Vaksinasi sebelum menikah bertujuan untuk mencegah penyakit, terutama risiko penyakit yang ditularkan hubungan seksual.

Ketika pasangan ingin melangsungkan pernikahan, banyak yang hanya fokus mempersiapkan pestanya saja.

Padahal di samping itu, ada sejumlah persiapan yang tidak kalah penting lho, seperti vaksinasi untuk menjaga kesehatan diri dan pasangan.

Vaksinasi sebelum menikah bertujuan untuk mencegah penyakit, terutama risiko penyakit yang ditularkan hubungan seksual.

Tak hanya itu, vaksin juga bermanfaat agar calon pengantin terhindar dari virus penyebab gangguan kehamilan.

Apa saja sih, vaksin sebelum menikah itu? Yuk, cek langsung jawabannya di pembahasan berikut ini!

Table of Contents

Apa Itu Vaksin Sebelum Menikah?

Selain rangkaian pemeriksaan kesehatan sebelum menikah (premarital check up), kamu dan pasangan juga disarankan untuk mengikuti program suntik catin.

Suntik catin itu apa? Jadi, suntik catin adalah singkatan dari suntik untuk calon pengantin atau vaksin catin/imunisasi.

Imunisasi calon pengantin merupakan suatu prosedur yang diperlukan sebagai salah satu persiapan pernikahan untuk mencegah penyakit serius pasca menikah.

Imunisasi atau vaksin pra nikah atau vaksinasi premarital adalah tindakan medis yang dilakukan guna mencegah penyakit yang disebabkan oleh bakteri atau virus.

Vaksin akan merangsang sistem imun untuk mengenali virus atau bakteri dan menghasilkan antibodi untuk menangkalnya.

Mengapa imunisasi calon pengantin ini diperlukan? 

Sebab, vaksinasi ini adalah salah satu metode yang paling efektif untuk mencegah penyakit.

Apalagi bagi para calon pengantin yang berencana akan memiliki keturunan setelah menikah.

Dengan begitu, kamu bisa mencegah penyakit serius lebih dini, baik untuk diri sendiri, pasangan, maupun calon bayi.

Jenis Vaksin Sebelum Menikah

Jenis vaksin sebelum menikah yaitu vaksin hepatitis B, vaksin MMR, Vaksin

Pemberian vaksin sebelum menikah adalah cara yang mudah dan aman untuk mencegah penularan penyakit serius. 

Hal ini juga bermaksud untuk melindungi ibu hamil dan janin dikemudian hari.

Ada 5 jenis vaksin sebelum menikah yang dianjurkan bagi kedua calon pengantin seperti berikut ini:

1. Vaksin DPT (difteri, pertusis, tetanus) dan TT (Tetanus toxoid)

Vaksin DPT termasuk imunisasi dasar pada bayi dan anak-anak untuk mencegah 3 jenis penyakit, yaitu difteri, pertusis (batuk rejan), dan tetanus.

Sementara itu, vaksin TT pranikah bertujuan untuk mencegah penyakit tetanus yang dianjurkan bagi calon pengantin wanita yang akan hamil atau akan menikah. 

Terutama jika belum mendapatkan vaksin DPT dosis lengkap, sebanyak lima kali.

Anjuran imunisasi sebelum menikah ini bertujuan untuk pencegahan penyakit tetanus,  baik untuk ibu hamil, maupun janinnya.

Pemberian vaksin TT1 (dosis pertama) diberikan minimal dua minggu sebelum menikah. 

Hal ini bertujuan agar antibodi sudah terbentuk saat kamu merencanakan program hamil setelahnya.

Sedangkan dosis vaksin TT2, TT3, dan selanjutnya, kamu bisa berkonsultasi dengan dokter untuk jadwal yang tepat.

2. Vaksin MMR (campak, rubela, gondongan)

Menerima vaksin MMR merupakan rangkaian imunisasi pranikah yang diberikan untuk pencegahan penularan penyakit measles (campak), mumps (gondongan), dan rubellla (campak Jerman)

Sebab, penyakit ini pada masa kehamilan berisiko meningkatkan bahaya keguguran, bayi lahir prematur, sampai cacat lahir pada bayi.

Vaksin MMR ini perlu diberikan pada kedua calon mempelai, baik itu pasangan wanita maupun pria.

Vaksinasi ini sebaiknya dilakukan empat bulan sebelum menikah, sebab vaksin MMR akan berbahaya bagi janin selama masa kehamilan.

Kamu tidak perlu mengulanginya dalam vaksinasi dewasa jika sudah mendapatkan dosis lengkap sebanyak 2x saat bayi dan anak-anak.

Namun, jika ragu sudah mendapatkan atau belum, kamu bisa mengkonsultasikan dengan dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

3. Vaksin HPV (human papillomavirus)

Infeksi HPV (human papillomavirus) adalah penyebab utama kasus kanker serviks atau leher rahim pada wanita. Jika pada pria, virus ini akan menyebabkan penyakit kutil kelamin.

Salah satu langkah pencegahannya adalah dengan vaksinasi HPV. Vaksin jenis ini ideal didapatkan sebelum menikah. 

Tepatnya, sebelum aktif secara seksual. Sebab, HPV menular melalui hubungan seks atau kontak langsung.

Di Indonesia, imunisasi HPV diberikan pada anak perempuan usia 9 sampai 14 tahun. Vaksin kanker serviks untuk dewasa harus dilakukan secara mandiri.

Dokter umumnya akan memberikan saran kepada calon pengantin untuk mendapatkan vaksin HPV sebelum menikah pada 6 bulan menjelang pernikahan.

Adapun efek samping yang bisa timbul setelah vaksin HPV seperti demam, sakit kepala, mual, dan lainnya.

Jika kamu merasakan gejala seperti ini, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter, ya. 

Konsultasi dengan dokter sekarang juga sudah semakin mudah lho, karena kamu bisa chat dokter secara online melalui aplikasi Rey ataupun secara offline.

Bahkan kalau kamu sudah memiliki asuransi kesehatan online dari Rey, kamu bisa chat dokter sepuasnya, tebus obat, rawat inap, hingga rawat jalan gratis.

Klik banner ini yuk, untuk info lebih lanjut!

4. Vaksin Hepatitis B

Vaksin ini sebenarnya sudah termasuk ke dalam imunisasi dasar pada bayi baru lahir dan anak-anak. 

Namun, orang dewasa sebelum menikah juga perlu mendapatkan imunisasi hepatitis B.

Sebab, penyakit hepatitis B merupakan penyakit yang bisa menyebabkan peradangan hari, sirosis, dan kanker hati pada sebagian kecil kasus.

Vaksin hepatitis B ini mampu mencegah penularan virus lewat hubungan seksual serta pemakaian barang pribadi seperti, pisau cukur atau sikat gigi.

Selain itu, imunisasi ini juga bisa mencegah penularan virus dari ibu ke bayi selama proses persalinan.

Pemberian vaksin ini bisa diperoleh pasangan yang akan menikah enam bulan sebelumnya.

Pada beberapa prosedur, secara bersamaan kamu juga bisa mendapatkan vaksin hepatitis A.

5. Vaksin Varisela (cacar air)

Baik pria maupun wanita, sama-sama wajib mendapatkan vaksin cacar air atau varicella sebelum menikah. 

Vaksin ini perlu diberikan jika kamu belum pernah terkena cacar air sampai usia dewasa.

Sebab, penyakit cacar air saat dewasa bisa jadi berbahaya bagi perkembangan janin nanti. Bayi yang terlahir dari ibu yang terkena cacar air bisa dalam keadaan cacat.

Selain mencegah cacar air, vaksinasi pranikah ini juga berguna untuk mencegah cacar api (herpes zoster) pada orang dewasa yang sebelumnya pernah terinfeksi cacar air.

Dosis vaksin varicella disarankan diberikan 1 bulan sebelum menikah.

Jika kamu ragu sudah memiliki antibodi atau belum, lebih baik lakukan pemeriksaan dengan dokter.

Baca Juga: 11 Perbedaan Flu dan Pilek yang Perlu Kamu Tahu

Pertanyaan Seputar Vaksin Sebelum Menikah

Vaksinasi pranikah adalah salah satu rangkaian persiapan pernikahan yang perlu dipikirkan jauh-jauh hari.

Vaksinasi pranikah adalah salah satu rangkaian persiapan pernikahan yang perlu dipikirkan jauh-jauh hari.

Karena penting, tentunya akan ada banyak pertanyaan seputar imunisasi sebelum menikah yang membuatmu bingung.

Berikut beberapa pertanyaannya yang sering ditanyakan terkait baksin sebelum menikah:

Bahayakah jika tidak suntik TT?

Imunisasi TT dianjurkan untuk dilakukan sebelum menikah dengan tujuan menghindari potensi terinfeksi tetanus dalam proses persalinan.

Jadi satu-satunya risiko bagi calon pengantin yang tidak suntik tt sebelum menikah adalah meningkatnya risiko tetanus pada ibu dan bayi yang dikandungnya nanti.

Jika kebetulan terdapat prosedur yang kurang steril saat persalinan, maka infeksi tetanus sulit untuk dihindari.

Risiko ini besar dirasakan oleh wanita yang menjalani proses persalinan dengan peralatan seadanya dengan kondisi darurat.

Namun, risiko ini bisa diminimalisir jika calon pengantin berencana melahirkan dengan bantuan profesional di rumah sakit.

Sebab, alat yang digunakan biasanya sudah cukup steril.

Meskipun begitu, suntik TT tetap disarankan meski sudah berencana melahirkan di rumah sakit.

Cara ini juga sebagai antisipasi kemungkinan sang ibu harus berada di keadaan darurat menjelang pernikahan.

Misalnya, keadaan yang mengharuskan sang ibu melahirkan dengan alat seadanya yang kurang steril.

Vaksin sebelum menikah untuk wanita?

Idealnya, wanita sebelum menikah perlu menjalani screening kesehatan terkait risiko infeksi kesehatan, riwayat vaksinasi, usia, pekerjaan, dan gaya hidup. Berikut beberapa imunisasi untuk wanita yang perlu didapatkan sebelum menikah:

  • Vaksin influenza, imunisasi ini dibutuhkan agar wanita terhindar dari virus influenza, terutama pada masa kehamilan. Karena itu, sebelum menikah atau sebelum melaksanakan program hamil, wanita perlu mendapatkan imunisasi influenza.
  • Human papillomavirus (HPV). Imunisasi ini aman dan efektif untuk melindungi wanita dari penularan HPV dan kanker rahim. Wanita bisa mendapatkan imunisasi HPV sampai usia 26 tahun atau sebelum kontak seksual pertama.
  • Varisela. Wanita usia subur belum hamil yang tidak kebal terhadap varicella (cacar air) perlu divaksinasi. Imunisasi ini tidak dianjurkan saat wanita sedang hamil. Jika kamu belum pernah mengidap cacar air atau hanya pernah menerima satu sampai dua dosis, maka sebaiknya konsultasikan kepada dokter untuk penanganan lebih lanjut.
  • MMR (Campak, gondongan, rubella). Wanita usia subur yang belum menikah sebaliknya perlu menerima skrining kekebalan terhadap rubella. Bagi wanita yang ingin memiliki anak, sebaiknya lakukan program kehamilan 3 bulan setelah vaksinasi.
  • Vaksin hepatitis B. Sesuai namanya, imunisasi ini bertujuan sebagai pencegahan virus hepatitis B yang bisa terjadi melalui hubungan seksual dan jarum suntik. Virus ini hidup di dalam darah dan cairan tubuh seperti cairan vagian dan sperma. Terkena virus ini akan membuat seseorang mengalami kanker hati dan sirosis.
  • Vaksin DPT (Difteri, Pertusis, dan Tetanus). Vaksin ini berguna untuk mencegah tiga penyakit sekaligus yakni difteri, pertusis, dan tetanus.

Vaksin TT sebelum menikah berapa kali?

Jadwal suntik TT biasanya dilakukan sebelum menikah sampai 2 tahun setelah menikah. Berikut jadwal suntik tetanus untuk calon pengantin perempuan:

  • TT 1: Dilakukan paling tidak 2 minggu sampai sebulan setelah menikah untuk membentuk antibodi.
  • TT 2: Dilakukan satu bulan setelah TT 1. Vaksinasi ini efektif melindungi sampai 3 tahun ke depan.
  • TT 3: Dilakukan 6 bulan setelah TT 2 yang efektif untuk melindungi sampai 5 tahun berikutnya.
  • TT 4: Dilakukan 12 bulan setelah TT 3 dan efektif untuk melindungi selama 10 tahun.
  • TT 5: Dilakukan 12 bulan setelah TT 4. Rangkaian terakhir ini mampu melindungi dari tetanus sampai 25 tahun.

Vaksin apa saja untuk calon pengantin?

Idealnya, calon pengantin sebelum nikah perlu menjalani screening kesehatan yang mencakup riwayat vaksinasi atau imunisasi. Sebenarnya, jenis vaksinasi apa saja yang disarankan?

  • Vaksinasi hepatitis b.
  • Vaksinasi DPT (Difteri, pertussis, dan tetanus).
  • Vaksinasi MMR (Campak, gondongan, dan rubella).
  • Varisela.
  • Vaksin influenza.
  • Vaksinasi human papillomavirus.

Berapa biaya suntik vaksin HPV?

Harga vaksinasi HPV ini bisa bervariasi, tergantung di mana tempat kamu mendapatkan vaksin tersebut. Biasanya, biaya vaksinasi di rumah sakit swasta Indonesia bervariasi. Mulai dari 750 ribu rupiah sampai lebih dari 1,3 juta rupiah per satu kali suntik.

Nah, untuk mengantisipasi adanya keperluan yang tidak terduga, disarankan untuk mempersiapkan dana lebih, yakni sekitar 20 sampai 30 persen dari biaya yang diperkirakan.

Penutup

Nah, itulah daftar vaksin yang disarankan sebelum menikah.

Vaksinasi ini sebaiknya jadikan sebagai satu proses persiapan menikah yang wajib kamu siapkan.

Dengan begitu, kesehatan calon pengantin bisa terus terjaga dalam menjalani masa pernikahan.

Jika masih ada pertanyaan seputar vaksin sebelum menikah, tulis di kolom komentar, ya!

Artikel Terkait Lainnya