Apakah Salicylic Acid Boleh Dicampur dengan Vitamin C?

Apakah Salicylic Acid Boleh Dicampur dengan Vitamin C?
Dwi Julianti
Dwi Julianti
May 29, 2023
6 menit membaca

Dalam dunia perawatan kulit, terdapat berbagai bahan aktif yang diklaim memiliki manfaat luar biasa seperti salicylic acid dan vitamin C.

Keduanya sering digunakan secara terpisah untuk mengatasi masalah kulit tertentu.

Namun, muncul pertanyaan apakah aman untuk menggabungkan salicylic acid dengan vitamin C dalam rutinitas perawatan kulit?

Salicylic acid dikenal karena kemampuannya dalam mengatasi jerawat dan kondisi kulit berminyak.

Sementara itu, vitamin C merupakan antioksidan yang efektif dalam mencerahkan kulit dan mengurangi tanda-tanda penuaan.

Ingin tahu lebih banyak mengenai cara hidup sehat? Temukan rahasianya di sini!

Kedua bahan ini memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan kulit, tetapi apakah salicylic acid boleh dicampur dengan vitamin C? 

Simak jawabannya di bawah ini, yuk!

Apakah Salicylic Acid Boleh Dicampur dengan Vitamin C?

Apakah Salicylic Acid Boleh Dicampur dengan Vitamin C? Sebaiknya penggunaan salicylic acid tidak dicampur dengan vitamin C.

Sebaiknya penggunaan salicylic acid tidak dicampur dengan vitamin C.

Kedua bahan tersebut tidak akur karena keduanya memiliki kandungan asam aktif.

Bahkan sifat antioksidan yang dimiliki vitamin C tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya.

Jadi, menggabungkan kedua bahan aktif ini akan menimbulkan efek iritasi pada kulit.

Selain itu, vitamin C juga dapat menjadi tidak stabil jika dicampur dengan bahan aktif lainnya.

Kestabilan vitamin C sangat dipengaruhi oleh pH, sehingga perlu berhati-hati.

Salicylic acid dan vitamin C tidak boleh dicampur karena dapat mengurangi efek vitamin C pada kulit.

Namun, jika ingin menggunakan keduanya, ada trik yang bisa digunakan, yaitu dengan mengatur jadwal penggunaannya.

Misalnya, gunakan vitamin C di pagi hari dan aplikasikan salicylic acid pada malam hari.

Dengan pola pemakaian yang seperti itu, kamu dapat memperoleh kulit yang cerah, mulus, dan tampak segar.

Salicylic Acid Tidak Boleh Dicampur dengan Apa Saja?

Salicylic acid tidak boleh dicampur dengan retinoid/retinol, benzoyl peroxide, vitamin B3 (niacinamide), vitamin C, dan senyawa asam lainnya karena dapat menyebabkan iritasi pada kulit.

Berikut adalah penjelasan lebih dalam mengenai bahan skincare yang tidak boleh dicampur dengan salicylic acid:

  • Retinoid

Salicylic acid sebaiknya tidak dicampur dengan retinoid/retinol, seperti retinol, tretinoin, dan adapalene, karena dapat menyebabkan iritasi pada kulit.

Retinoid adalah senyawa turunan vitamin A yang berfungsi untuk mengatasi jerawat, mencerahkan kulit, dan efektif mengurangi tanda penuaan.

Manfaat retinoid ini mirip dengan salicylic acid tetapi mencampur kedua bahan ini bukan berarti membuatnya semakin efektif.

Jika kamu menggunakan salicylic acid dan retinol dalam waktu bersamaan atau hari yang sama, hal ini akan membuat kulit iritasi.

Jadi, salicylic acid tidak boleh dicampur dengan retinol, atau kandungan turunan retinoid lainnya.

  • Benzoyl Peroxide

Benzoyl peroxide adalah bahan aktif yang sering digunakan untuk mengatasi jerawat meradang, namun dapat menyebabkan kulit kering dan iritasi.

Maka dari itu, sebaiknya hindari mencampurkan salicylic acid dan benzoyl peroxide, karena dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan memperburuk kondisi kulit yang kering.

  • Vitamin B3 (Niacinamide)

Kandungan aktif dalam vitamin B3 berperan penting dalam memperbaiki struktur kulit, dan vitamin B3 bekerja secara optimal pada pH netral.

Namun, jika kamu mencampurnya dengan salicylic acid, kulit wajah dapat mengalami iritasi dalam waktu yang singkat.

  • Vitamin C

Kandungan lainnya yang tidak boleh dicampur dengan salicylic acid adalah vitamin C.

Sebab, salicylic acid dan vitamin C ini memiliki sifat asam yang akan menimbulkan efek iritasi pada kulit.

Selain itu, vitamin C juga dapat menjadi tidak stabil jika dicampur dengan bahan aktif lainnya.

  • Senyawa Asam Lainnya

Salicylic acid sebaiknya tidak dicampur dengan senyawa asam lainnya.

Mencampur asam salicylic acid dengan senyawa asam lain atau menggunakan produk dengan kandungan asam yang berbeda secara bersamaan tidak disarankan karena dapat menyebabkan iritasi pada kulit.

Namun, kamu diperbolehkan mengombinasi salicylic acid atau BHA dengan asam lain seperti AHA, karena campuran kedua bahan ini aman dipakai.

Tetapi, hindari mencampur penggunaan dua jenis asam yang berbeda secara terpisah atau menggunakan beberapa produk yang mengandung asam berbeda sekaligus.

Apa Efek Samping Salicylic Acid?

Efek samping salicylic acid yang umum terjadi adalah iritasi kulit, yang ditandai dengan kulit mengelupas, terbakar, kering, atau memerah, terutama pada awal penggunaan.

Jika iritasi tidak kunjung sembuh atau mengalami perburukan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

Selain itu, penggunaan produk perawatan kulit yang mengandung salicylic acid juga dapat menyebabkan reaksi alergi, seperti ruam, gatal, bengkak, pusing yang parah, atau kesulitan bernapas.

Jika kamu mengalami gejala alergi tersebut, segera hentikan penggunaan produk dan segera konsultasi dengan dokter.

Konsultasi dengan dokter sekarang juga sudah semakin mudah lho, karena kamu bisa chat dokter secara online melalui aplikasi Rey ataupun secara offline di rumah sakit.

Menariknya lagi, kalau kamu memiliki asuransi kesehatan online dari Rey, kamu bisa chat dokter sepuasnya, tebus obat, rawat inap, hingga rawat jalan gratis.

Kamu bisa klik banner ini untuk info lebih lanjut!

Membership kesehatan yang memberikan akses ke asuransi kesehatan

Vitamin C Bisa Digabung dengan Apa?

Kamu dapat mengombinasikan vitamin C dengan ferulic acid (asam ferulat) untuk meningkatkan efektivitas penyerapan vitamin C oleh kulit.

Selain itu, vitamin C juga dapat dikombinasikan dengan vitamin E untuk mencegah kerusakan kulit akibat sinar matahari, menghilangkan radikal bebas, dan meningkatkan sintesis kolagen.

Tidak hanya itu, kamu juga bisa mengombinasikan ketiga kandungan tersebut, yaitu vitamin C, vitamin E, dan ferulic acid, untuk memberikan perlindungan ekstra terhadap paparan sinar UV dan menjaga elastisitas serta mengurangi produksi minyak berlebih pada kulit wajah.

Berapa Kali Penggunaan Salicylic Acid?

Produk dengan salicylic acid 2% tanpa zat eksfolian lain bisa digunakan setiap hari yaitu 1-2 kali sehari setelah membersihkan wajah.

Kalau kamu memiliki masalah pori-pori besar dan ingin memudarkan tanda penuaan, kamu bisa menambahkan serum salicylic acid pada skincare routine-mu.

Untuk komedo yang membandel kamu bisa menggunakan salicylic acid dengan dosis 9%.

Kamu cukup menggunakan serum ini 3-4 kali seminggu pada malam hari.

Baca Juga: Apakah Serum Vitamin C Bagus Untuk Kulit Berjerawat?

Apakah Salicylic Acid Cocok untuk Semua Orang? 

Meskipun salicylic acid dikenal sebagai bahan yang sangat efektif dalam mengatasi jerawat, namun kandungannya yang bisa menyebabkan iritasi kulit membuat bahan ini kurang cocok digunakan untuk kulit yang sensitif atau kering. 

Selain itu, salicylic acid juga tidak disarankan untuk digunakan pada kulit yang sedang dalam kondisi memerah atau terluka seperti setelah melakukan prosedur facial.

Bagi kamu yang ingin mencoba produk dengan kandungan salicylic acid, sebaiknya lakukan uji coba terlebih dahulu pada area kecil untuk menghindari reaksi alergi atau iritasi. 

Apakah Serum Vitamin C Bisa Menghilangkan Bekas Jerawat?

Apakah Serum Vitamin C Bisa Menghilangkan Bekas Jerawat? Vitamin C memiliki peran penting dalam menghambat produksi melanin, pigmen yang memberi warna pada kulit.

Vitamin C memiliki peran penting dalam menghambat produksi melanin, pigmen yang memberi warna pada kulit.

Serum dengan kandungan bahan ini dapat menekan produksi melanin dan membuat kulit terlihat lebih cerah, sehingga bekas jerawat pun dapat tersamarkan.

Serum vitamin C juga bisa membuat tampilan kulit berjerawat semakin bersih dan cerah.

Kandungan skincare ini bisa mengurangi bintik-bintik hitam dan meratakan kulit.

Baca Juga: 4 Manfaat Serum Vitamin C untuk Wajah, Mencerahkan Kulit!

Penutup

Terjawab sudah pertanyaan apakah salicylic acid bisa dicampur dengan vitamin C.

Jawabannya adalah tidak, karena vitamin C adalah bahan aktif yang bisa menjadi tidak stabil jika dicampur dengan bahan aktif lain.

Menggabungkan salicylic acid dan vitamin C akan menimbulkan iritasi pada kulit.

Selain vitamin C, salicylic acid juga tidak boleh dicampurkan dengan ingredients yang memiliki sifat asam lainnya.

Nah, sudah tahu bukan ingredients yang tidak boleh digabung dengan salicylic acid dalam skincare apa saja?

Pastikan kamu mengetahuinya sebelum menggunakan produk skincare, ya!

Hal itu penting untuk menghindari risiko iritasi kulit akibat kesalahan dalam mencampur ingredients skincare.

Jika kamu mengalami gejala seperti yang disebutkan di atas, segera konsultasi ke dokter, ya.

Kamu bisa cobain fitur Rey gratis khusus 2 bulan pertama, dengan fitur ini kamu bisa chat dokter sepuasnya hingga tebus obat gratis, lho! Klik banner di bawah ini untuk info lebih lanjut!

Coba Gratis Rey untuk 2 bulan! Chat dokter dan klaim obat gratis bisa kamu cobain dulu!

Kembali
Rekomendasi Artikel
November 10, 2022
21 Makanan yang Mengandung Zat Besi Tinggi, Baik untuk Kesehatan!

Kamu sering merasa pusing, lemas, dan mudah lelah?  Jika kamu sering merasakannya, bisa jadi kamu...

Yosephine Yosephine
10 menit membaca
May 29, 2023
Berapa Kandungan Vitamin C Pada Jeruk? Yuk, Cari Tahu!

Jeruk dikenal sebagai buah yang terkenal di Indonesia dengan perpaduan rasa yang khas antara asam...

Dwi Julianti Dwi Julianti
8 menit membaca
April 11, 2023
10 Manfaat Air Tebu dan Kandungan Gizi Didalamnya

Tebu merupakan tanaman yang termasuk jenis rumput-rumputan dengan kandungan gula alami cukup tinggi. Selain menyegarkan,...

Dwi Julianti Dwi Julianti
5 menit membaca