Persiapan pernikahan pertama yang harus kamu lakukan adalah mengenal kelebihan dan kekurangan diri lebih dulu.

Menikah merupakan salah satu keputusan penting dalam hidup yang harus disiapkan dengan benar. 

Bukan hanya status hubungan yang akan berganti, kamu juga akan mendalami peran baru sebagai pasangan.

Tanggung jawab yang besar kerap membuat calon pengantin sering ragu dan takut untuk menjalani kehidupan rumah tangga nantinya. 

Tentunya hal ini adalah wajar karena akan menempuh hidup baru yang berbeda dari sebelumnya.

Kamu berencana menikah dalam waktu dekat? 

Agar pernikahan lancar, ada berbagai persiapan sebelum menikah yang bisa kamu lakukan untuk menghalau rasa takut dan ragumu. 

Baca selengkapnya di artikel berikut ini, ya!

Table of Contents

Ceklis Persiapan Sebelum Menikah

salah satu ceklis persiapan sebelum menikah adalah menyiapkan cincin pernikahan

🗹 Mengenal diri sendiri

🗹 Persiapan mental dan kesehatan

🗹 Persiapan membagi waktu antara keluarga dan teman

🗹 Persiapan finansial

🗹 Diskusi pembagian rumah tangga

🗹 Persiapan menghadapi konflik

🗹 Diskusikan ingin punya anak atau tidak

🗹 Wujudkan cita-cita 

🗹 Mencoba hidup mandiri

🗹 Menentukan konsep pernikahan

🗹 Menentukan tempat, dekorasi, baju pengantin

🗹 Membeli cincin

🗹 Menyiapkan mahar

🗹 Vaksin sebelum menikah

Apa Saja Persiapan Sebelum Menikah?

Menikah tentu tidak serta merta dilakukan, ada berbagai pertimbangan dan jawaban yang harus kamu temukan sebelum masuk ke jenjang yang lebih serius. 

Apa saja itu? Berikut daftar persiapan pernikahan yang perlu kamu siapkan:

Kenali diri sendiri

Persiapan pernikahan pertama yang harus kamu lakukan adalah mengenal kelebihan dan kekurangan diri lebih dulu.

Sebab kondisi pernikahan tidak selalu mudah dan indah. 

Sebelum bertemu masalah pernikahan, kamu harus memahami diri sendiri dulu.

Dengan begitu, saat nanti kamu punya masalah dengan pasangan, maka kamu tahu bagaimana kamu menyelesaikan masalah dengan prinsip yang kamu punya.

Memahami dan mencintai diri sendiri juga akan memberikanmu kemudahan untuk melewati masa sulit yang mungkin akan datang saat sudah berumah tangga.

Selain itu, mengenal diri akan membuatmu lebih mudah untuk mencintai dan menerima pasangan untuk bisa hidup bersama selamanya.

Persiapkan mental dan kesehatan

Sebelum menikah, kamu perlu mempersiapkan mental dan kesehatan

Saat berumah tangga, kamu akan berperan sebagai suami atau istri. 

Tentunya tanggung jawab yang akan kamu dapatkan juga baru dan lebih menantang.

Itulah mengapa, persiapan mental untuk siap berumah tangga juga perlu dipupuk. 

Sebab kesiapan mental juga menjadi penentu keluarga menjadi lebih harmonis.

Kamu bisa menyiapkan diri dengan berbagai ilmu dari buku atau seminar tentang pernikahan.

Tak hanya mental, persiapan fisik juga perlu kamu bangun. 

Misalnya dengan berolahraga agar tubuh menjadi bugar dengan kulit yang lebih terawat. 

Tentunya tubuh yang sehat juga merupakan kunci kebahagiaan.

Kedua hal ini sama-sama merupakan persiapan pernikahan yang wajib dipersiapkan secara matang.

Membagi waktu antar teman dan keluarga

Banyak yang berpikir bahwa setelah menikah, orang akan merasa lebih jauh dari keluarga dan teman. 

Sebab harus menghabiskan lebih banyak waktu dengan pasangan.

Karena itu, kamu harus menanamkan pada diri sebelum menikah bahwa pernikahan bukanlah suatu hal yang membuatmu lupa atau menarik diri dari orang tua dan pergaulan.

Kenyataannya, kamu juga bisa membagi waktu setelah menikah. 

Bahkan, hal itu bisa membuat hubungan dengan pasangan semakin kuat.

Setelah ngobrol dengan teman atau orang tua, kamu bisa menambah pengetahuan dan pengalaman seputar kehidupan rumah tangga.

Pikirkan soal masalah keuangan

Saat akan menikah, tentunya akan ada biaya yang harus dikeluarkan dalam acara pernikahan.

Setelah itu, persiapan finansial yang juga tak kalah penting adalah keuangan rumah tangga.

Menentukan porsi bayar membayar dan masalah keuangan lainnya juga harus dipikirkan dan dibahas sebelum menikah.

Usahakan agar saling terbuka soal masalah keuangan dan arah finansial rumah tangga nantinya.

Kamu dan pasangan juga bisa membuat anggaran berapa biaya yang yang harus ditanggung bersama serta biaya pribadi lainnya. 

Membicarakannya sebelum menikah akan membuatmu dan pasangan bisa saling memenuhi tanggung jawab satu sama lain tanpa harus berdebat setelah menikah.

Diskusikan pembagian tugas

Selain masalah finansial, kamu juga bisa berdiskusi seputar pembagian tugas rumah tangga. 

Sama seperti finansial, kamu juga harus berterus terang soal tugas yang diemban setelah menikah.

Misalnya, siapa yang bertugas mencuci baju, siapa yang giliran memasak, membayar listrik, dan hal lainnya.

Membicarakan peran masing-masing dalam rumah sebelum menikah akan membuatmu dan pasangan bisa menjaga keharmonisan setelah berumah tangga.

Persiapan untuk menghadapi konflik

Dalam sebuah pernikahan yang melibatkan dua orang, mungkin saja kamu dan pasangan memiliki pandangan yang berbeda saat bersama. 

Kamu perlu bersiap jika nantinya mungkin akan terjadi perdebatan atau pertengkaran karena beda pendapat.

Masalah saat pacaran juga bisa menjadi masalah yang bisa muncul kembali setelah menikah.

Untuk meminimalisir itu, ada baiknya jika kamu dan pasangan membicarakan sebelum pernikahan tentang batasan apa saja yang harus dipatuhi nantinya.

Persiapan untuk punya anak atau tidak

Setiap pasangan perlu memiliki tujuan dalam pernikahannya. 

Sebab beberapa pasangan ada yang berniat memiliki buah hati, namun ada pula yang memutuskan tidak.

Jika ingin memiliki buah hati, kamu bisa merencanakan program kehamilan, kapan mau hamil, jalani gaya hidup sehat, hingga urusan finansial lain kedepannya mengenai biaya masa depan buah hati.

Jika tidak ingin, silakan kamu dan pasangan putuskan visi misi seperti apa yang akan kamu capai sampai masa tua nanti.

Wujudkan impianmu

Pernikahan memang bukanlah sebuah akhir, namun alangkah lebih baik jika kamu bisa mewujudkan cita-citamu saat masih sendiri atau melajang.

Misalnya sebelum berkeluarga, cobalah untuk mengejar gelar impian atau karir yang kamu idam-idamkan.

Namun jika merasa ingin mewujudkan impianmu terlebih dahulu, kamu bisa mendiskusikan bersama pasangan tentang impian yang mungkin belum kamu capai.

Mencoba hidup mandiri

Mandiri berarti kamu bisa bebas bergerak dan bertindak sesuai keinginanmu. 

Kemandirian akan mengajarkanmu untuk lebih siap dalam setiap proses kehidupan.

Misalnya, kamu mencoba hidup jauh dari orang tua, tanpa kerabat, dan teman. 

Tentunya hal ini akan membuatmu lebih menghargai tentang proses kehidupan dan hal-hal yang akan dilakukan untukmu nantinya.

Menentukan konsep pernikahan

Jika kamu sudah merasa melakukan semua hal yang harus dilakukan sebelum berkeluarga, selanjutnya kamu bisa menyiapkan konsep pernikahan dengan lebih tenang.

Menggelar pesta pernikahan ini biasanya berdasarkan keinginan calon pengantin dan keluarga. Bisa berupa konsep formal, semi formal, atau santai.

Dalam mengadakan pesta pernikahan ini jangan lupa untuk berunding mengenai budget. 

Pernikahan dengan budget tertentu adalah hal sensitif yang perlu dibicarakan, namun memang perlu keterbukaan antar calon pengantin agar persiapan untuk pernikahan lebih mudah.

Menentukan tempat, dekorasi, dan baju pengantin

Selanjutnya kamu bisa memilih tempat, dekorasi, baju pengantin, katering, dan embel-embel pesta lainnya.

Jika pesta bertema outdoor classic, kamu bisa memilih gedung atau tempat dengan arena terbuka yang bagus. 

Untuk penyesuaian konsep dan dekorasi, kamu bisa menggunakan jasa wedding organizer.

Nah untuk baju pengantin, kamu bisa membelinya jika memang ada keinginan khusus atau ingin menyimpan baju sebagai kenangan. 

Atau kalau ingin menghemat budget, kamu juga bisa lho, menyewa baju pengantin.

Selanjutnya yang tak kalah penting untuk disiapkan adalah makanan dan souvenir untuk tamu undangan. 

Dua hal ini adalah sesuatu yang akan diberikan kepada tamu undangan, maka perlu disiapkan dengan baik agar tamu merasa senang. 

Baca Juga: Persyaratan Menikah di KUA Terbaru 2023, Begini Cara Daftarnya!

Pertanyaan Seputar Persiapan Menikah

Pernikahan adalah persiapan untuk seumur hidup yang mungkin akan menyisakan berbagai pertanyaan di kepala. 

Berikut beberapa pertanyaan seputar persiapan menjelang pernikahan yang mungkin kamu juga ingin tahu apa jawabannya:

Apa yang harus dipersiapkan sebelum menikah bagi wanita?

Ada beberapa persiapan nikah yang perlu dipertimbangkan wanita, beberapa di antaranya adalah:

  • Siap menjadi istri

Setelah berkeluarga, tanggung jawab seorang perempuan akan berubah total. 

Kamu tidak lagi fokus untuk diri sendiri, tapi juga untuk suami. 

Kamu bisa mengikuti berbagai seminar pranikah untuk membuat mental sebagai istri lebih siap.

  • Siap menjadi ibu

Menjadi ibu adalah salah satu momen yang diidam-idamkan sebagian wanita. 

Namun untuk menjalani keseharian sebagai seorang ibu, kamu juga perlu menyiapkan mental dan fisik dengan benar.

Saat menjadi ibu, kamu tidak lagi bisa bebas pergi atau melakukan sesuatu semaumu karena harus bertanggung jawab pada anak. 

Itulah mengapa mental pun perlu dipersiapkan dengan benar

  • Siap menjadi menantu dan ipar

Siap bersama pasangan, berarti kamu juga harus siap untuk menjadi bagian dari keluarga. 

Keluarga pasanganmu adalah keluargamu juga. 

Kamu berkewajiban menghormati, menghargai, dan menyayangi sebagaimana keluarga sendiri.

  • Vaksin sebelum menikah

Selain itu, kamu juga perlu melakukan vaksin sebelum menikah, lho.

Vaksin bertujuan untuk mencegah penyakit, terutama risiko penyakit yang ditularkan hubungan seksual.

Adapun efek samping vaksin yang bisa timbul seperti demam, sakit kepala, dan lainnya. Jika kamu mengalami gejala seperti ini sebaiknya segera tanyakan ke dokter, ya.

Konsultasi dengan dokter sekarang juga sudah semakin mudah lho, karena kamu bisa chat dokter secara online melalui aplikasi Rey ataupun secara offline.

Bahkan kalau kamu sudah memiliki asuransi kesehatan online dari Rey, kamu bisa chat dokter sepuasnya, tebus obat, rawat inap, hingga rawat jalan gratis.

Klik banner ini yuk, untuk info lebih lanjut!

Mahar terdiri dari apa saja?

Berikut beberapa jenis-jenis mahar pernikahan yang diserahan pengantin laki-laki kepada calon mempelai wanita:

  • Uang

Salah satu mahar atau mas kawin paling umum yang bisa digunakan adalah uang. 

Bentuknya bisa dalam bentuk cash atau uang digital (metode transfer).

Mempelai pria bisa memberikan uang dengan nominal yang sudah disepakati. 

Sebagian lainnya memberikan mahar uang dalam nominal unik sesuai tanggal pernikahan.

  • Logam mulia

Mahar dalam bentuk logam mulia emas tengah menjadi trend. 

Sebab harganya cenderung naik, nilainya stabil, banyak yang mencari, dan menjadi kebanggan. 

Emas bisa berupa batangan atau berbentuk perhiasan.

  • Saham perusahaan

Bagi seorang visioner, memberi mahar berupa saham perusahaan bisa menjadi pilihan tepat. 

Kamu bisa membeli saham blue-chip dari perusahaan nasional yang sudah melakukan IPO (initial public offering) di pasar modal Indonesia. 

Bisa juga membelinya di bisnis yang kamu percaya dan memberikannya sebagai mahar kepada pasanganmu.

  • Seperangkat perlengkapan ibadah

Mahar yang paling banyak diberikan adalah seperangkat perlengkapan ibadah. 

Perlengkapan ini bisa berupa mukena dan sajadah sebagai isyarat bahwa kamu siap menjalani kehidupan rumah tangga.

Berapa hari puasa sebelum menikah?

Biasanya, puasa sebelum melaksanakan pernikahan dilakukan dalam hitungan hari ganjil. 

Misalnya 1 hari, 3 hari, 5 hari, 7 hari, dan seterusnya. 

Dalam tradisi jawa, puasa sebelum nikah disebut puasa mutih.

Kedua calon mempelai tidak boleh makan apapun selain nasi putih (tapa garam dan sayur), serta minum air putih (tanpa teh, gula, atau kopi). 

Hal ini dilakukan untuk membuat calon mempelai mendapatkan penampilan segar di hari bahagia.

Untuk menjalankan puasa sebelum nikah, calon pengantin diharuskan untuk mandi keramas dan menyatakan niat serta tujuan untuk apa puasa dilaksanakan.

Baca Juga: Apa Itu Perjanjian Pranikah? Tujuan, Isi, dan Cara Membuatnya

Penutup

Itulah beberapa persiapan sebelum menikah yang harus dipersiapkan.

Untuk mewujudkan pernikahan yang lancar sesuai dengan rencana, kamu perlu mendiskusikan beberapa persiapan di atas bersama calon mempelaimu ya!

Sambil mengurus semua persiapan, kamu bisa kumpulkan berkas ke kantor urusan agama dan pastikan ketersediaan penghulu di tanggal tersebut.

Jika masih ada pertanyaan, yuk diskusikan di kolom komentar!

Artikel Terkait Lainnya