Sebelum pendakian dilakukan, sudah seharusnya kamu melakukan persiapan fisik sebelum mendaki gunung.

Sebelum pendakian dilakukan, sudah seharusnya kamu melakukan persiapan fisik sebelum mendaki gunung.

Persiapan mendaki gunung tidak hanya sebatas mempersiapkan tubuh saja, lho.

Namun, masih banyak persiapan penting lainnya yang enggak boleh dilewatkan. Apa saja?

Yuk, lihat pembahasan selengkapnya di bawah ini!

Table of Contents

Persiapan Mendaki Gunung untuk Pemula

Umumnya, kegiatan pendakian gunung membutuhkan persiapan fisik dan mental sebelum keberangkatan.

Selain itu, dalam melakukan pendakian gunung dibutuhkan wawasan dasar seputar medan atau lokasi yang akan dilalui.

Berikut adalah daftar persiapan dan tips yang perlu kamu ketahui, terlebih untuk pemula sebelum mendaki gunung.

1. Mengecek lokasi dan cuaca

Mendaki gunung menjadi salah satu kegiatan yang cukup menantang, apalagi jika gunung dan jalur yang kamu pilih tidak mudah dilalui.

Oleh karenanya, pendakian gunung sebaiknya dimulai dari mengecek lokasi dan cuaca di sekitar area yang hendak dilalui.

Kamu bisa mulai mengumpulkan berbagai informasi yang dibutuhkan seputar gunung yang ingin didaki, utamanya jalur pendakian gunung dan cuaca di sekitarnya.

2. Kabari orang tua atau saudara

Jangan lupa untuk memberikan kabar pendakian kepada orang tua atau saudara.

Informasikan kepada mereka terkait dengan lokasi pendakian, kapan dan berapa lama, serta siapa saja yang berangkat.

Hal ini benar-benar penting untuk dilakukan sebagai antisipasi terhadap kondisi yang mungkin bisa terjadi selama perjalanan.

3. Persiapkan fisik

Sebelum melakukan pendakian, sebaiknya kamu mempersiapkan kebugaran fisik dari jauh-jauh hari.

Tentunya, jika tanpa persiapan yang matang, tubuhmu tidak akan kuat selama perjalanan menuju puncak hingga kembali pulang ke rumah.

Nah latihan fisik yang bisa kamu lakukan, contohnya berolahraga lari sebanyak 1 sampai 3 kali dalam seminggu.

Di perjalanan, otot kaki akan bekerja lebih ekstra dibanding sebelumnya.

Oleh karena itu, kalau kamu tidak mempersiapkan sejak lama, tubuh tidak memiliki cukup waktu untuk beradaptasi dengan medan dan ketinggian yang ekstrem.

Lebih lanjut:

4. Memerhatikan asupan makanan dan minuman

Salah satu tips mendaki gunung bagi pemula adalah mencukupi kebutuhan gizi sebelum pendakian.

Saat kamu mencukupi asupan makanan sebelum berangkat, tubuh akan memiliki energi dan ketahanan yang lebih lama.

Selain itu, jangan lupa untuk memperhatikan minuman, kamu bisa memulainya dengan memenuhi kebutuhan 2 liter air setiap harinya.

5. Membawa barang seperlunya

Ada banyak perlengkapan serta peralatan yang perlu dibawa sebagai persiapan naik gunung.

Jika termasuk barang pribadi, misalnya pakaian, disarankan untuk membawa secukupnya saja.

Namun, khusus untuk barang kelompok seperti tenda untuk tidur dan berteduh dari hujan, kamu perlu berkonsultasi kepada teman yang sudah berpengalaman.

Dengan begitu, pembagian barang kelompok yang harus kamu bawa bisa lebih terkoordinasi.

6. Menentukan lokasi dan level mendaki

Saat menentukan gunung mana yang hendak didaki, pertimbangkan lokasi dan tingkat kesulitannya.

Tentunya, setiap gunung memiliki jalur dan jarak dengan tingkat kesulitan yang berbeda-beda.

Oleh karenanya, bagi pemula yang ingin mendaki gunung, sangat disarankan untuk memilih lokasi yang tidak sulit dan sesuai dengan kemampuan.

Selain itu, kamu bisa mulai dari gunung yang dekat dengan area tempat tinggal.

7. Berangkat secara berkelompok

persiapan mendaki gunung yang perlu dilakukan pemula adaah dengan mendaki secara berkelompok

Banyak yang memilih untuk mendaki gunung sendirian atau solo hiking sebagai sarana untuk healing.

Namun, mendaki sendirian mempunyai risiko yang lebih besar ketimbang berkelompok.

Umumnya, banyak pendaki yang tersesat atau kehilangan jalur saat di perjalanan,

Supaya lebih aman, hindari solo hiking dan ajaklah beberapa teman untuk mendaki bersama.

8. Mengetahui aturan

Pendaki pemula wajib memperhatikan dan mematuhi berbagai peraturan selama pendakian.

Oleh karena itu, selain mempersiapkan berbagai peralatan dan perlengkapan, kamu harus mencari tahu berbagai peraturan tertulis maupun tidak tertulis bagi pendaki gunung.

Berikut adalah peraturan paling dasar yang harus ditaati:

  • Tidak membuang sampah sembarangan.
  • Jangan merusak alam.
  • Menghindari aktivitas yang memicu bising.

Baca Juga: Masih Pemula? Ini 16 Rekomendasi Gunung untuk Pendaki Pemula

Apakah Boleh Mendaki Sendiri?

Terdapat beberapa taman nasional yang sudah menerapkan peraturan mendaki, yaitu minimal beranggota 3 orang.

Hal ini dilakukan sebagai upaya antisipasi terhadap berbagai situasi berbahaya selama perjalanan.

Oleh sebab itu, bagi pendaki pemula maupun berpengalaman, sangat tidak disarankan untuk mendaki sendirian atau solo hiking.

Apa Manfaat Naik Gunung?

Mendaki adalah salah satu cara terbaik untuk berolahraga.

Jika memiliki hobi naik gunung, maka kamu akan merasakan banyak manfaat kesehatan bagi tubuh dan mental dari aktivitas ini.

Berikut adalah manfaat naik gunung untuk kesehatan fisik:

  • Membangun kekuatan otot dan tulang.
  • Meningkatkan keseimbangan tubuh.
  • Meningkatkan kesehatan jantung.
  • Mengurangi risiko masalah pernapasan.

Selain itu, naik gunung juga membawa manfaat untuk kesehatan mental.

Menurut penelitian dari Stanford University, menghabiskan waktu di alam terbuka akan membantu mengurangi stres, menenangkan pikiran, hingga menurunkan risiko depresi.

Oleh karena itu, kegiatan mendaki gunung merupakan salah satu cara dalam meningkatkan kesehatan mental.

Baca Juga: 10 Aplikasi Penghitung Langkah Terbaik, Catat Kalori & Detak Jantung!

Apa Resiko Mendaki Gunung?

Selain membawa banyak manfaat kesehatan, mendaki gunung juga memiliki berbagai resiko kesehatan yang bisa membahayakanmu.

Terlebih, bagi pendaki pemula yang belum memiliki pengalaman mendaki sebelumnya.

Berikut adalah resiko kesehatan yang bisa mengancam seorang pendaki gunung:

  • Hipotermia.
  • Vertigo.
  • Mountain sickness.
  • Telinga berdenging.
  • Barotrauma.

Setelah pendakian selesai, biasanya pendaki pemula juga akan mengalami kelelahan hingga jatuh sakit.

Jika kamu mengalami gejala seperti demam, flu, dan lainnya segera periksakan ke dokter, ya.

Konsultasi dengan dokter sekarang juga sudah semakin mudah lho, karena kamu bisa chat dokter secara online melalui aplikasi Rey ataupun secara offline.

Bahkan kalau kamu sudah memiliki asuransi kesehatan online dari Rey, kamu bisa chat dokter sepuasnya, tebus obat, rawat inap, hingga rawat jalan gratis.

Klik banner ini yuk, untuk info lebih lanjut!

Hiking Sebaiknya Dilaksanakan pada Waktu?

Ada 3 poin penting yang perlu diperhatikan dalam memilih waktu yang tepat untuk mendaki gunung.

Pertama, pastikan aktivitas hiking dilakukan pada saat curah hujan tidak tinggi.

Tentunya, hujan akan membuat jalur semakin sulit untuk didaki.

Kedua, pilihlah waktu di pagi hari untuk mendaki.

Dengan begitu, kamu tidak perlu khawatir hari menjadi gelap sebelum memasang tenda untuk beristirahat.

Ketiga, hindari mendaki pada momentum hari perayaan.

Umumnya, momentum hari perayaan seperti 17 Agustus membuat gunung menjadi ramai didatangi para pendaki.

Situasi ini akan mengurangi kenyamanan dalam proses pendakian.

Apa Bahaya Kabut Tebal bagi Pendaki Gunung?

Kemunculan kabut tebal membuat aktivitas pendakian harus dihentikan.

Sebab, kondisi ini membahayakan keselamatan karena kabut tebal akan menghalangi jarak pandang manusia.

Terhalangnya jarak pandang mengakibatkan para pendaki sulit memprediksi bahaya yang muncul di depan.

Tidak hanya pendakian, tetapi jalan raya, penerbangan, hingga aktivitas kelautan juga akan terganggu ketika kabut tebal muncul.

Baca Juga: Wajib! 20 Perlengkapan Naik Gunung untuk Pemula

Penutup

Semoga daftar persiapan mendaki gunung tersebut bisa membantu kamu jika saat ini berencana melakukan hiking.

Jangan lupa untuk selalu mengutamakan keselamatan ketika mendaki gunung, ya!

Kalau ada pertanyaan lebih lanjut, yuk tulis di kolom komentar!

Artikel Terkait Lainnya