7 Manfaat Rumput Laut yang Menakjubkan untuk Kesehatan

7 Manfaat Rumput Laut yang Menakjubkan untuk Kesehatan
Suhartantowi Lauw
Suhartantowi Lauw
March 20, 2023
6 menit membaca

Pencinta sushi tentu sudah tidak asing dengan rumput laut atau seaweed

Tidak hanya sushi, rumput laut dapat diolah menjadi berbagai kreasi olahan makanan, seperti sup rumput laut, kimbab, dan es rumput laut. 

Rumput laut merupakan bagian dari keluarga ganggang multi sel yang meliputi ganggang merah, ganggang cokelat, dan ganggang hijau. 

Tanaman ini kerap dibudidayakan di laut dengan perairan yang tenang. 

Meskipun rumput laut telah menjadi menjadi asupan favorit sebagian orang, apakah makanan ini mengandung nutrisi yang baik untuk tubuh?

Yuk, simak di bawah ini!

Manfaat Rumput Laut untuk Kesehatan

Rumput laut mengandung serat, vitamin, mineral, dan antioksidan yang baik untuk tubuh. 

Rumput laut telah dikonsumsi sejak berabad-abad yang lalu oleh masyarakat Romawi dan Asia Timur akibat manfaatnya yang menakjubkan. 

Tidak hanya lezat, rumput laut dapat dimanfaatkan untuk mempercepat penyembuhan luka bakar dan ruam kulit. 

Rumput laut mengandung serat, vitamin, mineral, dan antioksidan yang baik untuk tubuh. 

Apalagi semangkuk rumput laut mentah atau rumput laut wakame hanya mengandung kurang dari 20 kalori. 

Berikut beberapa manfaat rumput laut untuk kesehatan. 

1. Meningkatkan Kesehatan Jantung

Rumput laut merupakan serat larut air yang baik dengan kandungan asam lemak omega-3 dan antioksidan yang baik untuk kesehatan jantung. 

Serangkaian kandungan nutrisi dalam rumput laut diklaim mampu mengurangi kolesterol jahat (LDL), menurunkan tekanan darah, dan mencegah pembekuan darah. 

Senyawa antioksidan bermanfaat dalam mencegah risiko kerusakan sel dalam tubuh, termasuk penyakit jantung. 

Adapun kandungan kalium dan fucan dapat mengurangi potensi penyebab penyakit jantung. 

2. Mempercepat Penyembuhan Luka

Rumput laut mengandung vitamin K yang bermanfaat dalam membantu proses pembekuan darah. 

Vitamin K akan mengirim sinyal untuk membantu trombosit membekukan darah, sehingga luka akan berhenti mengalir. 

Hal ini akan membuat luka lebih cepat untuk kering. 

Bahkan kandungan antiinflamasi dan antibakteri dalam rumput laut mampu mengatasi iritasi pada kulit. 

Seluruh jenis rumput laut sendiri mengandung vitamin K, tetapi wakame memiliki kandungan yang lebih sedikit. 

3. Menurunkan Berat Badan

Mengonsumsi rumput laut secara rutin dipercaya dapat membantu menurunkan berat badan. 

Rumput laut memiliki kandungan serat yang cukup tinggi, sehingga mampu mempertahankan rasa kenyang lebih lama. 

Beberapa jenis rumput laut mengandung pigmen fucoxanthin yang membantu melancarkan metabolisme dan mengubah lemak menjadi energi.

Kandungan alginat yang merupakan serat alami pada rumput laut cokelat diklaim dapat 75% menghalangi penyerapan lemak pada usus. 

Baca Juga: Apakah Mangga Bagus untuk Diet? Bisa Bantu Turunkan Berat Badan?

4. Menambah Energi

Rumput laut memiliki kandungan zat besi yang bermanfaat dalam memproduksi energi untuk tetap aktif. 

Kekurangan zat besi berpotensi dapat mengakibatkan anemia, sehingga seseorang akan lebih mudah lelah.

Mengonsumsi rumput laut akan membantu tubuh dalam membentuk hemoglobin yang mencegah terjadinya risiko anemia. 

Semangkuk rumput laut dapat memenuhi kebutuhan 8 mg zat besi harian pada laki-laki dan 18 mg zat besi pada perempuan. 

5. Melawan Radikal Bebas

Lingkungan yang kotor dan berbagai polusi membawa ancaman senyawa radikal bebas untuk masuk ke dalam tubuh. 

Jika dibiarkan, senyawa tersebut dapat berpotensi menimbulkan berbagai penyakit.

Rumput laut yang kaya akan vitamin dan mineral, seperti magnesium, vitamin A, vitamin B6, dan zinc bermanfaat dalam melindungi tubuh dari kerusakan sel.

Senyawa antioksidan dan flavonoid pada rumput laut dapat membantu mencegah penyakit jantung dan diabetes. 

Antioksidan sendiri berperan dalam mencegah kerusakan tubuh akibat radikal bebas, sehingga baik untuk kesehatan radiovaskular.  

Selain itu, kandungan vitamin C dan vitamin E turut ikut andil dalam membantu melindungi kerusakan sel-sel tubuh akibat radikal bebas.

6. Menjaga Kesehatan Pencernaan

Rumput laut merupakan salah satu asupan dengan kandungan serat yang tinggi. 

Kandungan serat yang terpenuhi akan mengurangi risiko terjadinya gangguan pencernaan. 

Rumput laut juga mengandung prebiotik yang baik untuk usus dan mengurangi risiko infeksi bakteri. 

Namun, konsumsi rumput laut yang berlebihan berpotensi akan memicu terjadinya diare. 

Baca Juga: 17 Makanan Tinggi Serat Lancarkan Pencernaan, Nasi Termasuk?

Maka dari itu, penting bagi kamu untuk mengetahui asupan serat harian yang masuk dalam tubuh agar potensi efek samping dapat dihindari.

Jika kebingungan, kamu dapat berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan asupan harian yang tepat setiap harinya. 

Apalagi kini berkonsultasi dengan dokter dapat dilakukan dengan mudah melalui online ataupun janjian di rumah sakit. 

Asuransi kesehatan online dari Rey menyediakan fitur bagi kamu untuk berkonsultasi dengan dokter via chat, tebus obat, atur janji temu di rumah sakit favorit, hingga rawat inap gratis. 

Untuk informasi lebih lanjut, klik banner di bawah ini!

Membership kesehatan yang memberikan akses ke asuransi kesehatan

7. Mengurangi Risiko Diabetes

Kandungan gizi dalam rumput laut tidak hanya baik untuk kesehatan tubuh, tetapi dapat mengurangi risiko diabetes. 

Menambahkan rumput laut ke dalam makanan dapat membantu meningkatkan asupan serat seseorang tanpa peningkatan kalori yang besar.

Kandungan fucoxanthin pada rumput laut bermanfaat dalam meningkatkan keseimbangan gula darah. 

Selain itu, rumput laut mengandung alginate dapat membantu mencegah peningkatan kadar gula dalam darah. 

Kedua senyawa tersebut dipercaya mampu mengurangi resistensi insulin dan mencegah diabetes tipe 2. 

Baca Juga: Hati-Hati! 7 Tips Puasa untuk Penderita Diabetes, Aman dan Sehat

Pertanyaan Seputar Konsumsi Rumput Laut

Rumput laut kering memiliki kandungan nutrisi yang melimpah untuk kesehatan tubuh

Selain memiliki rasa yang nikmat, rumput laut memiliki segudang nutrisi yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh. 

Hal ini membuat rumput laut menjadi asupan favorit banyak orang. 

Namun, beberapa orang kerap masih kebingungan dalam mengonsumsi rumput laut. 

Berikut beberapa pertanyaan seputar konsumsi rumput laut.

Apakah Rumput Laut Kering Sehat?

Penggemar sushi atau ramen tentu tidak asing lagi dengan rumput laut. 

Rasanya yang gurih dan lezat membuat makanan yang satu ini digemari oleh berbagai kalangan usia. 

Bahkan camilan rumput laut kering kini sudah banyak dijual di berbagai toko. 

Rumput laut kering memiliki kandungan nutrisi yang melimpah untuk kesehatan tubuh. 

Tidak hanya kaya akan mineral, rumput laut kering memiliki kandungan vitamin K dan asam folat yang tinggi. 

Bahkan rumput laut kering memiliki kalori dan lemak yang rendah selama tidak dicampurkan dengan bahan pengawet atau bahan penyedap lainnya. 

8 gram rumput laut kering berbentuk bubuk diklaim cukup untuk memenuhi hampir seluruh kebutuhan mineral dan vitamin harian. 

Maka dari itu, jangan ragu untuk mengonsumsi rumput laut kering dengan tetap memperhatikan zat tambahan dan asupan gizi lainnya. 

Bolehkah Penderita Darah Tinggi Makan Rumput Laut?

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit berbahaya yang cukup banyak diderita. 

Di tahun 2018 tercatat bahwa terdapat setidaknya lebih dari 60 juta orang menderita hipertensi di Indonesia. 

Bahkan sebagian besar penderita hipertensi tidak mengetahui bahwa dirinya memiliki tekanan darah tinggi, sehingga tidak mendapatkan pengobatan.

Mengonsumsi rumput laut terbukti dapat menurunkan tekanan darah, baik untuk orang dewasa dan anak-anak.

Kandungan fucoxanthinphlorotannins, dan peptida bertanggung jawab dalam mengurangi tekanan darah tinggi. 

Tidak hanya itu, rumput laut dapat menghambat enzim penyebab hipertensi yang biasa dilakukan melalui konsumsi obat-obatan. 

Rumput laut dapat dikonsumsi secara langsung atau dijadikan pendamping berbagai hidangan.

Namun, hindari rumput laut yang mengandung banyak garam atau bumbu, khususnya bagi penderita hipertensi. 

Bagi orang dewasa, konsumsi pil rumput laut kering sebanyak 5 gram per hari mampu menurunkan tekanan darah hingga 29 mmHg.

Meskipun begitu, penderita hipertensi tetap harus mengonsumsi obat-obatan secara rutin bahkan ketika tidak mengalami keluhan.

Jangan lupa untuk menerapkan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi, menghindari makanan  berlemak, dan memperbanyak asupan sayur dan buah-buahan. 

Kamu juga perlu untuk berolahraga secara teratur setidaknya 150 menit dalam seminggu dan menjaga berat badan. 

Serangkaian langkah tersebut dipercaya efektif dalam membantu mengontrol tekanan darah agar tetap stabil. 

Penutup

Itulah beberapa manfaat dari konsumsi rumput laut untuk kesehatan tubuh. 

Rumput laut dapat ditemui dengan mudah di berbagai toko untuk dikonsumsi. 

Meskipun lezat dan mengandung berbagai nutrisi, rumput laut sebaiknya tidak dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan. 

Jika kamu memiliki pengalaman seputar konsumsi rumput laut, yuk share di kolom komentar! 

Membership Kesehatan dari Rey. Mulai dari 35rban per bulan.

Suhartantowi Lauw
Suhartantowi Lauw

Menulis bukan tentang menuturkan segala sesuatu yang ingin disampaikan, tetapi menceritakan apa yang tidak bisa disampaikan. Itulah mengapa menulis menjadi cara terbaik untuk berbicara tanpa terganggu.

Kembali
Rekomendasi Artikel
April 25, 2023
12 Manfaat Kelapa Sawit bagi Kesehatan Manusia dan Dampaknya

Mungkin banyak dari kita telah mengetahui tentang minyak kelapa sawit mentah yang bisa diolah untuk...

Dwi Julianti Dwi Julianti
6 menit membaca
May 29, 2023
Bebas Jerawat, 7 Manfaat Vitamin A untuk Kulit yang Sehat

Dalam memilih produk perawatan kulit, penting untuk memperhatikan kandungan apa saja yang terkandung di dalamnya....

Suhartantowi Lauw Suhartantowi Lauw
5 menit membaca
February 28, 2023
Sudah Tahu Belum? Ini 5 Manfaat Puasa bagi Ibu Menyusui

Menjalankan puasa Ramadan menjadi dilema tersendiri bagi ibu menyusui. Meski ingin menjalankan ibadah yang hanya...

Dwi Julianti Dwi Julianti
5 menit membaca