melukai diri memiliki hubungan yang kuat. 

Kurang tidur bagi remaja bisa disebabkan oleh banyak faktor.

Namun di era teknologi ini, media sosial adalah salah satu hal yang paling bisa memengaruhi waktu tidur remaja. 

Dikatakan Begadang Itu Jam Berapa?

dikatakan begadang itu jam berapa? Jam berapa baru dikatakan larut malam pun belum diketahui secara pasti.

Begadang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah berjaga, tidak tidur sampai larut malam. 

Namun, larut malam ini tidak ada definisi tertentu. 

Jam berapa baru dikatakan larut malam pun belum diketahui secara pasti. 

Namun, yang paling penting ialah hindari tidur terlalu malam untuk menghindari berbagai masalah buruk bagi kesehatan.

Pastikan tubuh mendapatkan tidur yang cukup. 

Bagi orang dewasa idealnya 7 jam atau lebih sedangkan minimal 6 jam setiap harinya.

Ciri bahwa kamu tidur dengan baik, cukup, dan berkualitas adalah merasa segar dan bugar pada saat bangun serta mampu melakukan aktivitas dengan sangat baik. 

Kapan Waktu Tidur yang Baik?

berapa jam waktu tidur yang baik? jam tidur yang baik dikelompokkan berdasarkan usia:

Agar terhindar dari berbagai dampak negatif begadang, maka kamu perlu memenuhi kebutuhan jam tidur yang baik setiap harinya. 

Berikut adalah jam tidur yang baik dikelompokkan berdasarkan usia:

  • Pra sekolah usia 3 sampai 5 tahun, idealnya tidur selama 10 sampai 13 jam per hari, termasuk waktu tidur siang.
  • Usia sekolah yaitu 6 sampai 12 tahun, idealnya tidur selama 9 sampai 12 jam per hari, termasuk tidur siang.
  • Usia remaja dari 13 sampai 18 tahun, disarankan untuk tidur 8 sampai 10 jam per hari.
  • Orang dewasa di atas 18 tahun, di sarankan untuk tidur setidak 7 jam atau lebih setiap harinya.

Nah, untuk memenuhi jam tidur yang baik seperti di atas, sebaiknya hindari begadang kalau tidak sangat mendesak.

Apakah Boleh Begadang Sekali-Kali?

apa boleh begadang sekali-kali? Jika memang terpaksa begadang sekali-kali, maka lakukanlah dengan cara yang sehat

Kadang kala keadaan memaksa kita untuk lembur, seperti ujian akhir, tugas sekolah, proyek kampus, hingga deadline pekerjaan kantor. 

Namun sebenarnya memangkas waktu tidur itu kurang baik, karena bisa berdampak buruk bagi kesehatan. 

Jika memang terpaksa begadang sekali-kali, maka lakukanlah dengan cara yang sehat seperti:

1. Menabung tidur sebelum begadang 

Jika memiliki jadwal yang padat, sebaiknya kamu menyiapkan tubuh lebih awal. 

Coba cicil penuhi waktu tidur, dengan begitu tubuh akan menyesuaikan sistemnya. 

Kamu juga bisa mencuri waktu luang untuk tidur di siang hari, meskipun hanya sekitar 20 menit. 

2. Nyalakan lampu terang

Jika ingin begadang, situasikan lingkungan kerja seterang mungkin. 

Sinar terang dapat memanipulasi sistem tubuh dan membuatmu mengira bahwa ini belum waktunya untuk tidur. 

Selain lampu ruangan, kamu juga bisa mengkondisikan lampu belajar, lampu meja, atau sumber cahaya apapun sedekat mungkin dengan mata untuk memberikan sinyal waspada bagi tubuh.

3. Camilan tinggi protein

Tubuh membutuhkan sesuatu untuk dibakar agar bisa terjaga sepanjang malam. 

Tapi, kamu jangan salah pilih camilan, ya. 

Hindari mengonsumsi permen, coklat, atau fast food

Makanan tersebut memang mengandung gula dan karbohidrat yang tinggi sehingga membantu menyediakan tenaga ekstra, namun tidak akan bertahan lama. 

Karena itu, pilihlah camilan yang bisa memberikan energi dalam waktu yang lama.

kamu bisa mengonsumsi makanan yang mengandung protein seperti irisan apel dengan selai kacang, greek yoghurt, hingga protein shakes.

Penutup

Buruknya efek begadang bagi tubuh seperti yang telah dijelaskan di atas tentu membuatmu harus berpikir lagi sebelum memutuskan untuk begadang. 

Paling tidak usahakan untuk tidur ideal 7 jam per hari, atau minimal 6 jam jam. 

Jika memang terpaksa begadang, lakukanlah sekali-kali dan dengan cara yang sehat seperti di atas, ya!

Masih ada pertanyaan seputar efek begadang? Yuk, share di kolom komentar!

Artikel Terkait Lainnya