Kamu pernah mengalami gejala seperti lemah, lelah, demam tinggi, sakit tenggorokan? 

Atau justru sedang mengalaminya? Bisa jadi itu adalah gejala tipes.

Tipes atau demam tifoid adalah penyakit yang umum terjadi. 

Penyakit ini bisa menyebar melalui makanan atau minuman yang terinfeksi.

Seperti apa sih tipes itu? Yuk, kenali gejala dan penyebabnya di pembahasan berikut ini!

Table of Contents

Apa Itu Penyakit Tipes?

Demam tifoid atau tipes adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi atau kebiasaan yang tidak higienis.

Penyakit ini sering dialami oleh anak-anak, namun juga kadang dialami oleh dewasa. 

Jika tidak ditangani dengan baik dan segera, penyakit ini juga bisa membahayakan nyawa.

Apa yang Dirasakan Saat Sakit Tipes?

Biasanya saat mengalami tipes, suhu tubuh akan naik, sakit perut, diare, atau sembelit. 

Setelah makan atau minuman bahan yang terkontaminasi Salmonella typhi, maka bakteri akan masuk ke dalam sistem pencernaan dan berkembang biak dengan sangat cepat.

Jika tidak segera ditangani, bakteri juga bisa masuk ke aliran darah, kemudian menyebar ke area lain dalam tubuh.

Mengapa Seseorang Bisa Tipes?

Tipes merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Salmonella thypi. 

Bakteri penyebab tipes ini bisa menular melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi.

Paparan Salmonella typhi bisa terjadi saat mengonsumsi makanan yang dibersihkan dengan air yang tercemar bakteri tersebut atau selalu mengonsumsi minuman dengan tingkat kematangan yang tidak optimal.

Tipes juga bisa terjadi saat seseorang kurang menjaga kebersihan tangan.

Bakteri jenis ini berkaitan langsung dengan Salmonellosis yang mengakibatkan infeksi pada sistem pencernaan yang lebih buruk daripada tipes.

Berikut beberapa faktor risiko penyebab mengapa orang bisa terserang tipes:

  • Jajan sembarangan.
  • Kurang menjaga kebersihan makanan.
  • Mengonsumsi air minum kotor.
  • Menggunakan toilet kotor.
  • Berhubungan intim dengan penderita tipes.

Gejala Tipes Itu Seperti Apa?

Gejala dari tipes sebenarnya cenderung bertahap, bisa muncul satu sampai tiga minggu setelah terpapar bakteri tersebut.

Berikut beberapa gejala di tahap awal yang dialami penderita tipes:

  • Demam rendah dan meningkat setiap hari hingga 40,5 derajat celcius.
  • Kelelahan dan kelemahan.
  • Sakit kepala.
  • Nyeri otot.
  • Batuk kering.
  • Berkeringat.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Penurunan berat badan.
  • Sembelit atau diare.
  • Ruam.
  • Sakit perut.
  • Perut buncit.

Jika tidak segera diobati ke dokter, tipes bisa menimbulkan gejala yang lebih parah, bahkan bisa mengancam nyawa.

Beberapa gejala berat dari tipes adalah, berbaring tak bergerak, mengigau, hingga kelelahan dengan mata setengah tertutup.

Jika kamu mengalami gejala ini sebaiknya segera konsultasi dengan dokter, ya. 

Apakah Penyakit Tipes Itu Bahaya?

Penyakit tipes yang tidak ditangani dengan tepat bisa menimbulkan bahaya komplikasi dari yang ringan, berat, hingga berujung kematian.

Karena itu, penderita tipes sebaiknya tidak menyepelekan demam tifoid atau tipes.

Penyakit tipes yang sudah menyerang lebih dari dua minggu maka bisa menimbulkan beberapa komplikasi tipes yang berbahaya, seperti:

  • Pendarahan saluran pencernaan.
  • Peradangan saluran pencernaan.
  • Hepatitis tifosa.
  • Pankreatitis tifosa.
  • Pneumonia.
  • Syok septik.
  • Tifoid toksis.

Apakah Tipes Bisa Sembuh Tanpa Dirawat?

Biasanya saat mengalami sakit tipes, orang akan mengalami tanda atau gejala terus menerus seperti demam tinggi, diare, perut bengkak, dan lainnya.

Jika tidak diobati, tanda tersebut semakin lama akan semakin parah.

Dokter biasanya akan menyarankan orang yang terkena tipes untuk dirawat di rumah sakit, terutama jika terjadi terjadi pada anak atau orang dengan gejala serius.

Di rumah sakit, pengidap tipes akan diberi antibiotik dan cairan melalui infus.

Namun, jika dokter menyatakan bahwa sakit tipes yang kamu alami masih tergolong ringan, maka bisa melakukan perawatan rumahan dengan pemberian obat antibiotik.

Resep ini biasanya dianjurkan untuk diminum selama 7 sampai 14 hari sampai bakteri benar-benar mati. 

Setelah itu, gejala akan mulai membaik dalam 2 sampai 3 hari setelah minum antibiotik. Namun, antibiotik ini harus tetap dihabiskan sesuai anjuran dokter.

Bagaimana agar Tipes Cepat Sembuh?

Orang dengan sakit tipes biasanya tidak akan langsung diopname jika gejala ringan. 

Selama rawat jalan, dokter akan mencoba memberikan obat antibiotik atau obat penurun panas agar tidak semakin parah.

Selain itu, kamu juga bisa menerapkan beberapa cara alami ini agar penyakit tipes cepat sembuh:

  • Makan makanan tinggi kalori. Kalori diperlukan sebagai sumber energi bagi sistem imun untuk melawan infeksi agar bisa sembuh lebih cepat.
  • Makan makanan tinggi protein. Protein baik untuk mempercepat masa penyembuhan dari infeksi. Selain itu, tubuh juga butuh protein untuk menghasilkan sel baru, memperbaiki jaringan tubuh yang rusak akibat peradangan, serta menghasilkan enzim dan hormon.
  • Mengonsumsi makanan rendah serat. Serat adalah nutrisi yang sulit dicerna oleh perut dan butuh waktu lama untuk memprosesnya. Sementara, tipes dapat menyebabkan diare yang sudah memperberat kerja usus untuk mengolah makanan.
  • Makan porsi kecil tapi sering.
  • Penuhi kebutuhan cairan, untuk mencegah komplikasi penyakit tipes.
  • Istirahat total. Tidur merupakan cara mengobati tipes paling ampuh. Sebab, tidur bisa membantu memperbaiki sel dan jaringan tubuh yang rusak akibat infeksi.
  • Patuhi resep dari dokter.
  • Jaga kebersihan diri untuk mencegah penyebaran dan penularan penyakit.
  • Menjauhi beberapa pantangan sakit tipes agar penyakit tidak semakin parah.

Penutup

Penyakit tipes tidak bisa diprediksi kapan datangnya, tapi kamu juga bisa melakukan pencegahan pada penyakit infeksi ini dengan beberapa hal. 

Misalnya, menjaga kebersihan diri dan makanan yang dikonsumsi, hingga melakukan vaksin tifoid.

Namun, jika sudah terlanjur mengidap penyakit tersebut dan mengalami beberapa tanda penyakit tipes di atas, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan rekomendasi tes tipes dan pengobatan yang tepat.

Jika masih ada pertanyaan seputar tipes atau demam tifoid, tuliskan di kolom komentar, ya!

Artikel Terkait Lainnya