efek buruk duduk terlalu lama, ada banyak sekali lho, salah satunya dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Sering duduk di depan meja atau laptop?

Jika iya, kamu sudah tahu belum nih, kalau terlalu lama duduk dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, lho.

Maka dari itu, kamu perlu mewaspadainya.

Tapi kenapa ya, kita tidak boleh duduk terlalu lama?

Lalu, apa saja dampaknya?

Mari kita bahas satu-persatu!

Table of Contents

Mengapa Tidak Boleh Duduk Terlalu Lama?

Rutinitas seperti belajar dan bekerja memang banyak menuntut kita untuk duduk di depan meja atau komputer. 

Bahkan, banyak jenis pekerjaan yang memang membutuhkan komputer dalam pengerjaannya.

Alhasil, mau tidak mau kita harus duduk dalam waktu yang lama.

Tapi, sebenarnya duduk terlalu lama itu tidak baik, lho.

Kebiasaan duduk terlalu lama akan memberi dampak negatif bagi kesehatan tubuh.

Dampak tersebut bisa berupa gangguan fisik kesehatan, hingga gangguan mental. 

Meski efek yang dirasakan tidak instan terjadi saat itu juga, melainkan dalam jangka waktu yang panjang.

Kamu tetap perlu mengetahui berapa lama durasi duduk yang disarankan.

Tapi sebelum itu, kita bahas dulu yuk, apa saja efek duduk terlalu lama.

Apa Efek Duduk Terlalu lama?

Berikut ini efek samping dari duduk terlalu lama, simak yuk!

1. Gangguan kesehatan jantung

salah satu dampak buruk duduk terlalu lama yakni menyebabkan gangguan kesehatan jantung

Tidak banyak orang menyadari bahwa duduk terlalu lama memiliki dampak buruk bagi kesehatan. 

Salah satu dampak akibat terlalu lama duduk yakni dapat menyebabkan gangguan kesehatan jantung. 

Seperti yang kita tahu, jantung merupakan salah satu alat vital pada tubuh manusia.

Jadi, apabila terjadi sesuatu pada jantung, akibatnya bisa sangat fatal.

Bahkan penelitian menyebutkan bahwa orang yang punya kebiasaan duduk terlalu lama, lebih berisiko terkena penyakit jantung dua kali lipat lebih banyak daripada orang yang duduk dengan waktu yang normal. 

2. Mengurangi usia

Kebiasaan buruk duduk terlalu lama akan memberikan dampak yang buruk untuk kesehatan bila terus dilakukan. 

Bahkan disebutkan dalam Webmd, bahwa kebiasaan duduk terlalu lama juga bisa memperpendek usia, lho. 

Maka dari itu, sebaiknya kamu mengurangi kebiasaan duduk terlalu lama dan menyelingi dengan kegiatan lainnya. 

Meski kamu termasuk orang yang rutin berolahraga setiap hari.

Tapi, apabila masih menjalankan kebiasaan buruk seperti duduk terlalu lama ternyata juga masih punya risiko yang sama. 

Oleh karena itu, disarankan untuk tetap menjaga pola hidup sehat, sekaligus menghindari kebiasaan duduk terlalu lama.

3. Kaki menjadi lebih lemah

Saat tubuh lelah, salah satu cara untuk mengurangi kelelahannya adalah dengan cara duduk. 

Namun, bila duduk dilakukan dalam waktu yang lama tentu akan menimbulkan efek samping.

Posisi duduk yang terlalu lama akan membuat tubuh melupakan kinerja otot.

Otot yang seharusnya digunakan untuk menopang tubuh, apabila tidak digunakan dalam waktu yang lama, maka akan berpengaruh pada fungsinya. 

Kondisi ini sering juga disebut dengan atrofi otot atau kondisi melemahnya otot. 

Hal ini jangan dianggap sepele, ya.

Apabila otot kaki menjadi lemah maka kamu akan mengalami ketidaknyamanan saat berjalan. 

Selain itu, otot yang tidak kuat ini juga akan meningkatkan potensi kamu cidera saat berjalan. 

4. Naiknya berat badan

duduk terlalu lama dapat memicu kegemukan

Efek kebanyakan duduk lainnya yakni bisa memicu kegemukan, lho.

Pertama-tama, kamu harus paham dulu kalau ketika tubuh bergerak, otot tubuh akan melepaskan molekul lipoprotein lipase. 

Molekul ini akan membantu tubuh dalam memproses gula dan lemak yang sudah dikonsumsi. 

Namun, apabila kamu kurang bergerak.

Maka, proses pelepasan molekul lipoprotein lipase tersebut akan terganggu. 

Efeknya tentu saja membuat proses pemecahan gula dan lemak menjadi terhambat sehingga meningkatkan berat badan kamu. 

Umumnya, penumpukan lemak terjadi bagian tengah tubuh seperti perut. 

5. Memicu risiko gangguan cemas hingga depresi

Tak hanya memicu gangguan kesehatan secara fisik.

Kebiasaan buruk duduk terlalu lama juga bisa memengaruhi kesehatan mental, lho.

Salah satu dampak duduk terlalu lama yakni dapat meningkatkan risiko depresi hingga gangguan kecemasan.

Tapi, tenang saja.

Asalkan rutin melakukan olahraga dan bergerak ringan beberapa waktu sekali, kamu bisa kok mengurangi risiko ini. 

6. Memicu risiko kanker

Bahaya duduk terlalu lama lainnya yang patut diwaspadai yakni dapat memicu risiko kanker. 

Banyak ahli kesehatan yang percaya bahwa risiko kanker bisa meningkat bila seseorang punya kebiasaan duduk yang terlalu lama. 

Kebiasaan buruk ini bisa memicu risiko berbagai macam jenis kanker. 

Beberapa jenis kanker yang bisa timbul akibat duduk terlalu lama antara lain seperti kanker usus besar, kanker paru-paru, hingga kanker rahim. 

Namun hal ini memang masih membutuhkan kajian ilmiah lebih lanjut.

Sebab, masih belum diketahui secara pasti tentang alasan peningkatan risiko kanker ini. 

7. Memicu risiko diabetes

Kebiasaan duduk terlalu lama juga dapat menyebabkan tingginya risiko diabetes.

Tak hanya meningkatkan risiko kanker.

Kebiasaan duduk terlalu lama juga dapat menyebabkan tingginya risiko diabetes. 

Bahkan menurut penelitian kesehatan, orang yang duduk terlalu lama mampu meningkatkan risiko diabetes hingga 112%. 

8. Memicu risiko varises

Varises adalah kondisi yang sering terjadi karena terjadinya pembengkakan pembuluh darah vena di bagian kaki. 

Banyak hal yang bisa memicu terjadinya kondisi ini, salah satunya bahaya duduk terlalu lama.

Kebiasaan duduk terlalu lama ini akan membuat darah menjadi menumpuk pada bagian kaki.

Sehingga bila kebiasaan ini terus dilakukan, maka bisa meningkatkan resiko terjadinya varises. 

Hal ini memang seringkali dianggap sebagai kondisi yang tidak berbahaya, namun tentu saja bisa mengganggu penampilan. 

Pembengkakan pembuluh darah vena ini bisa dilihat secara kasat mata. 

9. Gangguan trombosis vena dalam

Bahaya duduk terlalu lama lainnya yang bisa saja timbul akibat kebiasaan duduk terlalu lama yakni dapat memicu gangguan trombosis vena dalam. 

Deep vein thrombosis (DVT) atau yang lebih dikenal dengan trombosis vena dalam merupakan kondisi penggumpalan darah yang sering terjadi pada bagian kaki seseorang. 

Bila kondisi penggumpalan darah ini sampai pecah, maka akan berpengaruh pada bagian tubuh lainnya, bahkan bisa menyumbatnya. 

Bila hal ini terjadi, risiko paling fatal adalah bisa menyebabkan kematian. 

Risiko gangguan kesehatan ini ternyata bisa dipicu dari kebiasaan duduk yang terlalu lama. 

10. Leher dan bahu menjadi kaku

Kondisi lainnya yang juga dipicu karena kebiasaan duduk terlalu lama adalah bagian leher dan bahu yang menjadi kaku.

Kondisi lainnya yang juga dipicu karena kebiasaan duduk terlalu lama adalah bagian leher dan bahu yang menjadi kaku. 

Bagian tubuh yang kaku ini ternyata tak hanya bisa dirasakan di bagian punggung bawah atau kaki saja.

Namun, juga bisa menjalar ke bagian tubuh bagian atas lainnya. 

Hal ini biasanya akan terjadi bila seseorang sering membungkuk di depan meja komputer. 

Postur tubuh yang tidak baik ini akan memicu terjadinya nyeri pada bagian punggung dan bagian tubuh lainnya. 

Maka dari itu, sebaiknya kamu memerhatikan postur tubuh saat beraktivitas duduk di depan meja. 

Apalagi bagi kamu yang memiliki rutinitas bekerja di depan komputer, sehingga harus duduk setiap harinya.

Sebaiknya, kamu rutin melakukan cek kesehatan dengan dokter.

Enggak perlu mahal, cukup berlangganan mulai dari Rp35.000 per bulan saja.

Kamu bisa chat dokter sepuasnya, hingga tebus resep obat secara gratis.

Mau rawat inap?

Bisa juga, kok.

Cukup ambil smartphone kamu, dan gunakan fitur ReyCare di aplikasi Rey.

Info selanjutnya, kamu bisa klik banner di bawah ini, ya!

Berapa Lama Waktu Duduk yang Baik?

Bila kamu termasuk dalam golongan orang yang dituntut untuk bekerja di depan meja.

Maka, kamu harus lebih memerhatikan durasi saat duduk. 

Hal ini dilakukan agar kamu bisa menghindari bahaya duduk terlalu lama yang mungkin terjadi. 

Jam duduk yang disarankan dan normal yakni di bawah 10 jam per harinya. 

Namun, selama duduk tersebut kamu juga disarankan untuk sering beraktivitas setiap 3 jam sekali. 

Setiap 3 jam sekali, kamu bisa berdiri dan bergerak beberapa saat untuk memulihkan kondisi sebelum kembali bekerja di depan meja. 

Kamu bisa mengatur jadwal bekerja di depan meja agar tetap kondusif dan tidak berlebihan. 

Kenapa Harus Banyak Minum Air Putih?

60 persen tubuh manusia terdiri dari air, termasuk bagian otak manusia. 

Tak heran, manusia memerlukan air untuk bertahan hidup dan terhindar dari dehidrasi. 

Salah satu fungsi cairan dalam tubuh manusia yakni untuk mengoptimalkan energi. 

Kekurangan cairan atau kurang minum air putih akan membawa dampak yang besar untuk kesehatan. 

Bila kamu sering bekerja dan berkegiatan lainnya dengan posisi duduk, maka tentu harus mempertimbangkan banyaknya asupan air minum. 

Hal ini karena posisi duduk yang terlalu lama bisa memberi dampak yang tidak baik untuk kesehatan. 

Untuk menghindari bahaya terlalu lama duduk di depan komputer, kamu bisa menyiapkan cukup air di lokasi kerja.

Tak hanya itu, sebaiknya kamu juga menghindari minum-minuman berenergi, soda, teh atau kopi.

Penutup

Itulah beberapa fakta tentang duduk terlalu lama dan juga beberapa cara untuk mengatasinya yang perlu kamu ketahui.

Apalagi di zaman serba teknologi saat ini, banyak pekerjaan dilakukan di depan meja komputer dengan waktu yang lama.

Sehingga penting untuk terus mempertimbangkan dampak kesehatan yang mungkin timbul. 

Masih ada pertanyaan seputar topik ini? Yuk, komen di bawah!

Artikel Terkait Lainnya