alat cek gula darah

Gejala hiperglikemia atau gula darah tinggi tidak selalu terlihat. Karena itu, kebanyakan orang baru menyadari mereka mempunyai gula darah tinggi setelah sudah terdiagnosa diabetes. Untuk berjaga-jaga, kamu bisa lho mengecek kadar gula darah kamu di rumah dengan alat cek gula darah.

Dengan begitu, kamu bisa mendeteksi dini jika kadar gula darah kamu sedang tinggi. Pencegahan diabetes pun dapat kamu lakukan!

Kenapa Perlu Cek Gula Darah?

Fungsi utama dari tes gula darah adalah menolong dokter dalam mendiagnosa penyakit diabetes. Selain itu, tes ini juga berguna dalam memantau proses perawatan dan pencegahan efek samping tambahan dari penyakit diabetes.

Fungsi tes gula darah, antara lain:

  1. Mengamati apakah obat diabetes efektif terhadap kadar gula darah;
  2. Mengamati sejauh mana pemulihan kesehatan pasien dalam pengobatan diabetes;
  3. Mengidentifikasi keadaan pasien sesuai tingginya kadar gula darah;
  4. Memeriksa berbagai faktor pengaruh, seperti olahraga, diet, maupun faktor lainnya terhadap tingginya gula darah.

Kapan Bisa Cek Gula Darah?

Sekarang ini terdapat lebih dari satu jenis tes untuk proses pengecekan gula darah. Waktu antara tes yang satu dengan yang lainnya juga berbeda. Berikut selengkapnya mengenai 5 jenis tes yang bisa kamu jalani untuk mengecek tingkat gula darah kamu.

1. Cek gula darah sewaktu (GDS)

Biasanya tes gula darah sewaktu bisa kamu lakukan ketika gejala diabetes mulai muncul, seperti terlalu seringnya haus dan buang air kecil, merasa lemas, juga penglihatan kabur.

Jika hasil ini masih di bawah 200 mg/dL, kadar gula darah masih tergolong normal. Kadar gula darah akan menjadi terlalu tinggi jika hasilnya sudah mencapai 200 mg/dL ke atas.

2. Cek gula darah puasa

Tes ini adalah suatu bentuk pemeriksaan lanjutan dari tes GDS. Tes satu ini menggunakan sampel darahnya yang mereka ambil setelah kamu melakukan puasa selama kisaran 8 jam.

Kadar gula darah normal menurut tes satu ini terbagi dalam beberapa kategori berikut.

  • Normal: Di bawah 100 mg/dL, atau 5,6 mmol/L.
  • Pre-diabetes: Antara 100-125 mg/dL, atau 5,6-6,9 mmol/L.
  • Diabetes: Di atas 126 mg/dL, atau 7 mmol/L).

3. Tes postprandial gula darah

Tes ini kamu lakukan 2 jam setelah makan, dengan catatan kamu sudah berpuasa sebelum makan. Dalam rentan waktu 2 jam tersebut, kadar gula darah yang semula naik biasanya sudah kembali ke batas normal karena insulin.

Untuk melakukan tes ini, kamu perlu puasa selama 12 jam, kemudian makan seperti biasa. Namun asupan karbohidrat saat makan dibatasi sebanyak 75 gram. Usahakan jangan memakan apapun setelahnya sampai waktu tes tiba.

Kadar gula darah berdasarkan tes postprandial dibagi menjadi dua kategori, yaitu normal dengan kadar glukosa kurang dari 140 mg/dL, dan diabetes dengan kadar glukosa lebih dari 180 mg/ dL.

4. Tes toleransi glukosa oral (OGTT)

Sebelum melakukan tes ini, kamu perlu mengonsumsi 75 gram cairan glukosa dari petugas kesehatan. Tesnya dilakukan 2 jam setelah itu, dengan kondisi kamu yang sudah berpuasa setidaknya 8 jam sebelum menjalani tes ini. Kategori kadar gula darah berdasarkan hasil tes toleransi gula darah oral adalah:

Normal: kurang dari 140 mg/dL

Prediabetes: 140-199 mg/dL

Diabetes: lebih dari 200 mg/dL 

5. Tes HbA1c (glikohemoglobin)

Melalui tes HbA1c, dokter bisa mengetahui tahu berapa rata-rata nilai gula darah dari pasien selama beberapa bulan terakhir. Pengukurannya menggunakan persentase gula darah yang terikat dengan hemoglobin. Jika dari hasil pemeriksaan persentasi hemoglobin A1c semakin tinggi, maka kadar gula darah juga semakin tinggi.

Baca Juga: 11 Makanan Jadi Pantangan Asam Urat, Waspada!

Konsultasi Dokter Online dan Manfaat Rawat Jalan hanya Dengan Rey
Premi Terjangkau, Hanya Rp 69 ribu-an per Bulan!

Alat Cek Gula Darah

Alat cek gula darah disebut dengan glukometer dan  saat ini sudah banyak dijual di apotek dan toko peralatan kesehatan. Komponen glukometer biasanya terdiri dari lanset, lancing, strip uji gula darah, alkohol swab, meteran glukosa, dan kotaknya. Jadi, kamu bisa menguji kadar gula darahmu sendiri di rumah.

Kalau kamu mau memilih alat cek gula darah, beberapa hal berikut patut kamu pertimbangkan terlebih dahulu.

Pertama, alat tidak terlalu sakit ketika digunakan; kedua, alat hanya butuh sedikit sampel; ketiga, mudah digunakan; keempat, ukuran layar cukup besar untuk melihat hasilnya; kelima, kapasitas memori memadai; dan keenam, biaya alat habis pakai tidak terlalu besar.

Harga Alat Cek Gula Darah

Harga alat cek gula darah tidak terlalu mahal. Sebagai gambaran, kamu bisa membandingkan harga beberapa glukometer berikut ini.

  1. MicroTech Medical Exactive Vital BGM System  yang cocok untuk pemakaian jangka panjang dengan biaya alat habis pakai yang terjangkau. Harganya mulai dari Rp 200.000.
  2. Johnson & Johnson OneTouch Ultra Plus Flex yang lebih cocok untuk pemula. Harganya mulai dari Rp 270.000.
  3. Roche Accu-Chek Active Blood Glucose Meter dengan penyimpanan data hingga 90 hari. Harganya mulai dari Rp 350.000.
  4. Medisindo Bahana GlucoDr. AGM-2200 dilengkapi fitur kategori data hasil pemeriksaan. Harganya mulai dari Rp 580.000.
  5. Xiaomi iHealth Smart Wireless Gluco-Monitoring System yang bisa terhubung dengan gawai. Harganya mulai dari Rp 1.409.000.

Cara Melakukan Cek Gula Darah

Pengecekan kadar gula darah sebenarnya bisa dilakukan sendiri di rumah. Cara cek gula darah sendiri di rumah adalah sebagai berikut.

  1. Siapkan semua alat yang perlukan dan pastikan kamu sudah melakukan sterilisasi alat itu.
  2. Tangan harus dalam kondisi bersih sebelum memulai pengecekan gula darah, jadi cuci tanganmu dahulu ya.
  3. Letakkan lanset atau jarum kecil ke perangkat lancing.
  4. Masukkan strip tes ke dalam mesin pengukur glukosa. Strip ini yang nantinya menunjukkan kadar gula darah. Pastikan strip itu sudah masuk dengan benar dan arahnya tepat.
  5. Usap ujung jari yang akan ditusuk secara perlahan menggunakan alkohol swab. 
  6. Ambil perangkat lancing tadi, kemudian tusukkan lanset pada jari dengan segera. Pastikan tusukan itu cukup dalam untuk mengeluarkan darah.
  7. Letakkan sampel darah pada ujung strip yang sudah berada di mesin meteran glukosa. Alat biasanya butuh waktu beberapa detik untuk menganalisis kadar gula darah dan menampilkannya pada layar.

Kapan Perlu ke Dokter?

Meski bisa dilakukan di rumah, namun kamu tetap perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengecek gula darah di rumah. Ketika kadar gula darah terlalu tinggi atau rendah, kamu perlu mempertimbangkan beberapa kondisi, seperti konsumsi obat, anemia, dehidrasi, dan stres.

Kalau kadar gula darah di atas batas normal, dan merasakan gejala, seperti sering haus, buang air kecil, pandangan buram, dan luka sulit sembuh, ka segera konsultasi kesehatan dengan dokter.

Begitu juga ketika kadar gula darah di bawah batas normal dan merasakan gejala, seperti keringat berlebihan, kebingungan, sering lapar, cemas, dan gemetar, kamu perlu memeriksakan diri ke dokter. Waktu terbaik untuk menggunakan alat cek gula darah adalah pagi hari, sebelum dan sesudah makan, serta sebelum tidur.

Artikel Terkait Lainnya