semua yang perlu kamu ketahui tentang obligasi atau bond

Beberapa tahun terakhir, semakin banyak masyarakat yang aware dengan produk investasi. 

Mungkin beberapa jenis investasi yang sudah kamu kenal ialah deposito, saham, reksadana, peer-to-peer lending, emas, hingga properti. 

Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. 

Nah, kali ini Rey akan mengupas salah satu jenis produk investasi, yaitu obligasi. 

Apa tuh? Apa fungsi dan keuntungannya? Gimana cara belinya? 

Baca terus sampai habis ya!

Table of Contents

Apa yang Dimaksud dengan Obligasi?

Menurut istilah dalam pasar modal, obligasi adalah surat pernyataan utang penerbit obligasi terhadap pemegang obligasi. 

Dalam surat tersebut juga disertai perjanjian untuk membayar kembali pokok utang beserta kupon bunga pada waktu yang sudah ditentukan.  

Jangka waktu obligasi Indonesia biasanya 1-10 tahun. 

Investasi obligasi adalah jenis instrumen yang laris diburu investor. 

Obligasi biasanya dilatarbelakangi sebagai upaya untuk menghimpun dana dari masyarakat untuk sumber pendanaan.

Obligasi bisa dikeluarkan oleh korporasi maupun Negara. 

Bila ditinjau dari segi pebisnis, obligasi adalah instrumen yang bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan dana demi berjalannya usaha. 

Sementara dari segi Negara, obligasi merupakan sumber pendanaan untuk membiayai defisit anggaran belanja dalam APBN.

Sama seperti instrumen investasi lain, obligasi juga bisa diperjualbelikan. 

Mungkin sebagian sudah banyak tahu tentang SBN yang beberapa waktu ini diterbitkan pemerintah dan bekerja sama dengan platform investasi. 

Nah, hal itu juga termasuk obligasi. 

Jadi pemerintah sebagai penerbit obligasi, platform terkait sebagai agen penjual. 

Nah, investor bisa membelinya melalui platform tersebut.

Bagaimana Cara Kerja Obligasi?

Bagaimana sih cara kerja obligasi? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut:

1. Penerbitan obligasi (surat utang)

Surat utang diterbitkan saat  pemerintah, perusahaan, atau entitas lain membutuhkan pendanaan untuk keperluan tertentu. 

Mekanisme penerbitan yang bisa dipilih antara lain:

a. Auction atau lelang

Mekanismenya ialah perbankan dan lembaga keuangan bisa mengajukan penawaran untuk obligasi pemerintah. 

Imbal hasil sudah ditentukan sejak awal. Namun, harga obligasi akan tergantung dari harga pasar. 

Harga pasar ini juga tergantung dari beberapa faktor, seperti: 

  • Jangka waktu jatuh tempo 
  • Kelayakan kredit penerbit
  • Tingkat kupon dibandingkan lingkungan tingkat bunga saat ini

b. Underwriting atau penjaminan emisi

Semua surat utang yang diterbitkan oleh debitur akan dibeli oleh perusahaan sekuritas, perbankan, atau lembaga keuangan lain. 

Tujuannya adalah untuk dijual kembali kepada investor umum.

c. Private placement atau penerbitan khusus

Penerbit obligasi dengan mekanisme private placement ini hanya menjual obligasi kepada pihak tertentu dan tidak diperdagangkan secara bebas. 

2. Pembayaran kupon/bunga

Pembayaran kupon atau bunga merupakan bagian pengembalian yang ada dalam perjanjian. 

Bunga akan diterima oleh pemegang obligasi. 

Biasanya bunga obligasi ini sudah ditentukan sejak awal penerbitan untuk menarik para investor obligasi.

3. Penjualan obligasi

Sebagian besar surat utang atau obligasi bisa dijual kepada investor lain oleh pemegang obligasi asli. 

Artinya investor obligasi tidak harus memiliki obligasi sampai jatuh tempo. 

Biasanya peminjam akan membeli obligasi saat suku bunga turun atau kelayakan kredit peminjam meningkat. 

Obligasi juga bisa diterbitkan kembali dengan biaya rendah. 

Apa Fungsi dari Obligasi?

Fungsi dari obligasi ini bermacam-macam.  

Sebagai surat utang yang bisa diperjualbelikan hingga sebagai cara untuk mendapatkan pendanaan jangka panjang yang relatif murah. 

Pihak penerbit obligasi (emiten) cenderung menerbitkan obligasi dengan tujuan meningkatkan nilai perusahaan dengan biaya murah.

Karena termasuk dalam investasi efek yang berpendapatan tetap, nilai investasi dari obligasi ini cenderung stabil dan risikonya stabil pula. 

Artinya obligasi juga berfungsi dalam menjaga nilai investasi agar tetap stabil dengan risiko yang minim. 

Apa Keuntungan dari Obligasi?

Setelah mengetahui cara obligasi, pertanyaan lain yang sering muncul ialah “Apa saja sih keuntungan dari obligasi?” 

Yuk, simak beberapa keuntungannya berikut ini:

1. Bunga atau kupon

Keuntungan pertama dari investasi obligasi adalah kupon atau bunga yang akan dimiliki pemegang obligasi. 

Yield (imbal balik) obligasi biasanya didapat bergantung pada jangka waktu obligasi. 

Semakin lama, maka akan semakin besar keuntungannya.

Kupon obligasi terdiri dari tiga jenis antara lain:

a. Fixed coupon atau kupon tetap. 

Fixed coupon adalah kupon atau bunga dengan besaran tetap dan dibayar secara berkala selama obligasi berlaku.

b. Floating/Variable coupon atau kupon mengambang. 

Floating/variable coupon adalah kupon dengan bunga yang mengacu pada indeks pasar uang, seperti Euribor atau LIBOR.

c. Zero coupon bond atau tanpa bunga 

Bond ini berlaku bila hanya diskonto saja yang dikenai pajak penghasilan sebesar 20% dari selisih harga jual saat transaksi.

2. Selisih harga obligasi

Keuntungan selanjutnya ialah capital gain atau selisih harga obligasi setelah diperdagangkan, bentuknya dalam persentase. 

Capital gain ini bisa diperoleh investor dengan membeli jenis obligasi yang notabene diperdagangkan di pasar sekunder. 

Harganya pun bisa fluktuatif tergantung permintaan pasar.

Misalnya nih, harga obligasi awal ialah 100%. 

Nah, setelah dijual ternyata harga naik menjadi 120%. Maka keuntungan penjualan yang didapatkan (capital gain-nya) sebesar 20%.

3. Keamanan surat utang negara

Tertarik membeli obligasi atau surat utang negara? 

Tenang saja, kamu tidak perlu khawatir dengan keamanannya. 

Semua bahkan sudah tercantum dalam Undang-Undang, yaitu: 

  • UU No. 24 Tahun 2002 tentang Surat Utang Negara
  • UU No. 24 Tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariat Negara

Jadi return atau kupon yang didapatkan lebih terjamin dan akan dibayar kembali pada saat jatuh tempo atau sesuai perjanjian. 

4. Kupon obligasi lebih tinggi daripada bunga deposito

Pernah mendengar tentang deposito sebelumnya? 

Yap, salah satu jenis investasi yang ditawarkan oleh bank dengan bunga tertentu. 

Nah, obligasi ini memiliki kupon yang lebih tinggi daripada bunga deposito. 

Hal ini tentu menjadi peertinbangan investor untuk berinvestasi. 

Investasi obligasi memberikan keuntungan lebih besar karena besaran potongan pajak lebih rendah. 

Pada deposito, besaran pajak penghasilan mencapai 20%, sedangkan obligasi sekitar 15% dari total pendapatan. 

Akhirnya bunga bersih yang diterima akan lebih besar pada obligasi.

Baca juga: Apa itu Deposito? Gini Cara Kerja dan Keuntungannya!

5. Bisa dijadikan sebagai Agunan atau Jaminan

Jarang yang tahu, keuntungan lain dari obligasi adalah bisa dimanfaatkan sebagai jaminan untuk mendapatkan pinjaman bank. 

Misalnya, ORI (Obligasi Ritel Indonesia) yang dikeluarkan oleh pemerintah. 

ORI bisa dijadikan sebagai jaminan kredit di samping jaminan yang biasanya, berupa BPKB motor atau surat tanah. 

Syaratnya besaran ORI yang dimiliki harus 120% atau 1,2 kali lipat dari jumlah kredit yang diajukan. 

Tak hanya itu, obligasi juga bisa dijadikan sebagai jaminan pembelian saham ke bursa efek (stock exchange).

Apa Contoh Produk dari Obligasi?

Berikut beberapa jenis dan contoh obligasi yang diperdagangkan dan diterbitkan di pasar modal:

1. Government bond

Jenis obligasi ini diterbitkan oleh pemerintah dengan berbagai macam seri. 

Mulai dari fixed rate, variable rate, sampai obligasi syariah. 

Untuk jenis ini, risiko sangat kecil karena sudah ditanggung negara. Contoh produk obligasi ini ada dalam bentuk:

  • ORI atau Obligasi Ritel Indonesia sebagai bentuk SBN atau Surat Berharga Negara
  • SUN atau Surat Utang Negara
  • SBSN atau Surat Berharga Syariah Negara

Contohnya: ORI seri ORI021 dan FR0045.

2. Corporate Bond

Sesuai namanya, obligasi ini diterbitkan oleh korporasi seperti BUMN atau perusahaan dan ditujukan dalam jangka panjang. 

Risiko dari corporate bond lebih besar daripada government bond, khususnya jika pemegang obligasi gagal bayar karena sebab tertentu. 

Namun, kupon atau bunga yang ditawarkan biasanya lebih tinggi.  

Contohnya: Obligasi AB Sinar Mas Multifinance 1 Tahun 2020 Seri A. 

3. Municipal bond

Obligasi ini diterbitkan oleh pemerintah daerah untuk mendanai pembangunan demi kepentingan masyarakat. 

Jenis obligasi ini masih asing di Indonesia. 

Namun, sudah sangat umum dilakukan di luar negeri seperti Amerika Serikat. 

4. Global bond

Merupakan obligasi internasional yang diterbitkan dalam bentuk valuta asing (valas). 

Obligasi ini diperdagangkan di luar negara penerbitnya.

Contoh: Obligasi TBIG seri B yang diterbitkan pada Februari 2021 dengan kupon sebesar 6,75%.

Bagaimana Cara Membeli Obligasi?

Pada dasarnya, membeli surat utang bisa dilakukan melalui 2 cara, yakni melalui pasar perdana atau melalui pasar sekunder. 

Untuk pasar perdana, pembelian dilakukan secara langsung pada perusahaan sekuritas atau agen yang ditunjuk secara resmi. 

Namun, pembelian pada pasar sekunder dilakukan melalui mekanisme perbankan atau bursa.

Buat kamu yang ingin membeli obligasi tapi masih bingung caranya, yuk simak langkahnya berikut ini:

1. Membuka rekening

Langkah pertama ialah membuka rekening. Pilih perusahaan sekuritas yang punya divisi fixed income dalam menangani transaksi. 

Seleksi perusahaan sekuritas dengan beberapa kriteria seperti: 

  • Berpengalaman 
  • Tim yang kuat 
  • Riset dan fee yang kompetitif 

Saat membuka rekening, kamu bisa meminta informasi terbaru dan detail mengenai produk obligasi. 

2. Pahami dan analisis produk obligasi

Ketahui dengan detail produk obligasi, serta potensi untung-ruginya. 

Pelajari prospeknya, hasil riset perusahaan sekuritas, dan informasi tambahan lain.

Sebelum membeli, lakukan analisis lebih mendalam bagaimana stabilitas pendapatan dari obligasi. 

Analisis pula kupon obligasi, jangka waktu, latar belakang penerbit obligasi, dan peringkat obligasi.

3. Lakukan pembelian

Setelah yakin dengan analisis kamu, lakukan pembelian kepada broker atau trader obligasi yang sudah kamu pilih. 

Sederhananya, broker adalah perantara investor dan pedagang obligasi. 

Broker atau trader ini akan membeli obligasi yang sesuai dengan harga dan jenis yang diinginkan. 

4. Melakukan pembayaran

Jangan lupa untuk menyiapkan dana investasi sejumlah obligasi yang akan dibeli. 

Kemudian, lakukan pembayaran dengan tepat waktu bisa melalui transfer ke rekening perusahaan sekuritas terkait. 

Obligasi yang sudah kamu beli akan tercantum dalam rekening perusahaan sekuritas dan tercatat di KSEI.

Apakah Obligasi itu Halal?

Dalam hukum ekonomi Islam, obligasi merupakan produk yang didasarkan pada utang dengan pendapatan berupa bunga. 

Hal tersebut dilihat sebagai produk keuangan dengan unsur riba. 

Namun, dari sudut pandang lain, obligasi dilihat sebagai bentuk pembiayaan yang memang menjadi kebutuhan. 

Namun, ada pula pilihan obligasi syariah atau sukuk yang mendekatkan prinsip syariah dalam mekanisme transaksinya. 

Obligasi ini bersih dari unsur non-halal dan sesuai akad yang digunakan.

Sudah Lebih Paham Tentang Obligasi?

Obligasi adalah investasi risiko rendah yang laris diburu investor. 

Jenisnya ada banyak dengan keuntungan yang tidak sedikit. 

Jika ingin mencobanya, pastikan kamu sudah menganalisis produk dengan benar ya!

Tertarik untuk berinvestasi dalam obligasi? 

Atau sudah pernah membelinya? 

Yuk, share pengalamanmu di kolom komentar!

Artikel Terkait Lainnya