Carpal tunnel syndrome pada dasarnya disebabkan karena terhimpitnya saraf median di pergelangan tangan. 

Pernahkah kamu merasa kesemutan di sekitar jari dan telapak tangan setelah melakukan aktivitas seperti berkendara atau bekerja dengan aktivitas menggenggam?

Jika pernah, hal seperti itu bisa jadi gejala Carpal Tunnel Syndrome (CTS), lho! 

Apa itu carpal tunnel syndrome?

Yuk, kenali lebih dalam lewat pembahasan berikut ini!

Table of Contents

Apa Itu Carpal Tunnel Syndrome?

Apa Itu Carpal Tunnel Syndrome​? gangguan saraf yang terjadi akibat terhimpitnya saraf median (saraf pada lengan) saat melewati lorong karpal (pergelangan tangan).

Sindrom lorong karpal atau carpal tunnel syndrome adalah gangguan saraf yang terjadi akibat terhimpitnya saraf median (saraf pada lengan) saat melewati lorong karpal (pergelangan tangan).

Lorong karpal menjadi sempit akibat jaringan yang mengelilinginya membengkak, sehingga menekan saraf median.

Kondisi ini tergolong umum dan sudah dialami oleh banyak orang. 

Namun, wanita lebih berisiko mengalami penyakit ini dibandingkan laki-laki.

Gejala sindrom lorong karpal biasanya akan berkembang secara perlahan dan bertambah parah saat di malam hari. 

Bagian yang paling sering terpengaruh adalah jari tangan seperti jempol, telunjuk, dan jari tengah. 

Karena itu, diagnosis awal dan pengobatan sangat penting untuk membantu mengatasi penyakit ini. 

Carpal tunnel syndrome biasanya terjadi pada pengguna komputer yang aktif seperti kasir atau juru ketik. 

Bisa juga dialami oleh pekerja yang memungkinkan kedua tangan melakukan gerakan berulang untuk waktu yang lama seperti petugas kebersihan, tukang daging, dan lainnya.

Lantas, seperti apa gejala CTS? Simak sampai selesai, yuk!

1. Mati rasa atau kesemutan

Penderita sindrom lorong karpal mungkin akan mengalami kesemutan atau mati rasa di tangan atau jari. 

Biasanya jari yang terpengaruh ialah ibu jari, telunjuk, jari tengah, atau jari manis, namun tidak dengan kelingking. 

Kamu mungkin akan merasakan sensasi seperti sengatan listrik yang menyebar dari pergelangan tangan ke lengan. 

Gejala ini sering terjadi saat memegang telepon, koran, saat menyetir, dan lainnya.

Bahkan, bisa juga membangunkanmu dari tidur. 

2. Tangan melemah

Gejala kedua yang juga sering terjadi adalah tangan terasa lemas sampai tidak sengaja menjatuhkan barang. 

Hal ini bisa disebabkan karena mati rasa di tangan atau melemahnya otot jempol ibu jari. 

3. Kesulitan menggunakan tangan

Penderita gejala carpal tunnel syndrome juga kerap merasa kesulitan untuk menggunakan tangan, walaupun itu untuk pekerjaan ringan. 

Misalnya memegang alat kemudi, menulis dengan tangan, mengetik, sampai memegang buku saat akan membaca. 

Apa Penyebab Carpal Tunnel Syndrome?

Apa Penyebab Carpal Tunnel Syndrome​? Gangguan ini disebabkan terhimpitnya saraf median di pergelangan tangan. 

Carpal tunnel syndrome pada dasarnya disebabkan karena terhimpitnya saraf median di pergelangan tangan. 

Nah, terhimpitnya saraf median ini juga akan memengaruhi indra perasa sentuhan dan gerakan tangan. 

Namun, beberapa faktor di bawah ini bisa meningkatkan risiko terjadinya sindrom lorong karpal:

1. Cedera pada pergelangan tangan

Cedera pergelangan tangan akan menyebabkan pembengkakan dan memberikan tekanan saraf median. 

Bahkan, cedera juga bisa mengubah bentuk tulang dan ligamen tangan sehingga membuat saraf median terhimpit. 

Cedera pada pergelangan tangan ini bisa terjadi karena terkilir atau retak pada tulang. 

2. Genetika

Gen ternyata juga bisa menjadi faktor yang mendorong terjadinya sindrom lorong karpal, lho.

Jika ada salah satu keluarga atau kerabat yang mengidap kondisi ini, risiko terjadinya carpal tunnel syndrome juga akan semakin besar. 

3. Kehamilan

Wanita hamil akan lebih rentan terkena sindrom lorong karpal.

Wanita hamil akan lebih rentan terkena sindrom lorong karpal. 

Hal ini disebabkan adanya perubahan hormon yang membuat tubuh kelebihan cairan atau edema.

Kelebihan carian ini akan merembes melalui jaringan tubuh dan menekan saraf pergelangan tangan. 

Nah, hal inilah yang kemudian bisa memicu muncul carpal tunnel syndrome.

Namun, banyak kasus carpal tunnel syndrome pada wanita sembuh dengan sendirinya saat bayi lahir.

4. Jenis kelamin 

Bahaya penyakit carpal tunnel syndrome ternyata lebih sering dialami oleh perempuan, lho.

Kok bisa, sih?

Yap, ini karena adanya hormon estrogen yang membuat risiko perempuan 3 kali lipat lebih besar daripada pria. 

Selain itu, ukuran carpal tunnel wanita yang juga lebih kecil dari pria, memungkinkan risiko terkena sindrom lorong karpal semakin besar.

5.Aktivitas yang membutuhkan kekuatan tangan

Kebiasaan melakukan aktivitas yang membutuhkan kekuatan tangan juga bisa meningkatkan risiko terkena carpal tunnel syndrome. 

Kebiasaan melakukan aktivitas yang membutuhkan kekuatan tangan juga bisa meningkatkan risiko terkena carpal tunnel syndrome. 

Contohnya menggerakkan tangan berulang kali dengan cara yang sama seperti menulis, mengetik, menggunakan mouse komputer, memotong daging, dan lainnya.

Kebiasaan tersebut mengharuskan kamu menekuk pergelangan tangan sehingga bisa menciptakan tekanan berbahaya pada saraf median. 

6. Kondisi kesehatan tertentu

Memiliki kondisi kesehatan yang kurang baik juga bisa menjadi penyebab sindrom lorong karpal. 

Contohnya kondisi kesehatan seperti radang sendi, diabetes, gagal ginjal, menopause, limfedema, gangguan muskuloskeletal, dan hipotiroid (kekurangan tiroid). 

Selain itu, kondisi tertentu seperti rheumatoid arthritis dan kondisi lain yang berhubungan dengan peradangan juga bisa memengaruhi lapisan di sekitar tendon pergelangan tangan. 

Hal tersebut akan memberikan tekanan pada saraf media penyebab sindrom lorong karpal. 

7. Obat-obatan

Beberapa penelitian yang disebutkan dalam Mayo Clinic menyebutkan bahwa terdapat hubungan antara obat-obatan dengan sindrom lorong karpal.

Misalnya, penggunaan Anastrozole (Arimidex), sebuah obat yang digunakan untuk kanker payudara. 

Carpal Tunnel Syndrome Apakah Bisa Disembuhkan?

Carpal Tunnel Syndrome Apakah Bisa Disembuhkan? Sindrom lorong kapal sebenarnya bisa pulih dengan sendirinya selama beberapa bulan, namun pasien perlu menghindari kegiatan yang banyak melibatkan jari dan tangan. 

Sindrom lorong karpal sebenarnya bisa pulih dengan sendirinya selama beberapa bulan, namun pasien perlu menghindari kegiatan yang banyak melibatkan jari dan tangan. 

Jika memang perlu diobati, maka penanganan yang dilakukan juga tergantung pada tingkat keparahannya dan seberapa lama pasien menderita sindrom ini. 

Lantas, apa saja pilihan untuk mengobati kondisi sindrom lorong karpal? 

1. Penggunaan splint

Splint adalah alat kesehatan untuk menopang dan menjaga pergelangan tangan agar tidak menekuk. 

Alat ini biasanya digunakan pada tangan sebagai bentuk perawatan diri untuk sindrom lorong karpal.

Pergelangan tangan yang dibiarkan menekuk terus menerus akan membuat saraf median yang tertekan semakin bermasalah. 

Alhasil, memperparah gejala dari sindrom lorong karpal. 

Jika tidak menggunakan splint, dikhawatirkan penderitanya akan lupa dan tanpa sengaja menekuk tangan.

2. Penggunaan obat pereda nyeri

Nyeri yang dialami akibat sindrom lorong karpal kadang tak tertahankan sehingga perlu menggunakan obat-obatan pereda nyeri. 

Biasanya obat ini masuk ke dalam golongan NSAID (nonsteroidal anti inflammatory disease), contohnya ibuprofen. 

Meski, obat-obatan ini akan meredakan rasa sakit akibat sindrom ini. 

Namun, disarankan untuk melakukan pemeriksaan dengan dokter sebelum mengonsumsi obat apapun. 

Enggak perlu ribet, kok.

Kini kamu bisa konsultasi dengan dokter secara online.

Dengan menjadi member Rey, kamu bisa chat dokter sepuasnya, hingga tebus obat gratis.

Mau rawat inap atau rawat jalan?

Bisa juga!

Info lebih lanjut kamu bisa klik banner di bawah ini, ya!

3. Penggunaan kortikosteroid

Salah satu cara pengobatan carpal tunnel syndrome yakni dengan penggunaan kortikosteroid.

Kortikosteroid mampu membantu untuk mengurangi peradangan dan pembengkakan sehingga tekanan pada saraf juga akan berkurang. 

Kortikosteroid bisa diberikan oleh dokter dengan cara disuntik.

Mengapa tidak dalam bentuk obat oral? 

Sebab, kortikosteroid obat oral dinilai tidak seefektif kortikosteroid injeksi untuk menangani carpal tunnel syndrome.

4. Operasi terbuka

Operasi terbuka dilakukan untuk mengurangi tekanan saraf median di pergelangan tangan. 

Saraf median ini yang akan mengendalikan indra perasa dan pergerakan pada pergelangan tangan dan tangan.

Prosedur operasi terbuka ini dilakukan dengan pemberian bius lokal pada pergelangan tangan atau tangan pasien. 

Waktu pemulihannya cenderung lebih lama, namun metode ini dinilai efektif untuk mengobati carpal tunnel syndrome. 

5. Operasi endoskopi

Sedikit berbeda dengan operasi terbuka, operasi endoskopi ini merupakan prosedur pembedahan sindrom lorong karpal menggunakan tabung panjang.

Tabung ini memiliki sinar di salah satu ujungnya dan lensa kamera di ujung yang lain.

Tabung dimasukkan melalui sayatan kecil di telapak tangan atau pergelangan tangan. 

Nah, nantinya para ahli bedah akan melihat ligamen karpal melalui monitor selama operasi endoskopi berlangsung. 

Sama seperti operasi terbuka lainnya, operasi endoskopi juga dinilai efektif untuk mengatasi carpal tunnel syndrome. 

Bagaimana Pencegahan Carpal Tunnel Syndrome?

Apakah sindrom lorong karpal bisa dicegah? Tentu bisa! 

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit ini, yaitu:

1. Perhatikan posisi duduk

untuk mencegah carpal tunnel syndrome, sebaiknya biasakan duduk dengan posisi yang benar.

Usahakanlah duduk dengan posisi tubuh yang benar. 

Terutama, ketika duduk dengan posisi yang sama dalam jangka waktu yang cukup lama, seperti duduk di depan pc atau laptop.

Selain mencegah carpal tunnel syndrome, posisi duduk yang benar juga akan menurunkan risiko gangguan di bagian tubuh yang lain. 

Selain itu, ketika kamu mengetik dalam waktu yang lama, cobalah untuk duduk dengan tegak dan nyaman. 

Hindari posisi membungkuk agar tangan tidak meregang lebih jauh. 

Selain itu, hindari tekanan berlebih pada tangan dengan mengatur posisi keyboard senyaman mungkin dengan tangan. 

2. Lakukan peregangan

Jika pergelangan tangan sudah terasa sangat lelah, jangan memaksakan diri, ya. 

Kamu bisa mengistirahatkan tangan sejenak, kemudian lakukan peregangan di area tersebut.

Kamu juga bisa lho, melakukan gerakan kecil untuk membuat jari-jari tangan lebih rileks. 

Terlalu memaksakan pekerjaan apapun di saat tangan sudah lelah justru akan meningkatkan terjadinya carpal tunnel syndrome.

3. Istirahatkan tubuh

untuk mencegah carpal tunnel syndrome, sebaiknya kamu menyisihkan waktu untuk beristirahat

Cara yang juga disarankan untuk mencegah carpal tunnel syndrome adalah dengan mengistirahatkan tubuh. 

Ketika tubuh dan tangan terasa pegal karena bekerja dalam jangka waktu cukup lama.

Cobalah untuk berdiri atau sekadar berjalan berkeliling ruang kerja.

Selain mencegah penyakit carpal tunnel syndrome, mengistirahatkan tubuh juga bisa mencegah dari risiko gangguan kesehatan yang lain. 

4. Mengenakan sarung tangan tanpa jari

Mengenakan sarung tangan tanpa jari juga disarankan untuk mencegah sindrom lorong karpal. 

Mengapa?

Sebab, sarung tangan tanpa jari akan menjaga tangan tetap hangat dan fleksibel. 

Penutup

Demikianlah pembahasan seputar carpal tunnel syndrome yang sering membuat penderitanya mengalami kesemutan, mati rasa, dan lemah di tangan atau pergelangan tangan. 

Penyebabnya bermacam-macam, mulai dari kebiasaan sehari-hari hingga kondisi penyakit tertentu. 

Tapi, penyakit tersebut juga bisa dicegah kok! 

Jika masih ada pertanyaan jangan ragu untuk menuliskannya di kolom komentar!

Artikel Terkait Lainnya