Awas, 5 Sayuran yang Tidak Boleh Dimakan saat Batuk

Awas, 5 Sayuran yang Tidak Boleh Dimakan saat Batuk
Suhartantowi Lauw
Suhartantowi Lauw
February 23, 2023
6 menit membaca

Batuk yang menyerang tentu akan menganggu aktivitas sehari-hari. 

Rasa tidak nyaman di tenggorokan membuat seseorang tidak optimal dalam melakukan pekerjaan. 

Meskipun batuk merupakan gangguan kesehatan yang cukup umum terjadi, tetapi batuk tidak bisa disepelekan. 

Ketika seseorang terserang batuk, banyak orang akan menyarankan untuk mengonsumsi sayur-sayuran agar imun tubuh bertambah. 

Ingin tahu lebih banyak mengenai cara hidup sehat? Temukan rahasianya di sini

Namun, apakah semua sayuran memiliki kandungan yang tepat untuk meredakan batuk? 

Sayuran yang Tidak Boleh Dimakan saat Batuk

Sayuran merupakan rekomendasi makanan yang sangat diperlukan tubuh sebab mengandung serat tinggi dan berperan dalam menjaga sistem kekebalan tubuh.

Bahkan World Health Organization menyarankan seseorang untuk mengonsumsi sayur paling tidak 400 gram dalam sehari. 

Sayuran memang dapat menjadi salah satu sumber gizi dan nutrisi untuk meredakan batuk.

Namun, tidak semua sayur tepat dikonsumsi saat batuk.

Beberapa sayur dapat menyebabkan tenggorokan terasa tidak nyaman dan membuat batuk makin parah. 

Yuk, ketahui 5 sayuran yang tidak boleh dimakan saat batuk.

1. Cabai

Cabai merupakan salah satu sayur yang patut dihindari saat batuk menyerang. 

Bahkan beberapa orang meyakini rasa pedas dari cabai dapat melegakan tenggorokan. 

Namun, meskipun mengandung vitamin C yang tinggi, kandungan capcaisin pada cabai bisa membuat iritasi pada saluran pernapasan.

Hal ini akan memicu produksi lendir semakin meningkat. 

Capcaisin merupakan zat bioaktif yang menimbulkan sensasi pedas dan panas. 

Apalagi pedas dari cabai dapat meningkatkan kadar asam lambung yang memicu batuk semakin parah. 

Jika batuk kamu semakin parah karena makan pedas terlalu banyak, kamu perlu banyak minum air putih untuk meredakan rasa pedas.

Air putih juga perlu kita konsumsi untuk memenuhi cairan dalam tubuh.

Untuk membantu kamu menghitung jumlah cairan yang masuk ke tubuh, ReyFit Hydration hadir dengan fitur pengingat air minum.

Kamu juga bisa menjadwalkan dan menargetkan jumlah cairan yang akan masuk ke tubuh kamu.

Jadi, jika kamu sedang batuk parah dan butuh konsumsi air yang lebih, ReyFit Hydration solusinya! Info selengkapnya klik di sini.

2. Brokoli

Brokoli memiliki kandungan yang berpotensi memicu reaksi alergi pollen (serbuk sari) pada makanan. 

Brokoli merupakan sayuran dengan kandungan vitamin K, vitamin B kompleks, dan riboflavin yang tinggi. 

Bahkan brokoli juga memiliki kandungan asam lemak omega-3 layaknya ikan. 

Namun, brokoli merupakan makanan yang perlu dihindari saat mengalami batuk. 

Brokoli memiliki kandungan yang berpotensi memicu reaksi alergi pollen (serbuk sari) pada makanan. 

Meskipun tidak semua orang memiliki sensitivitas terhadap pollen, tetapi sebaiknya kamu tidak mengonsumsi brokoli saat sedang batuk untuk menghindari gejala batuk yang lebih serius. 

Jika kamu tidak memiliki reaksi alergi terhadap brokoli, maka brokoli bukan sayur yang patut kamu hindari. 

Baca Juga: Hati-Hati, 5 Buah yang Tidak Boleh Dimakan saat Batuk

3. Bayam

Bayam merupakan salah satu jenis makanan yang dilarang untuk dikonsumsi saat batuk. 

Kandungan histamin pada bayam akan meningkatkan produksi lendir dalam tenggorokan.

Produksi lendir atau dahak yang meningkat tentu akan mengakibatkan penderita semakin sulit untuk bernapas, apalagi jika seseorang mengalami batuk berdahak. 

Selain itu, histamin akan akan meningkatkan aliran darah penderita, sehingga berpotensi menimbulkan peradangan. 

Meskipun pengolahan makanan diyakini dapat mengurangi kadar histamin, tetapi sebaiknya konsumsi bayam dihindari untuk mencegah batuk yang semakin buruk. 

4. Wortel

Seseorang yang memiliki sensitivitas terhadap pollen tidak disarankan untuk mengonsumsi wortel sebab dapat memicu reaksi alergi. 

Wortel memiliki beragam kandungan nutrisi yang bermanfaat bagi tubuhnya, salah satunya beta karoten sebagai antioksidan.

Namun, serupa dengan brokoli, wortel dapat menyebabkan alergi pollen pada makanan.

Seseorang yang memiliki sensitivitas terhadap pollen tidak disarankan untuk mengonsumsi wortel sebab dapat memicu reaksi alergi. 

Meskipun zat protein wortel yang bersifat alergen dipercaya dapat terurai jika dimasak, tetapi zat tersebut tetap memiliki dampak untuk menimbulkan reaksi alergi. 

Jika kamu tidak mengetahui kondisi tubuh kamu terhadap alergi sebaiknya hindari wortel untuk tidak memperparah gejala batuk. 

5. Kentang

Kentang kerap dijadikan konsumsi harian untuk menggantikan nasi putih. 

Namun, ketika sedang sakit batuk sebaiknya kamu menghindari makan sayuran ini.

Hal ini dikarenakan kentang dapat menyebabkan alergi pollen pada makanan. 

Kondisi ini hanya akan terjadi pada orang yang sensitif dengan pollen birch, sehingga mengalami reaksi alergi.

Jika seseorang memiliki reaksi alergi terhadap kentang, maka tubuh akan menganggap zat dari kentang sebagai sesuatu yang berbahaya.

Baca Juga: Konsumsi 9 Makanan Ini Untuk Mempercepat Penyembuhan Batuk secara Alami!

Jika batuk kamu tak kunjung sembuh, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. 

Kini telah hadir asuransi kesehatan online dari Rey yang menyediakan fasilitas kesehatan lengkap dengan premi terjangkau. 

Konsultasi melalui chat dengan dokter gratis, tebus obat gratis, hingga atur janji temu di rumah sakit favorit dapat dilakukan dengan mudah dari genggaman tangan kamu. 

Untuk informasi lebih lanjut, klik di sini.

Pertanyaan Seputar Konsumsi Sayuran saat Batuk

Ketika seseorang sedang batuk, pemilihan asupan makanan tentu menjadi sangat penting agar kondisi batuk dapat cepat sembuh. 

Meskipun sayuran memiliki nutrisi yang baik, tetapi belum tentu beberapa sayuran tertentu tepat untuk dikonsumsi saat batuk. 

Jangan sampai konsumsi sayuran lantas dapat memperparah kondisi batuk.

Berikut beberapa pertanyaan seputar konsumsi sayuran saat batuk:

Sayuran Apa yang Bisa Menyembuhkan Batuk?

Beberapa sayuran memang tidak disarankan untuk dikonsumsi ketika sedang batuk. 

Namun, tidak berarti kamu tidak boleh memakan sayur.

Bagaimanapun mengonsumsi sayur merupakan salah satu sumber nutrisi untuk mencukupi asupan gizi harian. 

Untuk membantu menyembuhkan batuk, terdapat beberapa sayur yang dapat dikonsumsi, seperti kale dan pakcoy. 

Kale merupakan salah satu sayuran yang mengandung protein, serat, vitamin, dan mineral. 

Dengan kandungan antioksidan yang tinggi, kale dapat menjadi opsi untuk meredakan batuk. 

Meskipun begitu, kamu tidak disarankan untuk mengonsumsi kale secara berlebihan sebab dapat menyebabkan efek samping, seperti memicu penyakit gondok dan mengganggu proses pencernaan.

Selain kale, pakcoy merupakan sayur yang cocok dikonsumsi ketika sedang batuk. 

Rasa yang nikmat dan tekstur yang renyah membuat sayuran penuh nutrisi ini menjadi favorit banyak orang. 

Pakcoy mengandung vitamin A, vitamin C, dan antioksidan yang tinggi yang dapat melawan infeksi batuk. 

Serangkaian nutrisi pakcoy membuat sayur ini turut dapat membantu meredakan peradangan paru-paru dan meningkatkan kesehatan paru-paru secara keseluruhan. 

Apakah Timun Bisa Meredakan Batuk?

Timun memang tidak secara spesifik bisa meredakan batuk, tetapi kandungan dari timun dapat meningkatkan sistem imun tubuh untuk melawan batuk. 

Timun merupakan salah satu sayur dengan nutrisi dan gizi yang tinggi. 

Bahkan timun dapat dengan mudah ditemukan di pasar, swalayan, atau sebagai pelengkap makanan. 

Sayur yang satu ini kerap dikonsumsi untuk mengobati cacingan dan meredakan sariawan. 

Timun memang tidak secara spesifik bisa meredakan batuk, tetapi kandungan dari timun dapat meningkatkan sistem imun tubuh untuk melawan batuk. 

Dengan kandungan air yang melimpah dan vitamin C yang tinggi, timun dapat dikonsumsi ketika kamu sedang batuk. 

Apakah Boleh Makan Terong saat Batuk?

Selayaknya bayam, terong adalah makanan yang harus dihindari ketika menderita batuk. 

Terong memiliki kandungan histamin yang tinggi, yaitu sekitar 26 mg/kg

Meskipun terong kaya akan vitamin dan mineral, tetapi konsumsi terong dapat mengakibatkan batuk semakin sulit untuk sembuh. 

Apalagi terong yang digoreng akan meningkatkan kadar histamin sayuran yang satu ini. 

Konsumsi terong saat batuk berpotensi mengakibatkan tubuh mengeluarkan lebih banyak dahak yang memperparah batuk. 

Baca Juga: 14 Alasan di Balik Kenapa Batuk Tak Kunjung Sembuh

Apa Boleh Makan Kangkung saat Batuk?

Kangkung merupakan salah satu sayuran yang mudah ditemukan dan digemari oleh banyak orang. 

Selain lezat, kangkung memiliki serangkaian nutrisi yang baik untuk kesehatan tubuh. 

Kangkung mengandung vitamin A, vitamin C, dan folat yang akan membantu meningkatkan kekebalan tubuh saat terserang batuk. 

Kangkung sebagai sayuran hijau akan melindungi sel dari kerusakan dan membantu melawan peradangan. 

Namun, pastikan kamu membersihkan kangkung dengan bersih untuk menghindari kotoran atau serangga yang hinggap pada kangkung. 

Penutup

Itulah 5 sayuran yang tidak boleh dimakan saat batuk. 

Meskipun sayuran memiliki nutrisi yang baik untuk kesehatan tubuh. 

Namun, beberapa sayuran lantas dapat membuat kondisi batuk semakin parah. 

Jika kamu memiliki komentar seputar konsumsi sayur saat batuk, share di bawah ya!

Suhartantowi Lauw
Suhartantowi Lauw

Menulis bukan tentang menuturkan segala sesuatu yang ingin disampaikan, tetapi menceritakan apa yang tidak bisa disampaikan. Itulah mengapa menulis menjadi cara terbaik untuk berbicara tanpa terganggu.

Kembali
Rekomendasi Artikel
March 17, 2023
Hindari! Penyebab Asam Lambung Naik yang Wajib Kamu Tahu

Penyakit asam lambung biasa ditandai dengan adanya rasa terbakar di dada. Naiknya asam lambung menjadi...

Dwi Julianti Dwi Julianti
7 menit membaca
April 23, 2024
Cara Menyembuhkan Pilek Anak yang Efektif

Lendir pada saluran pernapasan sangat berguna untuk menjaga kelembapan, hingga membersihkan udara sebelum masuk paru-paru.Ingin...

Aul Risky Aul Risky
8 menit membaca
September 4, 2023
9 Jenis Makanan yang Mempercepat Penyembuhan Batuk

Saat mengalami gejala flu dan batuk, seringkali kita mencari cara untuk mempercepat proses penyembuhan tanpa...

Suhartantowi Lauw Suhartantowi Lauw
8 menit membaca