Beberapa waktu terakhir istilah healing sering diucapkan. 

Bahkan bisa dibilang, healing masuk dalam deretan istilah kekinian bagi anak muda. 

Namun, healing yang beredar memiliki banyak makna. 

Misalnya, arti healing sebagai ungkapan bepergian ke tempat wisata. 

Ada pula yang menggunakannya untuk mengungkapkan rasa yang lezat. 

Tapi ada yang mengartikannya sebagai pemulihan atau penyembuhan. 

Jadi, manakah arti healing yang benar? 

Apa sih healing itu? Apa manfaat healing dan bagaimana cara melakukannya? 

Baca terus sampai habis ya!

Table of Contents

Apa Arti Healing?

apa yang dimaksud dengan healing

Istilah healing sebenarnya sudah ada sejak lama. Kata ini diadopsi dari bahasa asing, yaitu bahasa Inggris. 

Menurut Kamus Besar Bahasa Inggris terjemahan Indonesia, healing artinya penyembuhan. 

Penyembuhan di sini cukup luas dan dapat dikaitkan dengan penyembuhan perasaan, batin, jiwa, maupun pikiran. 

Kalau healing dalam dunia psikologi diartikan sebagai proses untuk meringankan beban mental melalui kekuatan pikiran. 

Healing adalah upaya pemulihan emosi untuk menanamkan perspektif positif dan realistis pada diri sendiri. 

Nah, kemudian muncul istilah self-healing yang diartikan pemulihan diri. 

Apa itu Self-healing dalam Bahasa Gaul?

Self-healing adalah perbaikan diri atau proses pemulihan luka batin seseorang. 

Istilah ini lebih spesifik dari healing

Self-healing dilakukan dengan cara mengeluarkan perasaan atau emosi yang terpendam dalam tubuh. 

Proses terjadinya luka batin ini bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor misalnya gagal dalam melakukan sesuatu atau trauma masa lalu. 

Luka batin seseorang sebenarnya punya jangkauan waktu yang berbeda. 

Tapi umumnya, luka batin ini bisa saja terjadi dalam waktu cukup lama. 

Mengobati luka batin memang perlu bantuan profesional, seperti psikolog atau psikiater. 

Namun, self-healing dapat menjadi salah satu obatnya.

Arti self-healing dalam bahasa gaul identik dengan berlibur atau bepergian ke tempat indah. 

Namun, bukan artinya pergi berlibur itu pasti healing ya!

Bepergian, berlibur, refreshing, atau berwisata merupakan salah satu cara yang dipakai untuk melepas penat dan stres. 

Bepergian juga memberi jeda sejenak atas situasi buruk yang dihadapi. 

Hal tersebut dilakukan sebagai proses pemulihan dari rasa sedih yang tengah dialami dan membuat suasana hati menjadi lebih tenang. 

Namun, nyatanya tidak semua orang bisa pergi berlibur ke tempat indah, kapan saja dan ke mana saja. 

Ada hal-hal lain yang sama-sama bisa membantu self-healing

Sesimpel jalan kaki ke taman, jajan es krim atau seblak, atau ketemu teman.

Apa Manfaat Self-healing?

Seseorang yang melakukan healing akan memperoleh manfaat untuk diri sendiri dan orang lain. Berikut beberapa manfaat healing:

1. Produktivitas meningkat

Terpuruk dalam kesedihan akan mempengaruhi performa pribadi. 

Misalnya, tidak bisa bekerja secara maksimal karena kurang fokus. 

Konsentrasinya terpecah antara beban pikiran dan pekerjaan. 

Karena itu, self-healing bisa membantu untuk memulihkan dirinya agar bisa mempunyai energi untuk menghadapi permasalahan yang dialami. 

Nah, seseorang yang sudah pulih dari tekanan mental akan merasa lebih produktif. 

Baik dalam pekerjaan maupun pendidikan.

2. Proses pendewasaan seseorang

Dewasa tidak hanya berupa angka atau indikator usia. 

Tingkah laku dan sikap saat berhadapan dengan masalah hingga cara berinteraksi dengan orang lain bisa jadi indikator kedewasaan. 

Nah, pengalaman buruk adalah bagian dari proses pendewasaan itu. 

Saat individu berhasil melewati proses ini, maka ia akan lebih memandang segala hal atau masalah dengan lebih bijak. 

Secara analogis, kejadian buruk dan proses perjalanan healing adalah pil pahit yang harus diminum sebelum menjadi sembuh. 

Menjadi pribadi yang penuh pertimbangan bijak dan lebih dewasa. 

3. Hidup lebih bermakna

Orang dengan pengalaman luka batin yang pahit akan sulit melupakan kenangan buruk yang pernah dirasakan. 

Melalui healing, pengalaman buruk bisa dimaknai ulang. 

Pengalaman ada di masa lalu, namun tidak lagi menyakiti individu sekarang. 

Atau mudahnya, orang yang tengah berada dalam proses healing harus berdamai dengan masa lalu, apapun kondisi yang dirasakan di masa lalu. 

Misalnya, kehilangan seseorang dapat menyebabkan trauma tertentu. 

Namun, pelan-pelan, ia juga harus bisa menerima kejadian itu. 

Bahwa setiap orang pasti akan pergi, tapi itu tidak mengurangi pengalaman dan momen berharga bersama.

Dengan memaknai bahwa semua manusia akan tiada, siapa pun harus bersiap untuk kehilangan. Karena diri sendiri pun nanti akan tiada.

Penerimaan keadaan atau berdamai dengan keadaan tentu akan membuat hidup lebih bermakna.

Gimana Cara Self-healing?

Self-healing bisa dilakukan secara pribadi atau dengan bantuan profesional. 

Jika dilakukan secara pribadi, berikut beberapa cara yang bisa kamu coba:

1. Mindfulness

Mindfulness adalah salah satu metode yang digunakan untuk melatih seseorang agar fokus pada keadaan sekitar dan emosi yang dirasakan. 

Sebagai bentuk self-healing, mindfulness dilakukan sebagai upaya memahami diri serta mengelola pikiran dan perasaan dalam diri. 

Caranya cukup mudah. Kamu cukup menutup mata dan bernapas secara sadar. Fokuskan pikiran pada keadaan sekitar dan emosi yang dirasakan. 

2. Memaafkan diri sendiri

Luka batin yang tak kunjung pulih biasanya disebabkan karena tidak bisa memaafkan diri sendiri. 

Tentunya hal ini bukan perkara mudah, tapi cobalah dimulai dengan menerima kenyataan. 

Menerima bahwa ada hal yang di luar kendalimu. 

Dan kalaupun itu dalam kendalimu, kamu tidak sempurna. Kamu masih belajar.

Kemudian perlahan maafkan diri sendiri. 

Hal ini akan membantumu untuk lebih merasakan ketenangan dan mendapatkan pemulihan dengan cara terbaik.

3. Sediakan me time

Jika dilihat dari artinya, me time adalah waktu untuk diri sendiri. 

Me time adalah salah satu cara self-healing dengan cara meluangkan waktu dan tempat untuk diri sendiri. 

Kamu bisa mengisi dengan kegiatan yang berguna. 

Misalnya, melakukan hobi yang menyenangkan atau liburan ke tempat yang ingin dikunjungi. 

Me time akan membuatmu lebih rileks dan nyaman. 

Dengan begitu, kamu akan lebih siap untuk memaafkan diri dan berinteraksi dengan orang lain.

4. Meditasi

Meditasi adalah salah satu cara self-healing dengan tujuan berdamai dengan diri sendiri dan orang lain yang mungkin melukai batin kamu. 

Prosesnya ialah melepas emosi negatif menjadi pikiran positif. Hal ini membuat kamu jadi lebih bisa melihat masalah dengan sisi baru. 

Cara melakukan meditasi antara lain:

  • Pejamkan mata, tenangkan pikiran, dan fokus untuk mengatur pernapasan menjadi lebih santai selama 3 menit.
  • Letakkan jari di kening.
  • Coba untuk berterima kasih atas kesehatan atau hal lain yang kamu miliki saat ini.
  • Ingatkan diri atas kesalahan yang pernah dilakukan. 
  • Perlahan, minta maaf pada diri sendiri atas kesalahan tersebut.

5. Gratitude dengan menulis surat

Cara self-healing berikutnya ialah dengan mengekspresikan kebahagiaan dan rasa terima kasih untuk segala kebaikan yang sudah diterima. 

Gratitude akan membuatmu jadi lebih bersyukur, mengurangi rasa tidak puas, dan mengubah pikiran negatif menjadi positif. 

Cara menerapkan gratitude bisa dengan beribadah (berterima kasih kepada Tuhan) atau menulis surat kepada orang yang kamu sayang. 

Atau bisa sesimpel menulis di dalam jurnal kamu. Tulis saja 3 hal kecil yang kamu hargai hari ini. 

Misalnya, “Aku bersyukur atas cuaca yang cerah, atas gado-gado enak yang aku makan tadi siang, dan atas Ibu yang masakin gado-gado itu.”

6. Positive self-talk

Secara sederhana, positive self-talk adalah bicara pada diri sendiri dengan tujuan positif dan membangun. 

Metode ini dilakukan dengan cara berdialog positif dengan diri terkait hal yang berhubungan dengan diri sendiri, lingkungan sekitar, maupun dunia. 

Kamu bisa memanfaatkan cermin dan mulailah mengatakannya. 

Misalnya, “Aku bisa melalui hari ini. Aku melakukan sebisaku. Aku tidak harus menjadi sempurna. Tapi setiap hari, aku mencoba lebih baik lagi.”

Positive self-talk akan memperbaiki mood, menyemangati, menambah kepercayaan diri, memperjelas tujuan, dan pantang menyerah.

7. Menulis secara ekspresif

Jika tidak terbiasa berbicara pada diri sendiri di depan cermin, kamu bisa menggunakan cara menulis ekspresif atau menulis bebas. 

Menulis diharapkan mempermudah kamu untuk mengerti bagaimana sebenarnya kondisi dan perasaan yang sedang dialami saat ini. 

Berbeda dengan menulis untuk sekolah atau kerja, menulis bebas tidak perlu memperhatikan ejaan maupun tanda baca yang digunakan.

Luangkan waktu untuk bercerita atas semua yang kamu rasakan secara rutin. Perlahan tapi pasti, akan semakin mudah untuk memahami diri.

8. Memaknai masa lalu

Sebagian besar luka batin datang karena keadaan di masa lalu. Ingat bahwa masa lalu bisa membantu menjalani hari ini dan masa depan. 

Kamu bisa melakukan self-healing dengan memaknai masa lalu. 

Mencoba mengubah pola pikir atau pandangan terhadap masa lalu sebagai bentuk pembelajaran dan pengalaman. 

Ambil pelajaran positif dari masa lalu dan coba menerima keadaan.  

Dengan begitu, kamu lebih siap menjalani hari ini. 

Apakah Healing itu Perlu?

Beberapa orang masih menganggap bahwa healing itu tidak penting. Padahal healing itu sangat perlu, terutama karena bisa:

  • Meringankan beban pikiran. Memberi ruang untuk pikiran di luar masalah yang terjadi akan membuat pikiran lebih tenang.
  • Lebih mencintai diri sendiri. Dengan beristirahat dan menenangkan pikiran, kamu akan tahu bahwa dirimu itu sangat penting.
  • Mengembalikan semangat. Masalah dapat menghilangkan semangat. Nah, healing bisa mengembalikan semangat kamu.
  • Menjaga kesehatan mental.

Pertanyaan Lain Seputar Healing

Berikut pertanyaan seputar healing yang mungkin ada di pikiranmu:

Apakah healing itu jalan-jalan?

Arti healing belakangan ini memang lekat dengan jalan-jalan. 

Terutama di media sosial, banyak yang mengunggah foto berlibur jauh ke tempat indah dengan caption “healing”. 

Padahal healing adalah proses pemulihan diri akibat luka batin. 

Jadi, jalan-jalan bukan arti dari healing ya!

Memang bepergian, berlibur, refreshing, atau berwisata merupakan salah satu cara yang dipakai untuk melepas penat dan stres. 

Bepergian juga memberi jeda sejenak atas situasi buruk yang dihadapi. 

Hal tersebut dilakukan sebagai proses pemulihan dari rasa sedih yang tengah dialami dan membuat suasana hati menjadi lebih tenang. 

Namun, nyatanya tidak semua orang bisa pergi berlibur ke tempat indah, kapan saja dan ke mana saja. 

Ada hal-hal lain yang sama-sama bisa membantu self-healing. Sesimpel jalan kaki ke taman, jajan es krim atau seblak, atau ketemu teman.

Jadi, jalan-jalan adalah salah satu cara healing, tapi bukan satu-satunya. Jalan-jalan juga bukan arti dari healing.

Apa yang dimaksud healing time?

Secara bahasa, healing time berarti waktu penyembuhan atau pemulihan. 

Konsep ini mengacu pada pemulihan secara psikologis, bukan penyembuhan secara medis. 

Healing time dalam psikologi berarti waktu untuk mengakui, menerima, membiarkan, dan memproses semua pengalaman maupun emosi buruk. 

Setiap orang membutuhkan proses pemulihan di beberapa fase kehidupan akibat stresor tertentu, seperti:

  • Kehilangan orang tercinta
  • Putus cinta
  • Perceraian
  • Masalah dengan pekerjaan
  • Putus cinta
  • Korban pelecehan, termasuk emosional, seksual, atau fisik
  • Menderita penyakit

Kesedihan, kecemasan, atau kemarahan yang terus meningkat dan berkepanjangan akan mengganggu kehidupan sehari-hari. 

Itulah mengapa healing time dibutuhkan untuk membantu mengatasinya.

Sudah Siap Healing yang Sebenarnya?

Itulah beberapa penjelasan mengenai arti healing, manfaat melakukan healing, hingga cara melakukan self-healing secara mandiri. 

Ingat bahwa healing bukan semata-mata jalan-jalan saja. 

Tapi memberi waktu bagi diri untuk memproses kejadian buruk atau emosi kamu.

Tidak harus semahal pergi ke Bali. Sesimpel meluangkan 30 menit untuk jalan kaki ke blok tetangga untuk beli batagor saja pun bisa. 

Asal kamu bisa lebih mindful akan hal-hal baik di luar masalah kamu. 

Pastikan kamu juga bisa mengeluarkan uneg-uneg, baik menulis di jurnal, atau curhat ke siapa pun itu.

Namun, jika kamu merasa butuh bantuan profesional, jangan ragu untuk segera menghubungi untuk mendapatkan perawatan terbaik!

Masih punya pertanyaan seputar healing? Yuk, sharing di kolom komentar!

Artikel Terkait Lainnya