Sakit Tulang Belakang? Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Sakit Tulang Belakang? Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Dwi Julianti
Dwi Julianti
June 22, 2023
8 menit membaca

Sakit tulang belakang (spinal pain) atau nyeri pada tulang belakang bisa disebabkan oleh patah tulang, kelainan tulang, saraf terjepit, atau trauma.

Kamu perlu berhati-hati ketika mengalami nyeri atau sakit ini karena kondisi tersebut bisa saja memburuk.

Ingin tahu lebih banyak mengenai cara hidup sehat jadi lebih mudah? Temukan rahasianya di sini

Penting untuk memperhatikan apa yang menyebabkan tulang belakang terasa nyeri, agar kamu bisa mengatasinya dengan cara yang tepat.

Jadi, apa sebenarnya yang dapat memicu nyeri tulang belakang ini?

Berikut adalah beberapa penyebab sakit tulang belakang!

Penyebab Sakit Tulang Belakang

Penyebab Sakit Tulang Belakang Banyak orang salah mengira bahwa nyeri tulang belakang hanya terkait dengan penuaan.

Banyak orang salah mengira bahwa nyeri tulang belakang hanya terkait dengan penuaan.

Namun, faktanya masalah sakit tulang belakang seringkali terjadi pada usia 20-30 tahun.

Penyebabnya bervariasi, terutama ketika melibatkan jaringan tulang, otot punggung, dan sumsum tulang belakang.

Kebiasaan duduk terlalu lama, kurangnya aktivitas fisik, serta gerakan yang berulang atau berlebihan di area punggung juga menjadi penyebab umum.

Di bawah ini merupakan daftar penyebab nyeri atau sakit yang muncul pada tulang belakang:

1. Fraktur Tulang

Cedera fisik yang mengakibatkan patah tulang belakang dapat menyebabkan nyeri tulang belakang.

Cedera tersebut dapat disebabkan oleh kejadian  seperti kecelakaan kendaraan bermotor atau olahraga kontak.

Namun, juga bisa terjadi akibat cedera dengan kekuatan ringan seperti terpeleset, terutama pada orang lanjut usia yang mengalami osteoporosis.

2. Deformitas Tulang Belakang

Tulang belakang yang normal memiliki bentuk yang sejajar dan lurus saat dilihat dari depan dan belakang.

Jika dilihat dari samping, tulang belakang memiliki lengkungan alami yang membentuk huruf “S”.

Lengkungan alami ini berfungsi untuk menopang postur dan keseimbangan tubuh.

Namun, ketika lengkungan ini melebihi batas normal, dapat menyebabkan nyeri tulang belakang di masa mendatang.

Deformitas tersebut memberikan tekanan berlebih pada ruas tulang belakang dan diskus, yang dapat menyebabkan nyeri.

Baca Juga: 7 Penyebab Tulang Ekor Sakit dan Cara Mengatasinya

3. Degenerasi Diskus Tulang Belakang 

Degenerasi diskus tulang belakang terjadi karena proses penuaan yang normal serta dapat muncul lebih awal akibat cedera yang tidak terkelola dengan baik.

Nah, karena elastisitas diskus alami tulang belakang berkurang, nyeri bisa dirasakan oleh penderitanya.

4. Hernia Nukleus Pulposus (HNP) atau Saraf Terjepit

Hernia nukleus pulposus terjadi ketika isi dari diskus tulang belakang menonjol keluar dari cincinnya.

Hal ini dapat menyebabkan tekanan dan rangsangan berlebih pada saraf yang keluar dari tulang belakang.

Dengan begitu, bisa menyebabkan nyeri yang menjalar ke lengan (jika terjadi di leher) atau tungkai (jika terjadi di bagian bawah punggung).

Penderita juga mungkin mengalami kelemahan pada punggung dan kaki.

Jika terdapat gangguan buang air besar atau berkemih disertai kesemutan di area selangkangan, segeralah cari bantuan medis di unit gawat darurat.

5. Stenosis Tulang Belakang

Stenosis tulang belakang adalah penyempitan ruang tempat saraf pusat melalui tulang belakang.

Jika terjadi penyempitan ini, kamu akan mengalami nyeri pada tungkai.

Selain itu, saat berjalan lebih dari 100 meter, penderita mungkin perlu duduk atau membungkuk untuk meredakan nyeri.

6. Spondilolistesis

Spondilolistesis merupakan kondisi di mana tulang belakang bergeser dari posisi semula.

Kondisi yang bisa menimbulkan nyeri ini terjadi akibat trauma atau cedera tulang.

Selain itu, faktor genetik juga bisa menjadi penyebab munculnya rasa nyeri dan kondisi ini.

Aktivitas sehari-hari seperti gerakan ringan akan terganggu ketika mengalami sakit ini.

Umumnya, penderita akan merasakan nyeri yang memburuk dengan gerakan berjalan atau berdiri pada waktu yang lama.

7. Gangguan struktur tulang belakang

Tulang belakang terdiri atas 33 ruas tulang belakang, saraf tulang belakang, serabut saraf, dan cakram yang saling terhubung.

Oleh karenanya, kelainan atau gangguan bisa membuatmu rentan mengalami sakit tulang di area belakang.

Hal ini bisa terjadi karena cedera mendadak, misalnya saat mengalami kecelakaan atau terjatuh.

Baca Juga: Sakit Pinggang Belakang Bawah? Ini Penyebab & Cara Mengobatinya!

Tanda dan Gejala Sakit Tulang Belakang

Berikut adalah ciri yang menyebabkan rasa nyeri serta gejala dari penyakit tulang ini:

  1. Sensasi sakit yang terasa seperti ditusuk bisa berlangsung selama 10-14 hari.
  2. Rasa sakit dapat menjalar ke bagian tubuh lain, seperti kaki, tangan, dada, atau semakin parah saat bergerak.
  3. Punggung bagian bawah terasa kaku sehingga menyulitkan gerakan.
  4. Postur tubuh terlihat tidak normal.
  5. Terjadinya kejang otot saat beraktivitas atau istirahat.
  6. Hilangnya kemampuan motorik, seperti kesulitan berdiri tegak.
  7. Refleks yang melambat.
  8. Terkadang muncul rasa mati rasa atau kesemutan.

Selain gejala-gejala tersebut, kamu juga mungkin mengalami gejala lain yang terkait, seperti demam atau menggigil, perubahan berat badan yang tidak biasa, stres atau masalah emosional, pusing, dan sakit kepala.

Baca Juga: Sakit Punggung Sebelah Kanan? Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Bagaimana Cara Mengatasi Sakit pada Tulang Belakang?

Bagaimana Cara Mengatasi Sakit pada Tulang Belakang? Sakit tulang belakang dapat dipicu oleh beberapa faktor yang berbeda, sehingga pengobatan yang direkomendasikan oleh dokter dapat bervariasi bagi setiap individu.

Sakit tulang belakang dapat dipicu oleh beberapa faktor yang berbeda, sehingga pengobatan yang direkomendasikan oleh dokter dapat bervariasi bagi setiap individu.

Sebagai langkah awal, dokter biasanya menyarankan istirahat ketika gejala pertama kali muncul sebelum memutuskan pengobatan medis.

Namun, jika nyeri tidak mereda dengan istirahat, dokter dapat merekomendasikan metode pengobatan lainnya.

Berikut adalah beberapa metode pengobatan umum yang sering direkomendasikan oleh dokter untuk mengatasi sakit tulang belakang:

1. Penggunaan obat antinyeri

Obat anti inflamasi nonsteroid seperti ibuprofen atau parasetamol dapat digunakan untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang pada tulang belakang.

Selain obat pereda nyeri, dokter mungkin juga meresepkan obat lain untuk membantu penyembuhan sakit tulang belakang, seperti antidepresan (duloksetin) atau relaksan otot.

2. Terapi fisik

Terapi fisik dapat direkomendasikan oleh dokter untuk membantu menghilangkan nyeri tulang belakang.

Terapi ini juga dapat membantu membangun kekuatan dan fleksibilitas serta mencegah cedera di masa mendatang.

3. Injeksi tulang belakang

Suntikan pada tulang belakang menjadi salah satu opsi dalam pengobatan sakit tulang, yaitu untuk mengurangi rasa sakitnya.

Berikut adalah beberapa jenis suntikan yang umum dilakukan antara lain:

  • Suntikan steroid epidural, diberikan di dekat saraf atau dalam kanal tulang belakang.
  • Injeksi pada sendi kecil (facet joint), dilakukan di dalam atau sekitar sendi untuk mengobati nyeri sendi artritis.
  • Suntikan pada sendi sakroiliak (SI), dilakukan pada tulang belakang dan panggul.
  • Injeksi pada titik pemicu (trigger point), membantu otot lebih rileks dan mengurangi rasa sakit.

4. Pembedahan

Apabila nyeri tulang belakang sangat parah, maka penderitanya membutuhkan tindakan bedah. 

Adapun, sakit tulang dan menyebabkan rasa nyeri di daerah sekitarnya ini biasanya diatasi dengan tindakan:

  • Laminectomy
  • Mikrodisektomi
  • Fusi tulang belakang
  • Vertebroplasti
  • Kyphoplasti
  • Penggantian total cakram (artroplasti)

Baca Juga: Sakit Pinggang Sebelah Kanan? Penyebab, Gejala, Cara Mengatasinya

Pertanyaan Seputar Sakit Tulang Belakang

Berikut adalah beberapa pertanyaan seputar sakit tulang belakang yang sering ditanyakan. Simak, yuk!

Apa nama obat untuk sakit tulang?

Ada beberapa jenis obat yang dapat digunakan untuk mengatasi nyeri pada tulang.

Berikut ini adalah beberapa nama obat yang sering direkomendasikan untuk sakit tulang:

  • Paracetamol: Merupakan obat pereda nyeri umum yang sering digunakan untuk mengurangi nyeri tulang ringan hingga sedang.
  • Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS): Contohnya termasuk ibuprofen, naproxen, dan diklofenak. Obat ini membantu meredakan peradangan dan nyeri pada tulang akibat peradangan.
  • Obat opioid: Misalnya tramadol atau oksikodon. Obat ini digunakan untuk mengatasi nyeri tulang yang lebih parah, biasanya hanya digunakan dalam kondisi yang sangat diperlukan dan harus dengan pengawasan dokter.
  • Obat kortikosteroid: Seperti prednison, dexamethasone, atau methylprednisolone. Obat ini digunakan untuk mengurangi peradangan dan mengatasi nyeri yang disebabkan oleh gangguan inflamasi pada tulang, seperti arthritis.
  • Suplemen kalsium dan vitamin D: Bermanfaat untuk menjaga kekuatan tulang dan mencegah masalah tulang seperti osteoporosis. 

Namun, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat-obatan ini, karena setiap obat memiliki efek samping dan pertimbangan khusus yang perlu dipertimbangkan.

Konsultasi dengan dokter sekarang juga sudah semakin mudah lho, karena kamu bisa chat dokter secara online melalui aplikasi Rey ataupun secara offline di rumah sakit.

Dengan asuransi kesehatan online dari Rey, kamu bisa chat dokter sepuasnya, tebus obat, rawat inap, hingga rawat jalan gratis.

Yuk, klik banner ini untuk info lebih lanjut!

Membership kesehatan yang memberikan akses ke asuransi kesehatan

Kenapa tulang belakang terasa sakit saat membungkuk?

Saat membungkuk, tulang belakang terasa sakit karena tekanan dan beban yang berlebih pada struktur tulang, otot, dan saraf di punggung.

Membungkuk mengubah posisi tulang belakang dan menimbulkan tegangan pada otot perut, ligamen, serta menekan cakram tulang belakang.

Akibatnya, iritasi, peradangan, atau ketegangan dapat terjadi, menyebabkan rasa sakit.

Selain itu, faktor seperti postur yang buruk, cedera, atau masalah degeneratif juga dapat berperan dalam keluhan ini.

Kenapa tulang belakang sakit padahal masih muda?

Tulang belakang bisa sakit pada usia muda karena beberapa faktor, yaitu:

  1. Gaya hidup yang kurang sehat, seperti kebiasaan duduk yang terlalu lama atau kurangnya aktivitas fisik. 
  2. Cedera olahraga, posisi tidur yang salah, serta ketegangan otot.
  3. Faktor genetik, kelainan bawaan, infeksi, dan stres.

Baca Juga: 6 Penyebab Sakit Punggung, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Penutup

Sakit tulang belakang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti otot yang meregang atau menegang, penyempitan tulang, kram, dan ketegangan otot perut.

Hal ini bisa membuat tulang belakang menjadi bengkok dan menimbulkan rasa nyeri yang menjalar ke area tubuh lain, seperti tangan atau dada.

Selain itu, kondisi ini juga meningkatkan risiko patah tulang.

Oleh karenanya, penting untuk menjaga postur yang baik, melakukan olahraga yang tepat, dan menghindari beban berlebihan pada tulang belakang.

Jika saat ini kamu sedang merasakan nyeri pada punggung, yuk segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Cobain Rey gratis khusus 2 bulan pertama, dengan fitur ini kamu bisa chat dokter sepuasnya hingga tebus obat gratis, lho!

Coba Gratis Rey untuk 2 bulan! Chat dokter dan klaim obat gratis bisa kamu cobain dulu!

Kembali
Rekomendasi Artikel
April 25, 2024
Apa Itu Penyakit Meningitis? Ini Penyebab, Gejala dan Pengobatannya!

Meningitis adalah penyakit yang sangat berbahaya yang dapat menyerang siapa saja. Apa itu penyakit meningitis?...

Aul Risky Aul Risky
7 menit membaca
October 15, 2022
7 Penyebab Carpal Tunnel Syndrome, Apa Gejalanya?

Pernahkah kamu merasa kesemutan di sekitar jari dan telapak tangan setelah melakukan aktivitas seperti berkendara...

Dwi Julianti Dwi Julianti
8 menit membaca
September 13, 2023
Waspada! Kenali Ciri-Ciri Batuk TBC Sedari Dini

Ciri-ciri batuk TBC atau Tuberkulosis dapat dikenali sedari dini. Namun, apa itu TBC? Penyakit tuberkulosis...

Dwi Julianti Dwi Julianti
6 menit membaca