Perbedaan Flu dan Pilek

Kata flu dan pilek bukan lagi hal baru, karena sudah sangat sering manusia alami. Keduanya adalah penyakit menular akibat infeksi virus pada saluran pernapasan. Tapi ada banyak perbedaan flu dan pilek lho!

Misalnya, jenis virus penyebab flu hanya sedikit. Di sisi lain, varian virus penyebab pilek yang mencapai 200 jenis.

Supaya kamu lebih memahami perbedaan flu dan pilek, yuk simak artikelnya!

Pengertian Flu

 

Flu adalah kondisi di mana terjadi infeksi virus yang mempengaruhi sistem pernapasan, seperti hidung sampai paru. Ada tiga jenis virus penyebab flu, yaitu influenza tipe A, tipe B, dan tipe C. Dari ketiganya, yang paling umum kita lihat pada manusia itu virus influenza tipe A dan B.

Saat seseorang terinfeksi, biasanya akan ada beberapa gejala yang muncul, misalnya:

  • Suhu tubuh yang tinggi
  • Rasa pegal dan nyeri
  • Batuk
  • Sakit kepala
  • Sakit tenggorokan
  • Berkurangnya nafsu makan

Jika dibiarkan, flu dapat menyebabkan penyakit pernapasan yang lebih parah, terlebih kalau imun tubuh kamu sedang lemah dan tidak mampu melawan virus.

Pengertian Pilek

apa itu flu?

Pilek adalah sebuah kondisi di mana adanya infeksi virus pada saluran pernapasan atas (ISPA), seperti halnya flu. Ada ratusan tipe virus penyebab pilek, seperti adenovirus, respsiratory syncytial virus (RSV), dan human parainfluenza (HPIV). Akan tetapi, tipe virus yang biasanya kamu temui adalah rhinovirus.

Walau pilek dapat terjadi di musim apa pun, tapi musim dingin lebih sering membawa penyakit menular satu ini. Terutama mengingat bahwa kebanyakan virus penyebab pilek lebih gampang menyebar dengan suhu dingin dan udara yang lebih kering.

Gejala pilek yang kamu mungkin rasakan termasuk:

  • Bersin terus-menerus
  • Tersumbatnya hidung
  • Sakit tenggorokan
  • Sakit kepala
  • Batuk berdahak hijau atau kuning
  • Suhu badan naik
  • Merasa lemas atau lesu
  • Kemampuan mencium dan mengecap menurun

Dalam jangka waktu beberapa hari terserang pilek, kamu akan menemukan ingus berwarna bening. Lama kelamaan, ingus akan berubah dengan tekstur yang lebih tebal dan warna yang lebih gelap. Perubahan semacam ini menandakan bahwa tubuh tengah melawan infeksi virus.

Penularan pilek pun tidak sulit. Sekali saja kamu terpapar percikan liur di udara dari penderita pilek, itu bisa langsung menginfeksimu. Cara penularan lainnya adalah ketika kamu menyentuh suatu permukaan yang terkontaminasi, kemudian memegang hidung atau mulut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.

Dapatkan Paket Layanan Pemeriksaan Dokter Online dan Manfaat Rawat Jalan Lain
Mulai dari Rp 69 ribu-an per bulan

Perbedaan Flu dan Pilek

Perbedaan flu dan pilek yang pertama adalah manifestasi klinis keduanya.

Virus influenza menginfeksi beberapa bagian organ pernapasan, seperti rongga hidung, tenggorokan, bronkus, hingga paru-paru. Sedangkan virus pilek lebih mempengaruhi organ pernapasan, seperti nasofaring dan orofaring.

Perbedaan Gejala Flu dan Pilek

  1. Flu hampir selalu bersamaan dengan demam, sementara pilek bisa saja tidak sampai demam.
  2. Nyeri badan ketika flu biasanya tidak separah ketika sedang pilek.
  3. Biasanya batuk kering dan flu, sementara kalau pilek lebih ke batuk berdahak.
  4. Pasien flu jarang merasa sangat lelah, tapi penderita pilek sering merasakan lelah.
  5. Ingus pada penderita flu sangat sedikit, tetapi pilek memproduksi cukup banyak ingus.
  6. Pasien flu biasanya meriang, tapi tidak demikian pada penderita pilek.
  7. Bersin lebih sering menjadi gejala pilek daripada flu.
  8. Jarang pasien flu yang mengalami nyeri dada, tapi sering terjadi saat pilek.
  9. Pasien pilek tidak mengalami sakit kepala sesering pasien flu.
  10. Kasus nyeri tenggorokan biasanya lebih banyak ketika pilek daripada flu.
  11. Gejala flu relatif lebih cepat dirasakan dibandingkan gejala pilek yang baru dirasakan setelah beberapa hari.

 

Baca Juga: 7 Cara Menurunkan Demam yang Ampuh dan Efektif

Cara Mengatasi Flu

Perbedaan flu dan pilek penting untuk diperhatikan supaya memperoleh penanganan yang tepat. Berikut beberapa cara mengatasi flu yang efektif untuk dilakukan.

Banyak Mengonsumsi Air

Tubuh yang terhidrasi dengan baik akan membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk memberikan perlawanan pada virus influenza. Akan lebih baik jika yang dikonsumsi adalah air hangat supaya tenggorokan lebih lega.

Mengonsumsi Makanan Bergizi

Asupan makanan bergizi tidak kalah penting untuk meningkatkan kekebalan tubuh, terutama sayur dan buah yang mengandung vitamin C.

Memperbanyak Istirahat

Flu yang kamu derita akan semakin sulit sembuh jika memaksakan terus beraktivitas sepanjang hari. Untuk itu, tubuh perlu memperoleh waktu istirahat yang cukup agar kondisinya kembali prima.
Mengonsumsi obat-obatan dengan kandungan parasetamol atau ibuprofen. Kedua obat flu tersebut bisa diperoleh dengan mudah dan tanpa resep dokter. Untuk obat flu jenis lainnya harus diresepkan oleh dokter terlebih dahulu. Atau lebih jelasnya bisa tanya dokter pribadi atau tanya dokter online.

Melakukan Terapi Uap Rempah

Terapi uap rempah diketahui efektif melegakan saluran pernapasan yang tersumbat dan juga mengatasi flu. Cara membuat rempahnya juga tidak sulit dan dapat dibuat sendiri di rumah.

Memarkan jahe dan kunyit, kemudian campurkan air panas dengan sedikit minyak kayu putih. Masukkan campuran tersebut ke wadah lalu hirup uapnya secara perlahan hingga napas terasa lebih lega. Kamu bisa meakukan proses tersebut selama 10 menit hingga uapnya hilang.

Menggunakan Air Hangat untuk Mandi

Mandi dengan air hangat saat flu akan membuat tubuh lebih rileks dan pernapasan lebih lancar. Namun jangan lupa untuk segera memakai pakaian hangat setelah mandi ya.

Cara Menyembuhkan Pilek

Cara menyembuhkan pilek sebenarnya tidak jauh berbeda dengan flu. Biasanya orang yang mengalami pilek diminta untuk mengonsumsi makanan bergizi, banyak air putih, dan tentunya cukup istirahat. Konsumsi air putih harus sering dilakukan untuk menggantikan cairan tubuh yang banyak keluar akibat ingus dan badan sering berkeringat.

Cara-cara lainnya yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut.

Mengoleskan Balsam atau Minyak Kayu Putih

Mengoleskan balsam atau minyak kayu putih bertujuan untuk meringankan gejala pilek yang tengah dialami. Balsam atau minyak kayu putih bisa dioleskan ke punggung atau dada. Namun jika kamu menggunakan balsam, tidak perlu dioleskan ke hidung ya.

Menggunakan Garam

Saat tenggorokan terasa sakit, kamu bisa membuat larutan air garam untuk berkumur. Selain itu, larutan garam juga bisa diteteskan ke hidung untuk membantu meredakan hidung tersumbat dan melancarkan pernapasan.

Mengonsumsi suplemen

Suplemen khusus bisa dikonsumsi untuk meringankan gejala pile, seperti suplemen zink dan vitamin C. Kedua jenis suplemen itu dipercaya dapat membuat gejala pilek menjadi lebih ringan. Baik suplemen zink maupun vitamin C juga bisa membantu mempercepat proses penyembuhan tubuh yang tengah pilek.

Artikel Terkait Lainnya