jenis investasi

Berbicara mengenai dunia investasi di Indonesia tentunya sangatlah menarik. Dari tahun-ketahun pertumbuhan jumlah investor di Indonesia terus meningkat. Hal ini disebabkan semakin sadarnya masyarakat akan pentingnya berinvestasi dan didukung kemudahan dalam menjangkaunya.

Dalam berinvestasi sendiri ada banyak variasi produk yang bisa kita pilih. Berbagai macam produk ini diciptakan untuk menyesuaikan keadaan dan juga segment investor yang diincar. 

Jenis Investasi Berdasarkan Jangka Waktunya

Berdasarkan jangka waktunya investasi dapat dibedakan menjadi 3, yaitu:

  • Investasi jangka pendek dengan rentan waktu dibawah 1 tahun. Dalam kurun waktu yang relatif pendek, trend dari produk investasi cenderung lebih mudah dibaca. Sehingga seringkali investor mengincar produk investasi yang cenderung fluktuatif untuk mendapatkan profit yang lebih besar.
  • Investasi jangka menengah. Dalam investasi jangka menengah, kurun waktu yang digunakan adalah 1-5 tahun. Produk -produk yang dipilih investor dalam kurun waktu ini tentunya lebih stabil karena waktu yang dipilih sendiri lebih panjang.
  • Investasi jangka panjang dengan durasi di atas 5 tahun. Investasi jenis ini cukup banyak diminati untuk mempersiapkan masa pensiun, pendidikan anak di masa depan, dan beberapa kebutuhan jangka panjang lainnya. Untuk itu, dibutuhkan produk investasi yang cenderung stabil, karena produk investasi yang stabil cenderung lebih sulit mengalami perubahan trend, sehingga aman bila diproyeksikan untuk jangka panjang.

Jenis Investasi yang Populer di Indonesia

Setelah mengetahui jenis investasi berdasarkan waktunya, tentu saja kita perlu mengetahui produk apa yang tepat digunakan berdasarkan jangka waktu yang kita pilih.

Di Indonesia sendiri, terdapat beberapa jenis produk investasi yang dapat kamu pilih. Mulai dari properti, deposito, emas, saham, reksa dana, dan peer to peer lending.

1. Properti

Properti merupakan modal investasi yang sudah sangat populer sejak dulu. Properti menjadi salah satu produk investasi yang sangat menjanjikan karena sifatnya yaitu terbatas. Yang dimaksud dengan terbatas adalah lahan dimana properti tersebut akan di bangun. 

Seperti yang dapat kita lihat pembangunan di Jakarta kini mulai terbatas karena sudah minimnya lahan kosong yang dapat di bangun. Sehingga pembangunan mulai bergeser ke kota-kota lain di sampingnya. Hal ini yang menyebabkan lahan atau properti di Jakarta menjadi sangat mahal karena tingginya permintaan namun ketersediaanya rendah.

2. Deposito

Deposito merupakan instrumen investasi yang cocok dimiliki dalam jangka waktu menengah hingga panjang. Hal ini dikarenakan deposito memiliki kestabilan yang sangat baik.

Pada dasarnya, deposito hampir sama dengan tabungan biasa. Namun, deposito memiliki suku bunga yang lebih tinggi yang berkisar 4-6%.

Tapi uang yang sudah kita simpan dalam deposito tidak dapat dicairkan dalam kapan saja, melainkan terdapat minimal waktu uang harus mengendap. 

3. Emas

Seperti properti emas juga merupakan media investasi yang sudah ada sejak lama. Namun, seiring perkembangan zaman, pembelian atau investasi di emas menjadi lebih mudah dijangkau. Harga emas juga cenderung stabil.

Kestabilan harga emas dapat disebabkan oleh beberapa hal. Yang pertama, permintaan yang stabil pada setiap tahunnya. Dengan begini, produsen atau perusahaan penjual emas dapat memperhitungkan produksi dengan lebih tepat. 

Selain itu, emas juga tentunya memiliki keterbatasan dalam hal jumlah. Sama halnya dengan properti suatu saat nanti emas akan habis bila terus diambil dari bumi kita. Untuk itu, harga emas cenderung meningkat setiap tahunnya karena memiliki jumlah yang terbatas.

4. Saham

Saham merupakan surat-surat berharga milik perusahaan yang dapat diperjualbelikan dan diperdagangkan di Bursa. Dengan memiliki surat berharga dari suatu perusahaan tersebut dapat dikatakan kamu merupakan pemilik dari perusahaan yang sahamnya kamu miliki. 

Di Indonesia sendiri terdapat beberapa saham yang dapat kamu pilih. Saham-saham dari perusahaan besar yang terus berkembang seperti BCA, BRI, Astra, dan banyak lagi juga bisa kamu miliki loh. Dan bila kamu memilih untuk menabung jangka panjang di pasar saham Indonesia juga menawarkan return yang menggiurkan loh!

5. Reksa dana

Reksa dana merupakan instrumen investasi yang menawarkan rasa aman. Yup, dengan berinvestasi di reksa dana, kamu akan ditawarkan kemungkinan yang sangat tinggi untuk mendapatkan profit, dan sebaliknya kemungkinan mu untuk merugi sangat kecil.

Reksa dana sendiri dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu: 

  • Reksa dana pasar uang. Reksa dana pasar uang merupakan produk reksa dana yang paling stabil. Bila kamu berinvestasi di produk ini, hampir dipastikan kamu akan mendapatkan profit. Namun, memang profit yang ditawarkan tidak terlalu besar, dengan kisaran 3%-5% dalam setahun.
  • Reksa dana obligasi. Dimana manajer investasi akan mengatur proporsi dari obligasi yang hendak dibeli dengan mempertimbangkan kestabilan profit. Jenis reksa dana ini juga cukup menarik, karena risiko kerugian yang cukup kecil dan keuntungan yang bisa kamu dapat cukup menarik dengan kisaran 5%-13%.
  • Reksa dana saham. Dimana manajer investasi akan mengalokasikan modal investasimu pada saham-saham yang menjadi pilihannya. Dengan berinvestasi pada reksa dana jenis ini, return yang kamu dapat cukup tinggi. Namun risikonya juga cukup besar, karena tidak jarang juga yang mengalami kerugian.

6. Peer to peer lending

Peer to peer lending merupakan instrumen investasi yang menawarkan return yang cukup tinggi. Sistem yang ditawarkan adalah kamu dapat meminjamkan uangmu langsung kepada peminjam tanpa perantara bank sehingga keuntungan yang didapat menjadi lebih maksimal.

Jenis investasi ini sangat menarik, namun kamu harus berhati-hati dan perlu memastikan apakah platform yang kamu gunakan sudah diawasi oleh OJK atau belum.

Nah, jadi kamu sudah mulai tahu kan mengenai produk-produk investasi apa saja dan seperti apa produk-produk tersebut yang bisa kamu miliki di Indonesia.

Yuk, mulai investasi, tapi jangan lupa untuk banyak belajar dan terus memperluas wawasanmu ya sebelum memulai investasi. Selamat mencoba!

Artikel Terkait Lainnya