Dampak Pencemaran Udara Terhadap Kesehatan ada banyak sekali mulai dari asma, kanker paru-paru, dan lainnya.

Bertambahnya pengguna kendaraan bermotor dan semakin banyaknya industri baru menyebabkan banyak masalah terhadap pencemaran lingkungan

Salah satunya, polusi udara. 

Nah, berkaitan dengan hal tersebut.

Kira-kira apa saja ya, dampak pencemaran udara terhadap kesehatan.

Simak sampai selesai, yuk!

Table of Contents

Apa Dampak Pencemaran Udara Bagi Kesehatan Manusia?

Pencemaran udara menjadi isu hangat yang memang belum terselesaikan hingga saat ini. 

Rasanya sulit untuk membuat udara kembali bersih seperti beberapa puluh tahun yang lalu. 

Apalagi, pencemaran yang ada di udara menyebabkan banyak gangguan terhadap kesehatan. 

Berikut beberapa dampak pencemaran udara bagi kesehatan manusia.

1. Menyebabkan Asma

salah satu dampak pencemaran udara yakni dapat menyebabkan asma

Polusi udara menyebabkan banyak dampak kesehatan pada tubuh manusia. 

Salah satu bahaya polusi udara bagi kesehatan organ pernapasan yakni dapat menyebabkan asma.

Bahkan, orang yang dulunya sehat bisa mendadak terserang asma lho, apabila terlalu sering terpapar polusi.

2. Menimbulkan Kanker Paru-Paru

Kanker paru-paru juga bisa timbul akibat pencemaran yang terjadi di udara.

Meski, kanker paru-paru sendiri bisa disebabkan oleh banyak hal.

Namun, polusi udara juga dapat memicu risiko kanker paru-paru.

3. Meningkatkan Resiko Penyakit Jantung

Tidak hanya berbahaya bagi kesehatan pernapasan.

Kondisi udara yang buruk juga dapat menyebabkan penyakit jantung. 

Megapa?

Sebab, polusi udara mengandung zat karbon hitam dan nitrogen oksida yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

4. Lebih Mudah Terkena Infeksi

Infeksi dapat disebabkan oleh polusi atau pencemaran yang ada di udara. 

Infeksi apa yang dimaksud? 

Tentu saja, infeksi paru-paru. 

Anak-anak menjadi korban yang paling banyak karena memang organ paru-parunya masih sangat rentan. 

Sejatinya tidak banyak yang bisa dilakukan oleh orang tua karena memang udara yang tercemar skalanya sudah sangat luas. 

Hanya saja, kamu bisa mencoba untuk memberikan proteksi berupa penggunaan masker. 

Apabila masih bayi, maka usahakan tidak terlalu banyak dibawa ke luar. 

Apalagi, terpapar polusi sejak dini juga dapat mendorong munculnya kanker. 

5. Menghambat Perkembangan Anak

Ternyata, belum banyak orang yang sadar.

Kalau perkembangan anak dapat terhambat karena adanya polusi di udara. 

Yap, polusi udara bisa menghambat perkembangan organ paru-paru anak.

Ketika kesehatan paru-paru anak tidak terjaga sejak awal.

Maka, akan sangat sulit bagi organ tersebut untuk berkembang sempurna saat dewasa.

6. Menyebabkan Meradangnya Paru-Paru

Peradangan paru-paru sama berbahayanya dengan kanker atau hal lain yang berhubungan dengan gangguan organ dalam. 

Kenapa?

Sebab, radang paru-paru dapat memicu terjadinya kanker atau penyakit yang lainnya.

Oleh karena itu, sebaiknya kamu rutin memeriksakan kondisi kesehatan anak.

Terlebih, jika anak menunjukkan gejala gangguan kesehatan paru-paru. 

Takutnya gangguan ini menjalar sampai pada penyakit jantung.

Salah satu usaha yang dapat kamu lakukan untuk mencegah masuknya polutan ke dalam rumah adalah dengan memakai penyaring udara. 

Alat tersebut mampu menghalangi udara yang kotor, sehingga tidak memberikan dampak buruk bagi si kecil.

7. Meningkatkan Resiko Rendahnya Berat Badan Bayi

Salah satu akibat yang ditimbulkan oleh adanya pencemaran udara yakni menyebabkan berat badan rendah pada bayi.

Sayangnya, hal ini belum banyak dipahami oleh ibu hamil sehingga bayi terlahir dalam bobot yang kurang dari seharusnya. 

Bahkan dalam beberapa kasus, dapat menyebabkan kematian pada janin karena tidak berkembang saat di dalam kandungan. 

8. Menginisiasi Munculnya Berbagai Masalah Pada Paru-Paru

Masalah yang terjadi pada paru-paru bisa berskala ringan hingga berat. 

Bahkan, beberapa penyakit perlu penanganan serius.

Seperti beberapa penyakit yang telah disebutkan sebelumnya. 

Penyakit yang biasanya langsung dapat dirasakan ketika kualitas udara sedang buruk adalah sesak. 

Selain itu, penyakit paru obstruktif juga bisa lebih parah saat kamu menghirup udara yang berpolusi. 

9. Meningkatkan Kematian

Banyaknya penyakit yang muncul akibat polusi, tentu berdampak pada banyaknya kasus kematian. 

Kasus kematian ini bisa disebabkan langsung oleh penyakit yang terjadi di organ paru-paru maupun organ lainnya.

Kondisi lingkungan yang sudah tidak sehat seperti ini, tampaknya memang memaksa kamu untuk rajin check up. 

Setidaknya, periksakan kondisi kesehatanmu setiap enam bulan sekali.

Namun, jika usiamu masih muda dan tidak ada keluhan apapun.

Kamu bisa melakukan check up setiap satu tahun sekali. 

10. Mengiritasi Wajah

polusi udara bisa mengakibatkan iritasi wajah

Polusi udara menyebabkan banyak sekali zat berbahaya bersinggungan langsung dengan wajah.

Hal ini tentu saja menyebabkan wajah terpapar langsung dengan udara yang kotor. 

Alhasil, gangguan di wajah seperti flek hitam dan jerawat semakin meningkat. 

Jika tidak diatasi, maka wajah bisa teriritasi oleh zat-zat berbahaya tersebut. 

11. Mengganggu kesehatan Mata

Selain pernapasan, mata juga menjadi bagian tubuh yang dapat terpengaruh oleh polusi udara. 

Contohnya ketika kamu sedang berkendara, tiba-tiba mata menjadi merah.

Kamu pasti pernah merasakan hal ini, bukan?

Demi mencegah gangguan yang lebih serius, maka kamu perlu rutin menggunakan obat tetes mata. 

Namun, jika gejalanya tidak membaik.

Tak perlu ragu untuk menghubungi dokter mata, ya

Cukup gunakan fitur ReyCare di aplikasi Rey.

Kamu bisa chat dokter sepuasnya lho, bahkan bisa tebus obat sesuai resep secara gratis.

Mau janjian dengan dokter secara offline?

Bisa juga, kok.

Klik banner di bawah ini untuk informasi lebih lanjut, ya!

Apa Yang Harus Dilakukan untuk Mengatasi Pencemaran Udara?

Sebelumnya, telah disebutkan beberapa dampak polusi udara untuk kesehatan. 

Oleh karena iu, kita semua harus berusaha untuk meminimalisir pencemaran tersebut.

Berikut beberapa cara yang bisa kamu lakukan. 

1. Beralih Menggunakan Transportasi Umum

untuk mengurangi pencemaran udara, gunakanlah transportasi umum.

Transportasi umum menjadi salah satu cara yang bisa kamu gunakan untuk mengurangi jumlah polusi di udara. 

Dengan beralih menggunakan transportasi umum, maka dapat meminimalisir emisi pembakaran minyak. 

2. Bersepeda atau Berjalan Kaki

Sama halnya dengan memakai transportasi umum, penggunaan sepeda dan berjalan kaki menjadi terobosan untuk mengurangi jumlah kendaraan. 

Ada baiknya, kamu berjalan kaki atau bersepeda jika jarak yang ditempuh tidak terlalu jauh. 

Apalagi saat ini, pemerintah berusaha untuk memberikan akses baik bagi pejalan kaki dan pesepeda.

Terutama di kota-kota besar yang menjadi area dengan tingkat polusi tinggi.

3. Tidak Membakar Sampah

agar tidak menimbulkana polusi udara, sebaiknya hindari kebiasaan membakar sampah

Polusi udara bisa disebabkan oleh banyak hal, salah satunya pembakaran sampah.

Sayangnya, kebiasaan ini masih cukup mendarah daging di Indonesia, khususnya di wilayah pedesaan. 

Belum banyak orang yang memahami kalau kebiasaan ini akan berpengaruh buruk pada kesehatan. 

Padahal, sampah yang telah terkumpul ada baiknya untuk dibuang di tempat penampungan agar bisa melalui proses yang seharusnya. 

4. Menghentikan Kebiasaan Merokok

Asap rokok menjadi salah satu jenis polutan yang ada di udara. 

Asap rokok berbahaya bagi kesehatan karena mengandung banyak zat yang merugikan, salah satunya adalah nikotin. 

Jika terhirup, maka orang tersebut akan menjadi perokok pasif yang ternyata jauh lebih rentan terhadap bahaya yang ditimbulkan dibandingkan dengan si penghisap rokok. 

5. Memelihara Banyak Tanaman

kamu bisa memelihara tanaman untuk mengurangi pencemaran udara

Cobalah untuk memelihara banyak tanaman.

Pasalnya, tanaman dapat menyaring polusi di udara. 

Itulah mengapa, kalau kamu mengunjungi udara di daerah pegunungan yang hutannya lebat pasti udaranya lebih segar. 

Udara yang segar dan sehat untuk paru-paru juga ternyata dapat berpengaruh pada tingkat kecerdasan dan konsentrasi seseorang, lho.

Oleh karena itu, dianjurkan untuk mendidik dan membesarkan anak di lingkungan yang bersih dan sehat. 

Pertanyaan Seputar Pencemaran Udara Terhadap Kesehatan

Mungkin beberapa dari kamu masih memiliki pertanyaan seputar isu pencemaran udara untuk kesehatan yang belum terjawab. 

Yuk, intip daftar pertanyaan umum seputar pencemaran udara di bawah ini!

1. Apa Akibatnya Jika Banyak Asap Saat Kita Bernapas?

Ketika kondisi lingkungan dipenuhi asap, maka lebih baik kamu langsung menghindar. 

Menghirup asap sangat tidak baik bagi kesehatan karena asap mengandung banyak zat CO2. 

Ketika zat tersebut masuk dalam paru-paru, maka jumlahnya akan menggeser ketersediaan oksigen di dalamnya. 

Jika kamu tetap berada di sana, maka akan merasa sesak di bagian dada dan salah satunya berujung pada infeksi saluran pernapasan.

Bahkan dalam beberapa kondisi, kamu bisa mengalami gangguan pernapasan akut yang berujung pada kematian. 

Pada tingkat yang lebih tinggi, akan muncul gejala seperti sakit kepala, pusing kebingungan, lemah, disorientasi, koma, dan gangguan penglihatan. 

Zat lain di samping CO2 yang jumlahnya banyak ditemukan dalam asap adalah SO2 atau sulfur dioksida. 

Zat tersebut dapat mengiritasi mukosa pernapasan yang berimbas pada munculnya gejala bronkokonstriksi yang menyebabkan sesak napas. 

Zat lain yang berbahaya adalah ozon atau O3. 

Zat tersebut dapat menyebabkan iritasi pada tenggorokan. 

2. Faktor Apa Saja yang Dapat Menyebabkan Pencemaran Udara?

Pencemaran yang ada di udara dapat disebabkan oleh banyak hal.

Namun, secara garis besar dibagi menjadi dua faktor yaitu faktor alam dan faktor manusia. 

Meski begitu, sejauh ini manusia masih menjadi penyebab utama dari pencemaran udara. 

Adapun beberapa contoh penyebab pencemaran udara oleh alam yang disebabkan oleh aktivitas gunung berapi, kegiatan mikroorganisme, dan kebakaran hutan akibat musim kemarau. 

Zat-zat yang masuk dalam daftar polutan adalah karbon monoksida (CO), hidrokarbon (HC), benda partikula, nitrogen dioksida (No2), sulfur dioksida (So2), chlorofluorocarbon (CFC), timah (Pb), dan karbon dioksida (CO2). 

Penutup

Itulah beberapa dampak dari pencemaran udara terhadap kesehatan.

Untuk meminimalisir pencemaran tersebut, tentu kamu bisa mencoba cara-cara di atas. 

Apalagi, pemerintah sudah terlihat sangat mendukung program penanggulangan polusi.

Masih ada pertanyaan seputar topik ini? Tanyakan di kolom komentar, yuk!

Artikel Terkait Lainnya