Ketahui Pre-Existing condition dalam Asuransi, Cegah Klaim Ditolak

Ketahui Pre-Existing condition dalam Asuransi, Cegah Klaim Ditolak
Yosephine
Yosephine
January 22, 2024
7 menit membaca

Memiliki asuransi kesehatan tentunya dapat memberikan rasa aman dan perlindungan keuangan di masa depan. 

Namun sebelum membeli asuransi, ada beberapa hal yang harus kamu ketahui sebagai calon peserta. 

Tak hanya perihal dokumen polis asuransi, besaran premi, dan bagaimana cara klaimnya saja.

Ada satu hal yang tak kalah penting, yaitu Pre-Existing Condition

Istilah ini tak boleh kamu lewatkan, agar tak ada kesalahpahaman ketika kamu hendak mengajukan klaim asuransi suatu saat nanti.

Yuk, simak penjelasan lengkap mengenai pre existing condition berikut ini.

Ingin tahu lebih banyak mengenai cara hidup sehat? Temukan rahasianya di sini

Pengertian Pre Existing Condition

Istilah pre existing condition adalah suatu kondisi di mana calon nasabah memiliki riwayat penyakit tertentu sebelum Polis berlaku, sebelum Pemulihan Polis berlaku, atau sebelum Perubahan Manfaat Polis berlaku.

Mudahnya, pre existing condition adalah kondisi di mana kamu sudah terdiagnosis atau memiliki riwayat penyakit tertentu pada saat mendaftar ke asuransi.

Oleh karena itu, bila kamu jujur tentang kondisi kesehatan sejak awal mendaftarkan diri sebagai nasabah asuransi, maka proses klaim ke depannya akan lebih lancar dan mudah.

Pada beberapa perusahaan asuransi, pre existing condition ini menjadi pengecualian bagi perlindungan yang akan diberikan. 

Beberapa daftar penyakit yang umumnya masuk daftar pre existing conditional dalam asuransi adalah diabetes melitus, serangan stroke, HIV dan AIDS, auto immune, kanker, miom, kista, dan asma. 

Namun kembali lagi, tiap perusahaan asuransi memiliki kebijakan tertentu terkait kondisi penyakit pre existing condition tersebut sehingga perlu didiskusikan dengan perusahaan asuransi. 

Oleh sebab itu, sangat penting bagi calon nasabah untuk menginformasikan mengenai pre existing condition sebenar-benarnya kepada pihak asuransi. 

Sebab, apabila di kemudian hari pihak asuransi menemukan fakta bahwa informasi yang diberikan seputar pre existing condition tidak benar, maka perusahaan asuransi dapat membatalkan polis dan menolak pengajuan klaim.

Namun tenang, bukan berarti memiliki pre-existing condition tidak bisa dilindungi asuransi. Calon nasabah dengan pre-existing condition masih bisa mendapatkan perlindungan asuransi.

Beberapa perusahaan asuransi tetap bisa menerima calon nasabah dengan pre existing condition jika merupakan nasabah lama. 

Dengan syarat, calon nasabah tidak pernah mengajukan klaim terkait penyakit yang diidap, serta tidak pernah menjalani perawatan medis untuk penyakit itu dalam waktu tertentu.

Calon nasabah juga bisa menjadi pemegang polis dengan pengecualian, misalnya menjadi nasabah pemegang polis namun penyakit yang termasuk pre existing condition tidak akan ikut ditanggung.

Opsi lain, adalah pihak perusahaan asuransi juga bisa menerima calon nasabah dengan syarat membayar premi yang tarifnya lebih tinggi. 

Kenaikan premi dilakukan karena risiko terhadap pre existing condition cenderung lebih tinggi.

Baca Juga: Klaim Asuransi Kesehatan Cashless

Bagaimana Jika Memiliki Pre Existing Condition?

Bagaimana Jika Memiliki Pre Existing Condition

Tidak perlu khawatir jika kamu memiliki pre existing condition.

Karena, seperti telah disebutkan sebelumnya, bahwa calon nasabah dengan pre existing condition tetap berpeluang memperoleh perlindungan asuransi dengan menyampaikan secara jujur kondisi pre existing condition tersebut.  

Terkait dengan kondisi pre existing condition, hal berikut ini yang perlu kamu perhatikan pada Polis:

1. Waiting Period

Nasabah harus menunggu periode tertentu sebelum dapat mengajukan klaim untuk beberapa jenis penyakit, sesuai dengan ketentuan polis.

Syaratnya adalah riwayat penyakit tersebut harus dicantumkan dalam SPAJ/SPAK dan diakui secara standar oleh perusahaan asuransi.

Sebagai contoh, jika kamu telah menginformasikan riwayat penyakitnya dalam SPAJ dan diterima oleh perusahaan, maka kamu hanya perlu menunggu periode tertentu sebelum mengajukan klaim.

Sebaliknya, jika kamu tidak menjelaskan riwayat penyakitnya dalam SPAJ, meskipun telah melewati periode tunggu, perusahaan asuransi berhak menolak klaim tersebut.

Sebelum mengajukan permohonan asuransi, penting untuk memahami periode tunggu ini, karena setiap perusahaan asuransi dan jenis penyakit memiliki periode tunggu yang berbeda.

2. Nasabah Telah Dinyatakan Sembuh

Pre existing condition atas penyakit tertentu juga bisa dikecualikan jika nasabah sudah dinyatakan sembuh oleh dokter atau rumah sakit.

Namun meskipun kondisi sudah dinyatakan sembuh, penting untuk tetap menginformasikan mengenai pre existing condition tersebut pada tahap awal saat mengajukan SPAJ.

Sebagai contoh, seorang calon nasabah pernah didiagnosa mengalami masalah jantung dan secara rutin menjalani pemeriksaan kesehatan, serta mendapatkan pengobatan yang berhasil menyembuhkan kondisinya.

Ketika calon nasabah tersebut mengajukan permohonan asuransi, dia memberikan semua informasi terkait penyakitnya dan diminta untuk menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan tambahan, termasuk uji olahraga yang memeriksa kesehatan jantung.

Apabila hasil pemeriksaan kesehatan dan tes jantung menunjukkan hasil yang baik, hal ini dapat membuka peluang bagi perusahaan asuransi untuk menerima permohonan asuransi dari calon nasabah.

3. Polis Diterima dengan Pengecualian

Pada beberapa kasus, perusahaan asuransi dapat menerima pengajuan permohonan asuransi dengan pengecualian.

Artinya, perusahaan asuransi akan memberikan perlindungan, kecuali untuk penyakit yang merupakan pre-existing condition.

Dalam hal ini, kamu perlu perhatikan lagi secara teliti klausul-klausul pengecualian di dalam Polis.

4. Polis Diterima dengan Premi Lebih Tinggi

Selain itu, perusahaan asuransi juga dapat menerima permohonan asuransi pre existing condition, namun dengan premi yang lebih tinggi.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, asuransi merupakan produk keuangan yang memberikan perlindungan kepada nasabah jika terjadi suatu risiko.

Untuk mendapatkan perlindungan ini, nasabah perlu membayar sejumlah premi secara berkala.

Besarnya premi tergantung tingkat risiko yang akan ditanggung perusahaan asuransi dalam melindungi nasabah.

Nasabah yang memiliki penyakit pre existing condition secara tidak langsung memiliki risiko kesehatan yang lebih tinggi.

Sehingga, premi yang harus dibayarkan tentunya harus lebih besar dibandingkan dengan mereka yang mempunyai risiko kesehatan standar.

Baca Juga: Apa Itu Asuransi Complete Care? Manfaat dan Tips Memilihnya

Jangan lupa untuk memilih asuransi kesehatan terbaik dari perusahaan yang terpercaya. 

Lindungi kesehatan kamu dan keluarga dengan perlindungan asuransi kesehatan online dari Rey yang punya fitur chat dokter, tebus obat gratis, rawat jalan, hingga rawat inap gratis di rumah sakit!

Klik banner di bawah ini untuk informasi lebih lanjut!

Membership kesehatan yang memberikan akses ke asuransi kesehatan

3 Hal yang Harus Dilakukan Agar Mendapat Proteksi yang Maksimal dari Asuransi

Jika kamu memiliki pre existing condition saat mengajukan asuransi, tidak menutup kemungkinan klaim ditolak akan sangat tinggi. 

Maka dari itu, kamu perlu melakukan beberapa hal agar klaim asuransi dapat diterima, antara lain:

1. Miliki Asuransi Kesehatan Sedari Dini

Seperti pepatah “sedia payung sebelum hujan” tampaknya akan sangat pas untuk kita memiliki asuransi kesehatan sebelum sakit. 

Jangan sampai terlena akan kesehatan yang masih diberikan saat muda sehingga lalai dalam menyiapkan worst case pada kesehatan diri kita. 

Selain itu, alasan penting lainnya kenapa harus mempunyai asuransi kesehatan sedari dini adalah semakin muda usia seseorang, bisa saja premi yang dikenakan semakin murah dibanding mengajukan saat usia senja. 

Karena risiko terkena penyakit tertentu masih tergolong rendah.

2. Kenali Jenis Asuransi yang Sesuai Kebutuhan

Sebelum memilih asuransi, pastikan kamu sudah paham akan produk asuransi yang akan digunakan. 

Mengingat asuransi sendiri memiliki banyak jenis, mulai dari asuransi jiwa, kesehatan, perjalanan, pendidikan, hingga asuransi kendaraan.

Bila kamu sudah berkeluarga, sebaiknya terlebih dahulu membeli asuransi jiwa dan kesehatan yang bisa digunakan seluruh anggota keluarga.

Dengan begitu, kamu hanya perlu menggunakan satu polis asuransi saja dan dengan biaya premi yang pastinya terjangkau.

3. Jujur dalam Mengisi SPAK

Pastikan untuk mengisi Surat Permohonan Asuransi Kesehatan (SPAK) di awal pengajuan dengan jujur dan sesuai dengan kondisi sebenar-benarnya. 

Dengan jujur, perusahaan asuransi akan mengetahui kondisi kesehatan nasabah secara menyeluruh, dan bahkan tak jarang perusahaan asuransi tetap menerima pengajuan, meskipun ada riwayat kesehatan.  

Namun, hal ini tetap memiliki beberapa syarat dan ketentuan tertentu. Sebagai contoh, pengecualian hingga 2 tahun namun di tahun kedua bisa melakukan Tinjau Ulang, atau terkena Rate Up Premi. 

Baca Juga: Churning dalam Asuransi – Pengertian, Contoh, dan Dampak

Penutup

Itulah beberapa informasi seputar pre existing condition dalam asuransi kesehatan yang perlu kamu ketahui. 

Pre existing condition  tak jarang menjadi alasan perselisihan bahkan menjadi masalah asuransi antara nasabah yang teriak rugi dan perusahaan asuransi karena kurangnya pemahaman mengenai hal tersebut.

Agar tidak mengalami penolakan klaim asuransi yang dapat mengakibatkan keluhan nasabah, maka calon nasabah harus transparan. 

Kamu harus bersikap terbuka dengan perusahaan asuransi mengenai riwayat kesehatan yang dimiliki. 

Ingat, selalu transparan dengan pihak asuransi ketika memberikan data atau informasi mengenai riwayat kesehatan. 

Tidak perlu menutup-nutupi penyakit bawaan atau penyakit sejak lahir. 

Jadi, pastikan kamu selalu mengisi SPAJ (Surat Permohonan Asuransi Jiwa) ataupun SPAK (Surat Permohonan Asuransi Kesehatan) dengan sejujurnya, agar tidak terjadi masalah penolakan klaim di kemudian hari.

Masih ada yang ingin ditanyakan seputar pre existing condition dalam asuransi? Yuk, tanya lebih soal asuransi di sini!

Kalau kamu masih belum yakin, kamu bisa coba dulu saja aplikasi kesehatan Rey, yang memberikan manfaat 2 bulan chat dokter + klaim obat GRATIS!

Klik banner di bawah untuk info selengkapnya, ya!

Coba Gratis Rey untuk 2 bulan! Chat dokter dan klaim obat gratis bisa kamu cobain dulu!

Yosephine
Yosephine

Yos adalah penulis artikel SEO dengan pengalaman menulis lebih dari tiga tahun. Dia menguasai berbagai topik, termasuk gaya hidup, kesehatan, personal finance, dan asuransi. Selain daripada penulisan artikel SEO, Yos juga mempunyai pengalaman menulis dalam copywriting dan UX writing.

Kembali
Rekomendasi Artikel
August 8, 2023
Reimburse Asuransi – Pengertian, Pengajuan, dan Perbandingan dengan Cashless

Seiring dengan perkembangan industri asuransi, berbagai fitur dan layanan baru dihadirkan untuk menyesuaikan kebutuhan audiens. ...

Suhartantowi Lauw Suhartantowi Lauw
6 menit membaca
August 11, 2023
Masa Tunggu Asuransi – Pengertian, Jenis, dan Jangka Waktu

Asuransi rasanya semakin lumrah dimiliki oleh sebagian orang. Calon nasabah membeli asuransi dengan tujuan untuk...

Suhartantowi Lauw Suhartantowi Lauw
6 menit membaca
June 8, 2023
Agen Asuransi – Pengertian, Tugas, Cara Kerja, dan Penghasilan

Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai perusahaan asuransi marak bermunculan dengan menawarkan berbagai jenis produk perlindungan...

Suhartantowi Lauw Suhartantowi Lauw
11 menit membaca