pekerja lepas atau freelance

Kini, freelancer menjadi salah satu pekerjaan impian bagi sebagian masyarakat Indonesia.

Bagaimana, tidak? 

Fleksibilitas yang ditawarkan karena tidak harus bekerja “9 to 5” memang cukup menggiurkan. 

Namun, menjadi seorang freelancer atau pekerja lepas bisa dikatakan gampang-gampang susah, lho.

Terutama bagi pemula yang baru saja ingin memulai karir sebagai freelancer. 

Pertanyaannya, bagaimana sih, cara menjadi freelancer untuk pemula? 

Yuk, temukan tips dan ulasan seputar freelancer lainnya di bawah ini!

Table of Contents

Bagaimana Langkah Awal Menjadi Freelancer?

Kalau kamu ingin menjadikan freelancer sebagai pilihan karir, yuk coba cari tahu langkahnya dulu!

1. Tentukan tujuan

menentukan tujuan

Sebelum memulai karir menjadi freelancer, kamu perlu tahu dulu sebenarnya apa sih, tujuan kamu memilih jalur ini?

Sebab, dengan adanya tujuan yang jelas akan membantu kamu untuk menentukan langkah mencapai tujuan tersebut. 

Tak hanya itu, kamu pun akan lebih bersemangat untuk memulai karir.

Saat kamu sudah menentukan tujuan, maka langkah ke depan akan menjadi lebih mudah.

Umumnya, ada beberapa alasan dasar mengapa banyak orang ingin menjadi freelancer, yaitu:

  • Menambah penghasilan sampingan.
  • Menggantikan penghasilan utama.
  • Meningkatkan skill dan kemampuan.

2. Tentukan fokus dan target pelanggan

Salah satu cara menjadi freelancer untuk pemula yang tidak kalah pentingnya yakni dengan menentukan fokus, kategori, niche, serta target pelanggan. 

Misalnya, kamu memilih fokus di kategori desain grafis, maka cobalah menjadi expert di niche tersebut. 

Saat kamu sudah memfokuskan di bidang yang menarik minat, maka branding kedepannya pun akan semakin mudah. 

Selain fokus atau niche, kamu juga perlu menentukan target pelanggan, ya. 

Identifikasi calon klien bisa dibagi menjadi beberapa kategori berikut, ini:

  • Demografi (jenis kelamin, usia, dan pekerjaan).
  • Masalah yang dihadapi.
  • Keterkaitan masalah dengan niche. 

Saat niche dan calon pelanggan sudah ditargetkan, maka kamu akan lebih siap menawarkan jasa dan layananmu.

3. Konsisten mengasah kemampuan

Jangan pernah lelah untuk terus belajar dan mengasah kemampuan. 

Saat kamu sudah tahu bidang atau niche apa yang kamu sukai, tugas selanjutnya ialah mengasah kemampuan tersebut sampai ahli. 

Kamu tidak perlu ahli di semua bidang kok, cukup ahli di satu bidang saja yang kamu sukai dan tekuni itu.

Lantas, bagaimana cara mengasah skill tersebut? 

Tentu saja, dengan berlatih.

Kita ambil contoh, kamu ingin menekuni dunia desain grafis.

Maka, kamu bisa belajar dengan membuat desain setiap hari. 

Semakin sering melakukannya, maka kamu juga akan semakin ahli. 

4. Buat dan kembangkan portfolio

Portofolio adalah senjata andalan untuk meyakinkan calon klien. 

Melalui portfolio, kamu bisa menunjukkan tingkat kemampuan dan pengalaman yang kamu miliki. 

Portfolio bisa diisi dengan hasil kerja yang sudah pernah kamu selesaikan. 

Misalnya, kamu memilih niche desain grafis.

Maka, kamu bisa mencantumkan hasil desain yang sudah pernah dibuat. 

Atau jika kamu adalah videografer, maka kamu bisa menunjukkan video yang sudah kamu produksi sebelumnya. 

Lalu, bagaimana jika masih pemula? 

Tenang, kamu bisa membuat personal project, lalu menjadikannya sebagai portfolio. 

Bahkan, saat ini sudah banyak media yang bisa digunakan sebagai portfolio lho, seperti Linkedin dan Instagram. 

Apalagi kalau kamu membuatnya di dalam website pribadi, maka profesionalitas kamu juga akan bertambah.

Namun, tidak berhenti sampai disitu saja.

Setelah membuat portofolio, kamu juga perlu mengembangkan portofolio tersebut. 

Selalu update portfolio, setiap kamu menyelesaikan pekerjaan. 

5. Tentukan cara kerja dan fee 

Sebelum bekerja sama, kamu perlu tahu terlebih dahulu bagaimana cara kerja yang cocok untukmu. 

Misalnya:

  • Apakah kamu bisa bekerja dengan deadline mepet dan cepat?
  • Apakah kamu nyaman dengan revisi yang berulang-ulang?
  • Apakah kamu fleksibel atau justru perfeksionis terhadap permintaan klien?

Pasalnya, dengan mengetahui bagaimana kamu bekerja akan membuat pekerjaan lebih nyaman tanpa beban. 

Selain itu, kamu juga perlu tahu berapa fee atau bayaran untuk jasa di niche yang kamu pilih. 

Kamu bisa mengecek harga dari kompetitor, lalu analisis kesesuaian antara kemampuan, layanan, dan harga yang kamu tawarkan. 

6. Pelajari sistem kontrak dan kerja sama

Pekerja lepas merupakan sistem kerja yang tidak terikat, namun tetap membutuhkan sistem kontrak yang jelas. 

Biasanya kontrak ini mencakup biaya jasa, durasi kerja, batas revisi maksimal, dan pelanggaran kontrak. 

Kontrak ini bertujuan untuk memastikan durasi pekerjaan, pembayaran berjalan dengan baik, dan klien bisa mendapatkan layanan yang sesuai dengan permintaan. 

Selain membantu pekerjaan, kontrak ini juga sangat membantu dalam membangun hubungan profesional dengan klien.

7. Membangun networking

networking

Networking dibutuhkan untuk mengembangkan karier sebagai freelancer. 

Semakin luas networking, maka semakin mudah kamu mendapatkan klien. 

Tak hanya itu, kamu juga bisa mendapatkan mentor atau rekan kerja yang banyak. 

Salah satu cara untuk membangun networking ialah bergabung dengan komunitas freelancer.

Selain itu, kamu juga perlu membangun hubungan baik dengan klien. 

Nah, saat kamu memiliki kinerja yang memuaskan.

Bukan tidak mungkin kalau mereka akan menggunakan jasamu kembali atau merekomendasikan kamu ke rekannya yang lain. 

8. Promosikan jasa layananmu di berbagai media

Langkah berikutnya untuk menjadi pekrja lepas ialah mempromosikan jasa layanan di berbagai media, misalnya di:

  • Instagram.
  • LinkedIn.
  • TikTok.
  • Situs web.

Selain itu, kalau kamu sudah merasa cukup matang dengan jasa layananmu.

Kamu bisa lho, untuk melakukan promosi melalui iklan berbayar seperti Facebook Ads, Instagram Ads, Google Ads, dan lainnya.

9. Bergabung dengan platform freelancer

bekerja working

Selain promosi di berbagai media, kamu juga bisa menemukan klien dengan cara bergabung di platform freelancer. 

Contoh situs freelance yakni projects.co.id, Sribulancer, Upwork, dan banyak lagi.

Di sana, kamu bisa bergabung dengan komunitas, mendapatkan klien, mengetahui harga pasar di industri yang kamu pilih, hingga menabung pengalaman.

Bagaimana Cara Mencari Pekerjaan Freelance?

Sebagian dari kamu mungkin masih tidak tahu bagaimana caranya mencari pekerjaan sebagai freelance. 

Sebenarnya, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, lho.

Yuk, simak ulasannya berikut ini!

1. Bangun personal branding

membangun personal branding

Kunci utama mencari pekerjaan freelance adalah membangun personal branding. 

Salah satu cara efektif yang bisa kamu lakukan ialah memanfaatkan media sosial terkini mulai dari Instagram, Linkedin, Facebook, TikTok, hingga Twitter. 

Kamu bisa memperbarui profil di media sosial, lalu tulis di deskripsi bahwa kamu seorang freelancer. 

Selain itu, kamu juga bisa mencantumkan link portfolio online yang akan menjadi nilai plus untukmu.

2. Membuat portfolio online

Portfolio bisa dikatakan salah satu alat untuk menunjukkan kemampuan.

Apalagi di era digital seperti sekarang, sudah banyak platform yang menyediakan fasilitas arsip. 

Apabila kamu memiliki blog pribadi untuk menunjukkan hasil karya maka ini akan menjadi nilai plus. 

Pasalnya, portfolio ini juga akan menjadi bahan pertimbangan klien untuk mempekerjakan freelancer.

3. Membangun networking

membangun networking

Meski tidak bisa 100% mengandalkan orang lain, membangun relasi itu penting, lho.

Sebab, tidak sedikit freelancer yang mendapatkan pekerjaan pertama dari orang terdekat. 

Maka dari itu, kamu bisa menawarkan portfolio ke rekan atau kerabat terlebih dahulu.

Selain itu, kamu bisa membangun jaringan dengan bergabung di komunitas freelancer. 

Selain mendapatkan relasi, kamu juga bisa mendapatkan mentor dan rekan kerja yang berpengalaman. 

Pada intinya, jalinlah komunikasi dan silaturahmi yang baik dengan siapapun. 

4. Mencari lowongan kerja freelance

Kamu tidak perlu khawatir kesulitan saat menjadi freelancer.

Sebab, sudah banyak platform atau website yang menyediakan lowongan kerja untuk freelancer. 

Misalnya Sribulancer, 99Design, projects.co.id, Upwork, Sribu, TopKarir, dan masih banyak lainnya. 

Ketika mencari pekerjaan, ada kalanya pikiran menjadi stres. 

Tapi, kamu harus ingat kalau kesehatan adalah nomor satu. 

Jadi, dalam mencari pekerjaan pun kamu harus tetap menyisihkan waktu untuk beristirahat dan cek kesehatan secara berkala, ya.

Tenang, kamu enggak perlu repot untuk pergi ke rumah sakit, kok.

Karena kamu bisa berkonsultasi secara online melalui aplikasi Rey

Kamu bisa menggunakan fitur ReyCare, untuk melakukan konsultasi dengan dokter terbaik di bidangnya. Praktis, kan?

Berapa Gaji Seorang Freelance?

Jenis pekerjaan freelance bisa dikatakan sangat luas dan bermacam-macam. 

Itulah mengapa pendapatan yang ditawarkan juga beragam tergantung bidang dan kesulitan project yang dikerjakan.

Berikut adalah beberapa contoh gaji freelance:

  • Fotografer mematok harga berkisar Rp500 ribu untuk personal photoshoot dan di atas Rp2 juta untuk wedding photoshoot.
  • Content writer berkisar Rp1 juta-Rp2 juta per bulan tergantung kesepakatan dan kesulitan project yang dikerjakan.
  • Desainer grafis berkisar Rp100 ribu-Rp250 ribu per project, namun jika proyeknya besar dan sulit bisa sampai Rp2 juta-Rp4 juta
  • Freelancer bidang tv dan perfilman berkisar Rp1,5 juta per episode dan Rp5-Rp10 juta per film. 
  • Guru les privat berkisar antara Rp100 ribu-Rp300 ribu per jamnya.
  • Java programmer berkisar Rp4 juta per project, bahkan bisa puluhan juta. Tergantung kesulitan project dan perusahaan yang memberikan project.

Contoh Pekerjaan Freelance Itu Apa Saja?

Apa saja sih, contoh dari pekerjaan freelance? Yuk, simak daftarnya di bawah ini.

1. Content writer

Salah satu contoh pekerjaan freelance untuk pemula ialah content writer.

Tugas content writer yakni menulis artikel atau konten dan mempublikasikannya di website. 

Selain membutuhkan skill menulis, kamu juga harus memiliki wawasan yang luas di berbagai bidang untuk menunjang apa yang kamu tulis. 

2. SEO Specialist (Search Engine Optimization)

SEO merupakan suatu teknik untuk meningkatkan posisi sebuah situs atau halaman website di search engine. 

Nah, semakin bagus hasil di mesin pencarian, maka situs akan semakin mudah ditemukan oleh pengguna internet. 

Biasanya, orang yang mengerjakan pekerjaan ini disebut SEO Specialist. 

3. Digital marketer

Profesi digital marketer kini semakin banyak dicari, apalagi di era yang serba online seperti sekarang.

Kini, pemasaran banyak dilakukan lewat internet sehingga posisi ini banyak dicari. 

Profesi digital marketer sendiri mencakup semua hal yang berhubungan dengan dunia marketing online. 

Misalnya, search engine marketing, social media marketing, email marketing, PPC, SEO management, dan lain sebagainya. 

4. Desainer grafis

Pekerjaan yang membutuhkan keahlian desain grafis bisa dikatakan cukup luas, mulai dari jasa pembuatan logo, ilustrasi, brosur, dan lainnya. 

Profesi ini juga cukup banyak dicari oleh berbagai perusahaan karena berhubungan dengan branding dan marketing yang dilakukan secara online.

5. Designer website

Designer website bertugas untuk merancang sebuah website dengan tampilan indah, unik, menarik, dan efektif. 

Adapun skill yang dibutuhkan mencakup penguasaan HTML, JavaScript, dan CSS. 

Selain itu, designer website juga perlu paham cara menggunakan tools desain grafis seperti Corel Draw dan Photoshop. 

6. Java programmer

Javascript adalah bahasa pemrograman multiplatform, artinya bisa dijalankan di berbagai platform. 

Profesi memiliki prospek yang cerah, karena saat ini semua beralih menjadi serba teknologi. 

Jadi, enggak heran kalau banyak perusahaan membutuhkan programmer. 

Nah, fee yang diterima seorang programmer java juga tergolong tinggi, lho.

7. Data scientist

Data scientist adalah profesi yang bergelut dengan angka dan berpatok dengan data.

Profesi ini banyak dibutuhkan untuk membuat algoritma yang bisa menangkap data yang relevan dengan perusahaan, menyusun, menganalisa data, serta melaporkannya. 

Penutup

Demikianlah pembahasan mengenai cara menjadi freelancer untuk pemula. 

Bagaimana? Apakah kamu tertarik menjadi seorang freelancer? 

Jika kamu tertarik, beberapa cara menjadi freelancer untuk pemula di atas bisa kamu coba, ya!

Oh iya, freelancer juga bisa disebut sebagai personal bisnis atau self employee, lho. Keren, bukan?

Maka dari itu, terus asah skill di bidang yang kamu tekuni, ya. Semoga bermanfaat!

Jika masih ada pertanyaan jangan ragu untuk menuliskannya di kolom komentar ya!

Artikel Terkait Lainnya