pengertian etos kerja adalah keyakinan yang dimiliki seseorang dalam melakukan suatu hal dengan tekad kerja keras untuk memberikan yang terbaik.

Manusia dikatakan sebagai makhluk individu sekaligus makhluk sosial.

Sebagai makhluk sosial yang hidup berdampingan dengan orang lain, membuat diri dituntut untuk terus belajar menjadi pribadi yang lebih baik.

Tidak hanya di lingkungan rumah, tetapi di dalam dunia kerja kita juga perlu lho, menjadi pribadi yang baik.

Bahkan, etos kerja sering dijadikan sebagai salah satu poin penting untuk menilai kinerja seseorang.

Tapi, sebenarnya apa itu etos kerja? 

Yuk, baca pembahasannya di bawah ini!

Table of Contents

Apa yang Dimaksud dengan Etos Kerja?

Apa yang Dimaksud dengan Etos Kerja? etos kerja diartikan semangat kerja yang menjadi ciri khas dan keyakinan seseorang atau kelompok. 

Etos berasal dari bahasa Yunani yaitu Ethos, yang artinya sikap, watak, karakter, kepribadian, dan keyakinan atas sesuatu.

Sementara kerja, berarti kegiatan melakukan sesuatu untuk mencari nafkah atau sebagai mata pencaharian.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), etos kerja diartikan semangat kerja yang menjadi ciri khas dan keyakinan seseorang atau kelompok. 

Dengan demikian bisa disimpulkan, pengertian etos kerja adalah keyakinan yang dimiliki seseorang dalam melakukan suatu hal dengan tekad kerja keras untuk memberikan yang terbaik.

Dalam dunia kerja, istilah etos kerja sangat penting dimiliki karena akan mencerminkan kualitas diri seseorang. 

Orang yang memiliki etos kerja yang baik biasanya akan lebih dihargai karena dinilai bertanggung jawab dalam setiap pekerjaan yang dilakukan. 

Hal tersebut tentu memberikan nilai diri yang lebih dan akan berpengaruh untuk meningkatkan kesuksesan dalam karir.

Apa Fungsi dan Tujuan Etos Kerja?

Etos kerja memiliki fungsi dan tujuan yang akan berdampak positif, baik bagi diri sendiri maupun perusahaan. 

Dengan kata lain, etos kerja sangat dibutuhkan dalam dunia kerja.

Lantas, apa fungsi, tujuan, dan manfaat memiliki etos kerja? 

1. Mendorong untuk bertindak

salah satu manfaat etos kerja mendorong untuk bertindak

Manfaat etos kerja yang pertama ialah mampu mendorong seseorang untuk bertindak. 

Saat seseorang bertindak karena dorongan dari dalam diri akan membuat orang tersebut memiliki semangat kerja yang baik. 

Tak hanya itu, kepercayaan diri juga akan ikut meningkat.

Alhasil saat diberi tugas, muncul sifat tanggung jawab yang mampu membuat pekerjaan bisa diselesaikan dengan baik. 

2. Memberikan gairah yang tinggi

Memiliki gairah yang tinggi akan sangat berpengaruh dalam pekerjaan. 

Bagaimana bisa? 

Etos kerja akan memberikan gairah yang bisa mendorong seseorang untuk lebih giat dalam melakukan rutinitas setiap harinya. 

Gairah ini merupakan modal awal agar seseorang mau menekuni pekerjaan yang dilakukannya. 

Itulah salah satu alasan pentingnya etos kerja dalam proses bekerja.

3. Mendorong tingkah laku positif

Menerapkan etos kerja akan membuat seseorang bersikap dan bertingkah laku positif. 

Contohnya memiliki rasa tidak mudah menyerah, tanggung jawab yang tinggi, dan berusaha memberikan yang terbaik untuk diri sendiri dan orang lain. 

4. Meningkatkan efisiensi dalam bekerja

Etos kerja yang optimal akan membuat orang bekerja secara maksimal untuk menghasilkan usaha terbaik. 

Alhasil, berdampak pada efisiensi kerja yang semakin baik.

Pekerjaan menjadi lebih cepat terselesaikan dan hasil kerja yang diberikan juga berkualitas. 

5. Memiliki budaya proses kerja yang baik

Orang dengan etos kerja yang tinggi mampu membangun proses budaya kerja yang lebih baik. 

Mengapa?

Sebab, ada rasa kebersamaan, keterbukaan, komunikasi baik, dan kekeluargaan. 

Budaya ini akan berdampak positif karena akan mempercepat proses problem solving saat ada masalah datang.

6. Menumbuhkan kerja sama tim yang solid

Ketika semua orang dalam sebuah tim atau perusahaan memiliki etos kerja, maka akan menciptakan lingkungan kerja yang kondusif.

Semua anggota tim akan berusaha menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan target dan dilakukan dengan tepat waktu. 

Hal ini tercipta karena adanya keterbukaan dan kerja sama tim yang solid. 

7. Menjadi lebih dihargai

Memiliki etos kerja akan membuat seseorang lebih dihargai, karena memiliki tanggung jawab dalam melakukan setiap pekerjaan.

Tak hanya itu, kerja keras dan rasa tanggung jawab juga akan memengaruhi kinerja rekan kerja, bahkan atasan.

Tentunya, hal itu akan membuat jalan menuju kesuksesan lebih cepat tercapai, seperti mendapatkan promosi jabatan, kenaikan gaji, hingga mendapatkan bonus atau keuntungan kerja yang lain.

Apa Saja Contoh Etos Kerja?

Tidak hanya soft skill maupun hard skill, kamu juga perlu memiliki etos kerja yang baik untuk menghasilkan kinerja yang baik. 

Berikut beberapa contoh penerapan etos kerja di tempat kerja:

1. Tepat waktu

salah satu contoh etos kerja adalah selalu teapt waktu

Contoh pertama dari penerapan etos kerja adalah selalu bekerja tepat waktu. 

Salah satu cara paling mudah untuk menunjukkan etos kerja yang baik adalah dengan datang tepat waktu ke kantor. 

Bahkan kalau bisa datanglah beberapa menit sebelum waktu absen. 

Selain menunjukkan etos kerja, hal itu akan membuatmu terhindar dari rasa terburu-buru sebelum kerja. 

Jadi, kamu bisa lebih rileks sebelum memulai bekerja

2. Teratur dalam bekerja

Etos kerja juga bisa ditunjukkan dengan menjadi pribadi yang teratur. 

Teratur di sini sangat luas, ya.

Tidak hanya selalu menata meja kerja atau mengatur kotak masuk email agar selalu rapi. 

Teratur juga bisa diartikan mampu menentukan prioritas pekerjaan, mana yang harus dikerjakan lebih dahulu dan seterusnya. 

Jadi, saat mengerjakan tugas atau pekerjaan tidak ada yang terlewat begitu saja. 

3. Percaya pada apa yang sedang dikerjakan

Karakteristik orang yang memiliki etos kerja yakni percaya pada apa yang sedang dikerjakan.

Sebaliknya, orang yang tidak memiliki etos kerja cenderung tidak percaya diri.

Saat kamu tidak bisa percaya pada apa yang kamu kerjakan, maka rekan kerja atau atasan juga akan ikut meragukan hasil kinerjamu. 

Oleh karena itu, sebaiknya prinsip etos kerja satu ini perlu diterapkan.

Cobalah untuk percaya pada apa yang sedang kamu kerjakan atau lakukan, tidak perlu merasa gentar atau takut salah saat mengerjakan tugas. 

Sebelum memulai menyelesaikan tugas, tentukan tujuan yang ingin dicapai. 

Setelah itu, yakin pada diri sendiri bahwa kamu bisa mengerjakannya dengan baik.

Saat sedang merasa kesulitan, jangan ragu meminta saran dari rekan kerja atau atasan. 

Jika memang, hasil kerja kurang memuaskan, anggap hal itu sebagai proses belajar. 

4. Minimalisir distraksi saat bekerja

Salah satu tantangan besar saat bekerja di kantor adalah banyaknya distraksi atau gangguan dari sekitar.

Misalnya keasyikan menggunakan smartphone atau rekan kerja yang selalu mengajak ngobrol. 

Nah, etos kerja yang baik akan memunculkan sikap untuk meminimalisir distraksi tersebut. 

Saat distraksi sudah berkurang, kamu juga akan lebih mudah untuk fokus dan berkonsentrasi saat bekerja.

5. Bersikap jujur

Bersikap jujur adalah salah satu contoh etos kerja yang bisa kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Bersikap jujur adalah salah satu contoh etos kerja yang bisa kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Bersikap jujur akan membantumu untuk menghasilkan pekerjaan lebih cepat dan berkualitas baik. 

Beberapa contoh sikap jujur dalam bekerja ialah:

  • Jujur saat memberi feedback.
  • Berbagi ide dengan rekan kerja atau atasan.
  • Mau mengakui kesalahan.

6. Menunjukkan rasa hormat

Sebagai seorang pekerja, sudah seharusnya untuk menunjukkan rasa hormat kepada sesama rekan kerja dan atasan. 

Contoh sederhananya ialah dengan menunjukkan empati di tempat kerja dengan menghindari bergosip yang bisa memicu terjadinya konflik. 

7. Kerja keras

Bekerja keras merupakan contoh dasar dari penerapan etos kerja, selain mengerjakan dan menyelesaikan tugas yang diberikan. 

Kerja keras juga ditunjukkan dengan tidak membiarkan situasi sulit mengganggu produktivitas.

Contoh lainnya, saat kamu diberi tugas yang bukan keahlianmu atau bukan kesukaanmu, kamu tetap berusaha menyelesaikannya dengan baik. 

Faktor Apa Saja yang Memengaruhi Etos Kerja?

Faktor Apa Saja yang Memengaruhi Etos Kerja? Salah satunya adalah budaya.

Ada beberapa faktor yang mampu memengaruhi bagaimana etos kerja tertanam dalam diri individu maupun perusahaan. 

Apa saja? Berikut beberapa di antaranya:

1. Budaya

Etos kerja bisa dipengaruhi oleh budaya, bahkan bisa dibilang budaya ini adalah pondasi penting dalam menerapkan etos kerja. 

Mengapa? 

Karena budaya yang akan memberikan pengaruh pada perilaku disiplin dan teratur. 

Tak hanya itu, budaya juga akan memengaruhi gambaran sikap, mental, tekad, dan semangat kerja. 

2. Pendidikan

Tingkat pendidikan dan kualitas juga menjadi faktor etos kerja. 

Saat kualitas pendidikan tinggi, maka akan semakin baik pula etos kerja yang diberikan. 

Sebenarnya faktor ini tidak bersifat mutlak, namun sebagian besar etos kerja juga dipengaruhi oleh kualitas pendidikan. 

Semakin baik kualitas pendidikan, maka usaha yang diberikan juga akan semakin maksimal, hasil pekerjaan juga akan lebih baik. 

3. Kondisi geografis/lingkungan

Letak geografis dan kondisi lingkungan tempat tinggal juga merupakan faktor yang memengaruhi cara berperilaku.

Lingkungan berpengaruh pada cara seseorang agar mampu mengelola dan mengambil manfaat dari sekitar.

4. Motivasi pribadi

Setiap orang tentu memiliki motivasi pribadi yang berbeda. 

Semakin tinggi motivasi yang dimiliki seseorang, maka etos kerja juga semakin tinggi. 

Karena itu, tidak ada salahnya untuk memiliki target yang tinggi agar selalu termotivasi untuk mencapainya. 

Bagaimana Cara Mengembangkan Etos Kerja?

Untuk menumbuhkan etos kerja, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan, lho.

Yuk, simak beberapa cara meningkatkan etos kerja di bawah ini!

1. Pertahankan gaya hidup seimbang

Bekerja keras memang bagus, namun jika sampai workaholic dan melupakan kesehatan, tentu akan menjadi boomerang bagi diri dan berpengaruh pada kinerja. 

Oleh karena itu, hiduplah dengan seimbang dengan mengonsumsi makanan bergizi, olahraga, dan cukup istirahat. 

Luangkan waktu untuk bersantai dan menyegarkan pikiran. 

Terkesan sepele, tetapi hal ini bisa membuatmu kembali bersemangat dalam bekerja dan mampu mengisi energi yang terkuras habis. 

Sebaiknya kamu rutin konsultasi dengan dokter juga ya, supaya tahu bagaimana kondisi kesehatanmu.

Enggak perlu ribet, cuma dari smartphone aja kamu sudah bisa chat dokter sepuasnya.

Jadi sambil bekerja pun, kamu bisa berkonsultasi dengan dokter.

Kalau sudah memiliki asuransi online, kamu enggak perlu mikirin lagi tuh biaya konsultasi, rumah sakit, tebus obat, karena semuanya akan ditanggung oleh Rey.

Praktis banget, kan? Yuk, baca cara memilih asuransi online supaya kamu tahu manfaatnya.

2. Bersikap profesional

Profesional kerap diidentikkan dengan cara berpakaian yang formal dan rapi. 

Namun istilah profesional sebenarnya lebih luas lho, tidak hanya sebatas penampilan saja. 

Sikap dan nilai yang tercermin saat berhadapan dengan pekerjaan dan masalah juga menunjukkan profesionalisme. 

Menjadi profesional akan membawa energi positif bagi diri sendiri maupun orang lain.

3. Memiliki sikap positif

Sikap positif perlu diimplementasikan di mana saja dan kapan saja, meskipun mungkin menerima feedback negatif. 

Mungkin terasa tidak mudah, namun hal ini akan menumbuhkan kepercayaan antar sesama rekan kerja, maupun antara atasan dan karyawan. 

Tak hanya itu, output yang dihasilkan juga menimbulkan sifat optimis dan fokus dalam menyelesaikan tugas.

Penutup

Demikianlah penjelasan mengenai etos kerja, mulai dari pengertian, fungsi dan tujuan, contoh etos kerja, hingga cara menumbuhkannya. 

Jika kamu ingin mendapatkan karir yang cemerlang, maka wajib menerapkan etos kerja di atas, ya.

Ingat bahwa dengan memiliki etos kerja yang baik, maka kamu akan lebih produktif, efisien, dan dimudahkan untuk menggapai tujuan karir yang diinginkan. 

punya pertanyaan seputar etos kerja? Yuk, diskusi di kolom komentar!

Artikel Terkait Lainnya