Pengertian ghosting seringkali dapat diartikan dengan seseorang yang tiba-tiba menghilang tanpa kejelasan atau seseorang yang tiba-tiba mengakhiri komunikasi tanpa alasan.

Istilah ghosting sekarang semakin ramai dibicarakan oleh orang, tapi sebenarnya apa itu ghosting?

Apakah ghosting artinya dihantui?

Bukan, bukan. Hampir mirip, tapi tidak juga.

Contohnya seperti ini, misalnya kamu bertemu dengan orang baru yang memiliki hobi yang sama denganmu dan sering membicarakan tentang hobi itu bersama.

Seiring berjalannya waktu, kalian merasa dekat dan timbul rasa ingin mengenal lebih dekat.

Di saat komunikasi kalian dirasa baik-baik saja, bahkan semakin sering kalian bertukar pesan. Namun, tiba-tiba orang tersebut menghilang tanpa jejak.

Kurang lebih seperti itulah yang disebut ghosting, kalau ingin tahu lebih lanjut kamu bisa baca artikel ini sampai selesai, ya.

Table of Contents

Apa Itu Ghosting dalam Bahasa Gaul?

Ghosting merupakan kata yang berasal dari bahasa Inggris, yang memiliki arti bayangan.

Pengertian ghosting seringkali dapat diartikan dengan seseorang yang tiba-tiba menghilang tanpa kejelasan atau seseorang yang tiba-tiba mengakhiri komunikasi tanpa alasan.

Istilah ghosting menjadi salah satu bahasa gaul anak muda yang tengah populer akhir-akhir ini.

Arti ghosting dalam bahasa gaul sendiri ketika seseorang memutuskan segala bentuk komunikasi tanpa alasan atau memutuskan hubungan tanpa memberikan penjelasan.

Perilaku ini kerap kali disangkutpautkan dengan hubungan percintaan, terutama saat tahap awal pendekatan alias PDKT. 

Meskipun begitu, perilaku ghosting tidak terbatas pada hubungan cinta saja, tapi juga bisa terjadi di pertemanan maupun hubungan pekerjaan.

Seseorang yang melakukan ghosting tidak menjelaskan apa masalah atau alasan mereka menjauh.

Pelaku ghosting hanya tiba-tiba berhenti menghubungimu dan tidak pernah membalas chat ataupun telepon lagi.

Sebuah studi dari survei menemukan bahwa, 26 persen wanita dan 33 persen pria yang pernah men-ghosting atau di-ghosting.

Selain itu, survei juga melaporkan bahwa 24 persen wanita dan 17 persen pria mengatakan bahwa mereka pernah melakukan ghosting namun mereka tidak pernah di-ghosting sebelumnya.

Ada beberapa alasan seseorang melakukan ghosting atau menghilang begitu saja dari kehidupan seseorang.

Contohnya karena para pelaku ghosting ingin menghindari konflik, tidak mau disebut jahat dalam hubungan yang telah dibangun, serta menghindari menyakiti perasaan orang lain dapat menjadi penyebab ghosting.

Padahal, perilaku ini memberikan efek kepada korban ghosting.

Dampak ghosting bisa menimbulkan perasaan negatif seperti rasa terluka, cemas, dan khawatir ke orang yang ditinggalkan.

Seseorang yang mengalami ghosting juga bisa sakit hati atau patah hati, hingga takut untuk memulai hubungan kembali karena sulit untuk percaya orang lain.

Seseorang yang di-ghosting juga bisa kehilangan kepercayaan diri dan menjadi insecure karena merasa ditolak dan tak dihargai.

Jadi, apapun alasannya menghilang tanpa kabar dalam menjalin hubungan itu tidak dibenarkan, ya!

Lantas, kalau kita yang mengalami, apa yang harus dilakukan, ya?

Baca Juga: 9 Cara Ampuh Mengatasi Cemas Berlebihan, Yuk Coba!

Apa yang Harus Dilakukan Saat di Ghosting?

Apa yang Harus Dilakukan Saat di Ghosting? hindarilah menyalahkan diri sendiri

Jika kamu menjadi salah satu korban ghosting, tidak perlu bingung!

Ada banyak cara kok, untuk bisa menghadapinya seperti di bawah ini:

Hindari menyalahkan diri sendiri

Kadang, ketika seseorang pergi begitu saja tanpa kabar, rasa percaya diri bisa berkurang atau menghilang. 

Tapi yang perlu kamu ketahui, itu bukanlah salahmu. 

Merenung dan mengintrospeksi diri memang baik, karena kamu juga bisa berkembang menjadi pribadi yang lebih baik. 

Tapi jika kamu memang melakukan kesalahan, hal itu tidak membenarkan seseorang untuk bertindak seenaknya seperti hilang tanpa kejelasan.

Hubungan yang baik dan sehat merupakan hubungan di mana kamu bisa mengkomunikasikan perasaan satu sama lain. 

Jadi, bisa saja orang itu memang bukan orang yang tepat untukmu.

Alihkan pikiranmu

Awalnya, kepergian seseorang tanpa sebab bisa menjadi beban pikiran tersendiri. 

Tetapi jika kamu memang ingin bergerak maju terus atau move on, jangan ragu untuk menyibukkan diri. 

Contohnya melakukan hobi atau mempelajari hal baru, hingga berkumpul dengan teman-teman dekat yang bisa membuatmu nyaman.

Melakukan olahraga seperti meditasi atau yoga juga bisa menjadi pilihan. 

Hindari mengisolasi diri

Menjadi korban ghosting memang dapat meninggalkan luka yang cukup mendalam dan membuat kita sangat sedih. 

Meskipun begitu, jangan mengurung diri dari luar terlalu lama. 

Masih banyak dukungan keluarga dan teman sekitar yang mengelilingimu. 

Jangan biarkan dirimu berlarut dalam kesedihan terlalu lama dan dalam karena dapat menyebabkan depresi.

Tetapkan batas waktu

Tetapkan batas waktu sampai kapan kamu akan menunggu pelaku ghosting untuk muncul kembali. 

Kamu bisa mencoba menghubungi seseorang yang bersangkutan atau teman dekatnya untuk meminta kepastian.

Dengan begitu, kamu dapat lebih mudah menerima kenyataan bila memang hubunganmu dengannya sudah berakhir dan bisa segera move on.

Putuskan kontak

Jika waktu yang kamu tetapkan tadi telah tiba, kamu juga harus memutuskan kontak dengan yang bersangkutan. 

Jangan mencari tahu informasi tentang dirinya, baik melalui pesan singkat, media sosial, maupun orang-orang di sekitarnya. 

Dengan tidak mengetahui kabarnya, perlahan-lahan kamu akan lupa tentangnya dan bisa menjalani hidup seperti sedia kala.

Gimana Cara Biar Gak di Ghosting?

Memang tidak ada yang tahu isi hati dan perasaan seseorang sehingga sulit untuk menghindari ghosting.

Namun, ada beberapa tips yang bisa menurunkan resiko kamu menjadi korban ghosting. Simak terus, ya!

Perhatikan gerak-geriknya

Seseorang bisa saja sangat perhatian kepadamu di awal masa pendekatan. 

Namun, lama kelamaan kamu akan tahu kebiasaan baik dan buruknya. 

Nah, dari situ kamu bisa memerhatikan kira-kira apa yang menjadi kesukaan dan yang tidak disukainya. 

Seseorang cenderung cepat bosan apabila topik obrolan tidak menarik atau tidak sesuai dengan pendapatnya.

Jika kamu merasa seseorang mulai kehilangan minat dalam topik pembicaraan, seperti menanggapi dengan singkat, atau acuh tak acuh, ada kemungkinan dia akan meng-ghostingmu.

Banyak bertanya

Siapa yang tidak suka ketika ditanya? 

Apalagi jika pertanyaan yang diajukan seputar hal-hal yang disukai dan menarik untuk didiskusikan, lawan bicara tentunya akan lebih antusias dalam berpartisipasi. 

Ketika kamu sudah banyak berkomunikasi dengannya, tentu kalian bisa membangun pondasi hubungan yang kuat dan sehat.

Lebih banyak bertemu

Berkomunikasi melalui chat tentu akan beda rasanya dengan bertemu secara langsung. 

Jika kamu berkomunikasi hanya melalui chat atau telepon, kamu tidak bisa melihat ekspresi atau menginterpretasikan intonasi bicaranya dengan baik. 

Hal ini bisa menimbulkan kesalahpahaman yang bisa berakhir dengan salah satu pihak meng-ghosting pihak lain karena merasa tidak cocok.

Jadi, usahakan untuk sering bertemu, ya.

Jangan terlalu buru-buru

Jika sudah tertarik dengan seseorang, memang rasanya kita ingin mengenalnya lebih jauh secepat mungkin. 

Akan selalu ada rasa penasaran yang ingin diculik terus menerus. 

Eits, karena itu lah ada baiknya untuk tidak terlalu terburu-buru. 

Nikmati masa-masa di mana kamu bisa mengenal seseorang lebih baik sambil memperhatikan gerak geriknya. 

Gali terus informasi yang diberikan hingga kamu merasa bahwa kamu mengenal dia dengan cukup baik. 

Pastikan kalian berdua berada dalam tujuan dan jalan yang sama.

Jika kamu terburu-buru untuk melanjutkan hubungan ke tahap yang lebih serius, belum tentu dia juga berpikiran yang sama, dan malah menjadi alasan orang tersebut untuk melakukan ghosting.

Baca Juga: Apa Arti Healing? Ini 9 Manfaat dan Cara Melakukannya!

Penutup

Nah, itu dia pembahasan seputar ghosting yang bisa menimbulkan dampak negatif seperti rasa terluka hingga kecemasan. 

Maka dari itu, sebaiknya kamu tidak melakukan hal ini kepada orang lain, ya.

Masih ada pertanyaan seputar topik ini? Yuk, tulis di kolom komentar!

Artikel Terkait Lainnya