mengenal perbedaan antara BPJS dan asuransi pada umumnya

Masih banyak orang yang tidak mengetahui perbedaan asuransi dan BPJS

Akibatnya, banyak yang mengira kalau BPJS tidak ada bedanya dengan asuransi. 

Padahal, keduanya memiliki perbedaan yang cukup besar.

Bukan hanya itu, perbedaan lain yang terlihat adalah mengenai pihak pengelola. 

BPJS dikelola langsung oleh pemerintah, sedangkan asuransi bisa dikelola secara perorangan maupun lembaga tertentu yang memiliki kewenangan.

Tidak sedikit orang yang menolak untuk mengikuti program BPJS yang dikelola oleh pihak pemerintah karena menyamakannya dengan asuransi. 

Oleh karena itu, penting untuk memberikan pemahaman tentang perbedaan asuransi dan BPJS kepada masyarakat.

Table of Contents

Apakah BPJS Termasuk Asuransi?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, ketahui terlebih dahulu sebenarnya apa itu asuransi. 

Berdasarkan UU No 40 Tahun 2014 disebutkan jika asuransi adalah kesepakatan yang dilakukan oleh dua belah pihak yaitu perusahan penyedia layanan dan pemegang polis.

Pemegang polis berkewajiban membayar sejumlah dana setiap bulannya atau biaya yang disebut dengan premi. 

Hal ini dimaksudkan agar peserta bisa mendapatkan penggantian dana atas berbagai risiko yang ditanggungnya, baik kerugian, kerusakan, kehilangan, atau lainnya.

Lalu apakah BPJS termasuk asuransi? 

Jawaban iya, karena berdasarkan penjelasan di atas cukup sesuai. 

Sesuai penamaannya, BPJS kesehatan memberikan pelayanan pada bidang-bidang terkait. 

Cakupannya sendiri cukup banyak, di bawah ini ulasannya :

Pelayanan Rawat Inap

Karena umumnya biaya rawat inap cukup tinggi terutama di rumah sakit besar, BPJS memberikan pelayanan rawat inap. 

Hadirnya layanan tersebut dapat membuat biaya yang ditanggung oleh peserta lebih ringan sehingga penanganan masalah kesehatannya lebih maksimal.

Pelayanan Kesehatan Lanjutan

Perlu diketahui bahwa urutan perawatan yang digunakan dalam BPJS adalah peserta harus melalui faskes 1 sebelum datang ke rumah sakit lebih besar.

Rujukan ini dilakukan ketika faskes 1 tidak dapat menangani masalah kesehatan yang dialami oleh pasien. 

Sebagai buktinya, akan diberikan surat rujukan untuk membuat prosesnya lebih cepat.

Pelayanan Kesehatan Dasar

Jenis perawatan dasar yang dapat diakses dengan BPJS cukup banyak, termasuk pemeriksaan gigi secara rutin. 

Hanya saja, pada perawatan lebih lanjut tidak bisa digunakan karena biaya yang dikeluarkan lebih dari limit.

Jadi, apakah BPJS termasuk asuransi?

Ya. BPJS termasuk sebagai asuransi. Bedanya BPJS itu milik negara, sementara asuransi itu swasta. Namun, cara kerjanya memang sedikit berbeda. 

Jika kamu ingin sesuatu yang di tengah-tengah, kamu bisa mencoba promo ReyPJS. Hanya Rp100rb/bulan, kamu bisa mendapat akses pengalaman rawat jalan dan inap yang lengkap.

Nah, setelah mengetahui kalau BPJS termasuk asuransi, sekarang simak beberapa perbedaannya dengan asuransi konvensional.

Baca juga: Pintar Asuransi: Semua yang Kamu Perlu Tahu dari Berasuransi

8 Perbedaan BPJS Kesehatan dan Asuransi

Sebelum lanjut membahas perbedaan asuransi dan BPJS, kiranya perlu membahas terlebih dahulu mengenai asuransi swasta. 

Perlu diketahui bahwa asuransi swasta adalah sebuah layanan asuransi yang dikelola oleh perorangan atau sebuah lembaga dan tidak di bawah pemerintah.

Secara garis besar, antara BPJS dan asuransi jiwa memiliki persamaan yaitu masing-masing merupakan lembaga yang memberikan layanan khusus untuk menjamin kesehatan dan kesejahteraan seluruh masyarakat. 

Lalu apa apa sih perbedaan keduanya? Silahkan simak penjelasan berikut :

1. Batas Limit

Perbedaan asuransi dan BPJS yang pertama adalah berkaitan dengan batas limit. 

Pada setiap dari keduanya terdapat batasan tergantung dari jenis serta kelas yang dipilih. 

Limit dari asuransi terbilang bervariasi sehingga peserta dapat memilih sesuai kebutuhannya. 

Pastikan memperhatikan bagaimana prosedur serta syarat dan ketentuannya agar tidak sampai mengalami kendala.

Sedangkan pada BPJS, limitnya tergantung dari kelas dan jenis layanan yang diambil masing-masing orang. 

Semakin bagus, maka limitnya akan lebih tinggi namun memang preminya juga dapat dibilang cukup besar.

2. Biaya Premi

Jika masih bingung mengenai apa yang disebut premi, penjelasannya adalah iuran yang harus dibayarkan oleh masing-masing peserta setiap bulannya sesuai dengan pilihan layanannya. 

Karena tidak ditanggung oleh pemerintah, besaran biaya dari asuransi kesehatan cukup mahal. 

Bahkan dapat meningkat dari waktu ke waktu jika peserta merupakan seorang perokok dan usianya semakin tua. 

Pada asuransi non kesehatan, preminya tergantung jenis asuransi yang dipilih, misalnya asuransi masa tua, kecelakaan kerja, dan lainnya.

Sedangkan pada BPJS kesehatan dan ketenagakerjaan memiliki perbedaan dalam pembayaran preminya. 

Jika BPJS kesehatan besaran preminya dibedakan dalam kelas-kelas yaitu 1-3, sedangkan BPJS ketenagakerjaan dibedakan atas layanan yang dipilih masing-masing orang.

Baca juga: Apa Itu Premi Asuransi? (Pengertian, Cara Hitung dan Fungsinya)

3. Pilihan Rumah Sakit Khusus Layanan Kesehatan

Perbedaan asuransi dan BPJS khusus untuk layanan kesehatan memang cukup signifikan. 

Disebut-sebut jika asuransi kesehatan swasta biasa lebih unggul dibandingkan BPJS kesehatan. 

Peserta BPJS Kesehatan hanya dapat melakukan pengobatan di rumah sakit rekanan saja. Jika tidak, maka perlu membayar pengobatan secara penuh. 

Akibatnya, seringkali banyak orang merasa kurang sesuai antara layanan dan kebutuhannya.  

Berbeda dengan asuransi. Umumnya asuransi ini memberikan keleluasaan bagi para pesertanya untuk memilih rumah sakit sendiri. 

Dikabarkan beberapa di antaranya memiliki jangkauan bukan hanya dalam negeri saja melainkan hingga mancanegara.

4. Manfaat

Perbedaan asuransi dan BPJS juga bisa terlihat pada pemberian manfaat kepada para peserta. 

Manfaat yang diberikan oleh asuransi sangat banyak. Pada asuransi kesehatan, bisa berupa ambulan, obat, operasi, dan kunjungan dokter. 

Sedangkan asuransi lainnya tergantung dari jenis layanan. 

Misalnya asuransi jiwa, nantinya jika peserta meninggal dunia, maka pihak yang berhak akan mendapatkan sejumlah dana yang cukup besar.

Lain halnya dengan manfaat yang diterima oleh peserta BPJS.

Jenis manfaat yang bisa didapatkan oleh peserta BPJS kesehatan adalah berupa rawat jalan, kehamilan, gigi, rawat inap, dan juga operasi. 

Sedangkan BPJS Ketenagakerjaan bervariasi, misalnya uang ganti rugi atas kecelakaan kerja atau dana yang diberikan secara rutin setelah pensiun.

5. Layanan

Perbedaan asuransi dan BPJS juga bisa terlihat dari jenis layanan. 

Sebelum dirujuk ke rumah sakit utama, peserta BPJS Kesehatan perlu melakukan pemeriksaan di faskes 1. 

Selanjutnya jika tidak dapat ditangani, akan dibuatkan surat rujukan menuju faskes tingkat 2 ataupun tingkat 3.

Berbeda dengan asuransi konvensional yang proses pengurusannya tidak berbelit-belit, karena peserta bisa langsung mendapatkan pelayanan sesuai dengan jenis asuransi yang dipilih. 

Oleh karena itu, kesehatan ataupun kesejahteraan anggotanya cukup terjamin dengan adanya penanganan yang cepat tanggap.

Baca juga: Apa itu Faskes Tingkat 1, 2, dan 3? Ini Perbedaannya!

6. Proses Klaim

Banyak orang berpendapat jika sistem klaim dari BPJS cenderung melelahkan dan cukup lama. 

Hal ini sering dirasakan oleh para pengguna BPJS kesehatan. 

Sebab, mereka perlu melakukan tahapan-tahapan untuk mendapatkan layanan utama.

Sedangkan untuk asuransi khusus kesehatan biasa, peserta bisa mendapatkan fasilitas memadai karena ketika muncul keluhan akan dilakukan penanganan langsung. 

Sistem dari klaimnya dibuat sedemikian untuk memudahkan para peserta ketika mereka memerlukannya. 

7. Syarat dan Ketentuan Pengajuan

Sifat dari keanggotaan BPJS kesehatan adalah wajib bagi beberapa kalangan dengan tujuan untuk memeratakan kondisi kesehatan masyarakat. 

Untuk jenis BPJS Ketenagakerjaan, biasanya merupakan fasilitas yang diberikan oleh kantor bagi para pegawainya.

Sedangkan untuk jenis asuransi umum, perlu melalui tahapan medical check up dan pre-existing khusus yang berkaitan dengan layanan kesehatan. 

Bukan hanya pada kesehatan saja, asuransi juga dilengkapi dengan jenis-jenis lainnya termasuk asuransi jiwa, pendidikan, dan hari tua.

Baca juga: Kapan BPJS Kesehatan Bisa Digunakan Setelah Mendaftar? Simak di sini!

8. Cakupan Rekanan

BPJS kesehatan memiliki cakupan rekanan cukup terbatas tergantung dari domisili, kecuali untuk beberapa kasus kecelakaan. 

Namun pada asuransi kesehatan biasa, cakupannya terbilang lebih luas bahkan jaringannya bisa sampai luar negeri. 

Untuk asuransi umum, tergantung dari masing-masing penyedia karena setiap lembaga memiliki kebijakan tersendiri.

Baca juga: Berobat dengan BPJS Kesehatan Tanpa Kartu. Apakah Bisa?

BPJS Apakah Ada Asuransi Jiwa?

Program yang berada di bawah pengelolaan pemerintah ini terbagi menjadi dua yaitu BPJS Kesehatan dan ketenagakerjaan. 

Keduanya memiliki kecenderungan khusus yang membuatnya berbeda.

BPJS kesehatan merupakan program yang dibuat khusus untuk menangani berbagai hal yang berkaitan dengan perawatan medis masyarakat umum. 

Sedangkan untuk ketenagakerjaan merupakan jaminan sosial yang menjamin kesejahteraan para pekerja. 

Lantas apakah BPJS ada asuransi jiwa? Pertanyaan ini banyak dilontarkan orang. 

Sebagai jawabannya, perlu diketahui bahwa BPJS Ketenagakerjaan memiliki asuransi jiwa yang akan diberikan kepada ahli waris dari peserta yang meninggal dunia. 

Syaratnya, penyebab meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja. 

Santunan kematian BPJS Ketenagakerjaan baru bisa diterima jika peserta sudah terdaftar pada program JKM BPJS Ketenagakerjaan dan rutin membayar iuran bulanan. 

Sedangkan jumlah iuran bulanan yang dibayar disesuaikan dengan kriteria peserta.

Untuk total jumlah santunan kematian program BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp 42 juta, dengan rincian santunan berikut ini :

  • Santunan yang akan langsung diberikan sekaligus sebesar Rp 20 juta.
  • Santunan yang akan diberikan secara berkala selama 24 bulan sebesar Rp 12 juta.
  • Biaya Pemakaman yang akan diberikan sebesar Rp 10 juta.

Berdasarkan jumlah di atas, total santunan yang akan didapatkan sebesar Rp 42 juta. 

Selain itu, masih ada beberapa santunan lainnya dengan ketentuan yang berlaku. 

Penutup

Demikianlah ulasan mengenai 8 perbedaan asuransi dan BPJS yang bisa dibagikan pada postingan kali ini. 

Setelah membaca ulasan ini, tentu kamu sudah bisa mengetahui kalau keduanya tidak bisa disamakan karena memiliki banyak perbedaan. 

Oleh karena itu, pihak-pihak yang selama ini tidak mau mengikuti program asuransi karena alasan tertentu, bisa saja bergabung dalam program BPJS karena kondisi keduanya berbeda.

Artikel Terkait Lainnya