6 cara ampuh untuk mengatasi mual saat puasa

Apakah kamu pernah mengalami mual saat sedang berpuasa?

Tentu merasa mual saat puasa mengakibatkan ketidaknyamanan baik dalam menjalankan puasa maupun aktivitas lainnya.

Lalu mengapa mual kerap terjadi saat puasa, dan bagaimana cara mengatasinya?

Mual saat berpuasa berhubungan dengan perubahan pola makan yang kerap menyebabkan masalah pada sistem pencernaan kamu.

Terlebih jika kamu asal saja mengonsumsi makanan saat sahur dan buka, hal itu bisa menjadi pemicu munculnya mual saat mulai berpuasa.

Table of Contents

Apa Penyebab Mual Saat Berpuasa?

Pada dasarnya, mual terjadi karena ada gangguan pada organ pencernaan. 

Penyebabnya bermacam – macam, dan dampaknya ada yang hanya mual biasa, ada pula yang disertai muntah. 

Kondisi yang disertai muntah akan membuat tubuh kamu semakin lemas saat berpuasa.

Ada beberapa hal yang menyebabkan mual saat berpuasa. 

Pertama, Tidak makan sahur dengan benar, yaitu kamu tidak memperhatikan asupan gizi atau nutrisi yang terkandung di dalam makanan. 

Terlebih jika mengonsumsi makanan berminyak, kamu bisa merasa mual saat sahur.

Kedua, Jika tidur dalam keadaan perut penuh makanan, asam lambung akan naik dan rasa mual akan muncul. Hal ini juga memicu heartburn. 

Ketiga, Heartburn atau gastroesophageal reflux (GERD) yaitu makanan naik kembali ke kerongkongan dan menimbulkan sensasi terbakar.

Baca juga: Jangan Asal Makan, Ini 10 Menu Buka Puasa Sehat untuk Tubuh

Apa yang Harus Dilakukan Ketika Mual Saat Puasa?

Meskipun seringkali mual tidak dibarengi dengan muntah yang menyebabkan tubuh lemas.

Namun jika mual dibiarkan dalam waktu lama juga bisa menyebabkan lemas karena kehilangan banyak energi.

Oleh karena itu, ketika kamu merasa mual saat puasa, lakukan beberapa hal berikut ini untuk mengatasinya:

1. Gunakan Minyak Kayu Putih

Karena dalam kondisi puasa kamu tidak boleh mengonsumsi obat dengan cara diminum, kamu bisa menggunakan minyak kayu putih pada beberapa anggota tubuh, seperti perut, leher, dan punggung, untuk menghangatkan badan kamu.

Minyak kayu putih dan beberapa jenis minyak oleh dengan jenis yang sama merupakan obat – obatan yang diperbolehkan dan tidak membatalkan puasa. 

Selain minyak kayu putih, kamu juga bisa menempelkan koyo pada bagian perut dan pinggang untuk menghangatkan area perut.

Setelah mengoleskan minyak kayu putih secara merata, selanjutnya kamu bisa mengenakan pakaian panjang atau tebal agar badan kamu hangat. 

Suhu badan yang hangat akan mengurangi rasa mual.

Baca juga: Bagaimana Cara Minum Obat saat Puasa yang Benar?

2. Merilekskan Otot

Cara selanjutnya adalah buatlah otot kamu rileks dengan cara relaksasi otot progresif (PMR). 

Kamu bisa meminta bantuan orang lain untuk memijat beberapa bagian otot yang tegang seperti di bagian punggung dan perut.

Sebenarnya cara ini hampir sama dengan cara mengatasi masuk angin, yaitu dengan cara dipijit. 

Namun relaksasi otot ini fokus pada otot – otot tubuh yang berpotensi menyebabkan mual dan muntah saat berpuasa.

Khasiat PMR sudah dibuktikan melalui penelitian terhadap seseorang yang mengalami gangguan mual akibat kemoterapi atau konsumsi obat – obatan berlebih. 

Nah, PMR ini juga bisa diterapkan jika kamu merasa mual saat kondisi berpuasa. 

Cara melakukannya dapat kamu lihat di video di bawah ini:

3. Pindah ke Tempat yang Lebih Hangat

Jika anda merasa mual, segeralah cari tempat dengan suhu udara yang hangat. 

Sebisa mungkin hindari berada di tempat dengan suhu udara yang dingin karena bisa menyebabkan mual bertambah parah.

Misalkan kamu berada di ruangan yang ber-ac, maka keluarlah sebentar untuk mendapatkan udara yang segar dan lebih hangat. 

Atau jika kondisinya tidak ada udara yang lebih hangat, kamu bisa mengenakan pakaian yang lebih tebal agar tubuh kamu lebih hangat.

4. Hirup Essential Oil Berbau Mint

Selain diaplikasikan dengan cara dioleskan, kamu juga bisa menggunakan essential oil dari peppermint atau spearmint dengan cara dihirup. 

Tenang saja, penggunaan minyak atau essential oil dengan cara dihirup juga tidak menyebabkan batal puasa.

Sebuah penilitian ilmiah telah membuktikan bahwa dengan menghirup essential oil dari peppermint dapat membantu mengurangi gejala mual dan muntah – muntah.

Hal ini bisa menjadi salah satu cara menghilangkan mual di bulan puasa.

5. Lakukan Teknik Pernapasan Diafragma

Perlu kamu tahu bahwa teknik pernapasan dalam yang terkendali ternyata bisa menghilangkan rasa mual.

Kamu bisa memulai beberapa latihan pernapasan untuk mengatasi rasa mual yang muncul saat sedang berpuasa, caranya sebagai berikut :

  • Tidur terlentang, lalu letakkan bantal di bawah dengkul dan leher agar tubuh kamu merasa rileks dan nyaman. Intinya usahakan posisi kaki dan kepala lebih tinggi daripada badan.
  • Kemudian letakkan kedua tangan di atas perut atau persisnya di bawah bagian tulang rusuk, dengan posisi jari saling terkunci. Tujuan peletakan jari ini adalah untuk memastikan apakah pernapasan yang kamu lakukan sudah benar.
  • Selanjutnya ambil napas perlahan dari perut, masukkan hingga ke rongga perut. Pernapasan ini disebut teknik pernapasan diafragma, jangan bernapas menggunakan tulang rusuk, karena otot diafragma akan menciptakan tarikan udara yang lebih kuat dibanding tulang rusuk.

6. Cobalah Teknik Akupuntur atau Akupresur

Akupuntur atau akupresur adalah teknik pengobatan tradisional dari Tiongkok yang bisa dilakukan untuk mengatasi mual dan muntah saat puasa. 

Meskipun menggunakan jarum tipis dan dimasukkan ke dalam tubuh, namun cara ini tidak membatalkan puasa.

Ada perbedaan antara akupunktur dan akupresur?. 

Jika akupunktur menggunakan jarum tipis dimasukkan ke titik – titik pada bagian tubuh tertentu, sedangkan akupresur biasanya dilakukan pada titik yang sama namun dilakukan sedikit penekanan pada titik tersebut.

Pada dasarnya, kedua cara tersebut berguna untuk merangsang serabut saraf dan mengirimkan sinyal pada otak dan tulang sumsum tulang belakang. 

Nah, rangsangan inilah yang nantinya akan membantu mengurangi mual dan rasa ingin muntah saat puasa.

Baca juga: Wajib Tahu! 7 Tips Agar Puasa Tidak Lemas dan Ngantuk

Kenapa Saat Puasa Sering Mual dan Pusing?

Ada beberapa hal yang menyebabkan rasa mual dan pusing kerap terjadi saat sedang berpuasa. 

Pertama, karena dehidrasi. Saat puasa tubuh kamu memang cenderung kekurangan cairan, karena tidak diperbolehkan minum di siang hari. 

Oleh karena itu, maksimalkan minum saat malam hari.

Kedua, rendahnya kadar glukosa dalam darah yang berfungsi sebagai sumber energi. 

Nah, pada saat puasa, kadar glukosa dalam tubuh kamu turun drastis, akibatnya tubuh tidak bisa memompa glukosa ke otak, itulah yang menyebabkan pusing dan mual saat puasa.

Ketiga, karena perubahan pola tidur. Saat puasa, kamu harus bangun lebih pagi untuk sahur, sehingga ada kemungkinan jam tidur kamu berkurang daripada jam biasanya. 

Penelitian dari Missouri State University membuktikan jika kurang tidur bisa menyebabkan pusing.

Ada beberapa orang yang bertanya terkait mual saat puasa batal atau tidak? 

Jawabannya adalah tidak, jika tidak disengaja. 

Mual termasuk kondisi sakit atau kondisi ketika tubuh mengalami masalah kesehatan. 

Jadi mual ataupun muntah jika tidak disengaja tidak membatalkan puasa.

Kecuali jika disengaja, misalkan kamu memasukkan benda ke dalam mulut yang menyebabkan mual atau muntah, itu akan membatalkan puasa.

Kesimpulan

Nah, itu tadi 6 cara ampuh untuk mengobati mual selama berpuasa.

Setelah mengetahui cara mengatasi mual saat puasa, kini kamu bisa menjalankan ibadah puasa dengan lancar dan kondisi yang sehat.

Sekarang, Rey ingin bertanya kepadamu, manakah cara yang pernah kamu coba dan berhasil dalam mengatasi mual – mual saat sedang puasa?

Atau kamu punya cara lain yang belum disebutkan di atas? Silahkan tinggalkan komentar di bawah.

Oh ya, jangan lupa juga untuk membagikan informasi ini ke orang – orang di sekitarmu agar merekapun dapat menjalankan ibadah dengan lancar. 

Terima kasih dan semoga sehat selalu ya!

Artikel Terkait Lainnya