kacamata photochromic yang terbuat dari bahan dasar karbon yang akan bereaksi atau menyerap sinar UV sehingga berubah menjadi gelap.

Jika kamu sering beraktivitas di bawah sinar matahari, akan lebih baik menggunakan kacamata hitam dibandingkan kacamata biasa.

Namun membawa kacamata hitam kemana-mana tentu akan merepotkan, bukan?

Maka dari itu, sekarang ada yang namanya kacamata photochromic yang terbuat dari bahan dasar karbon yang akan bereaksi atau menyerap sinar UV sehingga berubah menjadi gelap.

Beberapa tahun terakhir ini di Indonesia, kacamata photochromic semakin dikenal dan menjadi sebuah tren tersendiri.

Meski begitu masih banyak orang yang belum mengenal kacamata photochromic lho, bahkan ada juga yang tidak bisa membedakannya dengan kacamata blue ray dan anti radiasi.

Table of Contents

Apa yang Dimaksud Kacamata Photochromic?

Apa yang Dimaksud Kacamata Photochromic? Kacamata photochromic adalah jenis kacamata dengan lensa yang bisa berubah warna dari bening ke gelap ketika terkena paparan sinar matahari (sinar ultraviolet).

Kacamata photochromic adalah jenis kacamata dengan lensa yang bisa berubah warna dari bening ke gelap ketika terkena paparan sinar matahari (sinar ultraviolet).

Setelah terkena cahaya UV di luar ruangan, kacamata photochromic membutuhkan waktu sekitar 30 detik untuk berubah warna.

Sementara itu untuk berubah ke warna semula, kacamata photochromic membutuhkan waktu antara 2-5 menit setelah berada didalam ruangan.

Cara kerja kacamata lensa photochromic adalah dengan melakukan polarisasi gelombang cahaya atau menghalangi gelombangan cahaya tertentu menggunakan filter. 

Dengan begitu, mata tidak akan secara langsung menangkap cahaya UV yang bisa berbahaya.

Paparan radiasi sinar UV yang berlebihan selama waktu tertentu bisa menyebabkan peradangan pada kornea mata seperti mata merah, rasa sakit, peningkatan air mata, dan kepekaan terhadap cahaya.

Apa Fungsi dari Kacamata Photochromic?

Salah satu fungsi kacamata photochromic adalah menghalau sinar ultraviolet yang berbahaya bagi mata.

Salah satu fungsi kacamata photochromic adalah menghalau sinar ultraviolet yang berbahaya bagi mata.

Namun masih ada fungsi kacamata photochromic lainnya nih, yang mungkin belum kamu ketahui.

Berikut beberapa fungsi menarik dari lensa photochromic.

Melindungi mata dari sinar UV

Bila menilik dari cara kerja dan pengertian di atas, fungsi kacamata photochromic paling utama adalah untuk melindungi mata dari sinar ultraviolet.

Pasalnya, sinar UV sangat berbahaya bagi manusia karena bisa menyebabkan permasalahan kulit hingga gangguan pada mata.

Oleh karena itu ketika beraktivitas di luar ruangan pada siang hari, sangat disarankan untuk menggunakan kacamata hitam atau kacamata photochromic. 

Memudahkan pengguna

Manfaat kacamata photochromic yang tak kalah penting adalah memudahkan pengguna kacamata minus atau plus.

Pengguna kacamata pasti paham bagaimana repotnya berganti kacamata hitam ketika beraktivitas di luar ruangan.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka kamu bisa menggunakan kacamata photochromic.

Kelebihan kacamata photochromic adalah bisa digunakan dengan lensa minus maupun plus.

Dengan begitu, para pengguna kacamata minus maupun plus tidak perlu lagi berganti kacamata hitam ketika harus beraktivitas di luar ruangan.

Sebagai estetika

Selain dari segi fungsi, banyak yang menggunakan kacamata photochromic sebagai salah satu gaya yang bisa menambah nilai estetika penampilan. 

Lensa photochromic yang berubah warna menjadi gelap ketika terkena sinar matahari akan membuat kamu tampak lebih percaya diri seperti menggunakan kacamata modis. 

Semakin banyak pancaran gelombang cahaya sinar UV yang diterima, maka warna lensa akan menjadi semakin gelap.

Jadi selain melindungi mata, kacamata ini pun juga bisa membuatmu lebih keren.

Lebih hemat

Menggunakan kacamata photochromic juga lebih hemat.

Ini dikarenakan kamu tidak perlu lagi mengeluarkan uang untuk membeli kacamata hitam dan kacamata minus/silinder/plus, karena lensa photochromic bisa menggabungkan keduanya. 

Baca Juga: 8 Cara Menjaga Kesehatan Mata agar Tetap Sehat dan Jernih

Apa Perbedaan Kacamata Photochromic dan Blue ray?

Bila membahas mengenai fungsi, mungkin banyak yang bertanya-tanya apa sih, perbedaan antara lensa photochromic dan blue ray mengingat keduanya berfungsi melindungi mata

Meski selintas memiliki fungsi sama, sebenarnya ada beberapa perbedaan mendasar antara lensa photochromic dan lensa blue ray, seperti:

Segi fungsi 

Jika dilihat dari segi fungsi, baik lensa photochromic maupun lensa blue ray memiliki fungsi anti radiasi dan anti UV.

Namun, keduanya memiliki kadar yang berbeda. 

Lensa photochromic lebih kuat untuk melindungi mata dari sinar UV matahari dibandingkan lensa blue ray. 

Sebaliknya, lensa blue ray akan lebih berfungsi untuk menangkal sinar biru (blue light) dari layar digital seperti ponsel, komputer, televisi, dan alat elektronik lainnya. 

Segi pemakaian

Dari segi pemakaian, keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan. 

Kacamata dengan lensa photochromic akan lebih efektif digunakan di pagi dan siang hari untuk menghindari sinar UV, terutama saat berada di luar ruangan.

Sementara lensa blue ray akan lebih efektif dipakai di dalam ruangan, terutama saat berada di depan layar ponsel, komputer, televisi, dan perangkat digital lainnya. 

Perubahan warna 

Selain dari segi fungsi dan pemakaian, keduanya juga bisa dilihat bedanya secara langsung, yaitu dengan melihat perbedaan dari perubahan warna. 

Saat berada di dalam ruangan, baik lensa photochromic maupun blue ray akan berwarna bening. 

Nah, saat berada di luar ruangan dan terkena sinar UV, lensa photochromic akan berubah warna menjadi keabuan atau kehitaman.

Namun, tidak dengan lensa blue ray yang tetap bening.

Itulah mengapa kacamata photochromic juga bisa berfungsi sebagai kacamata hitam. 

Perbedaan harga

Karena lensa photochromic bisa melindungi mata dari sinar UV yang berbahaya sekaligus bisa berubah warna, maka harga untuk kacamata dengan lensa photochromic juga lebih mahal. 

Sedangkan lensa blue ray memiliki harga yang cenderung lebih terjangkau dibandingkan lensa photochromic. 

Baca Juga: Apa Itu Lensa Blue Ray? Ini Fungsi dan Perbedaannya!

Apa Bedanya Kacamata Anti Radiasi dan Photochromic?

Banyak yang masih keliru dan menganggap kacamata photochromic sama dengan kacamata anti radiasi, padahal keduanya cukup berbeda, lho.

Berikut sejumlah perbedaan lensa kacamata photochromic dengan anti radiasi.

Penggunaan bahan

Kacamata photochromic terbuat dari bahan karbon yang memiliki molekul untuk bereaksi terhadap sinar UV.

Hal ini yang memungkinan lensa bisa mengubah bentuk dan menyerap cahaya. 

Sementara kacamata anti radiasi memiliki bahan dasar lensa anti reflective (AR) atau anti pantul.

Lapisan ini sangat tipis namun bisa menghilangkan pantulan pada kacamata.

Segi fungsi 

Karena bahannya berbeda, maka fungsi dari keduanya juga berbeda. 

Bila dibandingkan dengan kacamata antiradiasi, kekurangan kacamata photochromic ini hanya berfungsi untuk melindungi mata dari radiasi sinar UV.

Sementara kacamata antiradiasi juga memungkinkan mata untuk terlindungi dari sinar matahari dan radiasi dari layar digital yang terlalu lama. 

Namun, beberapa merek kacamata photochromic sudah dilengkapi dengan fitur untuk melindungi mata dari sinar biru.

Segi harga

Dari segi harga, keduanya cenderung berbeda.

Kacamata anti radiasi memiliki harga yang lebih mahal dibandingkan kacamata photochromic. 

Lalu, berapa harga kacamata photochromic?

Sebenarnya harganya berbeda-beda tergantung dari fitur kacamata yang dipilih dengan kisaran harga Rp100 ribu ke atas. 

Sedangkan kacamata anti radiasi lebih mahal dengan harga sekitar Rp150 ribu sampai Rp400 ribu. 

Namun, baik kacamata photochromic maupun kacamata anti radiasi dengan lensa minus atau plus memiliki harga yang relatif lebih mahal. 

Baca Juga: 6 Manfaat Kacamata Anti Radiasi, Adakah Efek Sampingnya?

Pertanyaan Seputar Kacamata Photochromic

Sebenarnya tidak hanya kacamata photochromic yang membuat pusing, melainkan memakai kacamata baru jenis lensa apapun kadang membuat pusing. 

Berikut beberapa pertanyaan seputar kacamata photochromic yang sering ditanyakan:

Kenapa pakai kacamata photochromic pusing?

Sebenarnya tidak hanya kacamata photochromic yang membuat pusing, melainkan memakai kacamata baru jenis lensa apapun kadang membuat pusing. 

Saat mata melihat kacamata baru, otot pada mata akan menyesuaikan dengan perbedaan dan bekerja lebih keras dibanding sebelumnya. 

Hal tersebut akan memicu ketegangan pada mata dan akhirnya menyebabkan pusing. 

Selain itu, jika resep untuk lensa kacamata baru cukup berbeda dengan kacamata sebelumnya, maka juga bisa menyebabkan pusing. 

Penggunaan frame kacamata photochromic yang terlalu sempit dan ketat juga bisa menimbulkan tekanan pada hidung dan telinga yang menyebabkan pusing. 

Pusing juga bisa terjadi saat lensa yang dipakai tidak sesuai dengan kondisi mata.

Maka dari itu, agar lebih akurat sebaiknya kamu periksakan mata terlebih dahulu sebelum menentukan kebutuhan kacamata.

Namun bila pusing terus berlanjut dalam jangka waktu panjang, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter.

Sebab, gejala pusing bisa saja menjadi pertanda awal dari penyakit serius.

Konsultasi dengan dokter sekarang juga sudah semakin mudah lho, karena kamu bisa chat dokter secara online melalui aplikasi Rey ataupun secara offline.

Bahkan kalau kamu sudah memiliki asuransi kesehatan online dari Rey, kamu bisa chat dokter sepuasnya, tebus obat, rawat inap, hingga rawat jalan gratis.

Klik banner ini yuk, untuk info lebih lanjut!

Apakah kacamata photochromic sudah anti radiasi hp?

Lensa photochromic terbuat dari reaksi kimia dengan pembuatan pewarna khusus dan molekul yang bisa berubah saat terpapar sinar berenergi tinggi. 

Nah, aspek penyeimbang warna molekul pada kacamata lensa photochromic inilah yang bisa melawan sinar biru terutama dengan filter warna kuning. 

Namun, jika kamu menghabiskan sebagian besar waktu untuk berada di dalam ruangan dan menatap layar digital, maka sebaiknya memilih lensa blue ray untuk menahan sinar biru. 

Berapa lama kacamata photochromic berubah warna?

Kacamata photochromic membutuhkan waktu sekitar 30 detik untuk berubah warna setelah terkena cahaya UV di luar ruangan.

Lensa akan dengan cepat berubah warna menjadi gelap untuk melindungi mata.

Ketika kembali ke dalam ruangan, akan dibutuhkan waktu antara 2 sampai 5 menit sebelum lensa kembali berubah warna semula.

Penutup

Bagaimana? Apakah kamu tertarik menggunakan kacamata photochromic? 

Jika kamu sering beraktivitas di luar ruangan dan tujuanmu untuk melindungi dari sinar UV, maka kacamata photochromic bisa dipertimbangkan!

Namun, alangkah lebih baik jika dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter mata jika kamu punya kondisi mata tertentu. 

Masih ada pertanyaan terkait kacamata photochromic? Yuk, share di kolom komentar!

Artikel Terkait Lainnya