Penyakit Asam Lambung: Gejala, Penyebab, dan Cara Pengobatan

Penyakit Asam Lambung: Gejala, Penyebab, dan Cara Pengobatan
Dwi Julianti
Dwi Julianti
March 17, 2023
5 menit membaca

Penyakit asam lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan salah satu penyakit yang bisa dialami oleh semua kalangan mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, bahkan hingga lansia dengan adanya perubahan gaya hidup yang tidak sehat.

Ingin tahu lebih banyak mengenai cara hidup sehat jadi lebih mudah? Temukan rahasianya di sini

Dibandingkan negara lain di Asia seperti Filipina 17% dan Taiwan 13%, maka hanya sekitar 1% penduduk Indonesia yang mengenal apa itu GERD, walaupun mereka sebenarnya telah menderita GERD selama bertahun-tahun.

Tidak heran, jika banyak sekali pertanyaan terkait penyakit maag yang mungkin belum kamu ketahui.

Yuk, ketahui lebih lanjut tentang salah satu penyakit yang sering menyerang kita sehari-hari ini!

Apa Itu Penyakit Asam Lambung?

Penyakit asam lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) terjadi ketika otot kerongkongan bagian bawah atau disebut otot LES (Lower Esophageal Sphincter) melemah. 

Di mana, otot LES seharusnya dapat berfungsi dengan berkontraksi serta menutup saluran ke kerongkongan setelah makanan turun ke lambung. 

Jika fungsi otot ini melemah, kerongkongan akan tetap dalam posisi terbuka yang menjadi pemicu asam lambung naik kembali ke kerongkongan (esofagus)

Akibatnya, penderitanya akan merasakan adanya rasa sakit atau terbakar (heartburn), iritasi kerongkongan, dan nyeri dada.

Apa Ciri-Ciri Asam Lambung Naik?

Beberapa ciri-ciri dan gejala asam lambung naik yang sering dialami oleh penderitanya antara lain:

  • Mengalami sensasi terbakar di dada (heartburn) yang semakin memburuk setelah makan ataupun berbaring
  • Sering bersendawa.
  • Mual hingga muntah.
  • Maag.
  • Sesak napas.
  • Mulut sering terasa asam atau pahit.
  • Kesulitan menelan.
  • Tenggorokan seperti ada yang mengganjal.
  • Cepat kenyang.
  • Batuk kering kronis.
  • Radang tenggorokan.

Gejala asam lambung biasanya terjadi setelah makan dan cenderung memburuk di malam hari.

Jika kamu mengalami gejala tersebut secara intens dan berulang kali dalam seminggu, sehingga mengganggu aktivitasmu, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter atau ahli kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Jangan biarkan kondisi ini semakin parah dan berdampak negatif pada kesehatanmu.

Apa Penyebab Asam Lambung?

Penyebab munculnya gejala asam lambung atau GERD adalah suatu kondisi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain: Tingkat stres dan kecemasan yang tinggi.

Penyebab munculnya gejala asam lambung atau GERD adalah suatu kondisi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain:

  • Tingkat stres dan kecemasan yang tinggi.
  • Pola makan tidak baik yang dilakukan secara terus-menerus. Seperti kebiasaan setelah makan terus tertidur terlentang, makan dengan terburu-buru, serta sering mengonsumsi fast food).
  • Kondisi dinding lambung yang mengalami kerusakan.
  • Konsumsi makanan berlemak, pedas dan digoreng.
  • Mengonsumsi minuman asam, alkohol dan bersoda.
  • Kebiasaan makan obat-obatan yang memicu refluks asam lambung seperti jenis obat antikolinergik, antihistamin, antidepresan, nitrat, beta adrenergik, dan calcium.
  • Perubahan hormon tubuh.
  • Hernia hiatus dan mempunyai sfingter esofagus bawah yang pendek.
  • Menderita penyakit obesitas dan paru-paru.
  • Dalam masa kehamilan.

Bahaya dan Efek Asam Lambung

Walaupun sebenarnya penyakit ini tidak mematikan seperti penyakit jantung koroner, kanker, dan lainnya.

Namun, GERD tetap memerlukan penanganan yang benar agar tidak menimbulkan komplikasi penyakit lain yang lebih serius, seperti:

  • Ulkus peptikum, keadaan ketika lapisan perut mulai menipis sehingga mengakibatkan luka.
  • Perdarahan gastrointestinal, ketika terjadi pendarahan di dalam saluran pencernaan.
  • Esofagitis, kondisi radang, iritasi, pendarahan, dan luka pada esofagus
  • Striktur, terdapat luka yang menyebabkan sulit menelan
  • Barrett esophagus, komplikasi serius dengan adanya perubahan pada sel dan jaringan yang melapisi esofagus dan berpotensi berkembang menjadi sel kanker. 

Di mana, efek dari asam lambung tersebut bisa dibilang sangat beresiko jika terjadi pada orang lanjut usia (lansia), obesitas. dan ibu hamil.

Apa Pantangan Asam Lambung?

Untuk mencegah risiko dan meringankan gejala asam lambung, penderita perlu memerhatikan pantangan makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari.

Beberapa pantangan asam lambung tersebut antara lain:

Makanan Berlemak

Makanan dengan kandungan lemak yang tinggi seperti daging olahan, gorengan, jeroan, keju, dan daging merah, dapat memicu naiknya asam lambung.

Sebaiknya mengurangi atau menghindari makanan tersebut.

Makanan Pedas

Jenis makanan pedas juga sebaiknya dihindari, karena dapat mengakibatkan iritasi dan nyeri pada bagian ulu hati.

Mencerna makanan pedas akan memunculkan zat capsaicin yang dapat memicu gejala GERD kambuh atau naik lebih cepat.

Jenis Buah dan Sayur Tertentu

Meskipun buah dan sayur baik untuk tubuh, penderita asam lambung perlu memerhatikan beberapa jenis buah dan sayur tertentu.

Contohnya jeruk, limau, nanas, tomat, bawang putih, bawang bombay, kembang kol, kol, seledri, ubi, dan kacang-kacangan.

Minuman Berkafein, Beralkohol, dan Bersoda

Minum alkohol seperti anggur, bir, atau cocktail bisa menyebabkan iritasi lambung dan melemahkan otot-otot di bagian kerongkongan. 

Di mana, jika kondisi tersebut terjadi dapat membuat gejala asam lambung kambuh atau justru menjadi lebih buruk.

Adapun kopi dan teh juga bisa merangsang tekanan produksi asam dalam lambung yang masuk berlebih.

Baca Juga: Simak! 9 Anjuran Makanan untuk Penderita Asam Lambung

Apa Pertolongan Pertama Saat Asam Lambung Naik?

Saat asam lambung naik atau kambuh, ada beberapa langkah pertolongan pertama yang bisa dilakukan, antara lain:

  1. Longgarkan pakaian atau lepaskan kancing celana yang sedang digunakan.
  2. Tidur dengan posisi kepala yang lebih tinggi, sekitar 30-45 derajat dari posisi tidur normal.
  3. Duduk dengan tegak untuk meringankan tekanan pada perut.
  4. Minum air hangat yang dicampur dengan jahe untuk membantu meredakan gejala asam lambung.
  5. Mengonsumsi madu secara langsung atau mencampurnya ke dalam air hangat untuk meredakan gejala asam lambung.
  6. Mengunyah permen karet dapat membantu meningkatkan produksi air liur dan mengurangi gejala asam lambung.

Namun, apabila langkah-langkah pertolongan pertama diatas telah dilakukan tetapi tidak meredakan gejala yang kamu rasakan ketika asam lambung sedang naik.

Maka segera periksakan dan konsultasikan ke dokter agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat dan mendapatkan layanan medis dan pengobatan yang tepat.

Konsultasi dengan dokter sekarang juga sudah semakin mudah lho, karena kamu bisa chat dokter secara online melalui aplikasi Rey ataupun secara offline di rumah sakit.

Menariknya lagi, kalau kamu sudah memiliki asuransi kesehatan online dari Rey, kamu bisa chat dokter sepuasnya, tebus obat, rawat inap, hingga rawat jalan gratis.

Kamu bisa klik banner ini untuk info lebih lanjut!

Membership kesehatan yang memberikan akses ke asuransi kesehatan

Penutup

Dengan mengetahui informasi seputar asam lambung diatas, semoga kamu lebih memahami dan memerhatikan kondisi lambung ya, agar tetap bisa bekerja secara optimal dengan hidup sehat.

Masih punya pertanyaan terkait cara mengatasi dan gejala penyakit asam lambung? Tulis di kolom komentar, yuk!

Coba Gratis Rey untuk 2 bulan! Chat dokter dan klaim obat gratis bisa kamu cobain dulu!

Kembali
Rekomendasi Artikel
April 22, 2024
Sakit Perut Sebelah Kanan Bawah? Ini 15 Penyebabnya!

Sakit perut di sebelah kanan bawah bisa disebabkan oleh berbagai hal, baik hal ringan ataupun...

Aul Risky Aul Risky
8 menit membaca
October 11, 2023
Apakah Asam Lambung Menyebabkan Batuk Berdahak?

Apakah asam lambung menyebabkan batuk berdahak? Pertanyaan tersebut seringkali muncul karena beberapa dari kita mungkin...

Miska Syahirah Miska Syahirah
6 menit membaca
November 28, 2022
11 Jenis Gangguan Penglihatan, Ini Cara Mudah Mengatasinya!

Gangguan penglihatan bisa terjadi pada siapa saja dan penyebabnya pun bermacam-macam. Mata merupakan organ tubuh...

Dwi Julianti Dwi Julianti
9 menit membaca