kanker nasofaring

Kanker nasofaring adalah sebuah tipe kanker langka yang dapat kamu temukan pada bagian kepala dan leher. Nasofaring sendiri merupakan area yang berada di bagian atas tenggorokan kamu, tepatnya di belakang hidung.

Biasanya setelah masuk ke dalam hidung pun, udara sempat melalui nasofaring, sebelum akhirnya turun ke dalam paru-paru. Namun, nasofaring sendiri hanya merupakan suatu bagian dari tenggorokan. 

Karena itu, kamu juga perlu paham bahwa kanker nasofaring bukanlah satu-satunya jenis kanker yang menyerang tenggorokan. Selain kanker nasofaring, ada juga kanker laring dan kanker esofagus (kanker kerongkongan).

Baca Juga: 11 Makanan Jadi Pantangan Asam Urat, Waspada!

Gejala

Pada stadium awal, kanker nasofaring jarang menunjukkan gejala. Namun, ada kemungkinan gejala kanker nasofaring muncul, antara lain:

  • Pembengkakan nodus limfa;
  • Sakit tenggorokan;
  • Darah saat meludah;
  • Darah dari hidung (mimisan);
  • Sering terjadinya infeksi telinga;
  • Telinga yang mendengung;
  • Hilangnya pendengaran (biasanya pada satu telinga);
  • Hidung yang tersumbat;
  • Sakit kepala.

Kapan Perlu Konsultasi Dokter?

Mengingat tidak semua kasus kanker nasofaring menunjukkan gejala, kamu mungkin tidak merasa harus pergi ke dokter. Hal ini dapat menyebabkan kanker berkembang menjadi lebih ganas.

Namun, kamu perlu ingat bahwa gejala di atas pun sebenarnya dapat terjadi untuk penyakit lain. Maka dari itu, tidak ada alasan untuk panik jika kamu mengalami gejala di atas. 

Bagaimana pun juga, tidak ada salahnya berkonsultasi pada ahli medis jika gejala tersebut sudah mengganggu kamu. Terutama jika sudah berlangsung selama berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu.

Apa Penyebab Kanker Nasofaring?

Belum ada penelitian yang mengetahui pasti penyebab kanker nasofaring. Namun, sejumlah faktor dapat meningkatkan risiko kamu untuk mengidap jenis kanker ini. 

Faktor risikonya antara lain:

  • Makanan. Terutama jika makanan yang sehari-hari kamu konsumsi terlalu tinggi akan daging asin atau ikan asin.
  • Ras. Terutama untuk orang keturunan Afrika utara atau Cina selatan.
  • Jenis kelamin. Pria mempunyai risiko 2-3 kali lebih tinggi untuk mengidap kanker nasofaring dibandingkan wanita.
  • Usia. Semakin tua seseorang, maka otomatis semakin berisiko mereka untuk mengidap kanker.
  • Pekerjaan. Terutama bila kamu terpapar serbuk kayu yang keras.
  • Riwayat keluarga, di mana anggota keluarga inti seperti orang tua atau saudara yang mengidap kanker nasofaring.
  • Pernah terjangkit virus lain. Misalnya virus Epstein-Barr atau human papillomavirus (HPV).

Namun, memiliki faktor risiko ini bukan berarti kamu pasti akan mengidap kanker nasofaring. Pada kenyataannya, ada beberapa orang yang mempunyai semua faktor risiko ini yang tetap sehat. Sementara, ada juga beberapa orang yang tidak mempunyai faktor risiko sama sekali yang malah terkena kanker.

Jadi, Apakah Kanker Nasofaring Menular?

Tidak, kanker nasofaring bukan sebuah penyakit menular. 

Namun, beberapa jenis penyakit menular memang terduga dapat meningkatkan risiko kanker nasofaring, antara lain virus Epstein-Barr dan HPV. Ada baiknya jika kamu bisa mencegah risiko penularan ini saja.

Apakah Kanker Nasofaring Bisa Disembuhkan?

Kanker nasofaring dapat disembuhkan, terutama jika kanker terdeteksi pada stadium awal. Tentunya pasien harus melalui berbagai macam pengobatan.

Jenis Pengobatan Kanker Nasofaring

Jenis pengobatan biasanya tergantung pada setiap kasus, terutama stadium kanker, riwayat kesehatan pasien, dan kondisi pasien, seperti kualitas hidup, perasaan pasien, dan lainnya. Namun, metode pengobatan utama dari kanker nasofaring adalah radioterapi dan kemoterapi.

Dokter dapat memutuskan untuk menerapkan kedua pengobatan ini untuk stadium awal. Namun, jika kanker berisiko atau sudah tersebar ke kelenjar getah bening, maka ada kemungkinan pengangkatan kanker.

Metode pengobatan lain yang mungkin harus pasien lalui adalah imunoterapi, jika imun tubuh tidak cukup kuat, dan perawatan paliatif untuk mengurangi rasa sakit.

Butuh Pengobatan Online, Cek Kesehatan Online, dan Manfaat Rawat Jalan?
Rey Solusinya. Premi Terjangkau! Mulai Rp 69 ribua-an per bulan!

Komplikasi

Kanker nasofaring dapat menyebabkan berbagai macam komplikasi, antara lain:

  • Kanker menyerang organ lain. Pada stadium akhir dan ukuran yang cukup besar, kanker dapat menyerang organ lain yang berdekatan, seperti otak, tulang, dan tenggorokan.
  • Kanker menyebar ke area lain. Fenomena ini disebut metastasis. Biasanya kanker nasofaring hanya menyebar ke organ yang dekat, seperti nodus limfa. Namun, beberapa kasus juga menyebabkan kanker hati, tulang, dan paru-paru.

Cara Mengurangi Risiko Kanker Nasofaring

Kamu bisa mengurangi risiko terkena kanker nasofaring dengan mengurangi faktor risiko yang ada. Berikut hal-hal kecil yang bisa kamu lakukan:

  • Berhenti merokok. 
  • Kurangi makanan asin. Terutama ikan asin dalam makanan Cina.
  • Ikuti prosedur kerja yang aman.
  • Banyak mengonsumsi buah dan sayur.

Mengingat kanker nasofaring belum ada penyebab pastinya, kamu juga bisa mengantisipasi risiko dengan asuransi kesehatan untuk penyakit kritis. Dengan begitu, kalau pun terjadi risiko tak terduga, kamu masih tetap sanggup membayar biaya pengobatan kanker.

Yuk Download aplikasi rey.id. Agar kamu bisa konsultasi dengan dokter dan kamu juga bisa cek asuransi kesehatan di aplikasi rey.id serta kamu juga bisa tau fungsi asuransi secara detail. Yuk Download sekarang!

Artikel Terkait Lainnya