Stress yang kurang dikelola akan berdampak buruk bagi kesehatan. 

Mulai dari merusak fungsi saraf hingga mempercepat penuaan. 

Nah, agar tidak mengganggu keseharian, kamu perlu tahu cara menenangkan pikiran akibat stres atau pikiran yang tidak menentu. 

Tapi apa sih sebenarnya penyebab dari pikiran yang tidak tenang? 

Bagaimana cara mengatasinya? Penyakit apa yang bisa diakibatkan oleh banyak pikiran? 

Simak selengkapnya di bawah ini ya!

Table of Contents

Mengapa Pikiran Tidak Bisa Tenang?

Banyak yang bertanya-tanya apa sih sebenarnya penyebab pikiran kemana-kemana

Mengapa hal ini sulit dikendalikan?

Berikut adalah beberapa faktor alasan pikiran gelisah, tidak tenang, dan bikin stress:

1. Lingkungan tidak nyaman

Tidak tenangnya pikiran bisa karena lingkungan toxic atau tidak nyaman. 

Lingkungan di sini bisa berupa tempat tinggal atau orang di sekelilingmu. 

Ketidaknyamanan ini bisa membuat pikiran menjadi tidak tenang pula.

Jika dibiarkan berlarut-larut, maka bisa berdampak buruk pada kesehatan mental dan produktivitas sehari-hari. 

2. Mengidap penyakit tertentu

Adanya penyakit yang menjadi faktor penyebab stres atau sedih yang berlarut-larut. 

Penyakit bisa berupa penyakit fisik maupun mental. 

Mengidap penyakit fisik yang cukup serius akan berdampak pada ketenangan pikiran.  

Apalagi jika ada gangguan mental. Tentu akan sangat berpengaruh pada pikiran. 

Jika tidak diatasi dengan cepat dan tepat, bisa berakibat fatal.

3. Punya tanggungan atau tugas yang belum selesai

Biasanya punya sejumlah tugas atau tanggungan yang belum dikerjakan itu juga menjadi beban pikiran, lho. 

Kondisi ini akan membuatmu merasa tidak nyaman dalam menjalankan aktivitas. 

Bahkan tidak jarang yang juga kerap merasa terancam. 

Karena itu, selagi ada waktu untuk mengerjakan atau punya kapasitas untuk melunasi tanggungan, usahakan untuk tidak menunda ya!

4. Mengalami trauma

Trauma bisa jadi penyebab besar pikiran atau perasaan yang tidak tenang, bahkan secara mendalam. 

Saat kamu mengalami kejadian kurang menyenangkan yang menyebabkan trauma, tanpa sadar kamu akan terus merasa gelisah. 

Terlebih saat dihadapkan pada situasi serupa. Hal tersebut dapat menjadi pemicu kegelisahan.

Dampak lebih besar dari trauma ini akan membuat kehilangan rasa percaya diri dan selalu ada dalam bilik ketakutan. 

Tapi bukan berarti hal ini tidak bisa diatasi ya! 

Kamu bisa melaluinya asal kamu tidak ragu dalam meminta pertolongan dari orang di sekelilingmu, maupun bantuan profesional.

5. Kehilangan tujuan hidup

Tujuan hidup merupakan hal dasar dalam diri seseorang. 

Tanpa tujuan hidup, akan sulit menentukan arah dan bahkan kehilangan motivasi.

Semua hal akan terasa lebih berat dan mungkin kamu tidak tahu cara mengatasinya. 

Hal ini memang begitu personal, tapi tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan selama kamu mencoba dan berusaha pula. 

Kamu bisa mencoba terbuka dan berbicara dengan orang yang dipercaya untuk memunculkan kembali motivasi. 

Atau lakukan konsultasi dengan psikolog atau dokter yang ahli. 

Gimana Caranya Agar Pikiran Tenang?

Nah, setelah tahu penyebabnya, lalu bagaimana sih cara menenangkan pikiran itu? 

Yuk, cari tahu jawabannya di bawah ini:

1. Pahami dulu mekanisme stres

Berdasarkan Harvard Health Publishing, saat stres bagian otak amigdala akan mengirim sinyal ke hipotalamus. 

Hipotalamus ini akan mengaktifkan sistem saraf simpatik yang memberikan tubuh ledakan energi untuk merespon ancaman. 

Saat otak sudah menerima sinyal, kamu bisa bergerak mengatasinya. 

Dengan memahami mekanisme stres ini, kamu bisa lebih aware dan melakukan penanganan lebih dini. 

2. Yoga

Cara menenangkan pikiran menggunakan yoga ini sudah banyak dilakukan dan terbukti efektif sebagai relaksasi pikiran dan hati. 

Kombinasi pernapasan hidung yang dalam dengan serangkaian postur ekstensi dan fleksi yoga akan menyokong kekuatan dan fleksibilitas tubuh.

Gerakan tersebut bisa mendukung lancarnya aliran cairan tulang belakang otak untuk melumasi otak dan sistem saraf pusat. 

Selain membuat pikiran lebih tenang, yoga juga dipercaya  bisa memperlambat penuaan. Mengapa?

Sebab penuaan dikaitkan dengan pengurangan produksi aliran cairan serebrospinal yang berfungsi melumasi sistem saraf pusat dan otak. 

3. Terapi alam

Terapi alam termasuk dalam pengobatan Ayurveda. 

Pengobatan Ayurveda menekankan pada keseimbangan antara tubuh, pikiran, dan jiwa. 

Prinsip Ayurveda tidak fokus  mengobati penyakit, tapi lebih ke bagaimana cara menjalani hidup yang sehat. 

Menurut Ayurveda, menghabiskan waktu di alam akan meningkatkan ojas. 

Ojas sendiri adalah cairan yang diyakini bertanggung jawab untuk kekebalan, vitalitas, dan kulit yang bercahaya. 

Melakukan aktivitas di alam sangat baik untuk menenangkan pikiran tanpa harus mengeluarkan banyak energi. 

4. Meditasi

Meditasi adalah satu terapi yang dilakukan untuk mendukung, membangun kembali, dan memperkuat sistem saraf yang akan menenangkan hati dan pikiran. 

Madhaf Goyal, Profesor Kedokteran Johns Hopkins University mengungkapkan bahwa meditasi bisa meningkatan panjang telomer. 

Telomer adalah tutup pada akhir setiap untai DNA pada kromosom tubuh. 

Hal ini berkaitan erat dengan kesehatan dan memperpanjang umur.

5. Pijat harian

Memijat diri sendiri, maupun menyentuh dan merawat orang lain dengan penuh kasih akan meningkatkan hormon oksitosin.

Hormon ini berperan untuk meningkatkan perasaan senang dan dilepas ke seluruh tubuh untuk meningkatkan kondisi mental.

Memijat maupun dipijat dinilai mampu menenangkan pikiran seseorang. Pijatan bisa dilakukan setiap hari, sebelum atau sesudah mandi.

Nah, agar pemijatan lebih efektif, tambahkan minyak herbal. 

Selain untuk aromaterapi, minyak herbal juga bisa berfungsi sebagai persediaan makanan untuk mikroba baik dalam kulit. 

6. Menyayangi diri sendiri

Seringkali manusia lupa bahwa ketenangan pikiran bersumber dari diri sendiri. 

Karena itu disarankan untuk menyayangi diri sendiri lebih banyak. 

Banyak yang berpikir bahwa mengkritik diri membuat lebih sadar dan bekerja lebih keras. 

Faktanya, kritik diri yang berlebihan justru bisa merusak ketahanan mental. 

Nah, cara menenangkan pikiran yang bisa dicoba ialah mengurangi menyalahkan diri sendiri atau merasa tidak berguna untuk orang lain. 

Sayangi diri dan lakukan yang terbaik. Yakinlah bahwa kamu akan jadi versi terbaik dirimu dengan cara lebih menyayangi diri. 

Self-esteem atau penerimaan diri yang baik akan memunculkan rasa tenang di hati dan pikiran.

7. Konsumsi daun peppermint

Daun peppermint adalah kehijauan yang punya banyak manfaat untuk tubuh. 

Salah satunya untuk menenangkan pikiran. 

Peppermint memiliki kandungan mentol yang berguna sebagai obat penenang dan pelemas otot. 

Aroma mint membuat segar dan menenangkan tubuh. 

Aromanya juga baik untuk fungsi otak, karena meningkatkan daya ingat dan konsentrasi. 

Daun mint juga bisa mengaktifkan asam gamma aminobutirat yang  menghambat sinyal otak yang kurang baik, seperti: 

  • Rasa cemas, 
  • Frustasi, hingga 
  • Depresi. 

8. Istirahat cukup

Kelelahan atau stamina badan menurun akan menyebabkan badan mudah lelah dan pikiran yang tidak nyaman. 

Kurang istirahat juga menurunkan konsentrasi dan memperburuk suasana hati. 

Karena itu, luangkan waktu demi istirahat yang cukup. 

Bagaimanapun, tidur adalah satu hal yang penting untuk menjaga kesehatan mental dan termasuk cara menenangkan yang efektif. 

Agar tidur lebih nyaman, buat tempat tidur sebersih mungkin, pakai parfum aromaterapi, dan buat pencahayaan kamar yang nyaman untuk pikiran. 

Baca juga: 10 Cara Istirahat yang Baik untuk Kesehatan Kamu

9. Komunikasi dengan orang terdekat

Kasih saya dari orang terdekat juga dibutuhkan untuk ketenangan pikiran.  

Saat ada hal yang mengganggu pikiran, coba komunikasikan dengan orang yang dipercaya. Ungkapkan emosi dan perasaanmu lewat obrolan. 

Kebaikan dan kasih sayang dari orang lain akan memberimu energi dan ketenangan. Terutama saat kamu sedang mengalami masalah.

10. Teknik pernapasan

Tahukah kamu bahwa pernapasan juga bisa menenangkan pikiran? 

Bernapas dalam-dalam akan memulihkan keseimbangan sistem saraf parasimpatik dan saraf simpatetik. 

Selain itu, teknik pernapasan juga membantu kamu fokus pada masa kini, bukan pada pikiran yang membuat kamu gelisah, cemas, atau takut.

Caranya mudah, tarik napas dalam-dalam dan pikirkan hal yang membuatmu tenang. 

Lakukan kurang lebih sebanyak 10 kali tarikan napas. 

Hal ini melindungimu dari reaksi alamiah tubuh akibat situasi yang buruk.

11. Fokus pada pengalaman positif

Saat sedang kalut dalam masalah, secara otomatis pikiran akan membayangkan hal negatif yang semakin mengacaukan pikiran. 

Padahal bisa saja pikiran itu hanya asumsi dari kecemasan yang dirasakan. 

Yakini terlebih dahulu bahwa itu tidak benar. 

Misalnya, pikiranmu sedang kacau akibat pengalaman buruk di masa lalu. 

Maka alihkan pikiran tersebut dengan hal menyenangkan di masa lalu.

Kamu juga bisa melakukan serangkaian aktivitas menyenangkan, seperti berlibur, mendengarkan musik favorit, memasak, atau hobi yang lain. 

12. Memperluas pandangan

Pernahkah kamu merasa sering fokus menyempit pada aspek yang mengancam tanpa melihat permasalahan secara keseluruhan? 

Rasa cemas memang akan membuat pikiran fokus dan bereaksi pada ancaman langsung dibandingkan konteks secara luas. 

Saat sedang memikirkan masalah, pertimbangkan pula: 

“Apakah situasi ini sepadan dengan waktu dan tenaga yang aku luangkan untuk berpikir?” 

“Apakah aku masih akan peduli dengan masalah ini dalam waktu 5 sampai 10 tahun ke depan?” 

Jika jawabannya tidak, maka hilangkan rasa khawatir dan mulai fokus pada hal yang membuatmu bersemangat.

13. Bangkit dan bergerak maju

Khawatir pada masalah tanpa memikirkan solusi tidak akan membantumu melewatinya. Justru akan memperparah rasa cemas. 

Saat sudah merasa terjebak dalam rasa cemas, segera sadar dan bangkit untuk bergerak maju. 

Jangan biarkan diri larut dalam kecemasan. Segera alihkan dengan melakukan aktivitas atau tugas lain.

Dengan begitu, kamu akan memperoleh perspektif berbeda dan bisa bertindak lebih bijak.

Banyak Pikiran Bisa Menyebabkan Penyakit Apa?

Terlalu sering cemas bisa menyebabkan penyakit fisik. 

Saat tubuh tidak bisa membangun keseimbangan dan sistem kekebalan tubuh melemah, maka kamu akan rentan terserang penyakit. 

Beberapa proses tubuh yang penting juga akan terganggu. 

Sebab stres tidak hanya soal perasaan, tapi juga respon fisiologis bawaan yang bisa mengancam kesehatan fisik kamu. 

Saat stres, tubuh akan merespon. Misalnya dengan naiknya tekanan darah dan nadi, serta menyempitnya pembuluh darah. 

Seiring berjalannya waktu, banyak pikiran akan memicu berbagai penyakit. Misalnya sebagai berikut: 

  • Penyakit jantung, 
  • Obesitas, 
  • Depresi dan kecemasan, 
  • Penuaan dini, 
  • Sakit kepala, hingga 
  • Diabetes.

Jika kamu merasakan gejala stres yang sudah mempengaruhi keadaan fisik, pastikan kamu berkonsultasi kepada ahli medis. 

Sebagai member Rey, kamu bisa konsultasi sepuasnya via chat dokter secara cuma-cuma. Penasaran? Klik banner di bawah ini!

rey

Jadi, Apakah Kamu Sudah Bisa Menenangkan Pikiran?

Tentu kamu tidak ingin terjerat penyakit akibat banyak pikiran, bukan? 

Karena itu, saat tubuh memberikan sinyal segera lakukan cara menenangkan pikiran yang sudah dijelaskan di atas.

Saat kamu mampu mengatasi stres dengan benar, tubuh akan kembali seimbang dan membuat fungsi tubuh berjalan dengan normal.

Atau kamu punya cara lain untuk menenangkan pikiran? Share di kolom komentar ya!

Artikel Terkait Lainnya