Kenali Apa Itu Penyakit Tumor: Penyebab, Gejala, dan Cara Pengobatannya

Kenali Apa Itu Penyakit Tumor: Penyebab, Gejala, dan Cara Pengobatannya
Aul Risky
Aul Risky
February 26, 2024
7 menit membaca

Tumor atau yang dikenal juga juga dengan neoplasma adalah gangguan berupa benjolan yang menetap atau semakin besar, yang bisa tumbuh di bagian tubuh mana saja.

Tumor berisi sekumpulan jaringan abnormal yang padat atau berisi cairan.

Berdasarkan tingkat keganasannya, tumor terbagi menjadi dua, yaitu tumor jinak dan ganas. 

Kenali apa itu tumor, penyebab, gejala, diagnosis, hingga metode pengobatannya melalui penjelasan berikut ini.

Ingin tahu lebih banyak mengenai cara hidup sehat? Temukan rahasianya di sini

Apa Itu Tumor?

pengertian apa itu tumor

Secara medis, tumor dijelaskan sebagai pertumbuhan sel atau jaringan yang terus-menerus, tak terkendali, dan tak memiliki fungsi di dalam tubuh.

Tumor berbentuk suatu benjolan atau sekelompok sel-sel tidak normal dengan konsistensi padat yang bisa terbentuk di bagian mana saja dari tubuh.

Benjolan ini terjadi karena adanya perubahan pertumbuhan sel-sel di dalam tubuh yang berlangsung sangat cepat.

Tumor selama ini dianggap sebagai penyakit yang mematikan bagi mayoritas orang. 

Namun, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar, karena tumor sendiri terbagi menjadi dua jenis, yaitu tumor jinak dan juga tumor ganas atau umumnya dikenal dengan kanker. 

Tumor jinak tidak akan menyebar atau menyerang bagian tubuh yang lain karena hanya akan tumbuh di satu bagian tubuh saja. 

Jika dibandingkan dengan tumor jinak, tumor yang bersifat ganas bisa menyerang jaringan di sekitarnya, masuk ke dalam pembuluh darah, dan juga menyebar ke bagian tubuh yang lain. 

Umumnya, tumor jinak tidak akan tumbuh kembali setelah dilakukan proses pengangkatan, sedangkan tumor ganas memiliki kecenderungan untuk tumbuh kembali meskipun sudah diangkat.

Baca Juga: Apa Itu Kista? Berikut Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

Penyebab Tumor

Secara umum tumor terjadi ketika sel membelah dan tumbuh secara berlebihan di dalam tubuh. 

Perlu diketahui bahwa saat sel-sel tua dalam tubuh mati, maka sel-sel yang baru akan tumbuh dan berkembang sesuai kebutuhan. 

Proses ini terjadi secara terkendali dalam keadaan tubuh yang normal. 

Ketika penambahan sel tersebut terjadi berlebihan dan tidak terkendali, maka hal tersebut akan menyebabkan kemunculan tumor. 

Sayangnya, penyebab ketidakseimbangan tersebut hingga saat ini belum diketahui secara pasti.

Namun, sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya tumor adalah:

  • Pola hidup tidak sehat, seperti kebiasaan merokok, mengonsumsi makanan tinggi lemak, dan mengonsumsi alkohol secara berlebih.
  • Terpapar sinar ultraviolet dari cahaya matahari secara terus-menerus.
  • Infeksi virus atau bakteri tertentu, seperti HPV, virus hepatitis, H.pylori, dan lain-lain.
  • Terpapar bahan kimia yang bersifat karsinogenik.
  • Obesitas.
  • Penggunaan obat-obatan imunosupresan. 
  • Kelainan genetik, seperti mutasi gen BRCA. 
  • Riwayat keluarga dengan penyakit kanker. 
  • Paparan sinar radiasi seperti dari foto Rontgen atau CT Scan yang berlebihan.
  • Paparan bahan kimia tertentu seperti asbes atau benzena.

Baca Juga: Apa Itu Epilepsi? Kenali Gejala, Penyebab dan Cara Mengobatinya Disini

Gejala Tumor 

Gejala tumor cenderung bervariasi tergantung dengan tingkat keganasan serta bagian tubuh yang terdampak. 

Namun, sejumlah gejala umum dari tumor adalah sebagai berikut:

  • Terdapat benjolan atau suatu massa pada bagian tubuh yang terdampak.
  • Memar atau pendarahan tanpa penyebab yang jelas.
  • Sakit kepala.
  • Kejang.
  • Kelelahan.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Penurunan berat badan yang signifikan.
  • Berkeringat di malam hari.
  • Kehilangan fungsi motorik dan sensorik.
  • Nyeri pada area yang terdampak.
  • Kehilangan pendengaran.
  • Kehilangan penglihatan.
  • Perubahan perilaku dan kognitif.
  • Disfungsi endokrin.

Apa Itu Tumor Otak?

Apa Itu Tumor Otak

Tumor otak adalah penyakit yang ditandai dengan adanya pertumbuhan sel atau jaringan yang tidak normal di otak.

Tumor otak adalah kondisi yang perlu diwaspadai, tetapi tumor pada bagian sistem saraf pusat ini tidak selalu berujung menjadi kanker. 

Beberapa jenis tumor otak stadium 1 dan 2 bersifat jinak, di mana sel tumbuh perlahan dan kecil kemungkinan untuk muncul kembali pasca operasi.

Sementara itu, tumor stadium 3 dan 4 sudah termasuk dalam tumor ganas atau biasa dikenal sebagai kanker otak. 

Di mana sel mungkin tumbuh lebih cepat dan besar dengan kemungkinan untuk muncul kembali pasca operasi.

Tumbuhnya tumor otak disebabkan oleh perubahan atau mutasi genetik di dalam sel otak. 

Penyebab perubahan genetik ini masih belum diketahui. Namun, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena tumor otak, yaitu:

  • Usia.
  • Riwayat keluarga.
  • Pernah menjalani radioterapi.
  • Paparan radiasi.

Baca Juga: 13 Cara Mengobati Vertigo dengan Cepat dan Aman

Penyebab Tumor Jinak

Tumor jinak adalah pertumbuhan sel abnormal, tetapi tidak menyerang jaringan di dekatnya. 

Tumor ini tumbuh secara lambat dan umumnya tidak berbahaya. 

Tumor ini baru bisa dikatakan berbahaya jika tumor tumbuh di dekat organ vital, menekan saraf, atau membatasi aliran darah. 

Tumor jinak biasanya juga dapat merespon pengobatan dengan baik.

Belum diketahui apa yang menjadi penyebab dari tumor jinak. Namun, perkembangan tumor ini diketahui memiliki kaitan dengan beberapa faktor berikut:

  • Genetik atau faktor keturunan.
  • Faktor lingkungan seperti paparan (terekspos) dengan sinar radiasi.
  • Diet. Kebiasaan makan yang tidak teratur, serta kurang mengonsumsi sayuran dan buah-buahan dapat menjadi salah satu pemicu terjadinya tumor jinak.
  • Stres. Kemunculan stres dapat memicu terjadinya tumor jinak di berbagai bagian dari tubuh.
  • Trauma atau luka. Kondisi ini yang tidak ditangani dengan baik dapat memicu terjadinya tumor jinak.

Penyebab Tumor Ganas

Munculnya benjolan akibat tumor ganas ini kerap dianggap sebagai gejala penyakit kanker. 

Perlu diketahui bahwa kanker merupakan penyakit akibat pertumbuhan tidak normal dari sel-sel jaringan tubuh normal, yang berubah menjadi sel kanker.

Berbeda dengan tumor jinak, tumor ganas tumbuh secara cepat. 

Tumor ini juga memiliki potensi untuk menyerang dan merusak jaringan yang berdekatan. Dalam medis, kondisi ini disebut metastasis.

Terdapat berbagai faktor yang dapat meningkatkan risiko munculnya tumor ganas atau kanker, yaitu:

  • Usia. Semakin usia kita bertambah, risiko mengidap tumor ganas juga dapat meningkat.
  • Faktor lingkungan, seperti paparan bahan kimia, atau zat beracun (benzena, asbes, nikel, dan rokok). Di samping itu, paparan sinar radiasi, seperti sinar ultraviolet dari matahari, sinar radiasi radiologi, sinar radiasi, misalnya jenis sinar alpha, gamma, dan beta. Sinar radiasi tersebut biasanya digunakan pada praktik kedokteran radiologi.
  • Keturunan. Beberapa jenis kanker dipengaruhi oleh faktor keturunan (genetik), seperti kanker payudara, kanker kulit, kanker rahim, kanker kolorektal (usus besar-anus), dan kanker prostat.
  • Pola makan. Terlalu banyak mengonsumsi daging berwarna merah, kurang asupan serat, terlalu banyak konsumsi garam, serta tidak makan sayur dan buah setiap hari, dapat meningkatkan risiko.
  • Gangguan sistem imun. Pengidap gangguan sistem imun akan berisiko mengalami kanker.

Baca Juga: Mencegah Kanker, Ketahui 13 Makanan yang Mengandung Vitamin B

Apakah Tumor Bisa Sembuh?

Apakah Tumor Bisa Sembuh

Kesembuhan penderita tumor tergantung pada jinak atau ganasnya tumor. 

Tumor jinak berpeluang lebih tinggi untuk sembuh setelah ditangani bila dibandingkan dengan tumor ganas.

Sedangkan peluang kesembuhan tumor ganas tergantung pada stadiumnya. 

Makin tinggi stadium dan luas penyebaran kanker, makin sulit pula penyembuhannya.

Metode pengobatan tumor akan disesuaikan dengan jenis, ukuran, letak, dan jinak atau ganasnya tumor. 

Penanganan tidak diperlukan jika tumor tergolong jinak, berukuran kecil, dan tidak bergejala. 

Namun, dokter akan tetap menganjurkan pasien menjalani pemeriksaan berkala agar perkembangan tumor terpantau.

Jika tumor bersifat jinak tetapi berukuran besar dan menekan saraf, pembuluh darah, atau mengganggu fungsi organ, maka dokter akan mengangkat tumor. 

Cara pengobatan tumor bisa dilakukan dengan terapi sinar laser atau prosedur bedah.

Selain pengangkatan tumor, ada beberapa terapi untuk tumor yang dapat dilakukan oleh dokter, khususnya pada tumor ganas atau kanker, yaitu:

  • Kemoterapi, yaitu terapi untuk membunuh sel kanker menggunakan obat-obatan.
  • Radioterapi, yaitu terapi untuk membunuh dan mencegah penyebaran kanker serta mengurangi ukuran tumor, menggunakan sinar radiasi tinggi.
  • Terapi hormon, yaitu terapi untuk menghambat produksi hormon yang memengaruhi pertumbuhan jenis kanker tertentu, seperti pada kanker payudara dan kanker prostat.
  • Imunoterapi, yaitu penggunaan obat-obatan untuk merangsang sistem kekebalan tubuh melawan sel kanker.

Jika berbagai cara untuk mengatasinya telah dilakukan tetapi keluhan tidak kunjung membaik atau malah semakin memburuk, segera periksakan diri ke dokter.

Gak pakai lama!

Sekarang, konsultasi dengan dokter bisa secepat kilat dan gak pakai ribet. Cukup pakai handphone lewat aplikasi Rey, kamu bisa konsultasi secara online dengan dokter selama 24/7, dimana pun dan kapan pun.

Emang boleh se-sat-set ini? Boleh, dong! Yuk, klik di sini untuk informasi selengkapnya.

Penutup

Tumor adalah kondisi yang perlu dideteksi sejak dini dan ditangani dengan tepat guna menghindari berbagai risiko komplikasi yang dapat menurunkan kualitas hidup.

Bila kamu merasakan ada benjolan baru atau tidak biasa pada bagian tubuh tertentu, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mengetahui benjolan apakah tersebut. 

Namun, kadang-kadang keberadaan tumor juga bisa tidak terasa sampai benjolan tersebut tidak sengaja ditemukan melalui skrining atau pemeriksaan rutin, atau tes untuk mendeteksi penyakit lainnya.

Meskipun banyak benjolan yang tergolong jinak, kamu tetap perlu menghubungi dokter setelah mendeteksi pertumbuhan atau gejala baru yang bisa merujuk pada kondisi tersebut. 

Kondisi ini termasuk lesi kulit atau tahi lalat yang tampak tak biasa. 

Jika kamu menemukan perubahan pada benjolan yang sebelumnya dikategorikan ringan, segera hubungi dokter. 

Beberapa jenis tumor jinak bisa berubah menjadi ganas seiring dengan berjalannya waktu. 

Dengan mendeteksi sejak dini maka dapat mempermudah pengobatan dan pencegahan.

Yuk, coba 2 bulan chat dokter sepuasnya + klaim obat GRATIS!

Klik banner di bawah untuk info selengkapnya, ya!

Coba Gratis Rey untuk 2 bulan! Chat dokter dan klaim obat gratis bisa kamu cobain dulu!

Kembali
Rekomendasi Artikel
March 11, 2024
Ketahui Keputihan Tanda Hamil: Penyebab, Ciri-ciri, dan Cara Mengatasinya

Keputihan menjadi salah satu hal umum yang terjadi pada wanita.  Meski begitu, keputihan dalam jumlah...

Aul Risky Aul Risky
8 menit membaca
December 8, 2022
Mengenal Penyakit Tipes: Gejala dan Pengobatan Demam Tifoid

Kamu pernah mengalami gejala seperti lemah, lelah, demam tinggi, sakit tenggorokan?  Atau justru sedang mengalaminya?...

Yosephine Yosephine
5 menit membaca
December 8, 2022
4 Makanan untuk Tipes yang Aman, Apa yang Tidak Diperbolehkan?

Demam tifoid atau tipes adalah penyakit yang menular melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi. Saat...

Yosephine Yosephine
5 menit membaca