bagaimana cara menggunakan bpjs kesehatan

Cara menggunakan BPJS Kesehatan ternyata masih menjadi pertanyaan peserta JKN-KIS. 

Saat akan menggunakan BPJS, bayangan birokrasi yang rumit bisa muncul. 

Tidak sedikit pasien yang harus bolak-balik mengurus persyaratan ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan demi mendapatkan layanan BPJS Kesehatan. 

Nah, agar proses berobat kamu menjadi lebih mudah, kamu perlu tahu beberapa cara berobat menggunakan BPJS berikut ini! 

Table of Contents

Bagaimana Cara Menggunakan BPJS Kesehatan dengan Benar?

Untuk bisa berobat menggunakan BPJS, hal utama yang perlu diperhatikan ialah membayar iuran BPJS setiap bulannya. 

Selain membayar iuran tepat waktu, kewajiban lain yang juga harus terpenuhi adalah mematuhi prosedur BPJS Kesehatan.

Hal tersebut sudah tersedia di Manlak JKN-BPJS Kesehatan berjudul Panduan Layanan Bagi Peserta JKN-KIS Tahun 2022. 

Nah, jika sudah memenuhi kewajiban pembayaran iuran dan kewajiban lain, maka proses mendapatkan layanan kesehatan akan berjalan lancar.

Tapi yang perlu digarisbawahi, pengobatan juga disesuaikan dengan kebutuhan pengobatan seperti kebutuhan berobat biasa, rawat jalan, rawat inap, persalinan, dan lain-lain.

Berikut beberapa cara menggunakan kartu BPJS yang bisa kamu lakukan:

1. Mengunjungi fasilitas kesehatan tingkat I

Saat terdaftar sebagai peserta JKN-KIS (Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat), kamu pasti sudah memilih faskes tingkat I. 

Fasilitas kesehatan tingkat I ini bisa berupa Puskesmas atau yang setara, klinik pratama atau yang setara, praktik dokter, praktik dokter gigi, maupun rumah sakit kelas D. 

Nah, biasanya faskes I ini sudah tertera di kartu BPJS para peserta JKN-KIS. 

Karena BPJS adalah sistem rujukan berjenjang, maka semua perawatan menggunakan BPJS Kesehatan akan dimulai dari Faskes tingkat I.

Kecuali saat kondisi gawat darurat atau kondisi lain. 

Setelah sampai di faskes tingkat I, tunjukkan kartu identitas, seperti Kartu BPJS Kesehatan, KTP atau SIM atau kartu identitas lain, serta status keaktifan anggota. 

Selain kartu fisik, peserta juga bisa menunjukkan kartu digital pada aplikasi mobile JKN. 

Selanjutya, ada beberapa tahap yang harus dipenuhi oleh  pasien BPJS:

  • Mengisi formulir pemeriksaan dan menunggu antrian.
  • Masuk ke ruang pemeriksaan.
  • Jika penyakit bisa diatasi di Faskes tingkat I, maka dokter bisa langsung memberikan tindakan dan resep obat.
  • Pasien menukar resep obat di apotek yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Tidak hanya untuk berobat, BPJS Kesehatan juga bisa dimanfaatkan untuk proses persalinan.

Persalinan bisa dilakukan di faskes tingkat I maupun lanjutan, tergantung kondisi ibu hamil. 

Selain itu, jika dokter menyarankan untuk opname, pasien juga bisa memanfaatkan BPJS untuk rawat inap. 

2. Minta surat rujukan jika harus ke faskes tingkat lanjutan (Rumah sakit)

Jika kondisi pasien memerlukan penanganan lebih lanjut, maka akan langsung dirujuk ke Faskes Lanjutan seperti RSUD yang sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Untuk beralih ke faskes lanjutan, maka dibutuhkan surat rujukan dokter dari faskes I. 

Sebab, tanpa surat rujukan maka pengobatan akan dilakukan dengan biaya sendiri, tanpa bantuan BPJS. 

3. Berobat ke faskes tingkat lanjutan

Faskes tingkat lanjutan biasanya terdiri dari rumah sakit umum, rumah sakit khusus, dan klinik utama.  Berikut adalah tata cara berobat di faskes tingkat lanjutan:

  • Menunjukkan kartu BPJS Kesehatan dan surat rujukan faskes I.
  • Melakukan pendaftaran.
  • Petugas akan memeriksa keseluruhan berkas dan menerbitkan Surat Eligibilitas Peserta (SEP).
  • Setelah memiliki SEP yang sudah terlegalisir, pasien BPJS akan mendapatkan pemeriksaan, perawatan, tindakan, hingga obat yang diresepkan.
  • Pasien akan mendapat surat bukti layanan faskes lanjutan setelah perawatan selesai.
  • Dalam kondisi stabil, pasien akan dirujuk kembali ke faskes tingkat I. 
  • Jika masih memerlukan pemeriksaan lanjutan di poliklinik lain, dokter akan membuat surat rujukan internal untuk ke poliklinik selanjutnya.
  • Jika pasien memerlukan perawatan lanjutan di poliklinik dan faskes lanjutan yang sama, maka dokter akan membuat surat keterangan bahwa pasien dalam perawatan.
  • Jika dokter tidak memberikan surat keterangan perpanjangan maupun surat rujuk kembali ke faskes tingkat I, maka di kunjungan selanjutnya, pasien perlu membawa surat rujukan baru dari faskes tingkat I.

Apakah BPJS Bisa untuk Rawat Jalan?

Setiap peserta BPJS Kesehatan bisa mendapatkan pelayanan gratis untuk rawat jalan maupun rawat inap. Bagaimana caranya?

1. Mendatangi faskes tingkat I

askes tingkat I merupakan gerbang awal untuk bisa mendapatkan pemeriksaan medis dasar.

Jika masih bisa ditangani faskes tingkat I, maka tidak perlu melakukan pengobatan ke rumah sakit.

Namun, jika perlu pemeriksaan lanjut di faskes lanjutan, maka faskes tingkat I akan memberikan surat rujukan ke faskes lanjutan terdekat.

2. Perawatan di faskes lanjutan

Pasien bisa melakukan pemeriksaan dan tindakan medis di rumah sakit rujukan setelah dialihkan dari faskes tingkat I. 

Jangan lupa untuk membawa kartu BPJS, kartu identitas diri, dan surat rujukan ya! 

Pasien bisa tetap menggunakan layanan BPJS untuk rawat jalan sampai kondisi dinyatakan stabil oleh dokter. 

3. Perhatikan masa berlaku surat rujukan untuk rawat jalan

Surat rujukan yang dikeluarkan oleh faskes tingkat I punya masa berlaku.

Umumnya, surat rujukan bisa terus dipakai sampai tiga  bulan sejak terbitnya surat.

Selama masih berlaku, pasien bisa menggunakan fasilitas rawat jalan ke rumah sakit rujukan. 

Jika kondisi belum membaik setelah 3 bulan, pasien bisa memperpanjang surat rujukan dengan kembali ke faskes tingkat I untuk memperbarui rujukan.

Pertanyaan Seputar Cara Menggunakan BPJS Kesehatan

Masih banyak pertanyaan seputar alur BPJS Kesehatan. Berikut beberapa yang sering ditanyakan:

Berobat pakai BPJS bawa apa saja?

Syarat berobat pakai BPJS tidak sulit kok. 

Peserta yang ingin berobat biasanya akan diminta menunjukkan kartu BPJS Kesehatan (fisik atau digital), kartu identitas, dan status keaktifan anggota pada petugas. 

Status keaktifan anggota biasanya akan aktif selama peserta rutin membayar iuran setiap bulannya. 

Jika ada tunggakan, kartu BPJS bisa diaktifkan kembali setelah melunasi iuran tersebut. 

Apakah berobat pakai BPJS harus pakai KTP?

Untuk menggunakan fasilitas BPJS kesehatan, kamu perlu membawa KTP asli maupun fotokopi. 

Namun, jika KTP hilang atau sedang tidak membawa KTP, saat melakukan pemeriksaan, peserta bPJS boleh hanya menggunakan Kartu BPJS dan KK sebagai syarat berobat.

Sebab di dalam KK sudah tercantum nomor KTP.

Apa saja syarat rawat inap BPJS?

Berikut persyaratan rawat inap di rumah sakit menggunakan BPJS Kesehatan:

  • KTP,
  • Kartu Keluarga,
  • Kartu BPJS Kesehatan asli maupun digital,
  • Surat rujukan yang dikeluarkan oleh faskes tingkat I,
  • Surat Eligibilitas Peserta (SEP) yang dikeluarkan oleh rumah sakit,
  • Kartu berobat.

Sudah Paham Cara Menggunakan BPJS Kesehatan?

Nah, itulah informasi seputar cara menggunakan BPJS Kesehatan yang harus kamu tahu. 

Jika ingin prosedur BPJS Kesehatan berjalan lancar, pastikan sudah memenuhi kewajiban seperti membayar iuran per bulannya ya!

Masih ada pertanyaan seputar penggunaan BPJS Kesehatan? Yuk, sharing di kolom komentar!

Artikel Terkait Lainnya