Tangan Luka Kena Kaca? Ini 5 Langkah Pertolongan Petama agar Tidak Infeksi

Tangan Luka Kena Kaca? Ini 5 Langkah Pertolongan Petama agar Tidak Infeksi
Dwi Julianti
Dwi Julianti
April 28, 2023
5 menit membaca

Luka di tangan dan bagian tubuh akibat terkena pecahan kaca terkadang sering direspon dengan panik atau diabaikan begitu saja.

Padahal, kecelakaan yang menyebabkan luka di tangan akibat kaca perlu segera ditangani dengan melakukan pertolongan pertama secara hati-hati.

Ingin tahu lebih banyak mengenai cara hidup sehat? Temukan rahasianya di sini

Terluka akibat pecahan kaca pada tangan baik dalam skala ringan maupun berat, jika tidak ditangani dengan baik dan benar, dikhawatirkan akan menimbulkan kerusakan jaringan dan meningkatkan risiko yang dapat membahayakan kesehatan penderitanya.

Maka dari itu, yuk pelajari pertolongan pertama tangan luka kena kaca di bawah ini!

Pertolongan Pertama Tangan Luka Kena Kaca

Adapun penanganan dan pertolongan pertama yang penting untuk dilakukan dengan benar pada saat tangan kena pecahan kaca adalah sebagai berikut:

1. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir

ketika tangan terkena pecahan kaca Pertama, kamu harus mencuci tangan dengan sabun dan air sebelum membersihkan luka. 

Pertama, kamu harus mencuci tangan dengan sabun dan air sebelum membersihkan luka. 

Tujuan dari langkah ini adalah untuk menghindari risiko infeksi yang dapat terjadi karena proses membersihkan luka dengan tangan yang tidak bersih. 

Jika tidak memungkinkan untuk cuci tangan, maka mintalah bantuan kepada orang lain untuk membantu dalam proses menangani luka dengan memastikan pula tangan sudah dalam kondisi bersih.

2. Membersihkan dengan air hangat

Langkah selanjutnya setelah mencuci tangan adalah membersihkan luka pada tangan untuk menghilangkan kuman dan bakteri.

Disarankan untuk menggunakan air hangat dalam proses pembersihan luka ini.

Selain itu, penggunaan kain yang lembut seperti kain kasa yang direndam dalam air hangat juga dapat digunakan untuk membersihkan luka dengan lembut.

3. Mencabut serpihan kaca menggunakan pinset

Setelah dibersihkan, selanjutnya kamu bisa mencoba untuk mengambil serpihan pecahan kaca yang menancap pada tangan dengan menggunakan pinset.

Sebelumnya, tidak lupa untuk memastikan kebersihan pinset yang akan dipakai terlebih dahulu dengan mencucinya menggunakan cairan alkohol.

Selanjutnya bersihkan kembali dengan air bersuhu hangat yang mengalir untuk mengangkat sisa-sisa serpihan pecahan kaca yang sangat kecil.

Namun, perlu diperhatikan bahwa dalam melakukan tahap ini pastikan terlebih dahulu kondisi kedalaman luka dan serpihan pecahan kaca yang tertancap pada tangan.

 Sebab jika salah cabut serpihan kaca dapat menimbulkan luka baru pada area kulit.

4. Menutup dengan perban atau kasa

ketika tangan luka kena kaca tutup dengan perban atau kasa

Ketika lukanya sudah dipastikan dalam kondisi bersih dan kering, selanjutnya kamu bisa langsung menutupnya dengan menggunakan perban atau kasa steril.

Hal tersebut perlu dilakukan sebagai upaya untuk mencegah agar tidak terkena kontaminasi bakteri dan debu.

Adapun dalam penggunaan perban atau kain kasa ini disarankan untuk bisa selalu diganti secara berkala setiap harinya pada saat ketika kondisi perban sudah terlihat basah atau kotor, serta agar terjaga kebersihannya,

5. Mengonsumsi obat pereda nyeri

Langkah terakhir yang bisa dilakukan jika masih merasakan nyeri adalah dengan mengonsumsi obat pereda nyeri. 

Ibuprofen atau paracetamol dapat membantu kamu untuk menghilangkan rasa sakit di tangan akibat terkena kaca.

Baca Juga: 10 Manfaat Kunyit Putih untuk Kesehatan, Sudah Terbukti Secara Ilmiah!

Pertanyaan Seputar Cara Merawat Luka Terkena Pecahan Kaca

Sebagai informasi tambahan dikutip dari laman Better Health Channel, perlu diketahui bahwa bahaya atau tidaknya luka yang diakibatkan oleh goresan pecahan kaca ini bergantung pada kedalaman dan luas luka sayatan.

Di mana, kulit merupakan organ terluas dari tubuh manusia yang terdiri dari dua lapisan utama, yakni epidermis (lapisan permukaan yang terbuat dari beberapa lembar sel kulit) dan dermis (lapisan yang terletak di bawah epidermis).

Jika luka pada tangan akibat pecahan kaca terkena hingga lapisan epidermis dan dermis, maka dampak yang dirasakan pun akan semakin berat dengan munculnya sensasi nyeri hingga mati rasa.

Membership kesehatan yang memberikan akses ke asuransi kesehatan

Berapa lama luka tersayat sembuh?

Pada umumnya luka pada kulit yang diakibatkan oleh sayatan seperti pecahan kaca dapat sembuh serta membaik seiring berjalannya waktu sekitar 5 hingga 10 hari.

Namun, perlu diketahui bahwa durasi berapa lama waktu penyembuhan pada setiap orang akan berbeda-beda.

Durasi masa penyembuhan luka akan bergantung pada tingkat kedalaman luka sayatan, ukuran atau luas luka sayatan, dan usia orang yang terluka yang juga ikut menjadi faktor penentu kecepatan perbaikan sel yang berlangsung dalam tubuh.

Apakah luka tidak boleh terkena air?

Tidak selalu benar bahwa luka tidak boleh terkena air.

Sebenarnya, membersihkan luka dengan air yang bersih adalah bagian penting dari pertolongan pertama pada luka.

Air membantu membersihkan kotoran dan benda asing dari luka serta mencegah infeksi.

Namun, setelah membersihkan luka, sebaiknya segera mengeringkan dengan kain bersih atau tisu untuk menghindari kelembaban yang bisa memperburuk kondisi luka.

Ada beberapa kondisi luka tertentu yang memang sebaiknya tidak terkena air, seperti luka bakar parah yang sangat sensitif atau luka yang membutuhkan perawatan khusus, dalam hal ini sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau tenaga medis terlebih dahulu.

Apakah luka boleh ditutup hansaplast?

Hansaplast atau plester dapat digunakan untuk menutup dan melindungi luka lecet atau gores agar tidak mudah teriritasi dan terkena infeksi dari debu maupun kotoran dari luar. 

Selain itu, penggunaan hansaplast juga dapat membuat sel kulit yang ada di sekitarnya bisa tetap hidup untuk membentuk sel kulit yang baru selama proses penyembuhan.

Apakah luka lebih baik dibuka atau ditutup?

Perlu diingat bahwa tidak semua jenis luka boleh ditutup dan sebaliknya, baik itu oleh kain kasa maupun plaster. 

Adapun jenis luka yang sebaiknya ditutup atau harus di perban dengan tujuan untuk menghentikan pendarahan dan mencegah infeksi yang lebih parah adalah luka terbuka (cedera yang merobek atau memisahkan kulit sehingga memperlihatkan jaringan lain di bawahnya), seperti tertusuk, tertembak, dan tergores.

Namun, dalam beberapa kasus tertentu terdapat jenis luka terbuka yang disarankan oleh dokter atau ahli medis untuk dibiarkan terbuka agar udara bisa masuk dan mempercepat penyembuhan.

Baca Juga: 6 Manfaat Merendam Kaki dengan Air Hangat, Berapa Lama Waktu yang Dianjurkan?

Penutup

Informasi tentang pertolongan pertama untuk mengatasi tangan luka kena kaca di atas dapat diterapkan untuk mengurangi risiko serius dan penyakit lainnya.

Namun, jika perawatan di rumah dirasa kurang efektif untuk mengatasi luka pecahan kaca yang parah dan disertai dengan tanda-tanda infeksi seperti memar merah, bengkak, nyeri, bernanah, atau darah yang terus mengalir hingga kesulitan menggerakkan tangan, penanganan medis mungkin diperlukan.

Masih ada pertanyaa? Tulis di kolom komentar, ya!

Kembali
Rekomendasi Artikel
November 30, 2022
5 Manfaat Lari Sore untuk Kesehatan, Berapa Kali dalam Seminggu?

Meski memiliki banyak kegiatan setiap harinya, menyisihkan waktu untuk olahraga tetap lah penting. Olahraga tidak...

Yosephine Yosephine
8 menit membaca
November 10, 2022
21 Makanan yang Mengandung Zat Besi Tinggi, Baik untuk Kesehatan!

Kamu sering merasa pusing, lemas, dan mudah lelah?  Jika kamu sering merasakannya, bisa jadi kamu...

Yosephine Yosephine
10 menit membaca
May 15, 2023
Hati-Hati, 10 Penyakit Akibat Kekurangan Vitamin E pada Tubuh

Kekurangan asupan vitamin E dalam tubuh dapat menyebabkan berbagai penyakit. Vitamin E merupakan antioksidan penting...

Dwi Julianti Dwi Julianti
6 menit membaca