pengertian reksadana

Serupa dengan saham, emas, properti, dan lainnya, reksa dana adalah salah satu instrumen investasi yang ramai diperbincangkan dan diminati.

Reksa dana banyak dipilih karena mudah dan memerlukan modal kecil. 

Karena tinggi peminatnya, banyak aplikasi reksadana yang bermunculan, sehingga harganya pun murah. 

Tapi, apa sih reksadana itu? Apa saja jenisnya? 

Bagaimana cara investasi reksa dana? 

Cek semua tentang reksadana di ulasan berikut ini ya!

Table of Contents

Apa itu Reksa Dana?

Jadi reksa dana adalah tempat mengumpulkan dana masyarakat yang ingin berinvestasi dan dikelola oleh manajer investasi. 

Tidak seperti deposito yang butuh jutaan rupiah sebagai modal awal, reksa dana bisa dimulai hanya dengan puluhan ribu saja. Menarik, ‘kan?

Reksa dana juga termasuk investasi sangat aman dan sudah diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jadi uang investor akan tersimpan aman. 

Selain itu, ada manajer investasi yang mengelola dana investor, baik reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, saham, maupun campuran.

Manajer investasi akan mengumpulkan dana dan mengelolanya. 

Keuntungan akan terbagi untuk investor dan untuk manajer investasi. 

Sederhananya, investor membayar manajer investasi untuk kelola dana. 

Karena manajer investasi otomatis lebih berpengalaman dalam memantau pergerakan pasar modal. 

Itulah mengapa reksa dana banyak disukai oleh para pemula atau orang yang tidak punya waktu untuk memantau pasar modal secara langsung. 

Bagaimana Cara Kerja Reksa Dana?

Cara kerja reksa dana ini ialah adanya manajer investasi. 

Modal investor akan dipecah ke beberapa instrumen melalui diversifikasi investasi. 

Pemecahan ini adalah salah satu keunikan reksa dana. 

Manajer investasi melakukannya sebagai proses diversifikasi di sesama produk reksa dana.

Hal ini juga memungkinkan investasi reksa dana lebih aman dilakukan dengan risiko kerugian yang lebih minim. 

Misalnya saja, perusahaan A mengalami kerugian, investasi kamu tetap aman karena ada keuntungan dari instrumen lain. 

Jika ingin mendapat keuntungan yang baik, maka pilih manajer investasi dengan dana kelola yang besar dan sudah mengantongi izin OJK.

Investasi reksa dana juga punya saluran luas dan akses yang mudah. 

Karena itu, kamu bisa mempelajari dan menggali informasi terkait alur investasi, kelebihan dan kekurangan, dan kondisi kesehatan perusahaan. 

Untuk terus mengetahui pergerakan harga reksa dana, kamu bisa memantau melalui aplikasi reksa dana yang kamu gunakan. 

Umumnya laporan investasi bisa dilihat berdasarkan kinerja produk, portofolio aset, dan komposisi aset.

Baca juga: Apa itu Deposito? Gini Cara Kerja dan Keuntungannya!

Apa Saja Jenis Reksa Dana?

Ada beberapa jenis reksa dana yang bisa dipilih.

Masing-masing memiliki tingkat risiko dan keuntungan yang berbeda. 

Jenis reksadana tersebut antara lain:

1. Reksa dana pasar uang

Jenis reksa dana ini mempunyai tingkat risiko paling rendah, tapi return atau keuntungan yang didapatkan juga tidak sebesar reksa dana lainnya. 

Investor tetap bisa mendapatkan keuntungan dengan waktu yang cepat. 

Namun, nominalnya juga tidak begitu besar

Reksa dana pasar uang (RDPU) ini akan menyebarkan 80% modal dana ke berbagai instrumen pasar uang dengan jangka waktu kurang dari 1 tahun.

Misalnya ke produk seperti deposito, obligasi, dan Sertifikat Bank Indonesia. 

Reksa dana jenis ini biasanya digunakan untuk dana darurat. 

Karena untungnya cenderung stabil, risiko rendah, dengan return yang terbatas.

Contoh produk RDPU ialah: 

  • Avrist Ada Kas Mutiara, 
  • Bahana Dana likuid,  
  • Sucorinvest Money Market Fund, 
  • Syailendra Dana Kas, 
  • Capital Money Market Fund, 

Dan masih banyak jenis RPDU lainnya. Kamu bisa mengecek di aplikasi reksa dana yang kamu gunakan.

2. Reksa dana pendapatan tetap

Jenis reksa dana selanjutnya ialah reksa dana pendapatan tetap (RDPT). 

Reksa dana pendapatan tetap dilakukan dengan paling tidak 80% portfolio dimasukkan dalam efek bersifat hutang. 

Risiko dari RDPT lebih tinggi daripada pasar uang, namun return yang didapatkan juga lebih tinggi dari RDPU. 

RDPT biasanya digunakan untuk tujuan keuangan dengan jangka pendek hingga menengah. 

Beberapa contoh dari RDPT antara lain: 

  • Sucorinvest Stable Fund, 
  • Syailendra Pendapatan Tetap Premium, 
  • TRIM Dana Tetap 2, 
  • Batavia Dana Obligasi Utama, 

Dan masih banyak contoh lainnya.

Baca juga: Apa itu Obligasi: Keuntungan, Contoh, sampai Cara Beli

3. Reksa dana campuran

Sesuai namanya, reksa dana ini dikelola dalam efek dengan ciri khas berbeda, seperti efek hutang dan efek ekuitas. 

Misalnya saham, deposito, dan obligasi.

Risiko dari reksa dana campuran lebih besar dibandingkan RDPT, tapi tetap lebih kecil dibandingkan reksa dana saham. 

Biasanya reksa dana ini digunakan untuk investasi jangka menengah.

Beberapa contoh dari reksadana campuran ialah: 

  • Schroder Dana Kombinasi, 
  • Jarvis Balance Fund, 
  • Sucorinvest Flexi Fund, 
  • Syailendra Balanced Opportunity Fund Kelas A, 

Dan lainnya.

3. Reksa dana saham

Kebalikan dari RDPU yang 80% dananya dikelola dalam efek pasar uang, 80% dana reksa dana saham dikelola dalam efek ekuitas atau saham. 

Efek saham ini memiliki potensi return tertinggi dibanding ketiga reksa dana lainnya. Potensi pertumbuhan nominalnya pun juga besar.

Namun, risikonya pun cenderung lebih besar. 

Biasanya, reksa dana saham digunakan untuk tujuan keuangan jangka panjang. 

Beberapa contoh dari reksa dana saham adalah: 

  • Manulife Saham Andalan, 
  • Sucorinvest Equity Fund, 
  • Batavia Dana Saham Optimal, 
  • Sucorinvest Maxi Fund, 
  • TRIM Kapital, 

Dan masih banyak contoh lainnya.

Apa Keuntungan dan Kerugian Reksa Dana?

Setelah mengenal apa itu dan jenis reksa dana, mungkin kamu ingin tahu: “Apa saja sih keuntungan dari kerugian dari reksa dana?” 

Baca uraian selengkapnya ini ya:

Apa keuntungan reksa dana?

Ada beberapa hal yang membuat reksa dana banyak dipilih investor. Berikut keuntungannya:

a. Dikelola oleh profesional

Salah satu faktor yang membuat reksa dana populer ialah karena instrumen dikelola oleh profesional, yaitu manajer investasi. 

Manajer investasi tentu sudah punya keahlian khusus dalam mengelola dana investor. 

Hal ini akan meminimalisir kerugian dalam berinvestasi.

b. Informasi yang transparan

Reksa dana memberikan informasi transparan mengenai biaya berkelanjutan dan perkembangan portofolio investor. 

Dengan begitu, investor bisa terus memantau biaya, keuntungan, hingga risiko dari dana yang diinvestasikan setiap saat. 

Umumnya, update portofolio reksa dana dilakukan setiap hari kerja bursa.

Manajer investasi sebagai pengelola reksa dana juga perlu mengumumkan nilai aktiva setiap harinya. 

Adanya transparansi informasi akan membuat investor bisa memantau dana investasi dengan rutin. 

c. Biaya modal rendah

Reksa dana tidak hanya dikenal sebagai instrumen investasi yang mudah, tapi juga sangat terjangkau. 

Modal awal minimalnya hanya Rp10.000 saja.

Selain itu, investasi ini juga terkenal memiliki himpunan dengan banyak pemodal yang dikelola secara profesional. 

Sejalan dengan kemampuan berinvestasi yang baik akan menghasilkan biaya transaksi efisien dan cenderung lebih rendah. 

d. Efisien

Reksa dana adalah instrumen yang efisien. 

Nasabah tidak perlu memantau pergerakan pasar modal secara langsung. 

Pekerjaan tersebut dilakukan oleh manajer investasi. 

Inilah yang membuat reksa dana lebih efisien dan cocok untuk orang yang punya keterbatasan waktu dalam bermain pasar modal.

Apa kerugian reksa dana?

Meskipun tergolong mudah, murah, dan punya banyak keuntungan, reksa dana tetap punya kekurangan. 

Beberapa di antaranya ialah:

a. Tidak bisa langsung dicairkan

Kelemahan pertama dari reksa dana ialah dana yang tidak bisa langsung diambil saat membutuhkan uang. 

Untuk mencairkan reksa dana, perlu sekitar 2-7 hari kerja bursa. 

Itulah mengapa sebagian dana darurat sebaiknya diletakkan dalam tabungan yang sewaktu-waktu bisa diambil. 

b. Risiko wanprestasi

Wanprestasi adalah risiko kegagalan manajer investasi dalam mengelola reksa dana akibat adanya gagal bayar. 

Untuk mengatasi hal ini, pastikan manajer investasi kamu bisa dipercaya. 

Selain legal diawasi oleh OJK, kamu perlu melihat track record atau dana kelola investasi. 

Semakin tinggi dana kelolanya, maka semakin bagus. 

c. Ada biaya pengelolaan

Berbeda dengan saham yang mengharuskan investor bermain sendiri, pada reksa dana dana akan dikelola oleh manajer investasi. 

Tentunya, keuntungan yang kamu dapatkan dari hasil reksa dana akan dikenai biaya pengelolaan juga. 

Keuntungan yang kamu dapatkan tidak sebanyak jika bermain sendiri. 

Investasi jenis ini cocok untuk orang waktunya terbatas, namun tetap menginginkan keuntungan dari bermain saham.

Bagaimana Cara Beli Reksa Dana?

Berikut merupakan cara investasi reksa dana yang bisa kamu lakukan:

1. Pahami tujuan keuangan dan profil risiko

Pertama, kamu perlu tahu apa sih tujuan kamu berinvestasi. 

Apakah untuk dana pensiun, dana darurat, atau nabung beli rumah? 

Hal ini akan memengaruhi jenis reksa dana dan jangka waktu investasi. 

Selain itu, pahami juga profil risiko kamu. 

Investor dengan risiko rendah bisa masuk ke RDPU atau RDPT.

Sedangkan investor dengan risiko tinggi bisa masuk ke reksa dana campuran atau reksa dana saham.

2. Lakukan transaksi pada hari bursa

Daftarkan diri dengan mengisi formulir yang diperlukan dan lakukan pada hari kerja bursa. 

Dokumen yang diperlukan umumnya KTP dan NPWP pribadi. 

Untuk institusi, cantumkan anggaran dasar dan beberapa dokumen persyaratan lainnya. 

Nantinya, investor akan diminta melakukan penyetoran dana melalui rekening penampungan sesuai produk yang dipilih.

3. Transaksi diproses berdasarkan NAB

NAB atau Nilai Aktiva Bersih adalah nilai yang memberikan gambaran total kekayaan reksa dana per harinya. 

NAB dipengaruhi oleh harga pasar aset reksadana dan kekuatan permintaan serta penawaran investor. 

Harga akan dipublikasi setiap hari dan bisa kamu lihat di aplikasi atau platform reksa dana yang kamu gunakan.

4. Perhatikan batas waktu transaksi (Cut-off time)

Biasanya batas waktu transaksi ada pada pukul 12.00-13.00 WIB. 

Pembelian reksa dana sebelum waktu tersebut akan mendapatkan harga NAB pada tanggal transaksi. 

Sementara, pembelian di atas cut-off time akan mengikuti NAB di hari bursa berikutnya setelah tanggal transaksi. 

Hal ini berlaku untuk reksa dana syariah maupun konvensional. 

5. Mendapat konfirmasi transaksi pembelian

Setelah bertransaksi, kamu akan mendapatkan surat konfirmasi transaksi pembelian reksa dana. 

Kamu juga akan menerima laporan perkembangan dana setiap harinya. 

Terlebih jika pembelian dilakukan pada platform atau aplikasi online yang kini menjamur. 

Pemantauan pun bisa dilakukan dengan lebih mudah dan efisien. 

Apa Perbedaan Saham dan Reksa Dana?

Perbedaan mendasar dari saham dan reksa dana ialah keberlangsungan investasi, risiko, dan return yang didapatkan:

  • Investasi: Saham dilakukan secara mandiri oleh investor, sedangkan reksa dana dikelola oleh manajer investasi. 
  • Risiko: Reksa dana cenderung lebih kecil daripada saham. 
  • Return: Keuntungan reksa dana tidak sebesar saham. 

Sudah Lebih Paham Soal Reksa Dana?

Sebagai intinya, reksa dana adalah instrumen investasi yang tepat untuk pemula yang ingin memulai dengan modal kecil. 

Keuntungannya banyak, namun juga tetap ada kelemahannya. 

Karena itu, pastikan kamu sudah paham produknya sebelum berinvestasi.

Bagaimana dengan kamu? 

Apakah kamu sudah pernah melakukan investasi reksa dana? 

Atau baru akan memulainya? 

Kalau ada cerita atau pertanyaan seputar reksa dana, jangan ragu tulis di kolom komentar ya!

Artikel Terkait Lainnya