susah buang air besar saat puasa

Salah satu perubahan yang terjadi saat menjalani ibadah puasa adalah perubahan pola makan. 

Perubahan pola makan juga kerap menyebabkan masalah pada pencernaan, salah satunya adalah susah BAB. 

Lalu apa yang harus kamu lakukan jika mengalami masalah BAB?

Karena BAB merupakan salah satu rutinitas yang dilakukan sehari – hari, susah BAB jelas menyebabkan ketidaknyamanan, sembelit, dan jika dibiarkan dalam waktu yang lama bisa menyebabkan masalah yang serius.

Simak pembahasan di bawah ini supaya kamu tahu bagaimana cara mengatasi susah buang air saat sedang puasa.

Table of Contents

Kenapa Saat Puasa Susah Buang Air Besar?

Susah BAB saat puasa sebenarnya adalah hal yang wajar terjadi, hal itu dikarenakan adanya perubahan pola makan. 

Saat puasa, makanan yang kamu konsumsi lebih sedikit daripada saat sedang tidak berpuasa, sehingga secara alami kotoran BAB juga lebih sedikit.

Selain jarang BAB, masalah yang kerap muncul adalah tanda – tanda perut kembung dan BAB sangat keras. 

Kondisi ini disebut juga sembelit atau konstipasi, yaitu kondisi ketika kotoran yang ada di dalam tubuh menjadi keras atau kering.

Sembelit disebabkan karena usus besar menyerap terlalu banyak air dari makanan yang kita konsumsi. 

Semakin sedikit kandungan airnya maka makanan semakin keras dan sulit untuk dikeluarkan. 

Hal itulah yang menyebabkan susah BAB hingga sembelit.

Bagaimana Cara Agar Buang Air Besar Lancar Saat Puasa?

Nah, jika kamu mengalami susah BAB atau sembelit saat menjalankan puasa, kamu tidak perlu khawatir. 

Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi masalah pencernaan tersebut. 

Yuk simak caranya disini, biar pencernaan kamu tetap lancar tanpa masalah selama puasa.

1. Jangan Kurang Minum

Meskipun saat berpuasa kamu tidak diperbolehkan minum di siang hari, namun kamu harus tetap memaksimalkan asupan minum dari waktu berbuka hingga sahur. 

Kurang minum bisa menyebabkan dehidrasi atau kekurangan cairan dalam tubuh dan bisa berujung pada sembelit.

Kamu harus tetap minum minimal 8 gelas air putih per hari untuk mencukupi kebutuhan cairan dalam tubuh. 

Untuk kondisi berpuasa, kamu bisa mengatur jumlahnya menjadi pola 2-2-2-2, sepanjang waktu buka hingga sahur.

Caranya adalah 2 gelas saat berbuka puasa, kemudian 2 gelas menjelang tarawih, 2 gelas setelah makan malam atau menjelang tidur, dan 2 gelas saat sahur. 

Dengan asupan minum yang cukup, akan mengurangi dehidrasi saat berpuasa di siang hari. 

Saat kebutuhan air kamu tercukupi, proses pencernaan kamu pasti lancar.

Baca juga: 19 Akibat Kurang Minum Air Putih, Bisa Jadi Sakit?

2. Konsumsi Makanan Tinggi Serat

Makanan yang mengandung serat tinggi berkhasiat melancarkan proses pencernaan. 

Hal itu karena, serat termasuk bahan yang tidak terserap dan tidak hancur saat mengalami proses pencernaan. 

Karena tidak terserap, serat akan memenuhi usus dan BAB akan lebih lancar.

Salah satu makanan yang mengandung serat tinggi adalah jenis sayur – sayuran. 

Oleh karena itu, jika kamu termasuk tipe orang yang tidak menyukai sayuran, kamu harus mulai belajar mengonsumsi sayuran untuk kelancaran proses pencernaan kamu.

Jangan sampai perut kamu tidak nyaman karena tidak BAB, apalagi sampai sembelit, kondisi ini jelas tidak menyenangkan. 

Contoh makanan berserat tinggi adalah kacang – kacangan, sayur, buah, gandum, kurma, dan lainnya.

Baca juga: Jangan Asal Makan, Ini 10 Menu Buka Puasa Sehat untuk Tubuh

3. Jangan Banyak Mengonsumsi Produk Berbahan Dasar Susu

Entah itu makanan atau minuman, untuk mengatasi susah BAB dan sembelit, kamu sebaiknya jangan terlalu banyak mengonsumsi produk yang mengandung susu. 

Meskipun kajiannya baru dilakukan pada anak – anak, namun susu juga bisa memicu sembelit pada orang dewasa.

Mengapa susu bisa menyebabkan sembelit? 

Hal itu karena susu mengandung sedikit serat sehingga sulit dicerna oleh organ pencernaan dalam tubuh kamu. 

Apalagi jika kamu banyak mengonsumsi susu tanpa mengonsumsi sayur dan buah, hal itu jelas menjadi pemicu sulit BAB.

Bukan berarti kamu tidak boleh minum susu, boleh saja asal tidak berlebihan dan diimbangi dengan makanan berserat tinggi. 

Selain susu, beberapa produk dengan kandungan serat rendah juga ada pada makanan kalengan, daging, dan beberapa produk minuman.

4. Jangan Menunda Buang Air Besar

Jika kamu merasa ingin BAB, maka segerakan BAB. 

Jangan suka menunda BAB karena bisa menyebabkan masalah susah BAB dan sembelit. 

Memang jika dibiarkan, dorongan BAB bisa hilang dengan sendirinya, hal itu bukan pertanda bagus, justru harus kamu waspadai.

Ketika kamu sering menunda BAB, kotoran yang ada di dalam usus kamu akan semakin menumpuk, dan bentuknya semakin keras dan kering. 

Semakin banyak tumpukan feses dalam usus maka BAB akan semakin sulit dan bisa memicu sembelit yang parah.

5. Punya Masalah Usus

Tidak hanya dipicu dari makanan yang kamu konsumsi, permasalahan BAB juga bisa disebabkan karena adanya masalah pada usus sehingga tidak bisa bekerja dengan optimal. 

Masalah pada usus bervariasi, mulai dari infeksi biasa hingga masalah serius seperti tumor.

Masalah lainnya seperti munculnya jaringan parut atau adhesi pada usus, dan yang kerap terjadi juga adalah peradangan atau infeksi di kolon atau usus besar.

Nah, karena usus adalah organ dalam yang penting dan tidak bisa dicek dengan mudah.

Jika kamu merasakan sembelit yang serius, sebaiknya segeralah periksa ke dokter. 

Sebab, dikhawatirkan ada masalah pada usus atau anggota pencernaan kamu yang lain.

6. Jangan Malas Gerak

Malas beraktivitas justru bisa menyebabkan aktivitas organ pencernaan juga tidak aktif. 

Menurunnya fungsi organ pencernaan akan menyebabkan permasalahan BAB dan sembelit. 

Oleh karena itu, jangan sampai kamu malas gerak atau mager saat berpuasa.

Kamu bisa mencoba berolahraga selama berpuasa untuk membantu kamu bergerak.

Ada banyak manfaat dari olahraga di bulan puasa selain memperlancar buang air besar.

Kamu bisa mencari tahu lebih lanjut dari pembahasan di Blog Rey mengenai jenis olahraga yang cocok di bulan puasa.

7. Usahakan BAB Setelah Makan

Kamu bisa mulai membiasakan diri untuk membuang BAB setelah selesai makan agar pencernaan kamu lancar. 

Sesaat setelah makan, fungsi kerja usus akan semakin aktif dan meningkat sehingga memicu rangsangan untuk buang air besar.

Jika kamu melakukannya dengan rutin, maka itu akan menjadi kebiasaan atau rutinitas, sehingga perlahan pencernaan kamu akan terhindar dari masalah BAB dan sembelit.

Apakah Wajar Sembelit Saat Puasa?

Kamu tidak perlu terlalu khawatir, sembelit saat puasa memang wajar terjadi karena perubahan pola makan. 

Yang perlu kamu lakukan adalah menjaga asupan makan agar kebutuhan tubuh dan pencernaan tercukupi dengan baik.

Yang perlu kamu waspadai adalah ketika sembelit semakin parah dan tidak kunjung sembuh walaupun kamu sudah mencoba beberapa cara di atas. 

Maka alangkah baiknya kamu segera memeriksakan diri ke dokter.

Apakah BAB Membatalkan Puasa?

Jawabannya sangat jelas, yaitu tidak. BAB tidak menyebabkan puasamu menjadi batal. Justru akan lebih membahayakan jika kamu tidak BAB selama berpuasa. 

Malah sebaliknya, kamu harus mengusahakan agar BAB tetap lancar walaupun sedang berpuasa.

Jadi jangan salah paham lagi, selama kamu tidak memasukkan benda ke dalam mulut dan lubang tubuh lainnya, puasamu tidak batal. 

Oleh karena itu, anggapan bahwa BAB membatalkan puasa jelas informasi yang salah.

Kesimpulan

Nah, sekarang kamu sudah memahami informasi terkait masalah seputar sulit BAB saat bulan puasa, dan cara yang bisa kamu lakukan agar tidak mengalami masalah BAB dan sembelit. 

Jangan lupa untuk membaca tips – tips puasa lainnya di blog Rey ya.

Juga jangan lupa membagikan tips untuk memperlancar pencernaan di bulan puasa ini kepada teman ataupun orang – orang di sekitar mu ya.

Ayo selalu jaga kesehatan agar bisa melaksanakan puasa dengan lancar.

Artikel Terkait Lainnya