Cara Menilai Evaluasi Kinerja Karyawan, Kapan Sebaiknya Dilakukan?

Cara Menilai Evaluasi Kinerja Karyawan, Kapan Sebaiknya Dilakukan?
Dwi Julianti
Dwi Julianti
August 24, 2023
9 menit membaca

Setiap perusahaan memerlukan karyawan yang bisa bekerja dengan baik karena akan memengaruhi bagaimana perusahaan berkembang di masa depan.

Itulah mengapa evaluasi kinerja karyawan sangatlah penting.

Lantas, apa saja kriteria untuk evaluasi kinerja karyawan?

Apa manfaat laporan dan hasil penilaian bagi perusahaan maupun karyawan? Yuk, simak jawaban lengkapnya berikut ini!

Apa Itu Evaluasi Kinerja Karyawan?

apa itu evaluasi kinerja karyawan? Evaluasi kinerja adalah cara perusahaan mengukur kinerja karyawan melalui suatu proses penilaian atau evaluasi.

Pengertian evaluasi kinerja adalah proses atau cara perusahaan mengukur kinerja karyawannya melalui suatu proses penilaian atau evaluasi.

Proses evaluasi ini melibatkan berbagai format dan metodepenilaian yang disesuaikan dengan jenis pekerjaan dan industri perusahaan.

Umumnya, hasil kerja atau kinerja karyawan akan dinilai melalui:

  • Evaluasi oleh karyawan yang bersangkutan, yaitu penilaian terhadap diri sendiri.
  • Review co-worker, yakni evaluasi antar sesama rekan kerja.
  • Evaluasi manajerial, yaitu penilaian dari atasan atau pimpinan divisi.
  • Review pelanggan, yakni evaluasi kepada karyawan melalui pelanggan, konsumen, atau client.

Setelah proses evaluasi selesai, hasilnya didokumentasikan oleh perusahaan.

Dokumentasi ini kemudian menjadi sumber informasi yang berharga dalam pengembangan manajemen Sumber Daya Manusia (SDM).

Evaluasi memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk menilai kinerja dan hasil kerja karyawan secara objektif, serta mendorong pengembangan yang lebih baik.

Apa Tujuan Utama dari Evaluasi Kinerja?

Evaluasi kinerja karyawan merupakan salah satu aspek penting untuk mencapai tujuan perusahaan.

Selain itu, evaluasi juga bermanfaat dalam pengembangan karyawan.

Nah, di bawah ini merupakan tujuan utama dari evaluasi kinerja!

1. Menghargai Kinerja Karyawan

karyawan yang merasa dihargai akan meningkatkan produktivitas, keterlibatan, dan loyalitasnya kepada perusahaan.

Perusahaan perlu menghargai hasil kerja karyawannya.

Sebab apresiasi tersebut dapat membantu meningkatkan kinerja para karyawan.

Melansir dari Forbeskaryawan yang merasa dihargai akan meningkatkan produktivitas, keterlibatan, dan loyalitasnya kepada perusahaan.

Hasil evaluasi kinerja karyawan dapat menjadi acuan perusahaan dalam menilai kinerja seorang karyawan.

Sebagai contoh, perusahaan dapat memberikan apresiasi melalui promosi jabatan atau bonus insentif bagi karyawan yang memiliki hasil evaluasi memuaskan.

Pemberiaan penghargaan ini berdampak positif terhadap produktivitas kerja sehingga perusahaan juga akan diuntungkan.

Oleh karena itu, perusahaan perlu memberikan manfaat evaluasi kinerja bagi karyawan dengan mengapresiasinya.

Selain itu, sebagai pemilik bisnis, memberikan asuransi kesehatan online kepada karyawan juga disarankan. 

Dengan memberi proteksi kesehatan terhadap karyawanmu, maka dapat meningkatkan kesejahteraan mereka. 

Baca Juga: Tips Memilih Asuransi Kesehatan untuk Karyawan, HRD Harus Tahu!

Nah, bagi kamu yang membutuhkan perlindungan asuransi bagi karyawan.

Rey for Business siap menjaga semua karyawan kamu agar tetap sehat dan produktif.

Dengan menjadi member Rey, karyawanmu bisa langsung berkonsultasi dengan dokter, baik online maupun offline.

Tebus obat pun bisa gratis, lho. Mau rawat jalan atau rawat inap? Bisa juga.

Untuk info lebih lanjut, kamu bisa klik banner di bawah ini, ya!

2. Mengetahui Aspek yang Perlu Dibenahi

Perlu diingat bahwa mengevaluasi kinerja karyawan bukan bertujuan untuk mencari kesalahan karyawan, ya.

Evaluasi kinerja untuk karyawan ini sebenarnya bermanfaat untuk membantu karyawan dan perusahaan dalam mengidentifikasi aspek yang perlu dibenahi.

Evaluasi ini dapat berupa sistem penilaian yang terukur dan sistematis.

Melalui mekanisme ini, perusahaan dapat menyampaikan kritik konstruktif dan saran yang membangun kepada karyawan

Oleh sebab itu, hasil dari evaluasi kinerja karyawannya perlu disampaikan kepada karyawan, misalnya dengan mendiskusikannya bersama-sama.

Dengan demikian, karyawan memiliki kesempatan untuk membenahi performanya sehingga mampu bekerja dengan lebih efektif.

Baca Juga: Contoh & Cara Membuat Job Description yang Efektif

3. Mengidentifikasi Kebutuhan Karyawan

Hasil evaluasi menjadi acuan bagi perusahaan untuk menilai kualitas kinerja karyawan di perusahaan.

Melalui data ini, perusahaan mampu mengidentifikasi baik kelebihan maupun kekurangan karyawan, termasuk dalam mengatasi tantangan kinerja yang buruk.

Informasi ini menjadi landasan penting dalam merancang program pelatihan dan pengembangan yang sesuai dengan kebutuhan karyawan.

Program pelatihan dan pengembangan karyawan ini memiliki peran penting dalam meningkatkan kinerja karyawan di perusahaan.

Tidak hanya memberikan tambahan pengetahuan, tetapi juga mengasah keterampilan yang dimiliki oleh karyawan. 

Baca Juga: Prosedur Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Menurut UU

4. Menjadi Dasar Perlindungan Hukum untuk Perusahaan

hasil evaluasi dapat menjadi dasar Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Penting untuk dicatat bahwa hasil dari evaluasi juga dapat digunakan sebagai landasan untuk melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Situasi semacam ini hanya terjadi apabila karyawan terlibat dalam kesalahan yang bersifat fatal.

Sebagai contoh, PHK dapat terjadi ketika seorang karyawan mengabaikan tanggung jawabnya, melanggar peraturan yang berlaku, atau memiliki masalah yang merugikan perusahaan.

Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk dengan cermat menyimpan dokumen hasil evaluasi.

Hal ini memiliki nilai penting karena dokumen tersebut dapat berperan sebagai dasar untuk melindungi perusahaan secara hukum.

Jadi, kalau ada mantan karyawan yang menggugat, perusahaan dapat menjadikan dokumen ini sebagai bukti sah dari kebijakan yang diambil.

Bagaimana Cara Melakukan Evaluasi Kinerja Karyawan?

Perusahaan akan menilai kinerja karyawan dengan periode tertentu, misalnya setahun sekali.

Lalu, kinerja karyawan akan ditentukan oleh seberapa efektif pekerjaan diselesaikan.

Nah, aspek inilah yang menjadi bahan evaluasi sebagai pertimbangan promosi, bonus, dan kenaikan gaji.

Selain itu, evaluasi dapat menjadi dasar pertimbangan untuk memberikan kritik dan saran.

Namun, bagaimana cara perusahaan melakukan evaluasi kinerja?

Tenang, ada berbagai metode atau cara dalam melakukan evaluasi yang bisa kamu coba, kok.

1. Perhitungan Kuantitatif

Evaluasi karyawan dapat dilakukan dengan menghitung kinerja secara kuantitatif.

Evaluasi karyawan dapat dilakukan dengan menghitung kinerja secara kuantitatif.

Penting bagi perusahaan untuk mengetahui berapa banyak pekerjaan karyawan yang berhasil diselesaikan.

Misalnya melalui perhitungan jumlah produk yang berhasil terjual oleh karyawan pada rentang waktu tertentu.

Tentunya, setiap divisi akan memiliki metrik perhitungan kuantitatif yang berbeda-beda.

Oleh sebab itu, sesuaikanlah indikator dalam penilaian kinerja berdasarkan tugas divisi.

Setelah perhitungan selesai, data dapat menunjukkan seberapa banyak kuantitas kerja karyawan.

Lakukanlah evaluasi lewat metode penilaian ini secara berkala, entah itu setiap enam bulan sekali atau setahun sekali.

Jangan lupa untuk menginfokan evaluasi ini kepada karyawan ya, supaya mereka mengetahui tujuan penilaian kinerja yang akan dinilai secara kuantitatif.

2. Melibatkan Internal Perusahaan

Setiap pekerjaan memiliki divisi yang dibagi berdasarkan peran-perannya.

Divisi ini merupakan internal perusahaan yang terlibat untuk membantu karyawan dalam menjalankan tugas.

Oleh sebab itu, libatkanlah internal perusahaan atau sesama karyawan ketika melakukan evaluasi.

Misalnya, dengan bertanya kepada rekan kerja satu divisi, bawahan, hingga atasan perusahaan.

Tanyakanlah performa karyawan yang hendak dievaluasi melalui pihak internal tersebut.

Selain performa atau kemampuan, jangan lupa untuk menanyakan sikapnya selama bekerja.

Sikap ini dapat berupa perlakuan karyawan dengan internal perusahaan.

Nantinya, semua jawaban tersebut akan membuat hasil evaluasi semakin akurat sehingga penilaian secara objektif akan didapatkan.

3. Feedback Pelanggan atau Client

perusahaan dapat meminta feedback dari pihak eksternal terkait kinerja karyawan.

Selain dari pihak internal, perusahaan juga membutuhkan pihak eksternal untuk mengevaluasi karyawan.

Terlebih, jika divisi yang dimiliki karyawan berhubungan langsung dengan pihak eksternal.

Oh iya, pihak eksternal yang dimaksud adalah client atau pelanggan, ya.

Kepuasan pihak eksternal terhadap perusahaan biasanya ditentukan dari seberapa baik pelayanan karyawan.

Nah, perusahaan dapat meminta feedback dari pihak eksternal terkait kinerja karyawan.

Semakin banyak data yang dikumpulkan dari berbagai sumber, maka hasil evaluasi juga akan semakin akurat.

Oleh sebab itu, gunakanlah feedback client atau pelanggan untuk mengevaluasi karyawan, terutama bagi perusahaan yang bergerak di bidang jasa.

Cara ini dapat dilakukan dengan cara membuat survei sederhana kepada pihak eksternal.

Umumnya, survei ini bertema kepuasan pelanggan terhadap pelayanan perusahaan.

Selain itu, survei juga dapat dilakukan secara offline atau online.

Dua cara ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Survei offline dilakukan dengan membagikan kertas survei kepada pelanggan.

Sementara itu, survei online disebarkan melalui berbagai kanal di internet, misalnya media sosial.

Jangan lupa untuk membuat daftar pertanyaan yang mampu menunjukkan tingkat kepuasan terhadap kinerja karyawan.

Tidak hanya feedback, tetapi perusahaan dapat pula menilai karyawan lewat interaksinya kepada pelanggan.

Namun, cara ini hanya bisa dilakukan apabila suatu divisi memang berhubungan langsung dengan pelanggan, ya.

4. Menilai Efisiensi Pekerjaan

Selain efektivitas, perusahaan juga perlu menilai efisiensi pekerjaan untuk melihat kualitas karyawan.

Efisiensi sendiri dapat berarti seberapa cepat karyawan dalam menyelesaikan pekerjaannya.

Dalam hal ini, perusahaan perlu metrik penilaian untuk menghitung kecepatan karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan.

Pengukuran efisiensi juga terkait dengan penggunaan waktu kosong, misalnya dengan observasi langsung.

Dengan begitu, perusahaan dapat melihat bagaimana karyawan menggunakan waktu kosongnya.

Dalam hal ini, penilaian efisiensi dapat menjadi acuan perusahaan dalam melihat seberapa bijak karyawan dalam memanfaatkan waktunya.

Penggunaan waktu dengan efisien, akan menunjukkan seberapa baik kinerja karyawan.

Jika hasil evaluasi menunjukkan penggunaan waktu yang tidak efisien, perusahaan dapat menyelidiki dan mendiskusikannya dengan karyawan.

Tentunya, hasil evaluasi ini penting sebagai acuan dalam memberikan kritik dan saran untuk karyawan dalam meningkatkan kinerjanya.

5. Melihat Antusiasme Karyawan

antusiasme tinggi dapat menjadi sinyal terhadap kinerja yang juga tinggi.

Selanjutnya, perusahaan perlu mengobservasi antusiasme karyawan.

Antusiasme ini begitu penting bagi perusahaan untuk mengukur seberapa berminatnya karyawan dengan pekerjaannya.

Umumnya, antusiasme tinggi dapat menjadi sinyal terhadap kinerja yang juga tinggi.

Namun, jika ternyata antusiasmenya rendah, perusahaan perlu menyelidiki penyebabnya.

Dalam hal ini, antusiasme rendah tidak hanya bersumber dari pekerjaannya, tetapi juga lingkungan kerja.

Nah, antusiasme dapat dilihat dari cara karyawan dalam menyelesaikan pekerjaannya.

Umumnya, pekerjaan yang selesai tepat waktu, dapat menunjukkan antusiasme yang tinggi.

Selain itu, kamu juga bisa lho, pertimbangkan kualitas dari pekerjaan karyawan.

Pasalnya, karyawan dengan hasil kerja yang berkualitas, dapat menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap pekerjaan.

Baca Juga: Apa Itu Employer Branding? Lakukan Strategi Ini di Era Digital

Hal-Hal Apa Saja yang Perlu Dievaluasi Terkait Kinerja Karyawan?

Proses evaluasi kinerja perlu memerhatikan banyak aspek karena berkaitan langsung dengan performa karyawan.

Melansir dari IISTE: Journal of Resources Development and Management, evaluasi secara tepat akan menghasilkan peningkatan kinerja dan daya saing perusahaan.

Namun, apa saja aspek evaluasi yang perlu diperhatikan?

1. Kehadiran Karyawan

kehadiran juga menggambarkan kepatuhan karyawan terhadap peraturan.

Perusahaan membutuhkan karyawan dengan komitmen dan kedisiplinan dalam bekerja.

Komitmen dan kedisiplinan ini terlihat dari kehadiran karyawan, seperti ketepatan masuk dan selesai ketika bekerja.

Selain itu, kehadiran juga menggambarkan kepatuhan karyawan terhadap peraturan.

Perusahaan dengan sistem work from home (WFH) juga dapat menilai kehadiran karyawan melalui online meeting.

Tentunya, keterlambatan atau ketidakhadiran tanpa alasan jelas dapat mengurangi produktivitas karyawan.

2. Sikap dalam Bekerja

Sikap adalah kriteria penilaian yang perlu diperhatikan.

Dalam hal ini, karyawan perlu mempunyai sikap yang sesuai dengan budaya perusahaan seperti sikap positif selama berinteraksi di lingkungan kerja.

Hal ini penting dimiliki untuk menjaga produktivitas perusahaan.

3. Kualitas Kerja

Selain kuantitas, karyawan hendaknya memiliki kualitas kerja yang terjaga.

Kualitas dapat menjadi indikator penilaian dalam evaluasi kinerja.

Misalnya, tingkat kompetensi dan kecakapan ketika menyelesaikan suatu project.

Dengan begitu, kualitas kerja adalah aspek penting dalam penilaian kinerja karyawan. 

4. Manajemen Stres

perusahaan perlu mengevaluasi seberapa mahir karyawan untuk mengelola stres.

Karyawan dengan tingkat stres yang tinggi akan mengganggu performa dalam bekerja.

Kemampuan karyawan dalam mengelola stres begitu penting bagi perusahaan.

Oleh sebab itu, perusahaan perlu mengevaluasi seberapa mahir karyawan untuk mengelola stres.

Kapan Sebaiknya Periode Penilaian Kinerja Dilakukan?

Sebaiknya, penilaian kinerja dilakukan setiap 3-6 bulan sekali.

Dengan menilai kinerja mereka dalam jangka waktu singkat seperti 3-6 bulan, kita bisa tetap melihat hal-hal yang masih baru dan relevan dalam pekerjaan mereka.

Walaupun biasanya perusahaan menilai kinerja setahun sekali, namun dengan melakukan penilaian lebih sering seperti ini, risiko melupakan hal-hal penting dalam satu tahun bisa dihindari.

Penutup

Menerapkan evaluasi kinerja karyawan dengan tepat akan berguna bagi produktivitas perusahaan.

Oleh sebab itu, penting bagi perusahaan untuk mengevaluasi berdasarkan indikator penilaian kinerja yang akurat.

Nah, semoga pembahasan ini berguna untukmu, ya.

Jika ada pertanyaan, silakan berkomentar di bawah ini!

Kembali
Rekomendasi Artikel
August 22, 2023
11 Cara Merekrut Karyawan untuk UMKM (Usaha Kecil dan Menengah)

Agar bisnis yang kamu jalankan berhasil, langkah pertama yang tak bisa diabaikan adalah merekrut karyawan...

Dwi Julianti Dwi Julianti
8 menit membaca
August 25, 2023
Tahap dan Tips Screening Calon Karyawan, HRD Harus Tahu!

Kamu pasti sudah tidak asing lagi bukan, dengan tahap screening calon karyawan? Yap, setiap perusahaan...

Dwi Julianti Dwi Julianti
8 menit membaca
August 24, 2023
Cara Menilai Evaluasi Kinerja Karyawan, Kapan Sebaiknya Dilakukan?

Setiap perusahaan memerlukan karyawan yang bisa bekerja dengan baik karena akan memengaruhi bagaimana perusahaan berkembang di...

Dwi Julianti Dwi Julianti
9 menit membaca