Cara Meningkatkan Loyalitas Karyawan Terhadap Perusahaan salah satunya denga memerhatikan hak-hak karyawan

Karyawan merupakan salah satu aset penting bagi perusahaan.

Itulah mengapa, loyalitas karyawan terhadap perusahaan menjadi faktor penting dalam meningkatkan mutu kerja.

Nah, sebagai manajer HRD atau pemilik perusahaan penting sekali nih, untuk mengetahui bagaimana cara membangun kesetiaan karyawan.

Oleh sebab itu, yuk simak cara meningkatkan loyalitas karyawan berikut ini!

Table of Contents

Apa yang Dimaksud dengan Loyalitas Karyawan?

Loyalitas dapat diartikan sebagai kesetiaan atau sikap setia.

Pada konteks lingkungan kerja, loyalitas karyawan dapat bermakna kepatuhan atau dukungan karyawan terhadap tempatnya bekerja.

Selain itu, kamu juga dapat mengartikan loyalitas karyawan sebagai kesetiaan dalam bekerja di perusahaan.

Loyalitas dapat berupa keterikatan secara emosional terhadap tempat kerja, yaitu faktor non material.

Dalam hal ini, loyalnya karyawan dapat bersumber dari lingkungan kerja yang nyaman.

Namun, kesetiaan dapat pula berasal dari faktor material, contohnya insentif atau gaji.

Mengapa Loyalitas Karyawan Itu Penting?

mengapa loyalitas karyawan penting? loyalitas karyawan membawa banyak manfaat bagi perusahaan.

Dilansir dari Harvard Business Review, loyalitas karyawan membawa banyak manfaat bagi perusahaan.

Kesetiaan tersebut dapat membawa dampak positif bagi perkembangan bisnis perusahaan.

Tidak hanya itu, loyalitas juga sebenarnya menguntungkan bagi karyawan itu sendiri, lho.

Karyawan yang mempunyai loyalitas, cenderung memiliki ikatan kuat dengan orang lain.

Ikatan kuat ini penting dalam kerja sama untuk mencapai tujuan perusahaan.

Kesetiaan juga dapat meningkatkan kinerja karyawan.

Stres akibat pekerjaan juga bisa berkurang karena sikap setia tersebut.

Selain itu, loyalitas juga dapat membuka peluang baru bagi perkembangan karier karyawan.

Pasalnya, ketika kamu mampu menunjukkan loyalitas, maka perusahaan akan menghargai sikap loyal ini dengan berbagai kesempatan.

Misalnya, perusahaan akan menawarkan promosi jabatan atau peningkatan gaji.

Rasa puas karena berhasil meraih prestasi ini juga mampu mendorong karyawan dalam meningkatkan kinerjanya untuk perusahaan.

Pada akhirnya, prestasi ini bukan hanya mendatangkan keuntungan materi, tetapi kepuasan secara psikologis.

Dengan begitu, karyawan dan perusahaan akan sama-sama diuntungkan karena sikap loyal ini.

Baca Juga: Apa Itu Employer Branding? Lakukan Strategi Ini di Era Digital

Bagaimana Mengukur Loyalitas Pegawai?

Bagaimana Mengukur Loyalitas Pegawai? NPS umumnya digunakan untuk mengukur loyalitas.

Loyalitas terbukti mampu meningkatkan mutu kerja karyawan.

Oleh karena itu, perusahaan membutuhkan cara dalam mengukur loyalitas pegawai secara akurat.

Net Promoter Score (NPS) adalah salah satu cara yang dapat digunakan dalam mengukur loyalitas pegawai.

NPS umumnya digunakan untuk mengukur loyalitas konsumen.

Namun, tools ini juga cocok dalam mengukur tingkat loyalitas karyawan di dalam perusahaan.

Cara kerjanya adalah menanyakan pertanyaan tentang seberapa ingin karyawan untuk merekomendasikan tempat kerjanya ke orang lain.

Pertanyaan tersebut berada dalam skala 1 sampai 10.

Umumnya, semakin tinggi skor pada skala, menunjukkan tingkat loyalitas karyawan yang tinggi.

Adapun sebaliknya, skor yang rendah dapat menjadi indikator tingkat loyalitas karyawan yang juga rendah.

Dengan demikian, loyalitas karyawan dapat terlihat dari skor ini.

Terdapat kategori yang berbeda-beda untuk setiap kelompok skor, yaitu:

  • Jika skor jawaban adalah 9 sampai 10, maka masuk dalam promoter, yaitu karyawan yang ingin merekomendasikan perusahaan.
  • Jika skor jawaban adalah 7 sampai 8, maka masuk dalam passive, yaitu karyawan yang tidak memberikan respons positif maupun negatif.
  • Jika skor jawaban adalah 0 sampai 6, maka masuk dalam detractor, yaitu karyawan yang memberikan penilaian negatif terhadap perusahaan.

Bagaimana Cara Meningkatkan Loyalitas Karyawan?

Sebelumnya kamu telah mengetahui pentingnya memiliki karyawan yang loyal terhadap perusahaan.

Loyalitas karyawan di perusahaan juga perlu diukur sebagai strategi dalam mengembangkan mutu karyawan.

Selanjutnya, cara-cara di bawah ini perlu diterapkan agar karyawan loyal pada perusahaan.

1. Menciptakan Manajemen SDM yang Baik

Karyawan tidak akan betah untuk bekerja di sebuah perusahaan dengan manajemen SDM yang buruk.

Oleh sebab itu, penting bagi perusahaan untuk memastikan kantor memiliki manajemen SDM yang baik.

Manajemen SDM perusahaan yang baik dapat dapat dilakukan melalui pelatihan khusus untuk karyawan.

Umumnya, pelatihan ini disediakan melalui Divisi HR di dalam perusahaan.

Dengan demikian, perusahaan mampu menumbuhkan karyawannya menjadi lebih kompeten dan loyal melalui pelatihan tersebut.

2. Menumbuhkan Kepercayaan Terhadap Pemimpin di dalam Tim

Pemimpin perusahaan merupakan pihak yang berperan penting terhadap loyalitas karyawannya.

Oleh karena itu, perusahaan perlu memastikan karyawan memiliki rasa percaya terhadap pemimpinnya.

Dalam hal ini, memilih pemimpin yang berkompeten di bidangnya mampu membuat karyawan menjadi loyal kepada perusahaan.

3. Memerhatikan Hak-Hak Karyawan

Memerhatikan Hak-Hak Karyawan agar karyawan setia dengan perusahaan

Jika ingin karyawan loyal, maka pihak perusahaan juga perlu memastikan terjaminnya hak karyawan yang bekerja.

Hak tersebut perlu dipenuhi sesuai dengan perjanjian awal pada kontrak kerja.

Selain itu, hak karyawan yang tertuang dalam peraturan pemerintah, juga perlu dipatuhi oleh perusahaan.

Misalnya, dengan memberikan tunjangan hari raya, hak cuti atau libur, bonus, dan lain sebagainya.

Pasalnya, hak yang tidak terpenuhi akan secara otomatis menurunkan kesetiaan karyawan pada perusahaan.

Oleh sebab itu, ketika perusahaan menginginkan loyalitas dari karyawan, penting untuk memenuhi kewajibannya kepada karyawan.

Selain itu, sebagai pelaku bisnis sebaiknya kamu juga menyediakan asuransi kesehatan online untuk karyawan.

Dengan memberi proteksi kesehatan terhadap karyawan, maka dapat meningkatkan kesejahteraan karyawan.

Tidak hanya itu, adanya asuransi juga dapat melindungi karyawan dari kerugian finansial.

Baca Juga: Tips Memilih Asuransi Kesehatan untuk Karyawan, HRD Harus Tahu!

Nah, bagi kamu yang membutuhkan perlindungan asuransi bagi karyawan.

Kini hadir Rey for Business yang siap menjaga semua karyawan kamu agar tetap sehat dan produktif.

Dengan menjadi member Rey, karyawanmu bisa langsung berkonsultasi dengan dokter, baik online maupun offline.

Tebus obat pun bisa gratis, lho.

Mau rawat jalan atau rawat inap? Bisa juga.

Untuk info lebih lanjut, kamu bisa klik banner di bawah ini, ya!

4. Menciptakan Suasana Kerja yang Nyaman

Suasana kerja yang nyaman mampu membuat karyawan menjadi lebih betah saat bekerja.

Bahkan, lingkungan kerja nyaman dapat menjadi faktor utama yang menentukan seberapa lama karyawan memilih bertahan di perusahaan.

Dalam hal ini, suasana nyaman bukan hanya berkaitan dengan fasilitas yang disediakan saja.

Namun, juga berhubungan dengan pola dan budaya kerja secara informal dan tidak terikat dalam suatu organisasi perusahaan.

Situasi ini dapat mendorong interaksi yang dekat di antara atasan dan bawahan.

Dengan demikian, karyawan akan memiliki keterikatan emosional kepada perusahaan melalui rekan kerja yang nyaman.

5. Memercayakan Pekerjaan Kepada Karyawan

Agar karyawan loyal terhadap perusahaan cobalah untuk Memercayakan Pekerjaan Kepada Karyawan

Karyawan perlu diberikan ruang untuk mengelola dan menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan kapasitasnya masing-masing.

Oleh karena itu, jika tidak memiliki kebutuhan mendesak, perusahaan tidak perlu mewajibkan karyawannya untuk selalu hadir di kantor.

Nah, dengan memberikan kepercayaan dan kendali pekerjaan, loyalitas akan tumbuh karena karyawan merasa dipercaya oleh perusahaan.

Namun, perusahaan juga perlu mengevaluasi hasil kerja karyawan jika hasil kerjanya kurang memuaskan.

Dengan begitu, ada feedback yang membangun di antara kedua belah pihak.

6. Memberikan Jenjang Karier yang Jelas untuk Karyawan

Loyalitas berkaitan dengan seberapa lama karyawan akan bertahan untuk bekerja di suatu perusahaan.

Dengan demikian, karyawan perlu mendapatkan gambaran yang jelas tentang jenjang kariernya.

Jenjang karier yang jelas tersebut akan membuat karyawan memiliki motivasi untuk bertahan lebih lama di perusahaan.

Terutama, jika karyawan memiliki ambisi untuk mencari posisi penting dalam pekerjaannya.

7. Apresiasi Karyawan

berikan apresiasi terhadap karyawan berupa kenaikan gaji

Apresiasi adalah bentuk penghargaan yang penting untuk diberikan perusahaan kepada karyawan yang sudah bekerja keras di pekerjaannya.

Apresiasi atas pekerjaan dapat berupa kenaikan gaji.

Namun, dapat pula berwujud ucapan terima kasih atas hal-hal kecil yang berhasil dilakukan karyawan.

8. Menghormati Kehidupan Personal Karyawan

Pekerjaan adalah ranah profesional yang menjadi tempat karyawan mencurahkan tenaga dan waktunya.

Namun, karyawan juga memiliki kehidupan pribadi yang berada di luar pekerjaannya.

Oleh sebab itu, perusahaan perlu menghormati kehidupan personal setiap karyawan.

Misalnya, dengan tidak mengintervensi pilihan personal karyawan yang tidak berkaitan dengan pekerjaan.

Selain itu, mulailah untuk memberikan ruang bagi karyawan untuk menikmati kehidupan personalnya.

Nah, situasi ini diberikan bagi karyawan yang membutuhkan rehat dari pekerjaannya.

Tentunya istirahat juga penting agar karyawan dapat mengisi energinya yang sudah terkuras oleh pekerjaan.

9. Memberikan Kebebasan Berpendapat

Kebebasan berpendapat yang diberikan akan membuat karyawan perusahaan betah dengan pekerjaannya.

Misalnya, dengan memberikan kesempatan untuk karyawan menyampaikan ide-idenya saat rapat.

Selain itu, ketika dipercaya untuk terlibat dalam mengambil keputusan penting, karyawan akan merasa dianggap berharga oleh perusahaan.

Kebebasan dan keterlibatan tersebutlah yang akan membuat karyawan betah terhadap pekerjaannya.

Kenapa Karyawan Tidak Loyal?

Pada pembahasan sebelumnya, kamu sudah mengetahui cara menumbuhkan loyalitas karyawan.

Jika langkah tersebut tidak diterapkan, maka akan menyebabkan karyawan tidak loyal dengan perusahaannya.

Dengan begitu, alasan karyawan tidak loyal dapat diidentifikasi dengan mudah ketika cara-cara tersebut tidak diterapkan.

Nah, berikut adalah rangkuman dari faktor apa saja yang menyebabkan karyawan tidak loyal.

1. Tidak Terpenuhinya Faktor Rasional

Faktor rasional mengacu pada pilihan-pilihan yang tersedia di perusahaan.

Pilihan ini dapat dijelaskan dengan alasan yang logis, misalnya fasilitas, jenjang karier, gaji, dan asuransi kesehatan.

Perusahaan yang tidak mampu memenuhi alasan-alasan tersebut, akan memicu tidak loyalnya karyawan terhadap perusahaan.

Terlebih lagi, asuransi begitu penting untuk menjamin kesehatan karyawan.

2. Kurangnya Faktor Emosional

Faktor emosional adalah hal-hal yang berkaitan dengan perasaan atau sisi emosional dari karyawan.

Misalnya, lingkungan kerja yang kondusif, apresiasi terhadap hasil kerja, kepuasan dengan pekerjaan, dan lain-lain.

Nah, ketika contoh-contoh di atas tidak terpenuhi, maka loyalitas dari karyawan akan berkurang atau bahkan menghilang.

3. Faktor Kepribadian atau Personal

Faktor ini berhubungan dengan sisi personal atau kepribadian dari karyawan.

Contohnya, kecocokan karyawan dengan budaya kerja di sebuah perusahaan.

Oleh sebab itu, penting bagi perusahaan untuk mengenali kecocokan personal karyawan dengan budaya kerjanya.

Penutup

Setelah membaca pembahasan tersebut, kamu tentunya memahami bahwa perusahaan akan berkembang jika mampu menjaga loyalitas karyawannya.

Kemampuan ini dapat terealisasi ketika mengetahui cara-cara yang tepat dalam menumbuhkan loyalitas karyawan terhadap perusahaan.

Nah, semoga cara-cara meningkatkan loyalitas karyawan tersebut bisa bermanfaat untukmu, ya.

Jika ada pertanyaan, tulis di kolom komentar, yuk!

Artikel Terkait Lainnya