6 ciri ciri mata minus. Pelajari gejala mata minus yang sering dialami

Rabun jauh atau miopi adalah gangguan atau kelainan mata yang sering dialami oleh banyak orang.

Kondisi mata minus ditandai dengan penglihatan kabur dan tidak jelas ketika melihat objek jauh.

Ada dua penyebab seseorang mengalami rabun jauh, yakni kelainan bentuk bola mata dan kornea.

Biasanya, orang dengan mata minus menggunakan kacamata untuk mengatasinya.

Sayangnya, masih banyak orang yang belum menyadari mata minus atau bahkan tidak mengetahui ciri-ciri mata minus.

Alhasil, kondisi mata menjadi semakin parah karena tidak adanya deteksi dini.

Apalagi, mata minus paling sering terjadi pada anak-anak dan remaja seiring dengan perkembangan bentuk mata.

Kalau begitu, bagaimana cara mengetahui mata minus?

Apa sajakah penyebab dan cara mencegahnya?

Yuk, simak pembahasan selengkapnya berikut ini!

Table of Contents

Bagaimana Ciri-Ciri Mata Minus?

Memiliki mata minus bisa membuat aktivitasmu terganggu, terutama ketika sedang tidak memakai kacamata.

Masalahnya, banyak orang yang belum menyadari tanda-tanda mata minus.

Memeriksakan kondisi mata minus juga kerap baru dilakukan ketika kondisinya sudah parah.

Tidak hanya bagi orang dewasa, ciri-ciri mata minus pada anak juga perlu diketahui lebih awal.

Upaya preventif melalui pemeriksaan mata ini penting dilakukan, apalagi bagi seseorang yang sudah mengalami gejala mata minus.

Kalau begitu, apa saja ciri-ciri rabun jauh atau mata minus ini?

Berikut adalah ciri-ciri minus pada mata yang bisa dialami oleh penderitanya.

1. Membaca harus dengan jarak dekat

Umumnya, penderita mata minus lebih nyaman membaca dengan jarak dekat.

Sebelumnya, mungkin kamu masih nyaman ketika membaca dalam jarak normal.

Namun, ketika mata perlahan harus membaca dengan jarak yang lebih dekat, hal ini bisa jadi tanda rabun jauh.

Oleh sebab itu, perhatikan kebiasaan membacamu sehari-hari.

Jika tiba-tiba kamu membutuhkan jarak membaca yang lebih dekat, ini bisa menjadi salah satu ciri-ciri mata minus atau gejala rabun jauh.

2. Mata tegang

Mata yang tegang bisa menjadi ciri-ciri minus mata yang bertambah.

Mata menjadi tegang diakibatkan oleh aktivitas mata yang harus fokus untuk melihat objek atau benda buram.

Selain itu, aktivitas yang terlalu banyak juga bisa menyebabkan mata tegang.

Namun, ciri-ciri ini ini belum bisa menjadi patokan utama dari adanya mata minus.

Oleh sebab itu, kamu perlu mengecek tanda-tanda lainnya.

3. Kesulitan melihat di malam hari

Malam hari bisa membuat penderita rabun jauh kesulitan dalam melihat.

Cahaya yang minim pada malam hari membuat pupil harus membesar agar lebih banyak cahaya yang masuk.

Banyaknya cahaya yang masuk ini membuat pandangan menjadi kabur.

4. Mengalami sakit kepala

Umumnya, kondisi mata yang menderita rabun jauh membutuhkan usaha yang ekstra untuk fokus melihat objek buram.

Mata yang dipaksa melihat objek ini bisa menyebabkan sakit kepala, bahkan indikasi dari bertambahnya minus mata.

Oleh karena itu, jika tiba-tiba mengalami sakit kepala, kamu perlu mengidentifikasi apakah penyebabnya berasal dari usaha keras pada penglihatan.

5. Penglihatan buram

Umumnya, pandangan atau penglihatan buram menjadi ciri-ciri rabun jauh.

Ini terjadi karena terjadi pembengkokan dari cahaya yang masuk ke mata.

Terutama, untuk objek dalam jarak jauh yang terlihat buram di mata.

6. Menyipitkan atau memicingkan mata

Ciri-ciri mata minus berikutnya ialah sering memicingkan mata agar bisa fokus melihat objek dengan jelas.

Penglihatan orang minus tidak sebaik orang dengan mata normal.

Mata minus akan kesulitan dalam melihat objek jarak jauh karena menyempitnya sudut pandang mata.

Jadi, untuk melihat objek biasanya penderita mata minus seringkali menyipitkan mata atau mendekatkan objek tersebut pada mata. 

Apa yang Menyebabkan Mata Minus?

Berdasarkan American Optometric Association, kecenderungan seseorang menderita mata minus atau miopia setidaknya bisa dilihat berdasarkan faktor lingkungan dan gen.

Faktor gen berasal dari pewarisan sifat kedua orang tua.

Sementara itu, faktor lingkungan berasal dari bagaimana seseorang menggunakan matanya dalam beraktivitas sehari-hari.

Nah, untuk mengetahui pembahasan detail tentang penyebab mata minus, simak di bawah ini, ya!

1. Faktor genetik

Genetik seseorang bisa memengaruhi peluangnya memiliki mata minus.

Di sini, faktor keturunan dari kedua orang tua bisa menjadi sumber pewarisan sifat tersebut.

Maksudnya, jika memiliki orang tua dengan mata minus, kamu berpeluang besar mewarisi kondisi tersebut.

Terlebih, jika kedua orang tua sama-sama memiliki mata minus.

Dengan begitu, peluang untuk memiliki mata minus menjadi jauh lebih besar.

2. Membaca terlalu dekat

Kebiasaan membaca terlalu dekat bisa meningkatkan risiko mengalami mata minus.

Selain itu, menatap atau menonton layar gadget terlalu lama juga bisa meningkatkan risiko tersebut.

Hal ini bisa diperparah jika melakukannya dalam tempat yang minim pencahayaan.

Maka, risikonya akan meningkat menjadi jauh lebih besar lagi.

Baca Juga: 14 Dampak Negatif Akibat Terlalu Lama Main HP bagi Anak

3. Minim aktivitas di luar ruangan

Minimnya aktivitas di luar ruangan berhubungan dengan risiko terkena rabun jauh.

Dalam hal ini, kurangnya pencahayaan di dalam ruangan menjadi penyebabnya.

Biasanya, pencahayaan di dalam ruangan memiliki keterbatasan karena tidak disinari matahari secara langsung.

Nah, terlalu banyak menghabiskan waktu dalam lingkungan seperti ini bisa memicu mata mudah lelah.

Selain itu, kemampuan mata dalam menangkap cahaya juga dapat menurun.

Baca juga: Kapan Waktu Berjemur yang Baik untuk Kesehatan? Ini Manfaatnya!

4. Menggosok mata

Ternyata kebiasaan menggosok mata atau mengucek mata, bisa menyebabkan mata minus, lho.

Pasalnya, akibat mata yang sering digosok bisa menyebabkan peradangan alergi dan infeksi pada mata.

Bahkan, kebiasaan mengucek mata bisa membuat kornea menipis

Jadi, sebaiknya kamu kurangi kebiasaan ini, ya.

Baca Juga: 14 Cara Menghilangkan Mata Panda Secara Alami yang Harus Kamu Tahu

Cara Mencegah Mata Minus

Setelah mengetahui gejala mata minus serta penyebabnya, kamu perlu mengetahui cara mencegah mata minus.

Upaya preventif ini perlu dilakukan agar keluhan mata tidak semakin parah.

Selain itu, juga berguna untuk mencegah terjadinya rabun jauh pada mata yang masih sehat.

Utamanya, jika efek mata minus sudah bisa kamu rasakan, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis mata.

Namun, terdapat beberapa cara yang bisa kamu lakukan secara mandiri untuk menurunkan resiko mata minus.

Yuk, perhatikan cara-cara di bawah ini!

Membaca dengan jarak Ideal dan pencahayaan baik

Biasanya, mata minus bertambah dikarenakan kamu sering membaca dengan pencahayaan yang kurang baik.

Pasalnya, tempat yang minim pencahayaan akan memaksa mata bekerja keras untuk tetap fokus dengan objek.

Tidak hanya itu, membaca terlalu dekat juga bisa meningkatkan risiko terkena rabun jauh.

Oleh karena itu, untuk menghindari mata minus sebaiknya hindari membaca terlalu dekat.

Selain itu, membacalah di ruangan dengan pencahayaan yang baik.

Mengistirahatkan mata lelah

Jika mengalami mata sering mudah lelah, kamu perlu mewaspadainya.

Istirahatkanlah mata yang kelelahan karena aktivitas sehari-hari yang menuntut fokus mata.

Terutama, kegiatan di depan gadget yang kerap membuat kamu jarang mengedipkan mata.

Kamu juga bisa menggunakan kacamata anti radiasi untuk menjaga kesehatan mata. 

Mata yang kelelahan tidak boleh kamu sepelekan dampaknya.

Terlebih, jika kelelahan mata ini terjadi secara terus-menerus.

Baca Juga: 6 Tips Sehat Bekerja di Depan Komputer Seharian, Simak Yuk!

Mengonsumsi makanan bergizi

Mengonsumsi makanan bergizi adalah cara yang tepat untuk memelihara kesehatan mata.

Utamanya, untuk mencegah mata minus.

Oleh sebab itu, jangan lupa untuk selalu menjaga asupan gizi.

Umumnya, wortel adalah salah satu sayuran dengan kandungan vitamin A yang melimpah.

Selain itu, kuning telur juga kaya akan vitamin A.

Selain vitamin A, omega 3 juga bermanfaat untuk kesehatan mata.

Makanan dengan kandungan omega 3 adalah salmon, makarel, dan tuna.

Oleh karena itu, kombinasikan makanan dengan dua jenis gizi tersebut agar risiko gangguan mata dapat berkurang.

Lalu, apakah diperbolehkan untuk menggunakan obat tetes mata untuk menurunkan minus mata?

Untuk menjawab pertanyaan ini, sebaiknya kamu konsultasi dengan dokter mata terdekat, ya.

Konsultasi dengan dokter sekarang juga sudah semakin mudah lho, karena kamu bisa chat dokter secara online melalui aplikasi Rey.

Bahkan kalau kamu sudah memiliki asuransi kesehatan online dari Rey, kamu bisa chat dokter sepuasnya, tebus obat, rawat inap, hingga rawat jalan gratis.

Klik banner ini yuk, untuk info lebih lanjut!

Pertanyaan Seputar Mata Minus

Pola hidup sehat begitu penting untuk menjaga kesehatan tubuh, terutama untuk mata.

Dalam hal ini, berolahraga dan menjaga asupan gizi dalam makanan adalah dua hal yang utama.

Selanjutnya, mungkin kamu ingin mengetahui apakah mata minus bisa disembuhkan secara permanen.

Simak penjelasan di bawah ini untuk mengetahui informasi detailnya!

Apakah mata minus bisa hilang?

Saat ini, mata minus adalah gangguan pada mata yang tidak bisa sepenuhnya disembuhkan.

Sebab, kondisi pada mata ini bukanlah suatu penyakit, melainkan refraksi mata.

Ini menyebabkan mata tidak bisa memfokuskan cahaya pada retina mata.

Dengan demikian, rabun jauh tidak bisa disembuhkan dengan menyeluruh karena bukanlah suatu penyakit.

Namun, langkah menanggulangi gangguan mata ini bisa dilakukan dengan penanganan untuk memperbaiki penglihatan.

Misalnya, dengan menggunakan kacamata minus.

Kapan kita harus ke dokter mata?

Terdapat berbagai faktor yang menentukan kapan sebaiknya harus melakukan pemeriksaan ke dokter mata.

Melansir Mayoclinic.org, faktor usia, kesehatan, dan risiko terkena masalah mata bisa menentukan seberapa sering seseorang perlu melakukan pemeriksaan mata.

Berikut adalah penjabarannya:

  • Dokter adalah pihak yang menentukan seberapa sering kelompok usia anak-anak untuk melakukan pemeriksaan mata.
  • Bagi anak usia 3 tahun ke bawah, pemeriksaan biasanya dilakukan untuk menilai perkembangan mata.
  • Pemeriksaan mata secara komprehensif berada di usia 3 sampai 5 tahun untuk mengidentifikasi masalah penglihatan.
  • Bagi anak usia sekolah, disarankan untuk memeriksa mata sebelum memasuki Taman Kanak-Kanak.
  • Di kelompok usia dewasa, pemeriksaan untuk seseorang tanpa keluhan mata bisa dilakukan pada usia 40 tahun.
  • Selanjutnya, dokter akan menentukan jadwal pemeriksaan berdasarkan hasil tes di usia 40 tahun tersebut.
  • Jika berusia 60 tahun ke atas, disarankan untuk memeriksa mata setiap 1-2 tahun sekali.

Namun, kamu akan lebih sering ke dokter mata jika mengalami ciri-ciri berikut ini:

  • Menggunakan kacamata atau lensa kontak.
  • Memiliki penyakit kronis yang berisiko terhadap penyakit mata, misalnya diabetes.
  • Mempunyai keluarga dengan riwayat penyakit mata atau kehilangan penglihatan.
  • Meminum obat dengan efek samping yang berdampak serius pada mata.

Berapa biaya tes mata di optik?

Pemeriksaan mata memiliki biaya yang bervariasi.

Perbedaan harga ini tergantung dari bentuk tes, dokter spesialis mata, dan rumah sakit penyelenggara.

Umumnya, pemeriksaan dan konsultasi mata di rumah sakit swasta Indonesia berada di kisaran Rp100.000 hingga mencapai Rp2.200.000.

Mata minus paling tinggi berapa?

Keparahan rabun jauh ditandai dengan besaran ukuran dioptri (D).

Penggolongan keparahan ini dibagi menjadi tiga tingkat, yaitu:

  • Miopia rendah (minus 0,5D hingga minus 3D).
  • Miopia sedang (minus 3D hingga minus 6D).
  • Miopia berat (di atas 6D).

Oleh sebab itu, mata minus paling tinggi berada di atas minus 6D.

Tanpa adanya upaya penanganan mata minus, angka tersebut bisa saja mencapai minus puluhan dioptri.

Baca Juga: 8 Cara Menjaga Kesehatan Mata agar Tetap Sehat dan Jernih

Penutup

Nah, itu dia ciri dan faktor yang dapat mempengaruhi mata minus atau miopi.

Berdasarkan pembahasan tentang ciri-ciri mata minus tersebut, apakah kamu sudah mengalami gejala-gejalanya?

Nah, jika saat ini kamu telah memiliki mata minus, semoga kondisinya tidak semakin parah, ya!

Penggunaan kacamata hanya membantu mata memfokuskan kembali bayangan yang masuk agar bisa tepat jatuh ke retina.

Sementara, penggunaan lensa kontak hanya diletakkan tepat di permukaan kornea mata.

Jadi, untuk mengatasi mata minus, sebaiknya kamu menerapkan pola hidup sehat agar kesehatan mata dan tubuh secara keseluruhan bisa terjaga.

Ada pertanyaan lebih lanjut? Yuk, diskusikan di kolom komentar!

Artikel Terkait Lainnya