Gangguan penglihatan bisa terjadi pada siapa saja dan penyebabnya pun bermacam-macam.

Gangguan penglihatan bisa terjadi pada siapa saja dan penyebabnya pun bermacam-macam.

Mata merupakan organ tubuh yang sangat penting yang berfungsi untuk melihat keindahan sekitar serta mempermudah melakukan aktivitas.

Organ ini bekerja dengan cara mendeteksi cahaya dalam pupil dan memfokuskan ke retina belakang mata untuk diubah menjadi impuls saraf yang dibawa oleh otak melalui saraf optik. 

Apabila terjadi gangguan pada kornea mata, maka terjadi penurunan penglihatan pada mata sehingga mengganggu aktivitas.

Lantas, bagaimana cara mengatasi gangguan penglihatan? Simak sampai selesai, yuk!

Table of Contents

Apa Itu Gangguan Penglihatan?

Apa Itu Gangguan Penglihatan? Gangguan pada indra penglihatan adalah penyakit mata yang cukup sering dialami oleh masyarakat.  Ada beberapa hal yang menyebabkan penyakit mata mulai dari iritasi, mata gatal, mata buram, katarak, hingga kebutaan. 

Gangguan pada indra penglihatan adalah penyakit mata yang cukup sering dialami oleh masyarakat. 

Ada beberapa hal yang menyebabkan penyakit mata mulai dari iritasi, mata gatal, mata buram, katarak, hingga kebutaan. 

Gangguan penglihatan dan kebutaan total memang tergolong serius, namun ada beberapa yang bisa diatasi bahkan dicegah. 

Ada pula penyakit mata yang bersifat sementara dan bisa sembuh dengan sendirinya tanpa komplikasi. 

Sampai saat ini kondisi kesehatan mata masih menjadi perhatian pemerintah karena banyak orang yang mengalami gangguan penglihatan.

Cara mengatasi gangguan penglihatan secara komprehensif meliputi kegiatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif yang merupakan amanah dari Undang-Undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan.

Pemerintah pun bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mengembangkan Vision Center.

Vison Center merupakan bentuk layanan kesehatan mata terintegrasi pada fasilitas pelayanan kesehatan di tingkat layanan primer.

Pemeriksaan dilakukan secara komprehensif bukan hanya kepada individu, tapi juga masyarakat atau komunitas melalui upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif.

Gangguan Indra Penglihatan dan Penyebabnya

Terdapat beberapa jenis gangguan pada indra penglihatan sehingga penyebabnya pun berbeda-beda.

Nah, berikut beberapa gangguan penglihatan yang umum terjadi, simak yuk!

1. Glaukoma

Glaukoma merupakan salah satu gangguan penglihatan akibat penyumbatan aliran cairan bola mata, sehingga cairan tersebut menumpuk dan meningkatkan tekanan pada bola mata meningkat.

Penyakit mata satu ini menyumbang angka kebutaan cukup banyak di Indonesia, yakni hingga 13,4%. 

Penyebab glaukoma bisa bermacam mulai dari faktor genetik, usia, komplikasi hipertensi atau diabetes, sampai penyakit mata tertentu seperti retinitis dan ablasi retina. 

Gangguan mata yang disebabkan oleh faktor keturunan atau genetik adalah hal yang sulit dicegah. 

Namun, jenis sakit mata ini bisa dideteksi sejak dini sehingga bisa segera mendapatkan penanganan yang tepat.

Glaukoma pun terbagi menjadi beberapa jenis, seperti glaukoma primer sudut tertutup, glaukoma primer sudut terbuka, glaukoma sekunder, dan kongenital.

Glaukoma sudut terbuka umumnya lebih sering terjadi dibandingkan dengan sudut tertutup, terutama pada lansia atau usia 50 tahun ke atas.

Tekanan yang tinggi pada bola mata dapat mengakibatkan kerusakan saraf mata sehingga kehilangan lapang pandang.

2. Katarak

Penyakit gangguan penglihatan katarak akan membuat lensa mata seperti berawan dan membuat penglihatan yang kabur pada awalnya. 

Katarak merupakan gangguan penglihatan penyebab kebutaan terbanyak di Indonesia dengan angka mencapai 50%. 

Kasus kehilangan penglihatan akibat katarak ini sebagian besar terjadi karena ketidaktahuan sudah mengalami katarak dan tidak sadar akan gejalanya.

Penyakit katarak akan membuat lensa mata seperti berawan dan membuat penglihatan yang kabur pada awalnya. 

Beberapa hal yang bisa meningkatkan risiko terjadinya katarak adalah faktor usia, genetik, hipertensi, merokok, diabetes, dan riwayat penyakit mata yang lain. 

Baca Juga: 6 Ciri-Ciri Katarak dan Jenisnya, Haruskah di Operasi?

3. Kelainan refraksi

Kelainan refraksi mata merupakan gangguan penglihatan, di mana cahaya masuk tidak langsung berpusat pada retina. 

Kelainan ini menyumbang angka kebutaan sebesar 9,5% di Indonesia.

Berikut beberapa kelainan refraksi mata yang mungkin terjadi:

  • Rabun jauh (miopia)

Rabun jauh merupakan kelainan yang membuat penglihatan buram ketika melihat objek dari kejauhan. Misalnya saat mengemudi atau menonton TV.

  • Rabun dekat (hiperopia/hipernetropi)

Rabun dekat merupakan kelainan yang menyebabkan gangguan penglihatan buram ketika melihat benda dekat seperti menggunakan komputer atau membaca buku.

  • Presbiopia (mata tua)

Gangguan penglihatan ini bisa terjadi pada orang lanjut usia, umumnya usia 40 tahun ke atas. Penderitanya akan merasa buram saat melihat dalam jarak dekat.

  • Astigmatisme

Bisa juga disebut dengan gangguan penglihatan ganda yang menyebabkan penglihatan ganda saat melihat objek dari jarak jauh maupun dekat. 

Jadi saat kamu mendengar pertanyaan seperti, kenapa mata buram dan berbayang? Atau kenapa saat melihat jauh buram? Itu bisa jadi gejala kelainan refraksi dan perlu ditangani dokter segera.

4. Mata merah (konjungtivitis)

Konjungtivitis atau iritasi mata menyebabkan mata merah yang terasa gatal, nyeri, berair, hingga mengalami pembengkakan di sekitar area mata. 

Iritasi mata sering terjadi akibat alergi, paparan asap dan polusi, paparan zat kimia dalam sampo atau sabun, hingga akibat infeksi (virus, jamur, dan bakteri).

Mata merah yang tidak serius bisa disembuhkan dengan penggunaan obat tetes mata. 

5. Rabun senja

Rabun senja merupakan kelainan pada mata yang disebabkan oleh rusaknya sel batang retina. 

Sel ini merupakan sel saraf mata yang bekerja bila pencahayaan kurang tetap memungkinkan seseorang untuk melihat objek dengan jelas. 

Nah, rusaknya sel batang retina ini bisa disebabkan oleh kekurangan vitamin A atau karena penyakit mata lain seperti katarak, glaukoma, dan rabun jauh. 

Gangguan kesehatan mata ini akan membuat penderitanya kesulitan melihat saat berada di tempat gelap atau saat malam hari. 

6. Amblyopia (mata malas)

Amblyopia dikenal juga dengan mata malas ini sering terjadi pada anak-anak. 

Penyakit mata ini mengakibatkan penglihatan di salah satu mata berkurang karena otak mata tidak bisa bekerja sama dengan baik. 

Mata malas bisa disebabkan oleh beberapa hal seperti strabismus, rabun jauh, rabun dekat, astigmatisme, hingga ketidakseimbangan posisi kedua mata. 

7. Buta warna

Buta warna merupakan gangguan penglihatan yang membuat penderitanya tidak bisa melihat warna tertentu atau tidak bisa membedakan beberapa warna. 

Buta warna merupakan gangguan penglihatan yang membuat penderitanya tidak bisa melihat warna tertentu atau tidak bisa membedakan beberapa warna. 

Penyakit mata ini terjadi saat sel kerucut (sel warna mata) tidak berfungsi atau tidak ada. 

Sebagian besar kondisi terjadi akibat faktor genetik yang sudah didapatkan sejak lahir.

Namun, bisa juga diakibatkan oleh konsumsi obat-obatan dan penyakit tertentu.

8. Pterigium

Pterigium adalah gangguan penglihatan yang terjadi akibat adanya selaput lendir yang menutupi bagian putih mata.

Penyakit mata ini sering disebabkan paparan radiasi sinar matahari. 

Gejalanya prerigium meliputi penglihatan kabur, mata merah, serta mata yang panas atau gatal. 

Adanya selaput lendir juga membuat mata terasa seperti kelilipan benda asing. 

9. Mata kering

Mata kering terjadi saat mata tidak mampu menghasilkan air mata dalam jumlah yang cukup. 

Penderita mata kering akan merasa seperti ada sesuatu di dalam mata atau mengalami sensasi terbakar. 

Dalam kasus yang lebih parah, kekeringan mata yang ekstrem juga bisa menyebabkan hilangnya penglihatan, namun hal ini jarang terjadi. 

Baca Juga: 6 Cara Mengatasi Mata Kering, Ini Gejala dan Penyebabnya!

10. Retinopati diabetik

Retinopati diabetik merupakan komplikasi diabetes yang juga menyerang mata. 

Penyakit ini disebabkan karena rusaknya pembuluh darah jaringan peka cahaya pada retina. 

Awalnya, gangguan penglihatan ini tidak menimbulkan gejala atau hanya menimbulkan masalah ringan.

Namun jika tidak ditangani, kondisi ini juga bisa menyebabkan mata buta.

Semakin lama menderita diabetes maka semakin besar pula kemungkinan mengalami retinopati diabetik. 

11. Strabismus

Strabismus merupakan kondisi saat mata tidak sejajar dengan benar serta mengarah ke arah yang berbeda.

Kondisi ini juga sering dikenal dengan istilah mata juling. 

Strabismus akan memengaruhi penglihatan karena kedua mata harus mengarah ke tempat yang sama agar bisa melihat dengan baik. 

Gangguan penglihatan ini bisa disebabkan oleh beberapa hal seperti cedera kepala, diabetes, atau kerusakan otot mata setelah operasi. 

Bagaimana Cara Mengatasi Gangguan Penglihatan?

Untuk mengatasi gangguan penglihatan cenderung ringan kamu bisa menggunakan bahan-bahan sederhana yang ada di rumah.

Berikut beberapa cara pengobatan mata yang bisa kamu lakukan:

1. Kompres air dingin

Kompres dingin merupakan salah satu cara yang kerap digunakan untuk meredakan keluhan sakit mata. 

Kompres air dingin ini juga bisa digunakan untuk mengurangi memar dan pembengkakan pada mata. 

Cara melakukannya juga cukup mudah, lho.

  • Rendam kain lembut dan bersih dalam air dingin. Bisa juga dimasukkan ke dalam lemari pendingin (freezer) beberapa saat sebelum digunakan.
  • Letakkan kain pada mata atau kelopak mata selama 10 sampai 15 menit.

2. Kompres air hangat

Selain air dingin, kamu juga bisa menggunakan air hangat untuk mengatasi gangguan mata.

Biasanya cara ini digunakan untuk mengatasi iritasi mata, mata kering, atau mata merah. 

Selain itu, kompres air hangat juga bermanfaat untuk merelaksasi otot mata dan mengurangi rasa nyeri pada mata. 

Berikut langkah-langkahnya:

  • Merendam kain bersih dan lembut pada air hangat.
  • Angkat kain dan peras air hangat.
  • Kompreskan pada mata yang sakit selama 15-30 menit.
  • Ulangi kompres hangat sebanyak 2 sampai 3 kali sehari.

3. Kompres kantung teh

Selain kompres air hangat, cara kompres kantung teh juga dipercaya meredakan keluhan sakit mata.

Kandungan yang berperan adalah antioksidan di dalam teh seperti teh hijau, teh chamomile, maupun teh hitam. 

Kompres kantung teh bermanfaat untuk meredakan keluhan pada mata bengkak, mata kering, dan mata merah. 

Berikut langkah-langkah untuk menggunakan kantung teh:

  • Dinginkan kantuh teh basah di dalam kulkas selama beberapa menit.
  • Setelah dingin, lakukan kompres kantuh teh pada mata yang sakit selama 20 sampai 30 menit.
  • Lakukan pengulangan kompres minimal 2 sampai 3 kali sehari.

4. Tetes air garam steril atau larutan saline 

Garam memiliki sifat antibakteri yang bisa melawan kuman atau bakteri penyebab infeksi yang masuk ke dalam mata. 

Selain itu, air garam juga baik digunakan untuk membersihkan mata serta mengatasi mata kering.

Nah, air garam steril atau larutan saline ini bisa kamu dapatkan di apotek. 

Cara penggunaan larutan saline ini bisa diteteskan dalam beberapa tetes pada mata yang sakit. Lakukan sebanyak 3 sampai 4 kali sehari. 

Setelah itu, bersihkan mata dengan tisu.

Pada saat penggunaan, hindari menggosok mata dengan tangan, ya!

5. Obat tetes mata

Tetes mata merupakan obat yang paling sering digunakan untuk mengatasi gangguan penglihatan.  Penyakit mata ringan seperti mata merah memang bisa disembuhkan dengan obat tetes mata.

Tetes mata merupakan obat yang paling sering digunakan untuk mengatasi gangguan penglihatan. 

Penyakit mata ringan seperti mata merah memang bisa disembuhkan dengan obat tetes mata.

Kamu bisa menemukannya di apotek terdekat dengan menginformasikan gejala yang dialami. 

Cara penggunaannya yaitu dengan meneteskan 1 sampai 2 tetes ke mata yang sakit dan kedipkan beberapa kali. 

Namun sebelum menggunakan obat tetes mata, sebaiknya kamu konsultasi dengan dokter terlebih dahulu, ya.

Konsultasi dengan dokter sekarang juga sudah semakin mudah lho, karena kamu bisa chat dokter secara online melalui aplikasi Rey ataupun secara offline.

Bahkan kalau kamu sudah memiliki asuransi kesehatan online dari Rey, kamu bisa chat dokter sepuasnya, tebus obat, rawat inap, hingga rawat jalan gratis.

Klik banner ini yuk, untuk info lebih lanjut!

6. Penggunaan kacamata

Kaca mata banyak disarankan untuk penderita rabun jauh, rabun dekat, silinder, hingga mata minus. 

Kaca mata dapat membelokkan cahaya agar jatuh tepat di retina mata.

Dengan begitu, penglihatan akan menjadi lebih jelas. 

Bentuk dan warna kacamata bisa dipilih sesuai keinginan, namun kamu tetap perlu mengikuti resep kacamata dari dokter spesialis mata.

Baca Juga: 10 Jenis Lensa Kacamata, Apa Saja Perbedaannya?

7. Lensa kontak

Jika merasa kurang nyaman memakai kacamata, kamu bisa menggunakan lensa kontak untuk mengatasi beberapa keluhan penglihatan. 

Namun, penggunaan lensa kontak umumnya lebih mahal jika dibandingkan kacamata dan membutuhkan perawatan yang lebih cermat. 

Karena itu, dianjurkan untuk konsultasi dengan dokter mengenai cara penggunaan dan perawatan lensa kontak sebelum memutuskan untuk menggunakannya. 

Baca Juga: 8 Cara Menjaga Kesehatan Mata agar Tetap Sehat dan Jernih

Penutup

Nah, itu dia informasi berbagai pengobatan dan tindakan medis yang bisa dilakukan untuk penanggulangan gangguan penglihatan. 

Semua penyakit pada mata manusia di atas, bisa ditangani dan dicegah agar tidak memperburuk kondisi mata. 

Tentunya sebagai upaya pencegahan awal, kamu bisa melakukan pemeriksaan mata secara rutin ke dokter mata. 

Dengan begitu, kamu bisa menemukan lebih dini jika terjadi sesuatu pada penglihatan. 

Masih punya pertanyaan terkait jenis gangguan penglihatan dan pengobatannya? Yuk, sharing di kolom komentar!

Artikel Terkait Lainnya