cara menabung saham

Memiliki banyak uang merupakan impian sebagian besar manusia di bumi. Jujur saja, terkadang kamu juga memimpikan hal tersebut, kan? Dalam mengumpulkan uang tersebut juga terdapat banyak cara. Salah satu cara yang sedang trending di kalangan kaum millennials adalah investasi. 

Dalam melakukan investasi sendiri terdapat banyak pilihan. Ada saham, cryptocurrency, reksadana, obligasi, dan banyak lagi. Namun yang tengah menjadi perhatian adalah saham. Karena akibat pandemi peningkatan jumlah investor di bursa saham Indonesia sendiri mencapai 100%, tentu merupakan angka yang fantastis. Lantas sebetulnya apa sih saham itu?

Apa itu Saham?

Saham adalah bukti kepemilikan nilai sebuah perusahaan dan penyertaan modal. Pemilik saham pun berhak mendapatkan dividen atau pembagian keuntungan perusahaan berdasarkan keputusan yang diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Tapi jangan sampai lupa ini: Untuk melakukan transaksi pembelian atau penjualan saham, terlebih dahulu kamu perlu membuat akun trading. Dengan kemajuan teknologi juga menunjang kemudahan kita dalam membuka akun tersebut. Hanya bermodalkan foto KTP serta data diri, kamu sudah dapat melakukan trading atau investing di saham.

Lalu, apakah ada minimal investasi untuk memiliki saham suatu perusahaan? Mungkin terlebih dahulu kamu harus mengetahui sistem pembelian saham terlebih dahulu nih. 

Untuk mendapatkan saham dari perusahaan yang kamu pilih terdapat satuan yang disebut “lot”. Jadi setiap pembelian saham kamu harus membeli minimal 1 lot dan berkelipatan 1 lot. 

1 lot saham sendiri terdiri dari 100 lembar saham. Jadi misalkan kamu ingin membeli saham A yang bernilai Rp7.500. Jadi kamu perlu menyiapkan dana sebesar 100 Rp7.500 = Rp750.000 untuk memiliki 1 lot atau 100 lembar saham dari perusahaan A. 

Pada bursa saham Indonesia sendiri saham termurah yang dapat kamu miliki bernilai Rp50. Sehingga dengan uang Rp5.000 saja kamu sudah dapat mulai berinvestasi di perusahaan pilihanmu loh.

Jadi sudah tau kan apa itu saham?

Keuntungan Saham

Setiap seseorang melakukan investasi, tentunya output yang diharapkan adalah keuntungan. Lalu apa sih keuntungan saham

Sejak pertama kali IHSG diperkenalkan ke publik yaitu pada tanggal 1 April 1983, dimana saat itu hanya terdapat 13 saham yang diperdagangkan dengan nilai IHSG di poin 100 rupiah. Dan sekarang IHSG sudah berada pada level lebih dari Rp6600 yang berarti meningkat 6000%. 

Secara hitungan kasar, bila kita membeli semua saham yang tersedia di bursa kita cenderung mendapatkan profit. Dan profit ini juga dapat ditunjang dengan memilih saham yang sesuai dengan tujuan atau strategi investasi kita sehingga keuntungan menjadi lebih maksimal.  

Lalu, apa sih keuntungan menabung saham dibandingkan investasi lainnya? Dengan menabung saham modal yang kamu perlukan cenderung minim nih. Mulai dari Rp5.000 saja kamu sudah bisa berinvestasi. 

Selain itu kamu dapat mencarikan uang yang kamu investasikan kapan saja, selagi masih berada pada jam operasional bursa efek Indonesia. Kamu dapat memulai transaksi penjualan dan pembelian saham pada jam operasional Bursa yang dimulai pada pukul 09.00 WIB sampai 11.30 WIB untuk sesi 1. Dan sesi 2 dimulai pada pukul 14.00 dan berakhir pada pukul 16.30 pada kondisi normal. Namun bursa efek Indonesia hanya beroperasi pada hari kerja yaitu Senin sampai Jumat dan tidak beroperasi pada tanggal merah. 

Jadi catat baik-baik ya jam operasionalnya!

Tips Dalam Menabung Saham

Menabung saham memang cenderung menguntungkan, namun tidak sedikit yang mengalami kerugian. Untuk itu yuk simak beberapa tips yang bisa kamu terapkan agar lebih mengetahui cara menabung saham.

Baca Juga : Cara Menabung 10 Juta Dalam 3 Bulan

Tujuan

Yang pertama kenali terlebih dahulu tujuanmu dalam menabung saham. Tujuan yang dimaksud adalah berapa jumlah uang yang dibutuhkan dan kapan kamu membutuhkan uang tersebut. Dengan mengetahui tujuan tersebut kamu dapat mengukur berapa profit yang kamu butuhkan dan menyesuaikan dengan saham yang hendak kamu investasikan. 

Setiap jenis saham sendiri memiliki risiko yang berbeda-beda, seperti saham milik perusahaan batu bara cenderung bergerak secara seasonal. Contohnya mendekati bulan Desember saham-saham batu bara akan cenderung mengalami peningkatan harga mengikuti harga batu bara itu sendiri. 

Sedangkan saham perbankan cenderung stabil sepanjang tahun. Maka dari itu mengetahui tujuan tersebut dapat membantu kita memilih produk saham itu sendiri. 

Profil Risiko

Yang kedua adalah profil risiko. Dengan mengetahui profil risiko kita dapat mengetahui secara garis besar ke arah mana tindakan yang kita akan lakukan bila berhadapan dengan situasi tertentu. 

Sebagai contoh investor dengan profil risiko rendah cenderung akan panik bila saham yang ia miliki menglami penurunan. Untuk itu saham-saham yang sebaiknya dimiliki merupakan saham-saham dengan track record yang stabil seperti saham perbankan, saham consumer goods, dan saham perusahaan lain yang produknya akan terus digunakan dan cenderung konstan. 

Bila investor berprofil risiko tinggi akan cenderung tenang bila saham yang dimilikinya mengalami penurunan. Justru ia akan melihatnya sebagai peluang dan membeli saham itu kembali di harga bawah. Saham-saham yang kemungkinan dapat cocok merupakan saham batu bara dan CPO yang harganya cenderung fluktuatif dan cukup tergantung dengan kebutuhan akan produknya. 

Belajar dari Sejarah

Mengingat perkataan Bung Karno, “Jangan sekali-kali melupakan Sejarah!” Tentunya dalam dunia saham banyak lika-liku yang telah dilalui. Krisis, bangkit, krisis lagi, dan bangkit lagi. Tentunya bukan lah perjalanan yang mudah.

Dengan adanya sejarah kita dapat mempelajari reaksi yang timbul di pasar saat terjadi suatu kondisi khusus. Contohnya saat terjadi krisis ekonomi seperti sekarang. Tentunya nilai saham yang kita miliki pada umumnya akan mengalami penurunan. Namun langkah apa yang sebaiknya kita ambil untuk menanganinya. Apakah menjualnya atau membeli terus, atau malah menunggu hingga kembali normal. 

Hal yang dapat dipelajari jangan terlalu panik dalam menghadapi kondisi sesulit apapun itu. Setiap ada krisis pasti ada proses healing, disitu merupakan peluang yang sangat baik bagi investor untuk menyuntikan dananya.

Lalu, bagaimana yang investasinya mengalami kerugian? Jangan panik, pastikan kamu menginvestasikan danamu di perusahaan yang memiliki keuangan yang baik. Sehingga saat krisis melanda ia akan tetap berdiri kokoh. Karena krisis hanya akan berpengaruh sementara dan tidak akan berlangsung selamanya. Setelah krisis berakhir ia akan kembali ke jalurnya seperti semula, dan saat krisis justru menjadi peluang mu untuk mendapatkan saham di perusahaan yang sudah kamu percaya tersebut dengan harga yang lebih murah. 

Menabung saham tidak sesulit yang kamu bayangkan bukan? Jadi sudah siap dong untuk memulai investasi dan mendapatkan profit dari saham-saham pilihan kamu. Selamat mencoba!

asuransi rey

Artikel Terkait Lainnya