Gerakan manipulatif juga mengacu pada kemampuan untuk memindahkan dan memposisikan objek menggunakan tangan, kaki, atau anggota badan lainnya.

Setiap hari kita akan menggerakan tubuh untuk melakukan berbagai kegiatan sehari-hari.

Nah, kamu tahu tidak kalau gerakan yang kita lakukan sehari-hari itu juga bisa disebut sebagai gerak manipulatif?

Berbeda dengan manipulatif yang sering dikaitkan dengan sifat kurang baik.

Gerak manipulatif yang akan kita bahas kali ini erat kaitannya dalam aktivitas olahraga terutama olahraga yang menggunakan alat seperti bola atau raket.

Penasaran seperti apa jelasnya? Yuk, simak pengertian dan contoh gerak manipulatif berikut ini

Table of Contents

Apa yang Dimaksud dengan Gerakan Manipulatif?

pengertian gerak manipulatif adalah gerak dasar seseorang yang dilakukan dengan menggunakan objek atau alat contohnya seperti melempar benda.

Pada dasarnya, gerakan yang dilakukan oleh manusia itu ada tiga jenis yaitu gerak lokomotor, non lokomotor, serta manipulatif.

Ketiga gerakan ini adalah bagian gerak dasar manusia yang menjadi pola gerakan yang melibatkan bagian tubuh yang berbeda seperti kaki, lengan, dan kepala.

Gerak lokomotor adalah contoh gerakan yang membuat tubuh berpindah dari satu titik ke titik lain seperti berjalan, berlari dan melompat.

Berbeda dengan gerak lokomotor, gerak non lokomotor merupakan gerakan yang hanya membuat sebagian tubuh bergerak seperti menarik dan mendorong.

Sementara itu, pengertian gerak manipulatif adalah gerak dasar seseorang yang dilakukan dengan menggunakan objek atau alat contohnya seperti melempar benda.

Melempar adalah salah satu gerakan dasar manipulatif di mana kita menggerakan kedua tangan untuk melontarkan suatu objek ke tujuan yang diinginkan.

Gerakan ini juga mengacu pada kemampuan untuk memindahkan dan memposisikan objek menggunakan tangan, kaki, atau anggota badan lainnya.

Gerak manipulatif sendiri sudah mulai dilakukan sejak kita masih bayi saat belajar memegang sesuatu.

Salah satu gerak manipulatif pada anak ada seperti memegang botol susu, belajar mewarnai, hingga belajar melempar sebuah objek.

Contoh gerak manipulatif dalam kehidupan sehari-hari yang sering kita jumpai antara lain seperti menulis, mengiris bawang, memotong tali dengan gunting, dan masih banyak lagi.

Semakin kita dewasa, keterampilan gerak manipulatif seseorang akan terus terasah seiring berjalannya waktu.

Karena gerak dasar manipulatif memang lebih sulit dikuasai anak-anak dibandingkan dengan gerak dasar lain seperti gerak non-lokomotor atau gerak lokomotor.

Hal ini disebabkan karena gerakan dasar manipulatif membutuhkan koordinasi seluruh anggota tubuh untuk menjaga keseimbangan dan alat yang digunakan.

Kemampuan koordinasi anak-anak pada umumnya masih kurang baik.

Jika seorang anak sudah bisa melakukan gerak dasar manipulatif, dia bisa melakukan beragam kegiatan seperti permainan dan berolahraga dengan baik juga dengan minim resiko cedera.

Nah, berikut ini contoh permainan yang banyak melibatkan dan melatih keterampilan manipulatif.

Baca Juga: Apa Itu Back Up? Ini Manfaat dan Cara Melakukan Gerakannya!

Contoh Gerakan Manipulatif dalam Bola Basket

dribble merupakan salah satu contoh Gerakan Manipulatif dalam Bola Basket

Beberapa gerakan manipulatif dalam permainan bola basket antara lain adalah:

Menggiring (dribble)

Gerakan ini memiliki tujuan untuk memindahkan basket dari satu tempat ke tempat lainnya.

Gerakan ini tidak lah mudah, karena selain harus membawanya ke tempat tujuan, kamu juga harus bisa mengkoordinasikan tubuh untuk membawa bola sambil berlari.

Mengoper (passing)

Gerakan lainnya yang memindahkan bola ke tempat lain, atau lebih dikenal juga dengan gerakan melempar.

Bedanya, dalam gerakan ini kamu harus melemparkan bolanya ke orang lain.

Selain kamu harus bisa memegang bola dengan baik, kamu harus bisa menentukan arah yang tepat.

Menangkap bola

Setelah seseorang melemparkan bola, orang lain akan menangkapnya untuk melakukan strategi berikutnya.

Ketika melakukan gerakan menerima ini, kamu harus menjaga keseimbangan tubuh.

Baca Juga: Squat Thrust: Pengertian, Manfaat, dan Cara Melakukannya

Contoh Gerakan Manipulatif dalam Voli

contoh gerakan manipulatif dalam voli seperti memukul, mengoper, dan melempar

Gerakan dalam voli hampir mirip dengan gerakan dalam basket.

Kedua olahraga ini merupakan kegiatan beregu yang memerlukan kerja sama dan koordinasi yang kompak.

Memukul

Memukul dalam olahraga ini dikenal juga sebagai smash.

Gerakan ini dilakukan ketika ingin menembakan bola ke lapangan lawan dengan kecepatan dan ketepatan arah yang tinggi.

Makanya, diperlukan juga kontrol yang baik.

Mengoper

Gerakan mengoper dilakukan ketika pemain akan memberikan bola ke rekan tim untuk meneruskan strategi berikutnya.

Ketika akan mengoper, koordinasi antara tangan dan mata sangat dibutuhkan untuk memastikan arah sudah tepat dan akurat.

Mengumpan

Mengumpan hampir mirip seperti mengoper.

Bedanya gerakan ini dilakukan untuk menipu atau mengecoh lawan, seakan-akan bola akan ditembakan padahal akan dioper, atau sebaliknya.

Makanya, mata harus selalu aktif untuk memperhatikan jalannya permainan.

Contoh Gerakan Manipulatif dalam Sepak Bola

Contoh Gerakan Manipulatif dalam Sepak Bola seperti menggiring dan menendang

Dalam permainan sepak bola, ada banyak contoh jenis gerak manipulatif.

Makanya, untuk menjadi seorang atlet ini, kemampuan gerak manipulatif beserta keseimbangan tubuh sangat perlu dilatih.

Kemampuan untuk melakukan gerakan ini tidak dapat dikuasai dalam satu malam, melainkan melalui banyak latihan.

Menggiring

Gerakan menggiring bola dalam olahraga satu ini juga bukanlah hal yang mudah.

Ketika menggiring, kaki harus terus bergerak membawa bola dengan kecepatan yang teratur dan terkontrol, sedangkan tangan menjaga keseimbangan tubuh agar tidak mudah jatuh atau tersandung.

Menendang

Gerakan menendang adalah salah satu keterampilan gerakan manipulatif yang menggunakan salah satu kaki yang digunakan sebagai media untuk memukul.

Dibutuhkan koordinasi antara mata dan kaki agar objek yang ditendang bisa berpindah dari satu titik ke titik lainnya.

Menangkap

Gerakan menangkap umumnya dilakukan oleh kiper, karena hanya posisi ini yang diperbolehkan menggunakan tangan.

Tujuan dari menangkap sendiri yaitu untuk menghentikan pergerakan bola sehingga tim bisa berbalik menyerang lawan.

Melempar

Setelah bola ditangkap, kiper akan melemparkan kembali bolanya sebagai umpan.

Selain itu, ketika ada pelanggaran, pemain juga diperbolehkan melempar bola.

Gerakan melempar ini menggunakan tangan untuk melontarkannya ke arah lapangan.

Baca Juga: 10 Manfaat Squat Jump, Sudah Tahu Cara Melakukannya?

Contoh Gerakan Manipulatif dalam Bulu Tangkis

Contoh Gerakan Manipulatif dalam Bulu Tangkis seperti memegang raket

Bermain bulu tangkis juga menggunakan banyak gerakan manipulatif yang dilakukan kaki atau tangan.

Nah, berikut ini contoh gerakan manipulatifnya.

Memegang raket

Memegang raket adalah salah satu contoh gerak manipulatif dalam bulu tangkis.

Olahraga ini menggunakan raket sebagai alat.

Raket ini seperti perpanjangan tangan kita dalam berolahraga.

Memukul shuttlecock

Jika olahraga sebelumnya menggunakan bola, di bulu tangkis kamu akan menggunakan shuttlecock.

Dengan menggunakan raket, kita akan memukul shuttlecock menuju lapangan lawan.

Mengayunkan raket

Untuk bisa memukul shuttlecock, kamu harus mengayunkan raket dari belakang ke depan.

Jadi, koordinasi seluruh badan untuk mengendalikan raket ini sangat perlu dilatih.

Berolahraga memang penting bagi tubuh, tetapi tetap dilakukan dengan batas yang wajar, ya.

Karena jika berlebihan, takutnya tubuh kamu kaget sehingga jatuh sakit.

Apabila jatuh sakit, segera tanyakan kepada dokter, ya.

Cukup buka aplikasi Rey, kamu sudah bisa konsultasi dengan dokter, lho.

Apalagi kalau kamu sudah memiliki asuransi kesehatan online dari Rey, kamu bisa chat dokter sepuasnya, tebus obat, rawat inap, hingga rawat jalan gratis.

Klik banner ini yuk, untuk info lebih lanjut!

Penutup

Itu dia penjelasan seputar gerakan manipulatif beserta contohnya.

Jika bisa melakukan gerak dasar manipulatif, maka kamu bisa melakukan berbagai kegiatan seperti permainan dan berolahraga dengan baik juga dengan minim resiko cedera.

Masih ada pertanyaan seputar topik ini?

Yuk, tanyakan di kolom komentar!

Artikel Terkait Lainnya